Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Pembicaraan dengan To Mu


“Baiklah... Entah karena memang sudah takdirnya, keadaan sekarang ini tiba-tiba mendadak berubah jadi rumit sepertinya.” Ucap Ling Feng dengan raut wajah yang masam.


>>>>>>_______


To Mu yang melihat raut wajah Ling Feng terkekeh kecil dan berkata, “Kau terlihat sangat panik ya... Tenang saja Qing Xian belum mengetahui tentang kedatangan mu. Jadi untuk saat ini mungkin masih aman-aman saja.” Ucap To Mu menenangkan Ling Feng, namun sang empu yang berusaha di tenangkan kembali mengulang perkataan To Mu.


“Untuk saat ini ya... Ucapan mu itu seakan-akan bilang bahwa dalam waktu dekat ini Xian’er akan menyadari keberadaan ku.” Ucap Ling Feng tersenyum masam. To Mu yang mendengar itu hanya mengedikan kedua bahunya dan menjawab nya, “Insting seorang wanita itu sangatlah tidak terduga. Kau sendiri mengetahui hal tersebut, kan. Tentang mengerikan nya insting seorang wanita itu. Apalagi Qing Xian, jujur saja insting wanita mu itu berada di luar nalar Feng'er.” Ucap To Mu yang ditanggapi senyuman terpaksa Ling Feng.


“Ya untuk saat ini, jika dirimu memang tidak ingin mengungkapkan identitasmu, gunakan saja topeng atau apapun untuk menutupi wajah mu.” Kata To Mu memberikan saran. Ling Feng menghela nafas panjang dan menandahkan kepalanya menatap langit-langit malam. “Ya sepertinya hanya itu saja yang bisa kulakukan untuk saat ini.” Ucap Ling Feng seraya menghela nafas panjang.


“Baiklah sudah cukup basa-basinya paman. Kau datang kemari bukan hanya sekedar untuk menemuiku saja, kan.” Ucap Ling Feng lalu melirik ke arah To Mu seraya tersenyum tipis. To Mu yang mendengar hal itu berkata, “Seperti biasa, kau masih saja kritis bahkan sampai sekarang.” Ucap To Mu.


“Bukankah hal itu sudah jelas, karena aku sudah lama bersamamu. Malah rasanya aneh jika sampai aku tidak menyadari apapun.” Ucap Ling Feng tanpa beban. “Jadi, apa yang kau ingin bicarakan dengan ku paman?” Katanya lagi kembali mengajukan pertanyaan. “Aku ingin bertanya kepadamu sebelumnya. Apa pendapat mu mengenai turnamen empat benua ini?” Tanya To Mu. Mendengar pertanyaan itu Ling Feng mengangkat sebelah alisnya, namun ia tetap menjawabnya.


“Detailnya aku paham, turnamen ini memang akan diadakan setidaknya enam tahun sekali. Dimana tiap-tiap Kekaisaran akan mendapatkan empat slot maksimal kecuali, pihak kekaisaran yang menyelenggarakan acara turnamen tersebut, yang mana sekiranya akan mendapatkan dua slot tambahan sebagai gantinya. Terakhir, tentu saja hadiahnya yang kudengar cukup fantastis, ya walaupun aku tidak terlalu membutuhkannya sih. Jadi intinya, turnamen ini tidak lebih dari tempat untuk mengumpulkan uang yang banyak melalui taruhan.” Ucap Ling Feng mengatakan apa adanya tentang turnamen empat benua yang ia ketahui.


“Apakah dirimu serius mengatakan kesan mu itu tentang turnamen ini?” Tanya To Mu dengan pandangan tidak percaya kepada Ling Feng. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Ling Feng berkata seperti itu. Ling Feng terkekeh pelan melihat wajah aneh To Mu yang langka untuk di lihat.


“Aku hanya bercanda saja paman. Setengah bercanda saja.” Kata Ling Feng terkekeh pelan.


“Kalau begitu, setengahnya lagi kau serius berpikiran seperti itu.” To Mu menimpali perkataan Ling Feng dengan logis. Ling Feng hanya mengedikan kedua bahunya sebagai tanggapan.


“Jika paman berkata seperti itu, pastinya Paman Mu sudah melakukan penyelidikan tentang turnamen empat benua ini, kan. Ya aku sendiri sudah mempunyai hipotesis sih tentang turnamen empat benua ini dan kedatangan ku kemari adalah untuk menyelidiki hal tersebut.” Ucap Ling Feng lagi.


“Ya sudahlah apapun itu. Aku hanya ingin mengatakan kepada mu untuk selalu berhati-hati. Turnamen empat benua ini sepertinya akan jauh berbeda daripada turnamen empat benua tahun-tahun sebelumnya.” Kata To Mu lalu mulai mengatakan semua informasi yang ia dapatkan tentang turnamen empat benua. Ling Feng dan Ren Hu menyimak dengan seksama apa yang dikatakan oleh To Mu itu.


“Apakah ini ada kaitannya dengan ras iblis paman?” Tanya Ling Feng mengubah nada bicaranya menjadi serius, namun To Mu menggelengkan kepalanya dan berkata, “Aku masih belum tahu apakah ini ada hubungannya dengan iblis atau tidak, akan tetapi entah mengapa aku merasakan firasat yang tidak nyaman dari turnamen ini.” Kata To Mu menyampaikan kekhawatiran nya kepada Ling Feng.


