Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Marga Chu Lagi?


Sampai salah satu prajurit ada yang menyadari keberadaan Ling Feng dan Ren Hun. Ia lantas mendekati keduanya bertanya, “Kalian berdua murid sekten naga langit? Apa yang sedang kalian lakukan berdiri tepat di depan pintu gerbang?” Tanya prajurit tersebut dengan nada curiga. Ling Feng dan Ren Hu refleks menoleh dan Ling Feng pun maju ke hadapan prajurit tersebut seraya memberikan Plakat yang di berikan Chang Jin kepadanya.


Prajurit tersebut awalnya mengangkat sebelah alisnya, namun ia tetap menerima plakat yang diberikan Ling Feng kepadanya. Pada saat ia melirik plakat apa itu, kedua matanya langsung terbelalak saking terkejutnya. Ling Feng juga berkata, “Aku datang kemari, karena perintah dari Ketua Sekte Naga Langit. Beliau bilang pihak kekaisaran ingin bertemu dengan ku, oleh karena itulah aku kemari.” Ucap Ling Feng mengutarakan niat kedatangannya.


Prajurit tersebut melirik bolak-balik antara Ling Feng dan plakat itu. Baru kemudian secara tiba-tiba ia berteriak dengan lantang, “Tamu Kehormatan Kekaisaran Telah Datang.” Teriak lantang prajurit tersebut yang tentunya menarik perhatian dan membuat Ling Feng terkejut, karena mendengar apa yang di ucapkan oleh prajurit tersebut.


Sontak para prajurit pun terkejut ketika mendengar teriakan tersebut dan dalam beberapa detik saja, prajurit penjaga yang awalnya berkumpul-kumpul, dalam serentak sudah berbaris rapih ditempatnya.


>>>>>_____


Ling Feng terdiam sejenak ketika mendengar prajurit yang memegang plakat itu berteriak bahwa dirinya adalah tamu kehormatan. Bukan hanya dirinya saja yang terkejut, para bangsawan yang mendengar para prajurit tiba-tiba mendadak berbaris rapih pun sama terkejutnya, dan lebih terkejut lagi bahwa tamu kehormatan yang di maksud adalah seorang pemuda yang hanya seorang murid.


Ling Feng sontak memasang raut wajah masam, karena jika tahu akan begini jadinya, ia mungkin lebih memilih untuk tidak datang kemari, sekalipun itu adalah perintah dari seorang kaisar yang memerintah benua ini. “Selamat datang tamu kehormatan di istana Kekaisaran Han. Sang Kaisar sudah menunggu Anda di ruang pertemuan resmi. Tolong ikuti saya.” Ucap seorang pria tua yang berpakaian sangat rapih, terlihat dari pakaiannya, pria tua tersebut adalah seorang kepala pelayan kerajaan.


Ling Feng tidak berkata apa-apa lalu melirik ke arah Ren Hu untuk mengikuti nya juga. Melihat isyarat dari Ling Feng, Ren Hu menganggukkan kepalanya lalu menyusul Ling Feng mengekor di belakangnya. Sepanjang Ling Feng berjalan, seluruh pasang mata menatap dirinya sangat intens, bukan hanya para bangsawan saja, bahkan para pelayan yang sedang bekerja pun tidak bisa mengalihkan pandangan mereka dari wajah tampan Ling Feng.


Ling Feng sendiri sebenarnya tidak nyaman, akan tetapi ia mempertahankan sikap acuh tak acuhnya. Selain itu dirinya juga sudah mulai terbiasa dengan pandangan orang yang selalu menatap dirinya ketika ia tidak mengenakan penutup wajah. Bukan hanya Ling Feng saja, bahkan Ren Hu yang berjalan di belakang, dengan cadar yang telah menutupi wajahnya, masih tidak bisa menyembunyikan aura kecantikannya, yang pada dasarnya sudah ada dalam dirinya sendiri.


Keduanya berjalan mengekor di belakang Pelayan Tua itu dan berakhir sampai di sebuah pintu besar yang merupakan pintu masuk dari ruangan yang dimaksud oleh perkataan pelayan tua tadi. Terlihat pintu besar itu di jaga oleh dua orang prajurit yang berada di ranah Guru Bintang lima dan empat. Pelayan tua itu berkata kepada dua prajurit tersebut untuk membukakan pintu masuk. Seiring dengan pintu besar itu yang terbuka, pelayan tua yang mengantarkan Ling Feng pun kembali berteriak dengan lantang.


