Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Tidak Akan Kumaafkan Siapapun Itu


“Matilah...” Ucap Ren Hu acuh tak acuh.


Ren Hu melesat cepat dan muncul tepat di hadapan pemimpin kelompok dengan tangan yang sudah terkepal, melancarkan serangan telak di bagian perutnya.


Baaammmm


Saking cepatnya, pemimpin kelompok tersebut tidak bisa bereaksi dan berakhir menerima serangan langsung yang membuatnya terpental sejauh puluhan meter ke belakang dan baru berhenti setelah menghancurkan beberapa furniture taman kota.


Bangsawan muda yang melihat orang terkuatnya sampai di buat seperti itu, tentu sangat terkejut. “S-sekali serangan s-sampai seperti itu?!” Katanya dengan mulut terbuka lebar melihat ke arah pemimpin kelompok yang nampak tidak sadarkan diri di penampilan acak-acakkan. Sontak sekitar mereka mendadak hening, karena melihat pertarungan singkat tersebut. Lebih tepatnya tidak bisa berkata apa-apa ketika melihat pertarungan singkat tersebut.


Ren Hu lalu melangkah santai mendekati bangsawan muda yang masih terkejut dengan mulut yang terbuka lebar. “Seluruh hama-hama nya telah di basmi. Sekarang tinggal menghabisi Peternak hamanya.” Ujar Ren Hu yang sudah berdiri tepat di hadapan bangsawan muda tersebut.


Melihat Ren Hu yang ternyata sudah berada di sisinya, keringat dingin mengalir deras di dahinya, refleks mundur selangkah ke belakang, namun ia terjatuh, karena kehilangan keseimbangan pada saat melangkah. “Hiiiiikkk... K-kau... Apa yang ingin kau lakukan? Aku adalah tuan muda sekaligus putra mahkota dari keluarga Dang. J-jika kau berani melakukan sesuatu kepada ku, keluarga ku pasti akan menghabisi mu.” Katanya mengancam menggunakan nama dari keluarga bangsawannya.


“Akhrinya keluar juga... Lagi-lagi ia menggunakan nama keluarga nya.”


“Ya wajar saja. Mana mungkin ia berani mengacau di sini, kalau bukan dari keluarga bangsawa.”


Bisikan demi bisikan terdengar dari mulut-mulut orang yang memperhatikan peristiwa tersebut. Bangsawan muda dari keluarga Dang yang sekaligus putra mahkota itu, langsung tersenyum kemenangan dan merasa bahwa Ren Hu akan mundur ketika mendengar namanya. Melihat reaksi Ren Hu yang diam saja membuat bangsawan muda dari keluarga Dang itu semakin besar kepala.


“Kekeke... Rakyat jelata, tetaplah rakyat jelata. Jika kau berani menyentuh ku seujung rambut ku saja, maka kau dan teman mu itu jangan pernah berharap untuk hidup lagi.” Ancam bangsawan muda itu menyeringai lebar, namun hal yang tidak terduga terjadi. Ren Hu tiba-tiba berkata yang membuat bangsawan muda mengerutkan keningnya.


“Apakah kau sudah puas mengatakan hal omong kosong seperti itu?” Kata Ren Hu dengan nada dingin. Ren Hu sedikit mendongakkan tudung kepalanya, membuat bangsawan muda itu bisa melihat tatapan dingin Ren Hu serta acuh tak acuh. Melihat tatapan itu, tubuh bangsawan muda itu langsung berdiri kaku tidak bisa bergerak sama sekali, walaupun ia sudah berusaha untuk menggerakkan tubuhnya, namun seakan-seakan ada sesuatu yang menahan tiap-tiap ototnya untuk bergerak.


“A-aku tidak bisa bergerak sama sekali.” Batin bangsawan muda itu takut setengah mati, ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari sepasang mata Ren Hu yang menatap nya dingin nan acuh tak acuh. Ia bisa merasakan pancaran yang luar biasa kuat dan menekan, hanya dari tatapan yang di layangkan Ren Hu.


