
Akan tetapi, tidak dengan tetua keempat yang adalah seorang ahli alkemis. “P-pil Tingkat Saint.” Ucapnya dibuat terdiam dengan pandangan kosong, ketika menghirup aroma harum itu.
>>>>>>______
Tetua keempat yang menghirup aroma harum tersebut tentunya sadar dan sangat yakin, bahwa aroma harum tersebut berasal dari pil tingkat saint. Tanpa pikir panjang, pria tua itu pun keluar dari rumahnya dan langsung terbang terburu-buru membuat beberapa murid yang sedang berlatih alkemis dengannya bingung.
Tetua keempat terbang dengan cepat ke arah sumber dari semerbak harum tersebut, dimana itu berada di puncak gunung kediaman Ling San. Pas sekali ketika ia sampai di sana, sosok pria sepuh yang tidak lain adalah Ling San yang sedang duduk di halaman depan seraya menyesap tehnya.
Tetua keempat pun langsung turun di hadapan Ling San, melihat tetua keempat secara tiba-tiba datang ke kediamannya, Ling San pun berkata, “Tidak biasanya tetua keempat datang kemari. Bagaimana dengan minum teh terlebih dahulu.” Ujar Ling San yang sedikit terkejut dengan kehadiran tetua keempat yang datang tiba-tiba.
“Ah tetua pertama, maafkan kedatangan yang tidak sopan.” Ucap tetua keempat yang sedikit malu, menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. Ling San yang mendengar itu pun menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tersenyum lalu mempersilahkan tetua keempat untuk duduk.
Ling San juga menuangkan teh ke dalam cangkir tetua keempat lalu menyodorkan ke arahnya. Tetua keempat yang sedikit panik itu pun mulai tenang ketika menghirup aroma teh yang disodorkan oleh Ling San, aroma yang membuatnya lebih rileks dan tenang yang membuat pikirannya pun seketika teralihkan.
“Teh ini nikmat sekali tetua pertama. Darimana anda mendapatkannya?” Ujar tetua keempat yang kagum dengan rasanya selain dengan aromanya yang menenangkan. “Teh ini diberikan oleh cucuku. Entah darimana ia mendapatkannya, akupun tidak tahu. Ia hanya bilang kepadaku, bahwa teh ini ia sendiri yang menanam dan meraciknya.” Jelas Ling San mendengar itu tetua keempat pun sedikit lesu.
“Jadi tetua keempat, ada apa Anda datang tiba-tiba ke kediamanku?” Tanya Ling San melihat situasinya yang sudah tenang. Pada saat itulah tetua keempat pun menyampaikan kedatangan nya kemari disebabkan oleh semerbak harum yang sangat menyengat, mendengar itu Ling San tentunya menyadarinya juga, karena memang dirinya juga mencium aroma tersebut.
Tepat tetua keempat menjelaskan, bahwa aroma harum tersebut adalah aroma yang keluar dari pil saint, Ling San tersentak kaget, Ling San pun meletakkan jarinya di dagunya berpikir seraya menoleh ke arah dalam kediaman nya. “Sepertinya ini adalah ulah Feng’er tetua.” Ucap Ling San menyimpulkan.
Pada saat itulah Ling San menjelaskan, bahwa sesaat sebelum aroma harum tersebut menyebar, Ling San sempat dipinta oleh Ling Feng untuk tidak mengganggu nya, karena ia hendak berkultivasi. Ling San yang mendengar itu pun mengerti dan membiarkannya, tanpa banyak bertanya lebih tahu.
Mendengar pernyataan dari Ling San, tetua keempat pun mengerti. Dirinya sudah tidak terlalu terkejut, jikalau memang Ling Feng adalah seorang alkemis, pasalnya ia mendengar dari cerita leluhur ketika membantu Ling Feng yang bertarung di Gunung Lu, bahwa Ling Feng saat itu dikelilingi oleh energi jiwa yang melimpah.
Pada akhirnya, tetua keempat pun hanya bisa menunggu Ling Feng selesai berkultivasi untuk mengetahui kebenaran nya. Dirinya pun berbincang-bincang dengan Ling San, seraya Dirinya pun berbincang-bincang dengan Ling San, dan setelah teh di dalam cangkirnya habis ia pun kembali, karena ia juga mempunyai beberapa urusan. Ling San tidak menahannya, dan mempersilahkan tetua keempat untuk pergi. Ling Feng juga tidak akan selesai dalam waktu dekat, jadi percuma saja jika ia menunggunya di sana.
