Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Pengganggu Yang Bukan Masalah


“Ya sebenarnya tidak harus bersumpah juga, untuk mendapatkan kepercayaan ku, namun aku suka cara mu itu.” Kata Ling Feng lalu memberikan sebuah kertas persegi panjang berwarna keemasan kepada pemimpin desa.


“Letakkan ini di tengah-tengah desa, jika desa ini sedang dalam bahaya.” Kata Ling Feng lalu naik ke atas kapal begitu saja.


>>>>>>______


Dua Hari kemudian


Dua hari berlalu begitu saja, semenjak mereka melakukan perjalanan air. Tinggal beberapa jam lagi sebelum kapal yang di tumpangi oleh Ling Feng dan yang lainnya akan sampai di sisi seberang, yaitu Kekaisaran Wu.


“Guru coba lihat ke sana!” Teriak bersemangat Hao Xiang seraya menunjukkan ke salah satu arah, Ling Feng pun sontak mengikuti arah yang di tunjukkan oleh Hao Xiang, dimana itu adalah tanah dari sisi seberang. Tidak hanya itu, Terlihat di sisi seberang ada sebuah dermaga tempat berlabuhnya sebuah kapal. Hao Xiang yang melihat sisi seberang itu, kedua matanya sontak berbinar dan langsung berlari ke bagian depan kapal supaya bisa melihatnya lebih jelas lagi.


“Salam tuan-tuan, dua jam lagi kita akan berlabuh di sisi seberang. Mohon untuk bersiap-siap.” Sapa salah satu awak kapal yang di pesan oleh pemimpin desa sebelumnya untuk mengantarkan mereka ke sisi seberang. Setidaknya pemimpin desa memesankan beberapa awak kapal untuk menemani Ling Feng, dan salah satu awak kapal itu ada yang berpenampilan berbeda dengan awak kapal lainnya, awak kapal itu di sebut sebagai kapten kapal.


Umur dari kapten kapal itu sendiri, terlihat tidak jauh berbeda dengan pemimpin desa. “Aku mengerti. Terima kasih sudah mengantarkan ku ke sisi seberang.” Kata Ling Feng yang langsung di balas gelengan kepala oleh kapten kapal yang menyapa Ling Feng tersebut.


“Tidak perlu berterima kasih tuan, sebaliknya kami yang harusnya berterima kasih, berkat Anda dan murid Anda, desa kami bisa terselamatkan.” Ucap kapten kapal tersebut dengan ramahnya. Ling Feng yang mendengar itu tersenyum, lalu ia pun menganggukkan kepalanya.


“Kapten gawat!” Teriak seorang awak kapal yang berlarian dengan cepat, menghampiri Ling Feng dan kapten kapal yang sedang berbicang-bincang, langsung menoleh ke arah sumber teriakan tersebut.


“Ada apa sampai-sampai kau berteriak sekencang itu?” Tanya kapten kapal pada anak buahnya yang panik kehabisan nafas, kapten kapal itu pun langsung menenangkan anak buahnya terlebih dahulu, Ling Feng yang penasaran pun juga ikut membantu kapten kapal dengan cari mengalirkan Qi nya ke dalam tubuh anak buah kapten kapal itu. Lalu setelah cukup tenang, barulah kapten kapal bertanya kepadanya.


“Baiklah katakan ada apa sampai-sampai kau berteriak panik seperti itu?” Kapten kapal menanyai pertanyaan yang sama.


“Bandit kapten! Bandit! Ada dua kapal bandit yang hendak menyergap kapal kita kapten.” Ujar anak buahnya itu dengan wajah gelisah. Langsung hening, setelah ia melaporkan hal itu kepada kapten kapal, dan keheningan itu berlangsung cukup lama, sampai kapten kapal pun kembali berkata, “Apakah keadaan gawatnya hanya itu saja?” Tanya kapten kapal yang refleks diangguki oleh anak buahnya itu.


Medengar hal itu kapten kapal pun langsung menghela nafas gusar seraya berkata kepada anak buahnya itu, “Haihhhh... Kukira ada keadaan gawat seperti apa, ternyata hanya itu saja.” Kata kapten kapal dengan nada kesal, yang membuat anak buahnya langsung mendongakkan kepalanya, terkejut melihat wajah kapten kapal yang hanya biasa saja, tidak panik sedikit pun.


Alih meresa panik, kapten kapal hanya biasa saja, bahkan terlihat melayangkan tatapan kesal kepada dirinya nya. “Tunggu, tunggu, tunggu?! Ini sekelompok bandit yang hendak merampok kapal kita loh, terlebih tidak hanya satu kapal saja, melainkan ada dua kapal sekaligus. Lantas kenapa kau masih terlihat begitu tenang dan biasa-biasa saja kapten?! Kita semua bisa mati loh!” Batin anak buahnya itu berkeringat dingin, memikirkan para bandit yang sebentar lagi akan merampok mereka.


