Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Tidak Lebih dari Sekedar Permainan Anak-anak


“Dasar bodoh.” Ucap Ling Feng


Ctangggg


“Bagaimana mungkin?!” Kata-kata terkejut yang keluar dari mulut Ju Yao, ketika Ling Feng dengan mudah menahan serangannya.


>>>>>>>_______


Ju Yao terkejut bukan main, bahkan bukan hanya Ju Yao saja. Para tetua yang menonton pun sama terkejutnya. Pasalnya Ling Feng menahan serangan dari seorang yang berada di ranah langit, hanya dengan mengayunkan pedangnya biasa saja. Ju Yao pun sontak menjaga jarak, pikirannya benar-benar dibuat kacau oleh Ling Feng.


“Tidak mungkin! Tidak mungkin! Tidak mungkin! Tidak mungkin?!” Batin Ju Yao yang memasang ekspresi sangat jelek di wajahnya. Ling Feng sendiri hanya bersikap biasa saja, lalu dengan santainya berkata, “Apakah kau sudah selesai?” Katanya tanpa beban dan terdengar jelas, tidak mengandung emosi sama sekali dari nada bicaranya.


“Apa kau bilang tadi?” Kata Ju Yao dengan penekanan di setiap ucapannya. Seluruh tubuhnya bergetar, berteriak keras marah, karena nada bicara Ling Feng terdengar menghina dirinya, yang padahal Ling Feng sendiri, tidak sedikit pun memandang pemuda tersebut.


“Aku bilang, apakah kau sudah selesai, jika iya aku tidak ingin membuang-buang waktu ku lagi.” Ucap Ling Feng mengulang perkataannya.


Degghhh... Degghhh...


“Kepa*at! Aku akan membunuhmu saat ini juga!” Teriak Ju Yao merasa sangat marah menerjang kepada Ling Feng.


Shringggg


Ju Yao benar-benar sangat agresif menyerang kepada Ling Feng, walaupun dirinya saat ini sedang tenggelam dalam amarahnya, namun pergerakan nya masih sangat terasah, dan tidaak ceroboh menyerang membabi buta. Tubuhnya seakan-akan mempunyai pikiran nya sendiri, dan tidak ikut termakan nafsu. Ling Feng bergerak ke sana kemari menyusuri arena, ia tidak berniat untuk langsung menyerang Ju Yao, karena melihat Ju Yao saat ini, dirinya sedikit tertarik dan ingin melihat sampai sejauh mana bisa bertahan.


Pertarungannya sangat intens, bahkan nyaris tidak bisa di lihat oleh mata telanjang. Semua para penonton berteriak kencang, mengapresiasi pertarungan menakjubkan yang saat ini sedang terjadi di hadapan nya.


Bahkan para tamu di tempat duduk VIP sudah memandang takjub ke arena pertarungan. Mereka tidak menyangka sama sekali, pertarungan yang berada di ranah langit bisa sampai seintens ini. Terlebih lagi mereka menaruh perhatian kepada Ling Feng. Bahkan tidak sedikit para tetua yang merasa iri dengan pihak kekaisaran Han yang ternyata menyembunyikan jenius seperti ini.


“Sungguh menakjubkan. Siapa sebenarnya pemuda bertopeng ini? Padahal ranahnya hanya berada di ranah langit bintang satu, namun aku baru tahu bahwa pergerakan ranah langit bisa secepat itu.”


“Anda benar tetua. Sungguh tidak terduga sama sekali. Mau dilihat bagaimana pun tetap saja mustahil, namun saat ini aku benar-benar di cerahkan oleh pemuda misterius itu. Jika ada pemuda sekuat ini di kekaisaran Han, kenapa namanya masih belum terdengar?”


“Ya mau bagaimana lagi. Pemuda itu tidak suka di kekang. Ia hanya akan melakukan apa yang ingin di lakukan saja. Terlebih lagi ia tidak suka menarik perhatian, dan tidak akan melakukan sesuatu, apabila sesuatu itu tidak menguntungkan baginya.” Jawab Tetua Sang yang dihujani berbagai macam pertanyaan oleh para tetua di sana.


>>>>>>_______


“Paman apakah saudara bisa menang melawan jenius dari perwakilan kekaisaran Wei itu?” Tanya Han Shen. Tetua Han yang mendengar pertanyaan itu sontak menggelengkan kepalanya, “Aku tidak tahu Shen’er. Jujur saja jika melihat dari ranahnya saat ini, jelas-jelas tidak mungkin baginya untuk menang, namun aku juga tidak tahu pasti mana yang akan menang nantinya.” Jawab ambigu Tetua Han.


“Kakak pasti menang. Aku yang paling tahu sekuat apa kakak itu. Ia tidak mungkin kalah.” Bing Jiao yang tiba-tiba ikut berbicara dengan nada tegas dan sangat yakin.


“Nona muda ini benar. Ling Feng tidak mungkin kalah. Apalagi lawannya hanya seorang tuan muda manja dari sekte besar.” Ucap Ren Hu yang secara tiba-tiba muncul, membuat ketiga orang yang berada di sana terkejut dengan kehadiran dirinya yang tiba-tiba melirik kepadanya.


