
“Kekekeke tidak buruk, seperti yang diharapankan dari pria yang membuat jendral-jendralku terdesak. Aku jadi tidak sabar untuk bertemu dengan mu Ling Feng.” Suara berat dan mengerikan yang terdengar di seluruh langit-langit Benua Biru.
>>>>>>______
“Saat kita bertemu di pertempuran sebenarnya, akan kupastikan kau beserta anak buah mu itu akan hilang dari dunia ini tanpa terkecuali. Camkan kata-kata ku ini.” Ucap Ling Feng dengan raut wajah serius dan seketika gelak tawa yang terdengar sangat mengerikan pun terdengar.
“Kekekekeke... Benar-benar menarik, kalau begitu mari kita lihat siapa yang menghilangkan siapa.” Ucap suara tersebut lalu mulai menghilang dan langitnya pun kembali normal seperti semula. Ling Feng yang melihat itu turun kembali ke bawah, dan untuk klon elemen yang ia keluarkan sebelumnya telah kehabisan Qi dan kembali ke tubuhnya sesaat menahan serangan bola energi yang di lancarkan oleh raja iblis.
“Fyuhhhh...” Ujar Ling Feng yang telah turun kembali menghembuskan nafasnya. Bing Jiao dan kedua wanita yang lainnya pun langsung menghampiri Ling Feng. Terlihat jelas raut wajah khawatir dari ketiga wanita itu ketika melihat apa yang dilakukan oleh Ling Feng.
“Kakak tidak apa-apa?” Tanya Bing Jiao terlihat cemas sekaligus khawatir. Qing Xian dan Cai Lan sendiri hanya diam saja, namun jelas keduanya juga sama khawatirnya dengan Bing Jiao. Mendengar Bing Jiao dan yang lainnya mengkhawatirkan kondisinya, Ling Feng pun tersenyum tenang seraya berkata, “Aku tidak apa-apa. Bukankah kakak sudah bilang kepadamu, bahwa pria mu ini adalah orang terkuat di dunia ini. Serangan seperti itu, tidak akan terlalu berpengaruh pada diriku.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum menenangkan.
“Baguslah kalau begitu, sekarang kita bisa melanjutkan pembicaraan kita yang tertunda sebelumnya.” Ucap Qing Xian membuat Ling Feng seketika menegang tubuhnya. Bing Jiao pun juga menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang di katakan oleh Qing Xian. Pria itu refleks menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya lalu berkata, “Baiklah, baiklah, aku akan menjelaskan nya nanti ya.” Ucap Ling Feng membujuk kedua wanitanya itu.
Bing Jiao dan Qing Xian menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ling Feng. Keduanya memang sudah mengetahui garis besarnya dari Cai Lan, namun entah mengapa Bing Jiao dan Qing Xian merasa ada yang janggal. Jika itu Ling Feng yang mereka kenal, tidak mungkin seceroboh ini. Oleh karena itu, keduanya hendak memastikan yang sebenarnya dengan bertanya langsung kepada orang nya.
Yang Sun dan para murid sekte naga langit terdiam sejenak ketika melihat bola energi yang sangat kuat tadi. Mau dilihat dari manapun, jika seandainya bola energi hitam tadi jatuh menimpa sekte gadis suci, mereka semua yang berada di sana sudah dapat di pastikan akan musnah tanpa sisa sama sekali.
“Bagaimana dengan situasi nya saudara?” Suara yang tiba-tiba muncul membuat Yang Sun dan murid sekte naga langit terkejut ketika mendengarnya. “Ah tenang saja saudara. Mengenai para pengkhianat dan para pengacaunya sudah kami urus tanpa sisa. Walaupun ada beberapa yang tidak langsung kami bunuh, karena permintaan dari matriak sekte gadis suci.” Ujar Yang sun menjelaskan situasinya.
Ling Feng menganggukkan kepalanya lalu ia pun mengeluarkan lima botol arak kepada Yang Sun seraya berkata, “Kerja bagus saudara. Ini anggap saja sebagai imbalan karena kamu dan senior-senior yang lainnya telah bekerja keras selama setahun terakhir ini.” Ucap Ling Feng tersenyum kepada Yang Sun.
Raut wajah Yang Sun dan murid-murid sekte naga langit yang awalnya pucat pasi mendadak lebih hidup ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng. Terlebih lagi ketika mendengar dirinya yang memuji mereka. Tepat seperti yang dikatakan oleh Ling Feng, mereka semua telah sangat bekerja keras sejak setahun terakhir. Berkat kegigihan serta tekad untuk menjadi kuat, dalam waktu satu tahun pelatihan mati-matian yang mereka jalani, kekuatan mereka meningkat sangat pesat.
