
“Tunggu dulu.” Ucap Long Tian mencegah To Mu mendekat. Awalnya To Mu heran, mengapa dengan Long Tian yang menahannya, namun ketika Long Tian terdiam melihat ke arah Ling Feng, To Mu pun juga mengikuti arah pandangnya dan pada saat itulah dirinya melihat Ling Feng yang secara tiba-tiba sudah bertekuk lutut penuh hormat di depan gerbang besar tersebut.
>>>>>>______
“Mengapa dirinya bertekuk lutut layaknya sedang memberi hormat? Aku tidak merasakan keberadaan siapapun selain kita bertiga di sini.” Fikir To Mu yang heran ketika melihat Ling Feng. Long Tian sendiri hanya diam saja dan menunggu Ling Feng selesai dengan apa yang hendak ia lakukan.
Setelah memberi hormat sebanyak tiga kali, Ling Feng pun berdiri lalu menoleh ke belakang. “Paman Tian, Paman Mu, terima kasih sudah menjagaku dan maaf membuat kalian menunggu lama.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum tipis. Melihat itu, To Mu dan Long Tian pun langsung mendekat kepada Ling Feng.
“Nak kamu...” To Mu yang hendak mengatakan sesuatu tiba-tiba terdiam tidak jadi mengatakannya. Dirinya mendadak bingung dan tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya melalui kata-kata. Ling Feng tersenyum tipis melihat To Mu yang terlihat jelas penasaran, dengan tindakan yang baru saja ia lakukan.
“Aku akan menjelaskan nya, tapi untuk sekarang bagaimana kita masuk terlebih dahulu.” Ucap Ling Feng masuk ke dalam dianggukki oleh Long Tian dan To Mu yang mengekor di belakang. Tepat ketika melewati gerbang besar tersebut, diperlihatkan sebuah tempat yang sangat menakjubkan dan memanjakan mata. Qi di dalam tempat tersebut bahkan lebih padat ketimbang dari yang ia rasakan di luar, tidak aneh jika tempat itu disebut sebagai surganya para kultivator.
To Mu terlihat beberapa kali menyapu pandangannya, tatapan yang ia tunjukan benar-benar sulit di artikan. Dirinya terlihat seperti sedang memastikan sesuatu, namun di satu sisi dirinya juga merasa ragu akan suatu hal. Long Tian sendiri tidak banyak berkata, ia hanya diam saja berbaring di atas kepala Ling Feng. Entah sejak kapan, naga kecil tersebut mulai terbiasa dengan wujud naga kecilnya itu.
Ling Feng sendiri tidak berkata apapun, dirinya hanya terus berjalan sampai ia pun berhenti di depan sebuah panggung batu. Ling Feng terdiam di sana biasa saja, sedangkan To Mu dan Long Tian sudah menegang tubuhnya ketika melihat sebuah makam di sana. Lebih tepatnya mereka mendadak terdiam, karena aura familiar yang mereka rasakan itu terpancar jelas dari sebuah peti batu yang dilapisi marmer.
“Apakah Paman Tian dan Paman Mu mengenal Senior Chen Heng.” Ucap Ling Feng tiba-tiba.
Degghhhh...?! Degghhhh...?!
Kedua orang tersebut tersentak kaget ketika mendengar nama yang Ling Feng sebutkan. Ling Feng yang melihat keduanya terdiam membisu tidak mengatakan apapun, kembali tersenyum tipis dan berkata, “Aku bertemu serpihan jiwa terakhir senior Chen Heng. Alasan mengapa aku tidak sadarkan diri tadi, karena kesadaran ku di tarik oleh beliau di alam buatannya.” Jelas Ling Feng.
“N-nak kamu benar-benar bertemu dengan Tuan Heng?!” Tanya To Mu yang terlihat jelas ia nampak gugup dengan kedua tangannya sudah bergetar hebat. Ling Feng yang masih tersenyum menganggukkan kepalanya seraya berkata, “Aku tidak hanya bertemu saja. Dirinya bahkan memaksaku untuk menemani nya memancing.” Ucap Ling Feng seraya memutar kedua bola matanya malas.
“Hahahahaha jadi begitu rupanya... Ya jika itu dirinya, memang tidak aneh bisa melakukan hal-hal seperti itu.” Ucap Long Tian seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. “Jadi nak, apa yang kamu dan dirinya bicarakan?” Tanya Long Tian lagi. Ling Feng terdiam sejenak lalu menjawab pertanyaan Long Tian, “Ia menceritakan sebuah cerita kepadaku.” Jawab Ling Feng.
