
"Kukira guru masih ada disana." Kata Ling Feng terkekeh lalu mengelus-elus kepala yang dipukul oleh Tua Tao. "Cihhhhh kau ini." Decak Tua Tao kesal. "Ya aku akui kau sudah sangat berkembang pesat selama empat tahun terakhir ini." Kata Tua Tao sembari memberikan dua buah pil kepada Ling Feng.
"Ini pil yang kau minta…Padahal kau ini bisa membuat nya sendiri, tapi malah meminta aku membuat nya." Kata Tua Tao. "Hehehehe…Walaupun aku bisa membuat nya, tetap saja ilmu alkemis mu lebih tinggi daripada ku guru. Jadi aku lebih yakin kau bisa menyuling nya dengan maksimal." Kata Ling Feng terkekeh.
"Pil langit Tingkat Tinggi dan lagi keduanya mempunyai empat garis. Sepertinya yang di duga dari guru…Sangat kuat." Kata Ling Feng memuji Tua Tao. Tua Tao yang dipuji tersebut langsung mengangkat sebelah alisnya. "Bocah sia*an…Memuji ku jika ada mau nya saja, abaikan itu aku ingin bertanya sekarang." Kata Tua Tao mengalihkan pembicaraan.
Ling Feng tidak menjawabnya, namun menunggu pertanyaan apa yang di ajukan Tua Tao. "Berapa elemen yang kau kuasai sebenarnya?" Tanya Tua Tao serius. Ling Feng yang mendengar itu sempat tersentak kaget sedikit. "Heummm coba sebentar aku ingat-ingat kembali…Air, Api, Petir, Tanah, Angin, Es, Kegelapan, dan Cahaya. Semuanya jadi tujuh guru." Kata Ling Feng dengan wajah tenang tidak menunjukkan ekspresi terkejut.
"Benarkah hanya tujuh?" Tanya Tua Tao menyelidik. "Untuk saat ini aku baru menguasai tujuh elemen ini guru." Kata Ling Feng serius. "Berarti tidak menutup kemungkinan kau akan mampu menguasai elemen baru?" Tanya Tua Tao. "Ya begitulah nyatanya." Kata Ling Feng membenarkan.
Tua Tao manggut-manggut. Dirinya telah di beritahu oleh Ling Feng sejak setahun yang silam, mengenai rahasia tubuhnya. Awalnya Ling Feng sempat ketahuan memasuki dunia jiwa, alhasil ia mau tidak mau menejelaskan semuanya. Ling Feng juga berniat memberitahu nya suatu saat, namun tidak ternyata akan lebih cepat dari yang ia kira.
"Kenapa guru bertanya seperti itu? Apakah guru ingin memberikan sesuatu yang berkaitan dengan elemen ruang yang telah guru kuasai saat ini? Maka jangan sungkan dan aku akan menerima nya dengan senang hati." Tanya Ling Feng bertubi-tubi.
Banggggg
"Kau ini berisik sekali…Serap pil yang kuberikan terlebih dahulu dan kuasai dua elemen yang terdapat didalamnya. Kau masih belum cukup mampu untuk mempelajari Elemen Ruang kecuali, Manual tubuhmu sudah naik tingkat." Kata Tua Tao. Ling Feng mengelus-elus kepalanya sembari menggerutu.
"Ayolah guru kau tau kan Manual tubuh ku ini sangat sulit sekali untuk naik tingkat dua. Bahkan setelah tiga tahun lamanya masih belum ada tanda-tanda naik tingkat dua." Kata Ling Feng. "Maka dari itu serap terlebih dahulu kedua pil itu murid bodoh…Mungkin saja jika sudah menyerapnya manual tubuh mu bisa menembus tingkat dua." Kata Tua Tao ingin memukul Ling Feng, namun sang empu langsung melesat menjaga jarak.
"Iya, iya aku mengerti…Padahal sudah beberapa tahun berlalu kau semakin cerewet ya guru." Kata Ling Feng. "Hahhhh kau bilang apa?!" Kata Tua Tao mendelik tajam Ling Feng. "Hiiiikkk…Aku tidak mengatakan apapun." Kata Ling Feng langsung melesat pergi memungut pemberat-pemberatnya lalu pergi dari sana.