Ling Feng yang mendengar itu keluar dari mulut To Mu, mengangkat sebelah alisnya. “Kau tidak perlu khawatir paman. Tidak ada yang bisa menyakitiku di sini.” Ling Feng mengatakan hal itu dengan sangat tegas. To Mu yang mendengar Ling Feng berkata seperti itu tersenyum tipis menanggapinya. “Sifat percaya dirimu itu tidak berubah ya.” Ucap To Mu.


“Hahhh? Apa-apaan itu maksudnya? Mempunyai sifat percaya diri itu harus paman.” Ujar Ling Feng. Keduanya pun berbincang dengan asyik malam itu, Ling Feng juga sudah meminta Ren Hu untuk istirahat terlebih dahulu. Alhasil keduanya pun semakin asyik berbincang-bincang tentang pengalaman mereka beberapa tahun terakhir.


Pada akhirnya To Mu pun menyampaikan dan menjelaskannya seluruh informasi yang ia dapatkan selama beberapa tahun terakhir ini.Ling Feng pun menyimak dengan seksama dan sesekali menganggukkan kepalanya tentang informasi yang di sampaikan oleh To Mu. Tidak sadar keduanya berbincang-bincang sampai tengah malam dan memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan mereka untuk saat ini.


>>>>>>______


Terlihat Bing Jiao yang memejamkan matanya dengan tenang, perlahan-lahan menunjukkan tanda-tanda kesadaran. Perlahan-lahan, ia pun membuka kedua matanya lalu mulai mengingat-ingat kembali apa yang telah terjadi kepadanya. Ia juga menyapu pandangan nya ke seluruh ruangan, dimana ia hanya bisa memikirkan bahwa itu adalah kamar penginapan yang telah di sewa.


“Kau sudah sadar master?” Suara seorang anak kecil yang menanyakan keadaannya membuat Bing Jiao menoleh ke sumber suara.


“Jing? Berapa lama aku tidak sadarkan diri?” Tanya Bing Jiao dengan suara yang parau kepada Jing sosok dari anak kecil tersebut.


“Setidaknya master tidak sadarkan diri selama satu setengah hari.” Jing menjawab pertanyaan Bing Jiao. “Begitu, kah... Aku tidak sadarkan diri selama itu rupaya.” Gumam Bing Jiao pelan lalu ia kembali menoleh kepada Jing dan berkata, “Ngomong-ngomong... Kenapa kau memanggilku master?” Tanya Bing Jiao penasaran, karena Jing secara tiba-tiba berubah memanggilnya dengan panggilan master, dimana sebelum ia melakukan kontrak darah, panggilan terhadapnya benar-benar kasar.


“Bukankah itu sudah jelas, karena sekarang Anda adalah masterku. Mana mungkin aku memanggil nama masterku begitu saja. Apakah Anda bodoh ya master. Lalu jika memang kurang jelas, bagaimana dengan fakta melakukan kontrak darah?” Ucap Jing yang seketika membuat Bing Jiao kembali sadar akan kenyataan nya.


“Abaikan saja apa yang kukatakan. Anggap saja aku tidak mengatakan apapun kepadamu. Lalu jangan panggil aku master, di panggil seperti itu oleh seorang anak kecil rasanya aneh. Panggil saja namaku seperti biasanya.” Ucap Bing Jiao kembali di buat sadar bahwa, sifat rohnya tidak mungkin berubah begitu saja.


Prangggg


Suara kaca pecah, menarik perhatian Bing Jiao dan Jing di sana. Terlihat sosok perempuan yang juga saudari seperguruan dari Bing Jiao yaitu, Han Ying sedang menatapnya dengan kedua matanya telah berkaca-kaca menatap Bing Jiao. Bing Jiao menatapnya dengan pandangan yang lembut dan berkata, “Selamat pagi saudari Ying. Sepertinya pada saat diriku tidak sadarkan diri, kamu yang merawat ku ya. Aku minta maaf, karena sudah banyak merepotkan mu.” Ucap Bing Jiao.


Tidak berkata apa-apa Han Ying dengan langkah cepat menuju ke arah Bing Jiao dan langsung memeluknya dengan erat. Bing Jiao yang dipeluk secara tiba-tiba pun tersenyum tipis lalu merespon pelukan tersebut dengan membalas pelukannya. “Dasar saudari bodoh... Kamu paling bisa ya membuat aku khawatir. Jika saja sampai tengah hari kau masih belum sadar, aku akan langsung membawa mu kembali ke Kaisaran Han.” Kata Han Ying dalam pelukannya.


Bing Jiao yang mendengarkan, terkekeh pelan, “Jika seperti itu... Bagaimana dengan turnamennya? Bukankah itu tidak baik untuk reputasi Kekaisaran Han.” Kata Bing Jiao. “Reputasi yang rusak masih bisa di bangun kembali, akan tetapi jika nyawa yang hilang, itu tidak bisa di ganti lagi.” Ucap Han Ying.


“Terima kasih saudari... Sudah mau mengkhawatirkan ku.” Ucap Bing Jiao sekali lagi.


“Bodoh... Bukankah hal seperti itu biasa sesama saudari.” Kata Han Ying. Keduanya berpelukan lebih lama, ya lebih tepatnya Han Ying yang tidak ingin melepaskan pelukannya. Sampai setelah beberapa waktu datanglah Tetua Sang langsung memisahkan Han Ying dari Bing Jiao.


“Murid Bing Jiao masih belum sepenuhnya pulih, jika kau terlalu bersemangat yang ada pemulihan nya akan jadi terhambat.” Ujar Tetua Sang seraya memisahkan Han Ying yang tidak mau dipisahkan dari Bing Jiao.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.