Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Bala Bantuan?


“Hoaaammm kau benar-benar sangat kuat ya. Terakhir kali aku menggerakkan tubuhku sebanyak ini, pada saat Benua Biru masih memiliki tuannya. Kerja keras mu patut di apresiasi.” Kata Bei Ger seraya merenggangkan tubuhnya.


>>>>>>______


Tepat seperti yang di katakan oleh Bei Ger. Ling Feng memanglah sangat kuat pikir ketiga yang lainnya. Bukan hanya ranah kultivasinya saja yang tinggi melainkan mempunyai kekuatan jiwa yang sangat melimpah. Dirinya sendiri menghadapi empat dari mereka yang mempunyai kekuatan yang tidak berbeda jauh, tapi masih bisa memberikan serangan balik. Pemuda manusia yang ada di hadapan mereka saat ini bukan lagi sebuah jenius melainkan seekor monster kecil yang jika di biarkan beberapa tahun lagi akan menjadi sosok monster sangat mengerikan dan batu penghalang terbesar bagi ambisi mereka.


“Kau sudah menjadi sekuat ini sejak terakhir kali kita bertemu. Jika kami sendiri-sendiri melawanmu, dapat di pastikan nasib kami akan seperti Sa Dan dan Bie Xibo, tapi sepertinya nasib sial sedang bertemu dengan mu, karena harus menghadapi kami berempat sekaligus.” Kata Cai Shen.


“Oioi... Kau yakin berkata seperti itu? Bukankah apa yang kalian lakukan ini terlalu hina? Bukan hanya berhasil di tekan oleh seorang pemuda yang umurnya tidak lebih dari lima puluh tahun, tapi kalian bahkan mengeroyoknya. Aku tidak menyangka ras yang katanya paling unggul bertindak hina dan rendahan seperti ini.” Kata Ling Feng terkekeh pelan. Dirinya sudah bisa kembali berdiri dengan tegak, dan nafasnya pun telah kembali teratur.


“Ya seperti yang kau katakan. Kami memang ras hina dan rendahan, tapi daripada harus mengorbankan ambisi kami, lebih baik menjadi hina dan rendahan.” Kata Cai Shen dengan santainya tidak terprovokasi oleh apa yang di ucapkan oleh Ling Feng.


“Persetan dengan ucapannya, sudah waktunya kita mengakhiri riwayat hidup manusia ini.” Kata Meng Disi yang langsung mendapatkan anggukkan kepala dari ketiga jendral iblis sisanya. Keempatnya pun langsung mengeluarkan serangan masing-masing kepada Ling Feng. Keempat serangan berbeda macam melesat cepat ke arah Ling Feng, dan Ling Feng tidak berniat untuk menghindar lebih tepatnya ia masih tidak bisa, karena efek lumpuh dari serangan yang sebelumnya masih belum sepenuhnya ia hilangkan.


“Selamat tinggal manusia. Pertarungan yang sangat menyenangkan.” Kata Cai Shen dan keempat serangan itu pun mengenai Ling Feng.


Boooooommmmm......!!


Ledakan besar tercipta, ketika serangan keempat jendral itu mengenai Ling Feng Sinar cahaya begitu besar muncul bersamaandengan ledakan itu. Saking besarnya ledakan itu, menimbulkan guncangan yang sangat hebat sampai berjarak seratus meter lebih dan Gunung Lu sebagai pusat dari guncangan tersebut.


Beberapa menit kemudian, sinar dan ledakan itu pun berhenti. Lalu terlihatlah sebuah kawah yang sangat besar tercipta dengan kepulan asap yang menghalangi pandangan di dalam kawah tersebut. Keempat jendral iblis itu memasang ekspresi serius, karena mereka samar-samar melihat dua sosok bayangan dari balik kepulan asap itu.


“Fyuhhhh... Sepetinya aku berhasil datang di saat-saat yang tepat ya guru.” Ujar sosok di balik kepulan asap itu yang adalah seorang pemuda remaja dengan api biru menyelimuti tubuhnya. Pemuda remaja itu tidak sendiri, ia bersama sosok harimau putih di sisinya. Kedua sosok yang datang itu adalah Hao Xiang dan Ling Laohu.


“Uahhhh di sini benar-benar sangat kacau. Aku sudah menduganya, ketika merasakan empat aura yang tiba-tiba muncul di atas puncak. Terlebih lagi, guncangan demi guncangan terus-terusan datang. Guru nampak sedang bersenang-senang ya. Kalau begitu aku boleh ikut serta, kan.” Kata Hao Xiang menyeringai bersemangat menatap ke arah empat jendral iblis di hadapannya.


“Tuan muda di sini tidak bersenang-senang. Jangan seenaknya saja mengambil kesimpulan. Maafkan kami, karena membutuhkan waktu yang cukup lama tuan muda. Iblis itu memang cukup sulit di musnahkan, sehingga kami terpaksa menguraikan tubuhnya sampai ke bagian terkecil nya.” Kata Ling Laohu menoleh kepada Ling Feng, lalu sedikit membungkukkan tubuhnya meminta maaf.