"Bocah itu benar-benar." Katanya sembari geleng-geleng kepala lalu menghela nafas. Ling Feng langsung masuk kedalam gubuknya dan melirik keluar bahwa Tua Tao tidak mempermasalahkan nya. "Fyuhhhh…Orang Tua sepertinya tidak terlalu mempermasalahkan nya." Gumam Ling Feng menghembuskan nafas lega.
Ling Feng lantas kembali melirik botol pil yang diberikan oleh Tua Tao. "Elemen Kegelapan dan cahaya akan bangkit jika aku menyerap kedua pil ini. Namun, daripada itu aku berharap bahwa Manual tubuh dewa surgawi benar-benar naik tingkat setelah ini." Gumam nya lalu mengeluarkan kedua pil tersebut.
Tua Tao yang di punya Ling Feng untuk memurnikan pil tersebut awalnya menolak. Dirinya menolak bukan karena tidak bisa mengolahnya, namun karena Ling Feng yang ingin menyerap nya. Tumbuhan Suci Kegelapan. Nama yang mewakili daripada kedua elemen yang sangat langka. Suci yang berarti cahaya, dan Kegelapan yang bayangan atau kegelapan itu sendiri.
Tumbuhan tersebut hanya dapat bisa diserap khasiatnya kecuali tubuh kultivator tersebut dapat menahan kedua elemen langka yang bergejolak itu. Itulah alasan Tua Tao tidak ingin Ling Feng menyerapnya.
Pada saat itu juga Ling Feng memberitahu tentang rahasia tubuh dirinya dan setelah mendengar itu, Tua Tao pun menghela nafas dan bersedia mengolah nya.
"Baiklah aku mengandalkan mu keberuntungan ku." Katanya lalu menelan kedua pil tersebut sekaligus dan langsung mengambil sikap lotus di tempat dan mulai berkonsentrasi terhadap pil yang mulai masuk ke dalam tubuhnya.
"Datang." Batin Ling Feng bersiap-siap dan seketika aura langit dan bumi langsung berkumpul cepat di sekitar tubuh Ling Feng dan mulai memasuki tubuhnya. "Ughhkkk benar-benar kekuatan yang sangat mengerikan…Inikah kekuatan daripada elemen yang tergolong langka." Batin Ling Feng menahan gejolak energi kuat dalam tubuhnya.
Bukan hanya dalam dirinya saja, Ling Feng juga harus mengatur aura langit bumi yang berpusat pada sekitar tubuhnya agar tidak memaksa masuk kedalam tubuhnya.
"Ingat Feng'er murid tengil ku…Kau harus membuat kedua elemen ini tidak saling mendominasi dalam tubuh mu. Usahakan sebisa mungkin untuk membuat gejolak kekuatan alam yang berada di dalam tubuh mu menjadi seimbang jika kau tidak ingin mati." Kata Tua Tao kala itu.
"Kenapa bayang-bayang orang tua sia*an itu yang muncul di pikiran ku…Tidak, aku harus fokus untuk menyeimbangkan satu sama lain jika tidak ingin tubuhku meledak." Batin Ling Feng berusaha fokus kembali.
Walaupun sulit untuk berkonsentrasi, Ling Feng tetap berusaha setenang mungkin. "Ughhkkk sungguh sulit." Batin Ling Feng wajahnya mulai terlihat pucat. Sampai terdengar suara tiba-tiba dibelakang tubuh nya. "Kau ini memang nekat ya…" Ucap sosok tersebut yang tidak lain Tua Tao dari belakang tubuh Ling Feng.
"Akan ku bantu." Kata Tua Tao lalu meletakkan telapak tangannya di belakang punggung Ling Feng mengalirkan Qi nya ke dalam tubuh Ling Feng. Seketika aura hangat yang sangat kuat mengelilingi sekujur tubuhnya dan membantu penyerapan dan penyeimbangan gejolak energi dalam tubuhnya.
"Dasar murid merepotkan." Gumam nya yang entah berapa kali telah di ucapkan kepada Ling Feng.
>>>>>>> Bersambung