“A-am-ampuni aku. T-to-tolong a-am-ampuni aku.” Kata bangsawan muda itu dengan nada bergetar. Wajahnya pucat pasi, perban yang membalut wajahnya saja, bahkan sampai lepas sendirinya, saking banyaknya keringat dingin yang keluar di wajahnya. Sangat jelas bahwa bangsawan muda itu sudah sangat ketakutan.


Tepat bangsawan muda itu bertekuk lutut, Ren Hu langsung mencengkram kuat leher bangsawan itu dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Ren Hu memperkuat cengkraman nya, yang membuat bangsawan muda itu refleks membuka mulutnya menjulurkan lidahnya. Ren Hu dengan sigap memegangi lidah yang menjulur keluar dari mulut bangsawan muda tersebut menggunakan tangan yang lainnya.


“Manusia kotor seperti dirimu lebih baik tidak mempunyai mulut.” Kata Ren Hu yang langsung mencengkram erat lidah bangsawan muda itu sampai hancur, sehancur-hancurnya.


Crassshhhh


Tubuh bangsawan muda itu sontak bergetar hebat, tanpa ada suara teriakan yang keluar sedikit pun dari mulutnya. Tubuh nya bergetar selama beberapa menit, dan setelah itu langsung tidak sadarkan diri dengan mata yang masih terbuka. Ren Hu yang melihat bangsawan muda itu sudah tidak sadarkan diri, langsung melepaskan cengkramannya. Mulutnya terbuka lebar dengan bercak darah yang masih segar. Ren Hu menatapnya dingin lalu megibaskan tangan yang di selimuti oleh darah dari bangsawan muda.


Hening sekitar mereka. Para warga yang melihat tindakan Ren Hu yang tidak kenal ampun itu, membuat mereka menatap mengerikan ke arahnya. Ren Hu sendiri acuh tak acuh dengan pandangan sekitar nya, dan tetap berjalan santai ke arah Ling Feng yang senantiasa memperhatikannya.


“Kukira kau akan langsung membunuh mereka semua, tapi apa yang kau lakukan kepada mereka benar-benar tidak kenal ampun.” Ucap Ling Feng.


“Mereka layak mendapatkan itu, karena telah berani menghina tuan muda. Kematian terlalu mudah bagi mereka, menunjukkan neraka sebelum kematian adalah hal yang pantas bagi mereka.” Jawab Ren Hu. Memang benar Ren Hu tidak membunuh orang-orang yang merundung mereka, tetapi ia melakukan hal lain. Yaitu, sesuatu yang membuat orang-orang yang merundung mereka akan merasakan siksaan sampai di mana mereka berharap mati adalah jalan yang terbaik. Pertama, Pemimpin kelompok beserta anak buahnya. Dantian mereka telah Ren Hu hancurkan berkeping-keping. Saat ini mereka semua tidak ada bedanya dengan manusia biasa layaknya cangkak yang retak dan bisa hancur kapan saja. Lalu yang kedua adalah bangsawan muda. Hal itu dapat di pastikan bahwa ia tidak akan bisa berbicara lagi di sisa umur hidupnya.


Ren Hu merasa kematian adalah suatu berkah bagi mereka semua yang telah menghina tuan mudanya. Memberikan penyiksaan mental adalah hal yang harus mereka terima dahulu sebelum menemui kematian dengan sendirinya.


“Terima kasih, karena sudah marah ketika ada yang menghina ku. Aku tersanjung ketika mendengar berkata seperti itu.” Ling Feng mengucapkan terima kasih seraya terkekeh pelan.


“Siapapun yang menghina Anda, hal itu sama saja dengan menghina saya. Tidak akan ku ampuni siapapun itu orangnya. Bahkan jika itu raja sekalipun, aku tidak akan pernah mengampuninya.” Ren Hu dengan tegas menyatakan hal tersebut.


“Begitu, kah... Kau sudah bekerja keras Ren Hu.” Ucap Ling Feng.


>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.