“Kau pasti berpikir yang tidak-tidak dengan diriku, kan bocah bren*sek.” Kata kapten kapal menyipitkan tatapan, menatap tajam ke arah anak buahnya, yang mana apa yang dikatakan oleh kapten kapal membuat anak buahnya itu terkejut.


“T-tidak kok kapten, tidak. Mana ada aku sampai berpikiran seperti itu kok hehehe.” Sangkal anak buahnya itu seraya menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.


“Aduh kapten... Maafkan aku, atas kebodohan ku ini.” Kata anak buahnya mengaduh kesakitan lalu meminta maaf. Ia mengelus-elus puncak kepalanya yang terasa panas, akibat pukulan keras dari kapten nya itu.


“Memangnya kau tidak mendengarkan apa yang kukatakan kemarin-kemarin hahhh... Makanya kalau orang berbicara itu dengarkan bocah nakal!” Teriak lagi kapten kapal pada anak buahnya.


“Ah iya kapten, maafkan aku, maafkan aku, aku salah kapten.” Kata anak buahnya itu. Melihat tingkah anak buahnya itu, kapten kapal hanya mendengus kesal saja lalu melirik ke arah Ling Feng dan meminta maaf, atas sikap dan keteledoran anak buahnya.


Untuk anak buahnya itu semakin bingung dan tidak mengerti sama sekali maksud dari ucapan kaptennya itu. Lalu pada saat itulah, Ling Feng mengulurkan tangan kepada anak buah kapten kapal. Tepat ia melirik ke arah Ling Feng, pemuda itu sedang tersenyum kepadanya lalu tiba-tiba berkata, “Tidak perlu panik. Serahkan saja masalah ini kepada ku.” Kata Ling Feng, ia lantas membantu orang tersebut kembali berdiri.


Ling Feng lantas melangkah santai ke bagian depan kapal, kapten kapal dan anak buahnya yang tadi melapor mengekorinya di belakang. Lalu pada saat ketiganya sampai di bagian depan kapal, anak buah yang tadi melapor di buat terkejut dengan sebuah pemandangan yang tidak terduga oleh dirinya sama sekali.


Pasalnya, tepat di hadapan kapal mereka saat ini ada dua buah kapal bandit yang hendak menyergap kapal mereka, namun yang terlihat kali ini malah sebaliknya. Dua kapal bandit tersebut kini hanya tersisa puing-puingnya saja dan beberapa bagian yang sudah terbakar. Terlebih lagi, api yang membakar itu bukan api merah pada umum nya, melainkan api berwarna biru.


“A-apa-apaan ini?! Padahal beberapa detik yang lalu ada dua buah kapal di sini? T-tapi bagaimana bisa?!” Batin orang yang melapor tadi terkejut melihat pemandangan itu. Sampai keterkejutannya itu di jawab oleh perkataan Ling Feng.


“Ya sepertinya para bandit itu sudah terlebih dahulu di urus oleh murid ku. Lihatlah di atas sana.” Kata Ling Feng dengan tenang seraya menunjuk seorang remaja pria yang sedang terbang di udara mengepakkan sayap yang terbuat dari api.


Hao Xiang yang sedang terbang di udara pun melirik ke belakang, karena melihat salah satu dari ketiga orang tersebut adalah Ling Feng. Diri nya pun langsung turun kembali ke kapal.


“Aku sudah menghabisi dua kapal itu guru. Jujur saja, awal nya aku hendak berbicara dan mencoba bernegosiasi dengan mereka, bahwa kapal kita hanya ingin berlabuh saja di sisi seberang, namun secara tiba-tiba mereka melancarkan serangan kepadaku, jadi mau tidak mau langsung kubakar habis kedua kapal itu beserta awak kapalnya.” Kata Hao Xiang menjelaskan panjang lebar dengan mudahnya, tanpa kesulitan sama sekali.


Ling Feng yang melihat tingkah dari muridnya itu, hanya tersenyum seraya menggeleng-geleng kan kepalanya, dirinya pun sontak menjelaskan identitas dari dua kapal, yaitu bandit yang senantiasa membajak kapal-kapal yang melewati daerah tersebut.


Anak buah kapten tersebut pun di buat terdiam, karena memusnahkan dua kapal bandit tersebut terlihat sangat mudah dan tidak berarti apa-apa baginya.


“Ya baguslah, dengan ini kita bisa berlabuh ke sisi seberang dengan tenang dan tidak perlu khawatir lagi.” Kata Hao Xiang, yang seketika merasa bangga. Padahal jelas-jelas ia melakukan tindakan itu secara tidak sadar.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.