Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Pelatihan Berakhir dan Rencana Keluar


Roaaarrr


Booooommmm


Zrrrrrttttt


Naga Petir yang mulai transparan itu pun mulai terlihat jejak retak-retakan pada tubuhnya dan…


Blaaaarrrr


Tubuh Naga petir Kesengsaraan akhir nya hancur lebur menjadi esensi. Ling Feng yang melihat itu langsung menghilang dan muncul tepat diantara esensi-esensi tersebut dan menyerapnya.


Esensi itu pun masuk kedalam tubuh Ling Feng tanpa tersisa sama sekali. Petir Kesengsaraan kelima sekaligus yang terakhir, berhasil di lewati oleh Ling Feng. "Akhirnya selesai juga." Gumam Ling Feng kemudian turun ke bawah lalu berbalik badan ke arah Tua Tao.


"Sepertinya keberuntungan mu lebih besar ya, sampai-sampai Kesengsaraan petir itu saja kau berhasil selamat hanya dengan luka seperti itu." Kata Tua Tao sembari tersenyum. "Cihhhhh sudah jelas ini karena aku jenius." Kata Ling Feng meninggikan dagunya lalu seketika luka dalam tubuhnya langsung terasa kembali.


Tua Tao menggeleng-gelengkan kepalanya lalu melemparkan sebuah pil ke arah Ling Feng. "Seraplah kau akan pulih dengan cepat." Kata Tua Tao. Ling Feng menangkap pil tersebut dan langsung ini menelannya.


Akan tetapi, langsung di tahan oleh perkataan Tua Tao. "Setidaknya gunakan pakaian terlebih dahulu jika ingin menyerap nya di sini." Kata Tua Tao yang membuat Ling Feng terdiam lalu mengalihkan pandangannya ke tubuhnya yang benar-benar tanpa sehelai benang pun. Ling Feng tersenyum menggaruk bagian belakang kepalanya.


Ia lantas membersihkan tubuhnya terlebih dahulu lalu menggunakan satu set pakaian baru. Baru kemudian ia menyerap pil pemulih yang diberikan Tua Tao tenggelam dalam pemulihan nya.


Satu jam kemudian Ling Feng membuka kedua matanya menandakan bahwa ia sudah pulih sepenuhnya. Ling Feng bangkit dari posisi lotusnya merenggangkan tubuhnya dan menyapu pandangannya. Sampai Tua Tao datang menghampirinya dan berkata, "Jangan hanya di perhatikan saja kembalikan lagi seperti semula." Sindir Tua Tao.


"Iya, iya aku tau." Balas Ling Feng menanggapi sindiran tersebut dan mulai memperbaiki menggunakan kekuatan nya menjadi seperti semula. Tidak lama kawah-kawah dan retakan-retakan tanah yang tercipta sudah tidak ada lagi dan kembali seperti semula.


"Baiklah, sudah selesai guru." Kata Ling Feng hendak berbalik badan, namun Tua Tao langsung menendang dirinya sembari berteriak. "Mata mu sudah selesai…Gubuk ku mana gubuk ku." Teriak Tua Tao. Ling Feng yang di tendang Melesat dan tersungkur ke tanah.


Ling Feng bangkit menggertakkan giginya lalu balas berteriak. "Orang tua tengik tidak beradab…! Tidak bisakah berkata pelan-pelan dan tidak sampai harus melakukan seperti itu." Protes Ling Feng.


"Hahhhh…?! kau bilang apa tentang guru mu?!" Kata Tua Tao dengan menampilkan wajah menyeramkan. "Ughhkkk sebenarnya setinggi apa ranah orang tua sia*an, tidak pernah sekalipun aku tidak tertekan setelah mengeluarkan auranya." Batin Ling Feng langsung tertekan sesaat Tua Tao mengeluarkannya wajah menyeramkan nya itu.


Dirinya pun mulai membangun gubuk untuk Tua Tao kembali. Tentu pada saat pembangunan Tua Tao tidak berhenti-hentinya teriak tentang gubuk yang ia bangun. Beberapa jam berlalu begitu saja tidak terasa. "Aku sudah selesai guru." Kata Ling Feng.