Mendengar hal itu, Long Tian dan To Mu langsung terdiam, keduanya sudah bisa menebak cerita apa yang dimaksud oleh Ling Feng. “Begitu, kah... Lalu bagaimana dengan dirinya?” Tanya Long Tian lagi. “Awalnya ia sangat sedih dan penuh akan penyesalan. Namun, di saat-saat terakhirnya ia tersenyum kepadaku.” Ucap Ling Feng.
To Mu dan Long Tian yang mendengar itu membelalakkan kedua matanya selama beberapa menit lalu beberapa detik kemudian keduanya pun langsung tersenyum kembali.
“Hehhhhhh... Senang mendengarnya. Sepertinya ia sangat menyukaimu ya.” Ucap Long Tian seraya tersenyum penuh arti. Ling Feng yang mendengar itu mengedikan kedua bahunya. To Mu sendiri sudah terkekeh pelan menanggapinya.
>>>>>>______
“Tunggu dulu.” Ucap Ling Xiao seraya mengangkat satu tangannya membuat sembilan orang berpakaian serba hitam di belakangnya pun langsung berhenti mengikuti aba-aba pemuda tersebut.
“Ada apa saudara?” Ujar salah satu dari dua orang yang mendekat ke arahnya. Kedua orang tersebut adalah Ling Huo dan Ling Shui. Mereka bertiga dan ketujuh orang lainnya, saat ini sedang berada di sebuah tempat yang dekat dengan perbatasan Kekaisaran Han dan Shu. Alasan mereka datang ke sana, karena mereka menemukan sebuah petunjuk tentang tempat persembunyian ras iblis di sana.
“Aku merasakan firasat buruk. Ada sesuatu yang salah di sini.” Ujar Ling Xiao dengan nada serius. Membuat Ling Huo refleks meletakkan kedua tangannya di sabit kembarnya, dan Ling Shui mengeratkan genggaman tombaknya.
“Semuanya berhati-hatilah. Jangan lengah sedikit pun.” Ucap Ling Xiao memberikan komando. Membuat ketujuh orang yang mereka bawa langsung waspada seperti yang dikatakan oleh Ling Xiao. Perasaan buruk Ling Xiao semakin menguat, namun dirinya tidak mengetahui apa yang salah saat ini.
Karena kejanggalan nya tidak kunjung pudar, Ling Xiao pun kembali menyebarkan elemen bayangan nya untuk memeriksa daerah sekitar kelompoknya. Kali ini lebih hati-hati dan bahkan lebih intens bayangan yang ia keluarkan daripada yang sebelumnya.
Hasilnya pun sama saja, itulah yang ia pikirkan awalnya. Akan tetapi, sesaat dirinya menarik kembali elemen bayangannya, ia pun merasakan keberadaan lain yang tengah bersembunyi. Terlebih lagi jaraknya pun tidak terlalu jauh dari kelompok nya.
“Sial! Semua berpencar! Ini jebakan!” Teriak Ling Xiao dengan lantang memberikan komando secara tiba-tiba membuat orang-orangnya pun sedikit tersentak kaget dan buru-buru berpencar, namun sayang sudah terlambat.
Swosssshhhhh...?!
Sebuah lingkaran formasi berwarna merah terang tiba-tiba muncul di bawah pijakan Ling Xiao dan yang lainnya sebelum mereka semua sempat untuk berpencar. Lingkaran formasi tersebut mengunci pergerakan Ling Xiao dan yang lainnya dan beberapa saat kemudian langsung membentuk kubah mengurung Ling Xiao dan yang lainnya.
“Kekekeke... Seperti yang di katakan jendral, jebakan kita benar-benar berhasil rupanya.” Ucap seorang pria yang mempunyai rupa sangat mengerikan dengan banyak bekas luka di wajahnya. Aura menjijikkan yang terpancar darinya menandakan bahwa dirinya adalah seorang dari ras iblis.
“Cihhhh... Aku lengah. Mereka benar-benar pandai untuk lepas dari halauan ku.” Batin Ling Xiao berdecak kesal dalam batinnya. Jika di pikir-pikir kembali, ia memang sudah curiga karena informasi yang dirinya dapatkan terlalu mudah. Terlihat seperti ia dan yang lainnya memang di pancing untuk datang ke tempat tersebut.
“Kekekeke... Tamat sudah riwayat kalian. Asal kalian tahu saja berkat ulah kalian, kami terus-terusan babak belur dihajar oleh tuan jendral. Jadi, kali ini aku akan melampiaskan kekesalan ku kepada kalian semua. Bersiap-siaplah.” Ujar salah satu komandan iblis lainnya seraya memasang wajah mengejek menatap Ling Xiao, Ling Huo, dan Ling Shui yang tengah menatap mereka tajam.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.