“Tamu Kehormatan Kekaisaran dan Temannya telah datang.” Teriak lantang pelayan tua itu. Sontak mendengar teriakan pelayan tersebut, seluruh pasang mata yang hadir di ruangan itu melirik ke arah pintu masuk. Pelayan tua yang mengantarkan Ling Feng dan Ren Hu pun memberi isyarat kepada keduanya untuk masuk ke dalam ruangan pertemuan tersebut.


Ling Feng menganggukkan kepalanya sebagai tanda terima kasih telah diantarkan, ia lalu masuk ke dalam ruangan dimana kaisar dari Benua Han sedang menunggu kehadirannya. Sepasang mata Ling Feng langsung terfokus kepada seorang pria yang duduk di singgasana mewah. Pria sepuh yang duduk disinggasana itu tidak lain dan tidak bukan adalah Kaisar dari Benua ini. Ling Feng langsung sedikit menundukkan kepalanya seraya berkata dengan ramah, “Salam Kaisar. Aku Ling Feng murid dari sekte Naga Langit datang menghadap menerima undangan dari kaisar.” Kata Ling Feng kepada Kaisar Han.


Dalam ruangan tersebut setidaknya ada delapan orang yang hadir termasuk dengan kaisar sendiri dan putranya yang berdiri di sisi kanannya. “Selamat datang nak. Terima kasih telah menerima undangan ku untuk datang kemari. Jujur saja aku sedikit takut bahwa kau tidak akan datang kemari untuk menemui ku. Oh ya aku lupa memperkenalkan diriku, maafkan aku atas ketidak sopanan ku. Aku adalah Kaisar dari Kekasairan Han, Han Lang. Senang berkenalan dengan mu tuan muda Ling Feng.” Ucap Kaisar sangat ramah membuat para mentri dan anak dari Han Lang terkejut ketika mendengar kaisar memanggil pemuda di hadapan nya itu dengan panggilan tuan muda.


“Ahhh Anda tidak perlu sopan begitu Kaisar. Panggil saja namaku langsung, rasanya tidak nyaman di panggil tuan muda oleh orang yang lebih tua. Apalagi orang tersebut adalah Anda. Dan lagi, aku pasti akan datang untuk memenuhi undangan Anda, ya walaupun saya sedikit enggan untuk menerimanya, karena ti-” Kata-kata Ling Feng tiba-tiba di potong oleh seorang mentri kekaisaran yang berteriak lantang di ruangan tersebut.


“Hei pemuda kurang ajar. Berani-beraninya kau berbincang-bincang menggunakan bahasa yang tidak sopan dengan yang mulia kaisar!” Teriak marah dari salah satu menteri kekaisaran.


Teriakan menteri itu tentunya menarik perhatian pasang mata yang hadir, namun ada satu orang yang mengeluarkan niat membunuh yaitu, seorang perempuan yang berdiri di belakang Ling Feng saat ini. Ren Hu yang mendengar Ling Feng di bentak seperti itu, membuat dirinya hendak langsung menerjang ke arah menteri yang berkata seperti itu, akan tetapi Ling Feng dengan cepat merentangkan tangannya mencegah Ren Hu untuk bergerak.


Melihat isyarat itu, Ren Hu yang awalnya hendak menerjang pun sontak mengurungkan niatnya, namun niat membunuhnya masih ia pancarkan, karena rasa kesal itu tentunya. Ling Feng yang melihat Ren Hu sudah tenang, ia lalu menoleh ke arah menteri tersebut dan berkata dengan nada yang luar biasa angkuhnya.


“Oh ya... Apa maksud mu berkata seperti itu kepada ku?” Kata Ling Feng tanpa beban seraya terkekeh mengejek.


“Kau masih bertanya maksudku?! Bukankah sudah jelas bahwa kau telah bersikap tidak sopan kepada Yang Mulia Kaisar. Hal itu sama saja kau tidak menghormati kaisar itu sendiri. Kekaisaran kita itu mempunyai kekuatan yang setara dengan empat sekte besar. Oleh karena itu, kau harus bersikap hormat kepada kaisar pemuda kurang ajar.” Ucap menteri tersebut seraya menunjuk-nunjuk ke arah Ling Feng sangat jelas menunjukkan aura permusuhan kepadanya. Para menteri yang lainnya pun menganggukan kepalanya tanda setuju dengan apa yang dikatakan menteri tersebut.


“Aku adalah salah satu menteri dari kekaisaran Han, Chu Zhi.” Ucap menteri tersebut memperkenalkan dirinya dengan percaya dirinya.


