Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Baru Permulaan


"Ya sudahlah suka-suka anda saja aku menghadiri ini, karena sekedar dari permintaan anda saja, tapi…" Kata Ling Feng tertahan ia melangkah mendekati Guan Long yang masih terdiam tidak bisa menerima kenyataan. "Yo tuan muda Guan Long benar, kan." Kata Ling Feng.


Guan Long yang mendengar itu tersentak sadar lalu mundur beberapa langkah karena wajah dirinya dengan Ling Feng cukup dekat. "A-apa yang ingin kau inginkan dari ku." Kata Guan Long sedikit gugup.


"Apa yang kuinginkan darimu? Kau benar juga…Apa ya yang kuinginkan darimu." Gumam Ling Feng yang masih dapat didengar oleh orang lain. Ia bahkan bersikap seperti orang yang sedang berpikir keras. "Ah anggap saja salam pertemuan kita yang kedua. Kita memang benar-benar berjodoh sepertinya." Kata Ling Feng tersenyum.


Kepala keluarga Qing pun bertanya kepada Ling Feng. "Tuan muda Fe-" Perkataan Kepala Keluarga Qing langsung dipotong. "Feng atau Ling Feng saja tidak perlu dengan tuan muda." Potong Ling Feng. "Tu maksud ku Ling Feng apakah anda kenal dengan tuan muda Guan Long." Tanya kepala keluarga Qing. "Aku kenal kok. Semalam kami bertemu di rumah makan Bulan Matahari dan kami cukup akrab malam itu." Kata Ling Feng tersenyum kepada Guan Long.


Guan Long yang mendengar itu mengepalkan tangannya kuat-kuat dan berusaha sebisa mungkin menutupi wajah kesalnya. "Setelah pulang pun aku mendapatkan beberapa sambutan meriah darinya benar-benar pemuda yang luar biasa. Ia memang sangat baik hati kepada ku." Kata Ling Feng ambigu. Para tamu yang disana tidak ada yang mengerti maksud dari perkataan Ling Feng.


Namun ada saja beberapa orang yang mengerti seperti, Walikota Anyi, Kepala Keluarga Qing, Ketua paviliun obat, Pengikut Ling Feng, dan tetua sekte lembah Neraka yang memperhatikan sedari jauh saat ini serta Guan Long sendiri yang paling mengetahui hal itu.


"Sial sepertinya ia sudah tau bahwa aku yang mengirimkan para pembunuh bayaran itu kepadanya. Tapi ia tidak mungkin melakukan sesuatu kepada ku ditempat ramai seperti ini aku yakin itu, dia pasti tidak mungkin berani." Batin Guan Long tertawa. Para pengikut Ling Feng ingin bergerak, namun Ling Feng dengan cepat mengangkat sebelah tangannya membuat Long Tian, Pang Lang, To Mu terdiam tidak menjalankan niatnya.


"Tuan muda Guan Long telah repot-repot memberikan ku beberapa sambutan kala itu, jadi sekarang aku sedang berpikir…Bagaimana aku harus memberikan sambutan yang setingkat dengan sambutan yang tuan muda Guan Long berikan kepada ku." Kata Ling Feng bertingkah seperti orang yang sedang berpikir.


Dalam sekali gerak Ling Feng langsung mendekati wajahnya kepada Guan Long sembari membisikkan sesuatu kepadanya. "Kau pasti berpikir bahwa aku tidak berani melakukan sesuatu kepada mu karena disini sangat ramai bukan." Bisik Ling Feng sembari mengeluarkan sedikit niat membunuhnya menggertak Guan Long.


Degghhh


Guan Long sekali lagi menjaga jarak. Jantungnya berdetak sangat kencang kala itu. Sebisa mungkin ia menyembunyikan getaran tubuhnya saat ini. Ling Feng sendiri hanya tersenyum saja membalas tatapan Guan Long yang kaget akan sesuatu. "Akhhhhh aku sudah tidak peduli lagi dengan semua omong kosong ini!" Teriak Guan Long yang sudah tidak tahan. Sontak para tamu pun terkejut mendengar hal itu.


Ling Feng sendiri hanya diam saja memperhatikan apa yang dikatakan oleh Guan Long. "Baji*an ke*arat kau hanya pemuda sampah tanpa aura berani-beraninya berkata hina kepada ku yang bangsawan ini!" Kata Guan Long menaikkan nada bicaranya.