Hari-hari di sekte naga langit pun berlalu seperti pada umumnya, kecuali fakta bahwa para murid-muridnya mulai menjalani pelatihan bak neraka adalah sebuah fakta tidak terelakkan. Selama periode itu juga, sekte naga langit benar-benar menutup diri dari dunia luar, banyak yang penasaran, namun tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang sekte naga langit sedang tidak menerima tamu siapapun yang tidak berkepentingan, atau sedang dalam situasi yang darurat.
>>>>>>______
Swosssshhhhhh...!!
Ledakan aura yang sangat dahsyat terpancar dari tubuh Ling Feng. Perlahan, pemuda itu pun membuka kedua matanya. Ia menarik nafasnya cukup panjang, lalu menghembuskannya dengan tenang. “Fyuhhhhh... Ternyata masih kurang ya untuk menebus tingkat selanjutnya.” Gumam Ling Feng menghembuskan nafasnya kasar, karena untuk menembus tingkat lima energinya masih belum cukup.
“Ya mau bagaimana lagi, memang cukup sulit untuk menembus tingkat selanjutnya dengan keadaan benua biru saat ini.” Katanya lagi. Akan tetapi, walaupun Ling Feng tidak menembus tingkat selanjutnya, bukan berarti tidak ada peningkatan. “Penguasaan ku terhadap penggunaan elemen mengalami peningkatan. Ya, aku tidak bisa mengeluh jika seperti ini.” Ucap Ling Feng terkekeh pelan mengepalkan tanganya erat.
“Sudah berapa hari berlalu ya sejak aku mulai berkultivasi.” Gumam Ling Feng lalu bangkit dari posisi lotusnya, lalu membuka jendela kamarnya dan waktu kala itu menunjukkan sudah malam. Udara segar pun masuk memenuhi kamarnya. Ling Feng pun langsung melompat keluar melewati jendela kamarnya dan merenggangkan tubuhnya yang kaku, karena sudah berkultivasi berhari-hari.
Seperti biasa, Ling Feng langsung mengeluarkan sebuah pedangnya dan mulai mengayunkan pedangnya dan melatih gerakan berpedangnya. Ling Feng baru selesai setelah setengah jam berlalu, dimana saat itu ia mendapati seorang pemuda sedang melihat ke arahnya. “Sepertinya aku mengganggumu ya saudara.” Ucap Ling Feng kepada pemuda tersebut.
Pemuda tersebut hanya tersenyum tipis lalu berkata, “Tidak kok Saudara Feng. Aku juga sedang bersiap-siap untuk turun gunung dan pergi ke tempat latihan sekarang.” Ujar pemuda tersebut yang tidak lain adalah Yang Sun. Ling Feng yang mendengar itu pun ikut tersenyum juga lalu bertanya kepada nya tentang berapa hari telah berlalu.
Yang Sun pun menjawab, bahwa sudah lima hari berlalu sejak Ling Feng berkultivasi. “Cukup lama juga ya. Apakah ada yang mencari ku pada saat aku sedang berkultivasi?” Tanya Ling Feng kepada Yang Sun.
“Ada dua orang yang mencari mu, pertama tetua keempat dan yang kedua adalah kekasihmu yang bernama Qing Xian.” Bukan Yang Sun yang menjawabnya, melainkan Ling San yang muncul dari arah halaman depan. Baik Ling Feng dan Yang Sun pun langsung memberikan hormat kepada Ling San. Ling San menganggukkan kepala nya, meminta keduanya untuk mendongakkan kepalanya lagi.
Yang Sun juga langsung izin pamit untuk berkumpul di tempat pelatihan, dan kini tersisa Ling Feng dan Ling San saja. “Ada perlu apa kedua nya menemui ku memangnya kek?” Tanya Ling Feng sesaat Yang Sun pergi. Ling San pun lantas mulai menjelaskan, mulai dari tetua keempat yang datang mencari Ling Feng, karena penasaran dengan pil saint buatan nya.
Ling Feng yang mendengar itu sedikit tidak menduganya, ia tidak menyangka bahwa semerbak harum tersebut menyembar dengan cepat sampai-sampai ke kediaman tetua keempat. Pasalnya jarak antara kediaman kakek nya dan kediaman tetua keempat terbilang cukup jauh. “Lalu untuk Xian’er kakek. Ada apa ia ingin menemuiku?” Tanya Ling Feng.
Ling San pun mulai menyampaikan pesan Qing Xian kepada Ling Feng. Pemuda itu menyimak dengan baik, pesan yang dikatakan oleh Ling San kepadanya.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.