Ling Feng yang mendengar itu pun seketika mengangkat sebelah alisnya, ketika mendengar marga dari menteri tersebut. Ling Feng pun langsung meletakkan salah satunya memasang gerakan seolah-olah sedang berpikir, hal itu membuat Chu Zhi dan para menteri yang lainnya kesal luar biasa.


“Marga Chu, kah... Rasanya aku pernah mendengar marga ini di sesuatu tempat, tetapi di mana ya?” Kata Ling Feng membuat para menteri itu pun tidak habis pikir dengan pemuda di hadapannya itu.


“K-kau... Pemuda kur-“ Ucapan Chu Zhi langsung dipotong oleh jentikan tangan Ling Feng. “Ahhh aku ingat marga itu. Marga itu aku dengar di kota awan emas, kan Ren Hu?” Ucap Ling Feng menoleh ke arah Ren Hu yang diangguki oleh perempuan itu, memotong ucapan Chu Zhi yang belum selesai.


Ling Feng lalu melirik ke arah Chu Zhi dan berkata dengan santai, “Kau orang tua... Chu Xin itu siapanya dirimu?” Tanya Ling Feng tanpa beban, benar-benar menghilangkan sopan santunnya. Para menteri termasuk Chu Zhi bingung, karena Ling Feng bisa mengenal Chu Xin yang tidak lain adalah cucu dari Chu Zhi.


“Kau... Bagaimana bisa mengenal cucuku?” Tanya Chu Zhi yang penasaran. Ling Feng yang mendengar itu terkekeh sekali lagi. “Ehhh... Memangnya kau masih belum mendengar berita tentang apa yang terjadi pada cucumu?” Kata Ling Feng terkekeh. Pada saat itulah mereka baru mengerti alasan mengapa Ling Feng bisa mengenal Chu Xin.


“K-kau... Jangan bilang kau adalah pemuda yang membuat cucuku dan para pengikutnya tidak bisa bangkit dari tempat tidur selama tiga bulan?!” Kata Chu Zhi seraya menunjuk Ling Feng dengan tangan yang bergetar.


Ling Feng terkekeh menanggapi hal itu dan berkata kembali, “Ya pemuda itu adalah aku. Bahkan, saat ini juga, aku sebenarnya bisa melakukan hal yang serupa kepada mu. Hal yang kulakukan persis kepada cucumu itu.” Kata Ling Feng mengucapkan kalimat terakhir dengan nada yang serius dan sorot mata tegas, bahwa ia benar-benar akan melakukan nya.


Sontak para menteri yang mendengar itu pun merasakan hawa dingin di bagian tengkuk mereka. Tentunya mereka sudah mendengar kabar bahwa cucu dari Chu Zhi yaitu, Chu Xin dan kelompoknya telah dibantai sepihak oleh sosok pemuda berjubah hitam.


“K-kau berani melakukan hal seperti itu kepada ku pihak kekaisaran. S-sekte Naga Langit akan menerima akibat dari tindakanmu yang angkuh ini.” Ucap Chu Zhi yang sudah kalap dan ia mengancam Ling Feng.


“Apakah kau sedang mengancamku?” Ucap Ling Feng dengan nada acuh tak acuh menatap Chu Zhi dengan padangan tajam. Pada saat Ling Feng berkata seperti itu, udara dalam ruangan tersebut tiba-tiba mendadak berubah sesak. Para menteri yang berada di sana mendadak kesulitan bernafas kecuali, Han Lang dan putranya, karena secara tiba-tiba muncul sosok pria sepuh lainnya menghalangi aura penindasan Ling Feng.


Ling Feng sendiri tidak peduli dengan kehadiran sosok tersebut. Ia lalu kembali menarik aura penindasan nya lalu berbalik badan hendak pergi, namun sebelum dirinya pergi. Pemuda itu berkata, “Kau tidak perlu membawa sekte naga langit dalam permasalahkan kita, aku sendiri saja sudah cukup untuk meluluh lantakkan Kekaisaran ini rata dengan tanah.” Ucap Ling Feng lalu melangkah pergi dari sana.


Shaaatttttt


Crasshhhh


“Itu adalah sedikit pelajaran, karena kau telah menyinggung tuan muda.” Ucap Ren Hu sebelum pergi lalu melangkah pergi mengekor di belakang Ling Feng. Sontak para menteri pun melirik ke arah Chu Zhi, dan Chu Zhi pun melirik ke arah lengan kanannya yang merasa perih di sana. Pada saat itulah darah yang sangat deras keluar dari pergelangan tangan Chu Zhi membuat terkejut para menteri di sana.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.