Tua Tao yang sedang berbaring di atas pohon melihat gubuk yang telah dibuat oleh Ling Feng lalu tersenyum puas. "Bagus aku puas tentang gubuknya." Kata Tua Tao tersenyum lebar. "Orang tua tengik itu benar-benar mempekerjakan ku seperti budaknya." Batin Ling Feng langsung terduduk karena kelelahan.


Ia lantas berbaring menatap langit-langit Jurang Keabadian yang gelap. "Feng'er kau masih mempunyai satu tugas lagi." Kata Tua Tao. Ling Feng yang sedang berbaring pun protes. "Oh ayolah guru…Aku baru saja selesai membangun kembali gubuk ini. Tidak bisakah kau memberi istirahat sedikit kepada murid mu ini." Protes Ling Feng.


"Aku tidak bilang harus melakukan nya sekarang bocah bodoh…Makanya dengarkan baik-baik apa yang kukatakan dan pahami bodoh." Balas Tua Tao sedikit sarkas. Ling Feng terdiam kembali sembari berdecak. "Sudah berapa lama kau disini?" Tanya Tua Tao kepada Ling Feng. Ling Feng yang di tanya seperti itu mengangkat sebelah alisnya, namun tetap di jawab.


"Sekitar empat tahun mungkin aku di sini." Jawab Ling Feng. Tua Tao manggut-manggut. Ling Feng lantas yang bertanya kali ini. "Memangnya kenapa guru bertanya seperti itu?" Tanya Ling Feng. Tua Tao tidak menggubris pertanyaan Ling Feng dan hanya berkata.


"Baiklah tugas terakhir mu adalah keluar dari sini." Kata Tua Tao yang membuat Ling Feng terkejut bukan main. "Apa maksud guru tiba-tiba berkata seperti itu?" Tanya Ling Feng. Tua Tao lantas berkata dengan nada berat. "Haihhh…Mengapa murid ku ini bodoh sekali ya tidak memahami perkataan ku." Kata Tua Tao dengan nada berat.


"Hei orang tua aku memahami apa yang kau katakan…Hanya saja kenapa tiba-tiba memberi tugas seperti itu?" Bela Ling Feng. "Bukan kah kau sudah paham…Pelatihan mu sudah selesai dan sisanya tinggal kau kembangkan sendiri." Tua Tao menejelaskan sedikit.


Ling Feng yang mendengar Tua Tao berkata seperti itu, entah kenapa merasakan berat di hatinya. Dirinya pun sadar bahwa sudah lama ia berada di sini dan berniat untuk keluar setelah menguasai satu lagi elemen yang belum ia kuasai sampai saat ini.


Tua Tao yang melihat wajah Ling Feng yang sedikit berbeda, menghela nafas dirinya lalu berkata. "Ambil ini ." Kata Tua Tao memberikan sebuah kotak kayu seukuran genggaman telapak tangan kepada Ling Feng.


"Jangan kau buka kecuali ketika kau sudah berada di atas." Kata Tua Tao lagi membuat Ling Feng penasaran. Ia pun langsung memasukkan kotak tersebut kedalam cincin ruangnya.


"Selama empat tahun ini kau sudah mempelajari semua yang telah ingin aku ajarkan dan itu sudah seluruh nya." Kata Tua Tao. Ling Feng yang mendengar perkataan itu mencibir. "Padahal masih ada satu lagi yang belum ku pelajari…Guru memang pelit." Cibir Ling Feng.


"Berkata seperti itu lagi, babak belur wajah mu." Kata Tua Tao dengan nada acuh tak acuh. Ling Feng langsung merinding dan menutup mulutnya. "Sekarang sudah saat nya kau kembali ke atas. Tidak ada yang bisa ku ajarkan lagi kepada mu." Kata Tua Tao dengan nada berbeda yang biasa ia lontarkan. Bahkan Ling Feng sedikit terharu mendengar nada bicara Tua Tao.


"Tapi guru…bagaimana caranya aku agar bisa keluar dari sini?" Tanya Ling Feng. Tua Tao sudah mengira akan pertanyaan itu dan berkata, "Ada satu cara keluar dari sini." Kata Tua Tao.


>>>>>>> Bersambung