“Bukankah kalian berdua juga mengetahui hal itu. Bagi Ling Feng, turnamen ini tidak lebih dari permainan anak-anak saja.” Tambah Ren Hu. Mendengar hal itu, Tetua Han dan Han Shen saling tatap. Jika dipikir-pikir kembali, memang tidak mungkin seorang pemuda yang membuat para perwakilan naik tingkat hanya dalam sehari saja adalah orang yang mudah dikalahkan.


“Ya kalau tidak percaya ya sudah. Aku hanya mengatakan apa yang ingin kukatakan saja.” Ucap Ren Hu seraya menoleh ke arah salah satu meja judi di bangku penonton. Ia menyeringai di balik cadarnya, dan langsung menghilang pergi ke tempat perjudian tersebut, dengan bertaruh kepada Ling Feng tentunya.


>>>>>>______


Kembali ke Arena Pertandingan


Sudah hampir tiga puluh menit keduanya jual beli serangan, dan Ju Yao menyerangnya dengan tidak memberikan jeda sama sekali. Ling Feng menahan semua serangan pedang yang di arahkan kepadanya, dan tepat di serangan terakhir ia langsung menghempaskan Ju Yao membuatnya terpental dua menter kebelakang.


Shringggg


Shringggg


Swusshhh


Para penonton yang melihat serangan tersebut terkejut, pasalnya panas yang dipancarkan dari tebasan pedang tersebut sampai-sampai dapat di rasakan sampai ke area para penonton.


Ling Feng yang melihat itu hanya berdiri dengan tenang. Ia sontak mengangkat pedangnya dengan satu tangan. Tepat sebelum serangan Ju Yao hendak sampai kepadanya, Ling Feng mengayunkan pedangnya vertikal, membelah serangan Ju Yao menjadi dua, membuat kawah kecil di sisi kanan dan kirinya Ling Feng.


Booommm


Booommm


“Kepar*at! Aku tidak menerimanya! Aku tidak menerimanya!” Teriak Ju Yao. Melihat Ling Feng menahan seluruh serangan nya dengan mudah, membuat Ju Yao merasa semakin marah dan benci di dalam hatinya. Tanpa pikir panjang lagi, ia langsung melesat ke arah Ling Feng seraya berteriak marah.


“Bajin*an! Kepa*at! Matilah kau!” Teriak Ju Yao maju ke arah Ling Feng. Ia benar-benar sudah kehilangan kendali saat ini. Ling Feng yang melihat itu menghela nafas pendek seraya bergumam pelan, “Sudah berakhir, kah... Ya tidak buruk. Aku cukup terhibur selama setengah jam ini. Sebagai gantinya, aku akan menunjukkan satu gerakan kepadamu.” Gumam Ling Feng pelan.


Ling Feng mengambil kuda-kuda berpedangnya, Ju Yao melihat itu mempercepat lagi langkahnya, namun sayang telah terlambat.


“Teknik Halilintar Langit gerakan kedua: Tebasan Kilat Petir.” Ucap Ling Feng seraya menarik pedang nya dalam sekejap bergerak begitu saja melewati Ju Yao, yang seketika langsung berhenti bergerak sesaat sebelum berhasil mengayunkan pedangnya ke arah Ling Feng.


Shringggg


Ctaaarrrr


Arena langsung terguncang cukup dahsyat, dengan Ju Yao sebagai pusat dari guncangan tersebut. Beberapa detik kemudian, kawah kecil pun tercipta dengan Ju Yao sebagai pusatnya. Ia jatuh tergeletak tidak sadarkan diri di dalam kawah tersebut. Terlihat pakaiannya robek sana sini, namun tidak sampai membahayakan nyawanya, karena Ling Feng juga tidak menggunakan seluruh tenaganya, terlebih lagi Ju Yao juga menggunakan artefak pertahanan yang berupa armor.


Hening sesaat. Semua orang yang ada di sana di buat terdiam oleh serangan Ling Feng. Bahkan para tetua memasang ekspresi terkejut, karena tidak bisa melihat tebasan pedang Ling Feng saking cepatnya. Ling Feng yang melihat reaksi tersebut pun tersenyum masam, merasa sangat menyesal sekarang.


“Jika tahu begini jadinya, seharusnya tidak usah kukeluarkan saja.” Batin Ling Feng tersenyum masam.


“P-perwakilan Kekaisaran Wei tidak bisa bertarung lagi. P-pemenangnya adalah pihak dari kekaisaran Han.” Teriak wasit yang gugup, tersadar dari keterkejutan nya. “Pertandingan kali ini juga sebagai penutup untuk turnamen di hari pertama, dan akan di lanjutkan kembali besok.” Tambah wasit tersebut dan baru beberapa saat kemudian, teriakan para penonton pecah.


“Menang! Pemuda itu menang melawan orang yang tingkatnya lebih tinggi darinya.”


“Sungguh turnamen kali ini benar-benar tidak terduga sama sekali.”


“Hebat! Sungguh hebat sekali orang bertopeng itu hahahaha!”


Semua orang bereaksi heboh di sana kecuali, dua orang wanita yang memasang ekspresi terkejut tidak menyangka ketika melihat serangan terakhir yang pemuda bertopeng itu lancarkan.


“K-kakak Xian. T-teknik itu, kuda-kuda itu, gaya berpedang itu, kan. T-tidak salah lagi mirip dengan Kakak Feng.” Ucap Lin kecil terkejut ketika melihat serangan tersebut. Bahkan saking terkejutnya, ia sampai menjatuhkan cemilan yang sedang ia pegang saat ini.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.