“Haihhhh... Seharus nya kalian datang sedikit lebih lama lagi, sesuatu di dalam diriku hendak bangun padahal.” Ujar Ling Feng dengan wajah masam.


“Oh ayolah guru. Tidak perlu berpura-pura, kondisimu bahkan sudah babak belur sekarang. Biarkanlah murid mu ini merasakan kesenangan juga. Terlebih lagi, mungkin aku juga mendapatkan pencerahan dari lawan yang kuat. Jadi, serahkan saja sisanya kepada kami guru.” Kata Hao Xiang dengan percaya dirinya.


“Seperti yang dikatakan oleh bocah maniak itu tuan muda, Istirahat sebentar lagi, dan sisanya kami berempat yang akan mengurus nya.” Kata Ling Laohu. Ling Feng yang mendengar kata ‘berempat’ sontak merasa bingung, tapi itu beberapa saat saja dan dirinya pun menganggukkan kepala nya.


“Siapa yang bilang hanya kami berdua saja yang akan melawan kalian, yang benar itu empat lawan empat tahu.” Kata Hao Xiang dengan nada mengejek menimpali perkataan Meng Disi. Mendengar apa yang di katakan oleh Hao Xiang, Meng Disi sempat tersinggung, tapi ia lebih tertarik dengan maksud perkataan Hao Xiang. Empat lawan empat, jelas-jelas mereka hanya berdua saat ini, tapi dirinya berkata empat lawan empat, pikir Meng Disi.


“Apa maksudmu.” Kata Meng Disi dengan mimik wajah serius. Hao Xiang sendiri hanya memasang raut wajah mengejek menanggapi perkataan Meng Disi. Sampai kemudian sebuah suara tiba-tiba muncul membuat Meng Disi dan ketiga jendral iblis lainnya merespon suara tersebut, “Maksud dari empat lawan empat itu dengan diriku.” Kata salah satu dari dua pria yang tiba-tiba muncul di sana.


Ling Feng yang melihat dua pria yang baru saja datang itu familiar dengan satu nya, namun tidak dengan yang satunya lagi.


“Yo Feng’er. Sudah sangat lama ya, tidak kusangka keadaan mu cukup mengenaskan sampai babak belur seperti itu.” Kata pria yang tadi berucap kepada Ling Feng. “Berisik paman Tian. Mau bagaimana lagi, diriku yang sekarang masih belum mampu menghadapi empat ranah saint sekaligus, terlebih lagi keempatnya bintang lima semua.” Kata Ling Feng menanggapi perkataan pria itu dengan renyah.


Sementara pria yang di sebelah nya itu hanya diam saja, namun ia menatap intens ke arah Ling Feng, membuat Ling Feng sedikit bingung ketika melihat tatapan dari pria tersebut kepada nya.


“Hahahaha... Ya kau benar, bahkan menurutku sudah sangat hebat kau bisa bertahan menghadapi keempatnya sekaligus. Jadi, biarkan kami yang akan mengurusnya. Terlebih lagi sudah lama aku tidak menggerakkan tubuhku.” Kata pria tersebut yang tidak lain adalah Long Tian.


“Jadi kalian, kah para penjajah yang ingin menguasai Dunia biru ini. Selama aku masih hidup, tidak akan kubiarkan kalian semua bertindak seenaknya.” Ujar pria di sebelah Long Tian dengan tenang kepada empat jendral iblis.


“Fufufu... Bersemangat sekali. Aku jadi tidak sabar untuk melahap dan bereksperimen padanya.” Kata Li Tan menanggapi perkataan dari pria tersebut.


“Hoaaaammmm... Dasar wanita masokis. Kau terlalu bersemangat tahu, tapi memang harus berusaha sedikit lebih dari biasanya saat ini.” Kata Bei Ger.


“Aku akan melawan wanita masokis itu. Paman dan yang lainnya silahkan pilih saja sendiri.” Kata Hao Xiang yang pertama kali maju dan memilih Li Tan sebagai lawan sparingnya. “Hohhh~, jiwa muda yang sangat membara, aku suka itu. Semakin membara, semakin nikmat untuk di siksa.” Kata Li Tan lalu ikut maju juga.


“Cihhhh... Bocak maniak itu...” Ujar Ling Laohu geleng-geleng kepala. “Ya sepertinya ia terlalu bersemangat. Oleh karena itu, bantulah ia saudara.” Kata Long Tian. Mendengar itu Ling Laohu awalnya sempat hendak menolak, tapi ia langsung menganggukkan kepalanya lalu membantu Hao Xiang.


“Aku akan melawan dua pria jendral iblis itu. Sisanya aku serahkan wanita itu kepadamu.” Kata Long Tian langsung menghilang dari sana dan muncul di hadapan Cai Shen dan Bei Ger dan langsung membawa keduanya menjauh dari sana.


“Tidak perlu banyak bicara lagi dan bertarung saja sekarang.” Kata Meng Disi lalu muncul di hadapan pria tersebut. “Benar-benar tidak sabar untuk di murnikan rupanya ya.” Kata pria itu dengan santainya menahan serangan Meng Disi, lalu keduanya pun mulai bertarung sengit di sana.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.