Ling Feng masih diam saja ia lantas maju kembali sembari berkata, "Hehhhhh aku tidak mengerti dengan apa yang dikatakan dengan tuan muda Guan Long. Bukankah aku sedang memuji anda karena hal baik yang anda berikan kepada saya, lantas mengapa tuan muda Guan Long menjadi marah kepada saya?" Kata Ling Feng dengan wajah meyakinkan.


Di sisi Lain


"Ya mungkin ini adalah sisi sebenarnya dari Feng'er. Sejak ia telah berhasil membalaskan dendamnya, aura acuh tak acuh dan dinginnya mulai menghilang digantikan dengan aura hangat dan nyaman saat ini." Lanjut Long Tian. Ia lantas berkata kembali.


"Ketika ia selesai membalaskan dendamnya, kala itu aku melihat para roh yang kemungkinan besar adalah warga desa dan kedua orang tua Feng'er, disana Feng'er bahkan sempat menangis sejadi-jadinya. Aku melihat jelas dengan mata kepala ku sendiri kala itu. Setelah para roh itu muncul, Feng'er tiba-tiba tidak sadarkan diri. Lalu kemudian para roh itu mulai masuk kedalam tubuh Feng'er." Cerita Long Tian tentang kejadian setelah berhasil menghancurkan sekte bayangan.


"Awalnya aku sempat panik, namun ketika melihat raut wajah Ling Feng yang awalnya sedih menjadi senang bahagia aku membiarkannya saja, mungkin sekumpulan roh itu memang benar sisa dari warga desa Feng'er yang dibantai. Setelah kejadian itu, ia pun terlelap dalam beberapa waktu dan ketika ia sadar kembali, aura yang ia keluarkan berbeda dengan Feng'er yang dulu." Long Tian mengakhirinya.


"Bagiku entah Feng'er yang dulu ataupun yang sekarang tidak ada bedanya." Kata To Mu. Pang Lang yang mendengar itu mengerutkan keningnya. "Apa maksud mu kakak kedua." Kata Pang Lang yang tidak mengerti. "Entah Feng'er yang sekarang atau dulu, jika ia sudah menganggap seseorang musuh, maka ia tidak akan melepaskan nya dengan mudah begitu saja." Bukan To Mu yang berkata melainkan Long Tian.


Kembali ke Ling Feng


"Ya sudahlah kalau tuan muda Guan Long memang tidak ingin menerima niat baik ku…Maka aku tidak bisa memaksakan hal itu. Walaupun saya bukanlah berasal dari keluarga besar, namun saya sudah diajarkan sedari kecil untuk membalas perbuatan orang yang bersikap baik kepada saya." Kata Ling Feng. Tepat setelah Ling Feng berkata seperti itu para tamu yang disana pun mulai berbisik-bisik tentang tingkah Guan Long tadi.


Guan Long pun mulai melihat sekitarnya yang dimana para tamu undangan benar-benar membicarakannya. "Ternyata begini ya sikap Keluarga Guan dari kota kekaisaran. Padahal aku sempat mempunyai kesan baik kala itu ketika aku berkunjung ke kota kekaisaran."


"Aku juga tidak menyangka bahwa sifat asli Keluarga Guan ternyata sangat bertolak belakang. Padahal ketika aku berkunjung ke sana, aku sempat melihat anggota keluarga Guan sangat baik kepada rakyat biasa."


Serta masih banyak lagi. Bisikan-bisikan disana Guan Long yang mendengar itu menggertakkan giginya kuat-kuat sembari menundukkan kepalanya. Ia lalu menatap tajam Ling Feng yang sudah menyeringai, namun sayang seringainya itu hanya disadari oleh dirinya saja.


Ling Feng lantas berkata tanpa suara kepada Guan Long. "Ini masih permulaan." Kata Ling Feng tanpa suara. Sekali lagi Guan Long menggertakkan giginya, lantas pergi dari sana saat itu juga. Ling Feng hanya menatap diam saja kepergian Guan Long.


"Tuan muda benar-benar kejam. Menghancurkan lawan dengan perkataan adalah hal yang lebih menyakitkan daripada bertarung." Kata Pang Lang menggelengkan kepalanya.


>>>>>> Bersambung