Bing Jiao dan yang lainnya pun menyusul Ling Feng. Tidak hanya ketiga wanitanya saja, Ling Feng juga merasakan banyak aura yang datang kepadanya. “Terima kasih tuan muda. Berkat dirimu, sekte gadis suci terhindar dari masa krisisnya.” Ucap Matriak sekte gadis suci yang datang bersama dengan para tetua, bahkan sampai para murid sekte gadis suci pun juga datang kepadanya mengucapkan terima kasih kepadanya.
Tentu ada alasan mengapa Ling Feng bersikap seperti itu, dari yang ia dengar dari Bing Jiao dan Qing Xian, Cai Lan telah bercerita kepada Bing Jiao dan Qing Xian tentang dirinya yang di usir dari sekte gadis suci.
Pada saat kabar dirinya yang kehilangan mahkotanya tersebar luas, seketika sekte gadis suci pun heboh. Murid-murid sekte gadis suci yang awalnya memujinya, kini berbalik mencemoh dan menghinanya pasca mendengar kabar itu. Tidak hanya para murid saja, bahkan ada juga tetua yang menghinanya kala itu. Sampai pada akhirnya, status murid Cai Lan pun di cabut dan dirinya pun diusir dari sekte secara tidak hormat.
Matriak sekte dan para tetuanya terdiam membisu ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng. Tentu saja mereka mengerti dan merasa sangat malu saat ini. Bagaimana tidak, jelas-jelas mereka sudah memperlakukan Cai Lan secara tidak hormat, namun dirinya tetap ingin membantu mereka yang jelas-jelas telah menghina serta merendahkan harga dirinya.
Cai Lan yang melihat itu pun, refleks menarik pakaian belakang pria itu. Ling Feng yang merasakan pakaiannya di tarik, refleks menoleh ke belakang dan mendapati Cai Lan yang telah memberi isyarat dengan gelengan kepalanya. Melihat itu, Ling Feng hanya menghembuskan nafasnya kasar. Dirinya pun sebenarnya tidak terlalu peduli dengan reaksi yang di berikan oleh orang-orang dari sekte gadis suci.
“Kita kembali ke sekte sekarang.” Ucap Ling Feng lalu merobek ruang tepat di hadapan nya. Yang Sun dan murid-murid sekte naga langit pun langsung masuk ke robekan ruang tersebut diikuti oleh Ling Feng, Bing Jiao dan Qing Xian. Cai Lan sendiri masih terdiam sampai beberapa saat dirinya yang hendak masuk, tiba-tiba namanya di sebut.
“Lan’er... Terima kasih dan maaf atas semua yang kamu terima selama ini. Aku tahu tidak berhak mengatakan ini dimana jelas-jelas kamu pastinya sudah kecewa dengan kami. Tapi, tetap saja sebagai matriak, sebagai perwakilan, sebagai pemimpin dari sekte gadis suci ingin mengucapkan terima kasih serta maaf atas perlakuan yang kamu terima selama ini.” Ucap Matriak sekte gadis suci yang membuat tubuh Cai Lan pun mendadak terdiam ketika mendengar itu.
“Tidak perlu meminta maaf lagi matriak, yang lalu biarkan saja berlalu. Lagipula aku tidak menyesal keluar dari sekte, berkat itu aku bisa bertemu dengan banyak orang baru dan terlebih lagi aku bisa bertemu dengan dirinya, pria yang sangat tulus dengan diriku dan selalu mengulurkan tangan nya kepadaku.” Ucap Cai Lan seraya tersenyum manis di balik cadarnya.
Matriak sekte yang mendengar itu tidak berkata apa-apa lagi, sebalik nya ia tersenyum lalu berkata, “Begitu, kah... Aku turut senang mendengarnya. Tapi, jika kamu ingin berkunjung kemari, tidak perlu sungkan, karena gerbang sekte terbuka luas untuk mu.” Ucap matriak sekte gadis suci yang dianggukki oleh Cai Lan.
“Kalau begitu sampai bertemu lagi matriak, tetua-tetua, serta saudari-saudari semua. Aku pamit terlebih dahulu.” Ucap Cai Lan memberi hormat kepada mereka semua lalu masuk ke dalam robekan ruang dan lenyap begitu saja.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.