Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Menguji


“Heh...Kalian semakin tinggi ya padahal waktu sebelum aku pergi, tinggi kalian tidak lebih dari panjang kaki ku.” Kata Ling Feng terkekeh lalu memerintahkan seluruh anak-anak tersebut untuk bangkit. Ling Feng lantas memperhatikan satu persatu dari mereka yang telah berkembang pesat. Selain penampilannya yang berubah, kekuataan mereka juga meningkat pesat. “Ranah Kaisar bintang 1...Xiao pencapaian mu benar-benar diluar dugaan ku.” Kata Ling Feng menoleh kepada pemuda yang menyerangnya tadi. “Xiao akan berusaha untuk memenuhi ekspentasi tu-kakak.” Kata Xiao menunduk kembali masih merasa gugup.


Ling Feng melihat sikap Xiao yang masih canggung terhadapnya, hanya tersenyum lalu menepuk-nepuk puncak kepalanya seraya berkata, “Berbanggalah...Bagaimanapun juga untuk anak seusiamu pencapaian kultivasi mu itu merupakan hal yang sangat luar biasa.” Kata Ling Feng dengan lembut. Mendengar hal itu, Xiao pun tercerahkan dan detik itu juga merasa beban yang berada dipundaknya sedikit berkurang.


“Baik kakak” Kata Xiao singkat seraya tersenyum yang membuat seluruh orang yang berada disana terkejut. “Kau tampan juga bila tersenyum.” Kata Ling Feng melihat wajah Xiao yang terang-terangan tersenyum yang disetujui oleh semua orang. Padahal mereka yang berada disana sudah berusaha, akan tetapi tidak ada yang berhasil membuat Xiao sekedar menyinggungkan senyuman tipisnya.


Ling Feng lantas menyapu pandanganya ke yang lainnya. “Sudah dua tahun berlalu...Aku ingin tahu sudah sampai mana pencapaian yang telah kalian capai.” Kata Ling Feng menatap satu persatu sekelompok pemuda yang dua tahun sebelumnya masihlah anak-anak. “Maka kakak akan terkejut nantinya ketika mengetahui pencapaian kami.” Kata salah satu pemuda bernama Lie Huo yang diangguki oleh yang lainnya.


“Maka dari itu...” Kata Ling Feng menggantung lalu menjentikan jarinya yang membuat seluruh orang disana berpindah tempat dalam sekejap menjadi berada di hamparan padang rumput yang luas. “Tunjukan apa yang telah kalian peroleh selama dua tahun terakhir ini.” Kata Ling Feng disertai senyuman di wajahnya diikuti dengan lima pemuda memasang kuda-kuda menyerang.


-_-


Ren Hu yang telah selesai mengurus para prajurit kota langsung bergegas menyusul sesuai dengan arahan Ling Feng. “Toko Fen Xiang?” Kata Ren Hu merasa aneh dengan nama dari toko tersebut lalu masuk ke dalam toko tersebut. Sebelum masuk Ren Hu sempat merasakan beberapa aura, akan tetapi sedetik kemudian aura tersebut menghilang sekejap ketika ia membuka pintu toko tersebut. “Eh? Menghilang?” Gumamnya heran.


-_-


“Hachuu...Brrrrr...Siapa yang sedang mengumpati ku sih?!” Gumam Pang Lang merasakan bulu kunduknya berdiri.


“Kak kami tidak akan menahan diri loh.” Kata Lu Shui dengan wajah tenangnya. Kelima pemuda itu pun mengeluarkan senjatanya masing-masing. Xiao dengan dua pedang pendeknya, Lie Huo dengan sepasang sabit kembar dengan rantai, Lu Shui dengan tombak biru langitnya, Dian Ji dengan sepasang sarung tangan besi, dan Zhi Di dengan pedang cambuknya. Ling Feng menanggapi perkataan Lu Shui dengan perkataan, “Majulah.” Kata Ling Feng singkat membuat keempat pemuda dan seorang pemudi melesat menghilang dari pandangan Ling Feng.


Swussshhhh


“Lumayan” Satu kata yang keluar dari Ling Feng ketika melihat kecepatan reaksi pemuda dan pemudi tersebut. Hening seketika hanya terdengar suara angin yang menyapu rumput-rumput disana. Ling Feng tidak bergeming dari tempatnya berdiri kokoh disana. Sedetik kemudian langsung menatap tajam ke sisi kanannya yang bertepatan sebuah sabit melesat tipis melewati wajahnya.


