Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Hal Yang Seharusnya Tidak Dialaminya


"Apa maksud dari perkataan anda tuan muda." Kata Qing Xian menatap serius Ling Feng. Ling Feng menatap sekilas Qing Xian lalu mengalihkan pandangan kembali Ke Lin kecil yang sedang tersenyum sembari menunggu pesanannya siap.


"Keluarga He. Aku menemukan Lin'er di Keluarga He." Kata Ling Feng lagi. Qing Xian tidak mengerti akan hal itu. "Maksud anda Lin'er adalah salah satu keluarga He?! Jika iya mengapa aku tidak pernah mendengar dirinya dan lagi seharusnya aku pernah bertemu dengannya entah sekali atau dua kali. Tapi ketika aku berkunjung ke Keluarga He dulu, aku tidak pernah bertemu dengannya sama sekali." Simpul Qing Xian. Ling Feng terkekeh lalu menggelengkan kepalanya.


"Bukan. Lin'er bukanlah berasal dari Keluarga He. Aku menemukan Lin'er di ruang bawah tanah. Atau lebih tepatnya aku sebut penjara bawah tanah." Kata Ling Feng. Qing Xian terkejut bukan main dengarnya.


"Tentunya bukan hanya Lin'er saja. Ada juga beberapa wanita muda dan segerombolan anak-anak disana. Namun, Lin'er yang paling parah. Ia bagaikan mayat hidup yang tak punya semangat juang kala itu. Aku awalnya meminta mereka untuk memilih, namun ada sepuluh orang yang memilih untuk ikut bersama ku. Dan salah satunya adalah Lin'er." Jelas Ling Feng. Qing Xian tidak menyangka bahwa terdapat kisah kelam dibalik senyum cerianya.


"Lalu bagaimana ia sekarang bisa meyakinkan kehidupannya kembali? Apa yang anda katakan kepadanya sampai-sampai ia bisa tersenyum manis itu kembali." Tanya Qing Xian yang penasaran lebih tepatnya takjub akan hal yang Ling Feng lakukan. Ling Feng yang mendengar itu menggelengkan kepalanya.


"Bukan aku yang melakukan itu, Paman Tian yang bicara kala itu. Ia yang memberikan motivasi kepada Lin'er kala itu bukan hanya kepada Lin'er saja, bahkan sekelompok anak-anak tersebut. Namun yang pasti Paman Tian memberikan kata-kata acuan yang mana kata acuan itu merujuk kepadaku." Ucap Ling Feng. Qing Xian yang mendengar itu menganggukkan kepalanya mengerti sekarang.


"Ya aku tidak peduli, jika memang namaku dijual seperti itu. Namun jika mereka mempunyai sebuah motivasi untuk menjalani hidup sekali lagi dengan menggunakan aku sebagai acuan, aku tidak bermasalah akan hal itu." Kata Ling Feng dengan senyuman.


"Ya walaupun aku sempat menganggap bahwa ini akan merepotkan, namun aku tetap menjalaninya. Karena aku mengetahui, jika aku membiarkan mereka dimasa depan, mungkin saja mereka akan kehilangan arah nantinya." Ucap Ling Feng tegas. Qing Xian yang mendengar hal itu tidak mengerti, karena ia belum pernah merasakan hal tersebut.


"Ya intinya aku tidak ingin anak-anak ini kembali ke diri mereka sendiri. Ya walaupun ada yang sedikit berubah." Kata Ling Feng sembari melambaikan tangannya kepada Lin kecil yang berlari kecil ke arahnya.


"Tuan muda lihat jajanan ini wanginya sangat harum apa nama jajanan ini tuan muda." Kata Lin kecil memamerkan jajanan yang ia beli. Sebuah jajanan khas laut. Beast laut anak dari cumi-cumi raksasa yaitu, cumi-cumi kecil. Cumi-cumi kecil itu pun diolesi bumbu dan setelah diolesi langsung dibakar.


"Namanya Cumi Bakar. Itu merupakan salah satu jajanan terenak menurut kakak juga." Bukan Ling Feng yang mengatakannya Melainkan Qing Xian yang menjawabnya. Lin kecil yang mendengar itu sekali lagi berbinar matanya dan tanpa basa-basi langsung memakan Cumi Bakar itu dengan gigitan besar.


