Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Toko Antik Fen Xiang


Seorang pemuda dengan pakaian jubah hitam serta tudung hitamnya terlihat mencolok diantara kerumunan warga kota Anyi. Pemuda yang tidak lain adalah Ling Feng terlihat sedang berjalan santai sembari melihat sekeliling daripada kota Anyi. “Kota ini sudah banyak berubah ya...” Gumam Ling Feng sembari menatap sekeliling bangunan kota Anyi yang terlihat berbeda sebelum dirinya pergi melakukan pelatihan tertutup.


Walaupun terlihat ada beberapa bangunan yang berbeda, ingatan Ling Feng menuju tempat yang ia ingin kunjungi tentunya masih melekat jelas dalam pikirannya. Tempat yang ingin ia kunjungi tidaklah terlalu jauh dari tempat dirinya saat ini berpijak. Setelah beberapa menit berjalan santai, akhirnya ia pun sampai di sebuah bangunan. “Tempat ini masih sama tidak berubah sebelum aku pergi.” Ucapnya terkekeh lalu masuk ke dalam bangunan tersebut.


Kringgg...Kringgg...


Terlihat barang-barang aneh yang berada di atas furniture daripada toko tersebut. Terpajang juga di jajakan di tiap-tiap rak kayu di toko tersebut juga. Ling Feng yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala merasa aneh dengan barang-barang yang dijual di toko tersebut. “Sebenarnya apa yang dijual oleh orang ini sih...” Ucap Ling Feng menggeleng-gelengkan kepalanya aneh.


Pada saat Ling Feng sedang melihat-lihat barang-barang yang dijual di toko tersebut, seorang pria dengan perawakan tidak muda dan juga tidak terlihat tua datang mendekati. “Selamat datang di toko Antik Fen Xiang. Saya adalah manajer daripada toko ini, ada yang bisa saya bantu?” Ucap pria tersebut yang mengenalkan dirinya serta membuat Ling Feng langsung terbatuk-batuk ketika mendengar perkataan Lang Pang.


“Sebenarnya apa yang telah dipikirkan oleh orang tua ini?! Bagaimana bisa ia memikirkan nama tokonya seperti itu?! Dan lagi apa-apaan nama samaran itu? Bukankah itu hanya dibalik saja?” Batin Ling Feng tidak habis pikir. “Apakah ada masalah dengan apa yang telah kukatakan pelanggan?” Tanya Lang Pang yang sebenarnya adalah Pang Lang salah satu pengikut Ling Feng. Dirinya bertanya dengan nada tidak senang, karena anggapnya ia mengejek ketika dirinya menyebutkan nama dari toko tersebut.


Dirinya merasa tidak senang tentunya, karena ketika ia menyebutkan nama dari toko secara tidak langsung ia mengejek dari pemilik toko tersebut yang mana pemilik dari toko tersebut adalah Ling Feng itu sendiri yaitu, pemuda didepannya. Tentunya ia masih belum sadar dengan identitas dari pemuda berjubah didepannya ini, karena memang aura Ling Feng benar-benar tidak bisa dirasakan layaknya manusia biasa tanpa kultivasi.


“Ah maaf...Aku tidak bermaksud seperti itu hanya saja, bolehkah aku bertanya satu hal terlebih dahulu?” Tanya Ling Feng dengan suara yang disamarkan. Pang Lang berkata dengan raut wajahnya yang sudah gelap. “Jika pertanyaan mu layak di jawab maka akan ku jawab.” Kata Pang Lang tanpa ada sedikit keramahan sama sekali di wajahnya.


Ling Feng yang mengerti maksud dari perkataan Pang Lang hanya tersenyum dibalik tudung kepalanya lalu dengan lantang berkata, “Alasan apa yang membuat mu menggunakan nama tersebut untuk menamai toko ini?” Tanya Ling Feng.


Bammm...