Cranggggg


Clanggggg


“Hei apa-apaan itu?! Padahal aku sudah yakin sudah mengenai kakak.” Ucap Lie Huo terkejut ketika sabitnya ternyata tidak mengenai wajah Ling Feng ditahan dengan perisai Qi Ling Feng. Ling Feng lantas mengubah posisi tubuhnya menghadap Lie Huo, Lie Huo yang merasakan bahaya buru-buru hendak menjaga jarak. Akan tetapi sayang, “Kemana kau ingin pergi Lie Hou.” Kata Ling Feng memegang rantai dari sabit tersebut lalu menariknya membuat Lie Hou ikut terbawa.


Ling Feng tanpa basa-basi langsung melayangkan tinjunya kepada Lie Hou. Lie Hou yang menyadari bahaya tentunya tidak tinggal diam langsung memutar tubuhnya menggunakan sabit satunya untuk menahan tinju Ling Feng.


Bammmm


Seketika Lie Hou langsung terpental. Sabit yang awalnya dipegang Ling Feng pun ikut terlepas akibat dari benturan tinju dengan sabit Lie Hou. “Hohhh...Tidak buruk juga.” Kata Ling Feng mengapresiasi kecepatan Lie Hou yang tanggap. “Hehehe...Dua tahun ini bukan hanya kakak Xiao saja yang membuat pencapaian besar kakak.” Kata Lie Hou dengan puas.


Ling Feng tidak sempat menanggapi itu, karena keburu sebuah terjangan tombak mengarah cepat kepadanya.


Clebbb


Clebbb


Ling Feng menghindari dua serangan dengan mudah dan menangkap terjangan tombak Lu Shui yang terakhir. “Teknik yang bagus, tapi...Kau tidak menganggap bahwa ini akan berhasil melukai ku, kan.” Kata Ling Feng. “Tentu saja tidak kak.” Kata Lu Shui dengan cepat melepas tombaknya dan mengalirkan sejumlah Qi cukup banyak kedalam tombaknya mendorong Ling Feng.


Bammmm


Clabbb


Clabbb


Ctanggg


Ling Feng langsung menghempaskan tombak Lu Shui membuat sang empu ikut terhempas juga. “Tidak buruk, tetapi sayang...” Kata Ling Feng langsung dipotong oleh suara pemuda lainnnya. “Terlalu cepat untuk menyimpulkan semuanya kak.” Kata Dian Ji melesat cepat mengarah ke titik buta Ling Feng meninjunya.


Bammmm


“Pemilihan waktu yang bagus.” Puji Ling Feng menahan tinju Dian Ji di titik butanya menggunakan telapak tangannya. Kuterima pujiannya kak, tapi aku tidak akan berhenti.” Kata Dian Ji kembali melancarkan tinjunya.


Bughhkk


Bughhkk


Bughhkk


Pakkkkk


Pakkkkk


Pakkkkk


Dian Ji membelalakan matanya terkejut. “Yang benar saja?! Mana mungkin bisa seperti itu.” Kata yang keluar dari Dian Ji setelah melihat semua serangan tinjunya dapat ditahan dengan mudah walaupun di titik butanya.


“Tidak ada yang tidak mungkin, buktinya ada didepan mata mu.” Kata Ling Feng terkekeh dan tanpa basa-basi langsung melesatkan tinjunya ke arah Dian Ji dengan telak membuat sang empu terpental melesat kebelakang.


Bughhkk


Tepat setelah meninju Dian Ji, Xiao dan Zhi Di melesat dari arah berlawanan ke arah Ling Feng dengan senjata masing-masing mengarah ke Ling Feng. Ling Feng tersenyum menanggapi itu.


Shringgg


Ctarrrrr


“Kalian semua benar-benar tidak memberi nafas kepada ku bahkan sedetik pun.” Kata Ling Feng yang kini melayang di langit-langit membuat pasang mata sekelompok pemuda pemudi tersebut mendongakan kepala menatapnya serius.


“Baiklah sekarang giliran kakak tertua kalian untuk memberikan pelajaran penting kepada kalian, bersiap-siaplah.” Kata Ling Feng tersenyum lebar yang lebih tepatnya disebut dengan seringai yang lebar membuat sekelompok pemuda itu merasakan firasat buruk yang sebentar lagi terjadi.


>>>>> Bersambung