Kresss


Lin kecil terdiam sesaat. Qing Xian yang melihat itu menyangka bahwa itu tidak enak, tetapi Ling Feng berkata. "Jika ia bersikap seperti itu berarti jajanan itu sangat enak, awalnya ia juga bersikap seperti itu pasca membeli minuman tadi." Kata Ling Feng. Qing Xian yang mendengar itu mulutnya membentuk huruf O.


Dan benar saja apa kata Ling Feng, Lin kecil langsung mengangkat tinggi-tinggi Cumi bakar ditangannya dan berteriak. "Wah Jajawnan Cumwi Bwkar inwi Sngwat Enwak Kakkk!!" Teriak Lin kecil dengan mulut yang masih penuh.


"Lin'er pelan-pelan makannya. Jika kurang kau bisa beli lagi sampai kau puas." Kata Ling Feng menegur Lin kecil. Mendengar hal itu Lin kecil sadar lalu dengan malu-malu ia mulai makan Jajanan itu dengan perlahan-lahan.


Qing Xian yang melihat tingkah imut Lin kecil, ingin sekali rasanya mengabadikan momen-momen tingkah lucu tersebut saat ini. Tapi ketika ia ingat dengan cerita yang disampaikan oleh Ling Feng, ia masih tidak menyangka. Bahwa tubuh sekecil itu, sudah pernah mengalami hal pahit dan kerasnya dunia.


"Apakah Lin'er menyukai Jajanan itu?" Tanya Qing Xian dengan senyuman. Lin kecil dengan cepat menjawab. "Ya. Lin'er suka Cumwi bakar ini." Jawab Lin kecil dengan semangat. Qing Xian yang mendengar itu tanpa sadar tersenyum lalu mengelus-elus puncak kepala Lin kecil dengan lembut.


Hanya dalam beberapa menit kemudian Cumi bakar itu pun langsung habis. Lin kecil sekali lagi pergi ke kios makanan itu untuk memesan jajanan yang sama setelah meminta izin kepada Ling Feng.


"Oh ya aku sampai lupa bertanya, ada perlu apa nona Qing menemui saya?" Tanya Ling Feng. Qing Xian yang mendengar itu lupa akan tujuannya sesaat. "Sial aku lupa bahwa ada hal penting yang harus dilakukan di toko." Batin Qing Xian lupa.


"Ah tuan muda maaf, aku sebenarnya ingin pergi ke toko. Namun, sesaat aku menjadi lupa ketika melihat Lin'er. Terima kasih sudah mengingatkan ku. Aku pergi dulu sekarang." Kata Qing Xian langsung pamit pergi dari sana. Ling Feng yang melihat itu tidak sempat berkata dan akhirnya hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Wah sepertinya memang sangat penting dan bisa-bisanya aku berpikir bahwa ia ingin menemui ku." Batin Ling Feng sangat malu mengingat perkataan yang ia katakan beberapa detik yang lalu.


"Tuan muda? tuan muda kenapa? tuan muda sakit?" Tanya Lin kecil yang sudah selesai membeli cumi bakar. Ling Feng refleks mengangkat wajahnya dan berkata, "Tidak Lin'er, aku tidak sakit, emmm apakah cumi bakar itu enak?" Ling Feng langsung mengalihkan perhatian Lin kecil.


Mendengar hal itu Lin kecil menganggukkan kepalanya dengan senang dan berkata, "Ya. Apakah tuan muda ingin mencobanya." Kata Lin kecil sembari menyodorkan Cumi bakar tepat di wajah Ling Feng. Ling Feng langsung membuka gigitan kecil dan tersenyum lebar sembari berkata. "Wah Lin'er benar. Jajanannya enak sekali." Kata Ling Feng. Lin kecil yang mendengar itu tersenyum senang ketika mendengar hal itu.


Lin kecil lantas menyapu pandangannya seperti sedang mencari seseorang. Ling Feng yang mengetahui siapa yang ia cari lantas berkata, "Kakak Xian ada urusan mendadak katanya. Jadi ia langsung pergi." Kata Ling Feng.


Entah kenapa Lin kecil terlihat sedikit sedih ketika mendengar hal itu. Ling Feng yang melihat itu mengelus-elus puncak kepala Lin kecil dan berkata, "Setelah jajan kita pergi menemui kakak Xian bagaimana." Kata Ling Feng. Lin kecil yang mendengar itu tersenyum lagi menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih tuan muda." Kata Lin kecil tersenyum lebar.


>>>>>> Bersambung