Tepat sesaat setelah Ling Feng bertanya seperti itu, sebuah pukulan kuat melesat tepat mengarah ke wajahnya. Walaupun pukulan itu kuat, tetapi tidak bisa menjangkau atau mengenai wajah Ling Feng. “Maaf pelanggan. Pertanyaan Anda tidak layak untuk mendapatkan jawaban yang biasa.” Kata Pang Lang masih dengan raut wajah yang sama, namun di dalam hatinya sedikit terkejut dengan pemuda didepannya.


“Heh...Begitukah?” Kata Ling Feng dengan nada mengejek memprovokasi Pang Lang. Pang Lang yang sudah tidak peduli, menyerang kembali Ling Feng dengan tinjunya dan seluruh kekuatan yang ia punya.


Bammm...


Bammm...


Kali ini ia menjaga jarak dan penasaran dengan identitas orang bertudung didepannya. Ia lantas bertanya dengan nada yang serius. “Siapa kau Sebenarnya?” Tanya Pang Lang dengan nada yang serius. “Heh...Kau tidak ingin bertarung lagi? Padahal kau menyerang ku tanpa basa-basi?” Kata Ling Feng dengan suara yang disamarkan.


Pang Lang tidak menggubris perkataan Ling Feng dan kembali menanyakan pertanyaan yang sama. “Siapa kau sebenarnya? Dan ada perlu apa dengan diriku?” Ulang lagi Pang Lang dengan nada serius. Pang Lang sebenarnya sudah sedikit mempunyai dugaan identitas daripada orang bertudung didepan nya ini.


Akan tetapi, ia memutuskan untuk mengkonfirmasi nya secara langsung. Ling Feng yang menyadari bahwa Pang Lang mulai curiga dengan identitas nya tersenyum dibalik tudungnya, lantas berkata seraya melepaskan tudung di kepalanya.


"Bukankah kau sudah menduga-duga tentang identitas ku." Katanya seraya melepaskan tudung kepalanya serta, menggunakan suara aslinya. Ling Feng melempar senyum kepada Pang Lang dan berkata kembali, "Lama tidak berjumpa Paman Lang. Seperti nya kau sudah semakin kuat ya." Katanya lagi.


Hening…Pang Lang tidak bergeming membuat Ling Feng menatapnya heran dan hendak menyentuhnya, akan tetapi sedetik kemudian ia langsung mengambil sikap hormat dihadapan Ling Feng seraya berkata dengan nada tegas sekaligus bahagia juga. "Selamat datang kembali tuan muda. Pang Lang salah satu dari empat bersaudara datang menghadap kepada tuan muda." Kata Pang Lang.


Pang Lang yang melakukan hal tersebut membuat Ling Feng tersentak terkejut, karena pergerakan Pang Lang yang tiba-tiba. "Haihhh…Sudah dua tahun lamanya paman masih saja tidak berubah." Kata Ling Feng tersenyum lalu sedikit membungkuk membantu Pang Lang yang masih bersikukuh tetap dalam sikap hormat nya.


Pada saat itu, terdengar suara langkah kaki atau lebih tepatnya langkah yang sedang berlari. Ling Feng tentunya mendengar langkah kaki tersebut sontak refleks menoleh ke arah sumber suaranya kembali berkata disertai senyuman tercetak di wajahnya.


"Kalian semua sudah tumbuh besarnya…Sepertinya paman Lang benar-benar melatih kalian dengan baik." Kata Ling Feng sembari menoleh bertepatan sebuah belati dengan Qi kuat hampir mengenai leher miliknya.


Clangg...


"S-suara ini…." Kata yang keluar dari mulut seorang pemuda yang menyerang Ling Feng. Pemuda tersebut langsung mengambil jarak menatap wajah daripada orang yang ia serang.


Bahkan gerombolan lainnya yang berada di belakang pemuda tersebut menatap terkejut wajah orang tersebut. Walaupun penampilan banyak yang berubah, namun aura samar-samar serta wajahnya tidak banyak yang berubah.


"S-selamat datang kembali tuan muda Ling Feng." Ucap serempak segerombolan pemuda tersebut kepada Ling Feng.


>>>>> Bersambung