Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Mendapatkan Api Phoenix


Sedikit demi sedikit juga ingatan-ingatan baru muncul di kepala Hao Xiang. Dirinya saat ini mengabaikan ingatan-ingatan yang masuk itu dan lebih fokus untuk bertahan agar tidak kehilangan kesadaran.


"Akhhhhhhhhhhhhhhh kakak ini sakit sekali !!!!" teriak Hao Xiang. Ling Feng yang mendengar itu langsung berkata dengan tegas.


"Jangan berteriak tahan saja supaya tidak kelelahan." ucap Ling Feng yang terus menerus mengalirkan qi nya untuk membuka segel. Hao Xiang yang mendengar itu hanya mengatupkan mulutnya rapat-rapat dan menggertakkan giginya untuk menahan rasa sakit itu.


Setelah hampir lima belas menit mengalirkan qi terus menerus, segel yang terdapat dalam tubuh Hao Xiang pun mulai retak. Ling Feng yang mengetahui itu tidak berhenti-henti mengalirkan qi nya. Aura panas juga sudah mulai terasa disekitar Hao Xiang sedikit demi sedikit. Setelah menghabiskan waktu hampir satu jam akhirnya segel itu hancur sepenuhnya.


Booooommmm


Aura kuat nan panas keluar dari tubuh Hao Xiang. Ling Feng yang sudah merasakan itu langsung menjauh dari sana. Berdiri disamping To Mu yang sudah memperhatikan semenjak ritual tersebut dimulai.


"Aura panas yang luar biasa memang beast legenda Phoenix tidak sekedar omong kosong belaka." ucap To Mu melihat aura panas berkumpul didekat Hao Xiang. Ling Feng sendiri hanya diam memperhatikan saja.


"Sekarang Tinggal bagaimana kau bisa menguasainya." batin Ling Feng memandang Serius Hao Xiang.


Hao Xiang sendiri sudah tidak merasakan sakit kembali melainkan rasa hangat dan nyaman disertai berbagai ingatan-ingatan kehidupan dahulunya. Hao Xiang terus menerus mencerna tentang ingatan dahulunya dan sampai dirinya ditarik ke alam bawah sadarnya.


Alam bawah sadar Hao Xiang


Hao Xiang yang ditarik ke alam bawah sadarnya langsung membuka matanya kembali. Kini didepannya sudah terlihat seekor Phoenix seukuran Naga Azure yang sedang menatapnya. Hao Xiang yang ditatap seperti itu entah kenapa merasa sangat kecil namun tidak ada rasa takut sama sekali.


"Jadi aku adalah reinkarnasi dari Phoenix....Kakak sepertinya sudah tau bahwa aku adalah seorang reinkarnasi." gumam Hao Xiang manggut-manggut.


"Baiklah jadi ada perlu apa kau memanggilku kemari ?" tanya Hao Xiang kepada Phoenix yang menatapnya terus menerus. Phoenix itu hanya diam lalu berkata dengan suara beratnya.


"Sebenarnya segel ini akan lepas sendiri jika kau sudah berumur sepuluh tahun, namun siapa sangka ada yang bisa menghancurkan segel yang kubuat ini." ucap Phoenix tersebut dengan suara berat. Hao Xiang yang mendengar itu mengkerutkan keningnya.


"Hei, bukankah itu terlalu lama ? Kau mengatur reinkarnasi selanjutnya sedemikian rupa apakah kau tidak mengetahui apa yang dirasakan ?" ucap Hao Xiang yang kesal dengan Phoenix didepannya itu. Phoenix itu hanya diam saja tidak menjawabnya.


"Apakah kau tau rasanya melihat orang yang kau sayangi mati dihadapan mu tanpa bisa melakukan apa-apa ?" ucap Hao Xiang lagi membuat Phoenix itu terdiam tidak menjawab.


"Sedih, marah, tidak berguna, tidak dapat melakukan apa-apa, apakah kau tau rasa itu ?" ucap Hao Xiang sedikit meninggikan nadanya. Phoenix itu hanya diam saja tidak bisa menjawab.


Melihat Phoenix itu hanya diam saja Hao Xiang menjadi kesal namun tidak berkata kembali dan hanya mengumpat kesal.


"Jadi kenapa kau memanggil ku kesini, kau pasti punya sesuatu yang harus dilakukan kan terhadap reinkarnasi mu." ucap Hao Xiang acuh tak acuh. Phoenix yang mendengar itu pertama diam lalu berkata.


"Tubuhmu belum bisa menanggung semuanya, apakah kau yakin bisa melakukan hal itu." ucap Phoenix tersebut dengan suara beratnya. Hao Xiang yang mendengar itu hanya terkekeh saja.


"Aku tidak akan bilang seperti itu jika aku tidak bisa melakukannya." kata Hao Xiang terkekeh meremehkan. Phoenix itu yang melihat bahwa Hao Xiang meremehkannya sedikit kesal.


"Lakukan saja Phoenix Tua. Aku tidak takut sama sekali." ucap Hao Xiang sembari terkekeh sinis. Phoenix tersebut yang mendengar itu langsung menyemburkan api biru dari mulutnya ke arah Hao Xiang.


"Tidak kusangka bahwa Reinkarnasi ku, aku sendiri yang membuatnya mengalami hal seperti itu." batin Phoenix itu namun sedikit tersenyum simpul lalu memandang ke atas. Phoenix itu mengetahui bahwa dirinya sedang diawasi oleh Ling Feng saat ini.


"Terimalah jika kau mampu. Jangan sampai mati bocah......Buktikan perkataan angkuhmu tadi. Serta Buktikan ke orang itu bahwa kau mampu menghadapinya." ucap Phoenix tersebut lalu perlahan-lahan berubah menjadi butiran cahaya dan terbang ke Hao Xiang.


Hao Xiang sendiri sedang fokus menjinakkan api yang diberikan Phoenix kepadanya. Dirinya tidak langsung melawan diawal melainkan menunggu momentumnya. Setelah hampir menghabiskan dua batang dupa merasakan dipanggang oleh api biru. Momentum yang ditunggu akhirnya telah datang.


"Api kecil......Kau itu harus tunduk terhadap Tuanmu." kata Hao Xiang langsung menggunakan seluruh kekuatannya, dominasinya dan qi yang diberikan Oleh Ling Feng kepadanya.


Seketika api biru itu yang awalnya sangat ganas dan memberontak kini sudah menjadi tenang dan menghangatkan.


"Huhhhhh, akhirnya selesai juga." Hao Xiang tergeletak di alam bawah sadarnya tidak sadarkan diri. Setelah perlawanan mewarisi kekuatan Phoenix selesai Hao Xiang kembali ditarik ke tubuh utamanya.


Booooommmm


Booooommmm


Booooommmm


Booooommmm


Ling Feng dan To Mu yang melihat itu tersenyum simpul bahwa Hao Xiang berhasil melewati ujian dan telah berhasil mendapatkan warisan Phoenix sepenuhnya.


Setelah Ledakan beruntun tersebut selesai, terlihat Hao Xian yang tidak sadarkan diri. Penampilan Hao Xiang kini juga sudah berubah. Walaupun umurnya belum mencapai sepuluh tahun, namun tinggi badannya seperti anak berumur sepuluh tahun keatas. Bukan hanya itu saja, bahkan kini Hao Xiang sudah mempunyai paras jauh lebih tampan setelah menerima warisan Phoenix. Penampilan Hao Xiang berubah 180 derajat sekarang daripada yang dulu.


"Anak yang tangguh. Sepertinya dia sudah pernah mengalami putus asa yang membuat dirinya bertekad menjadi lebih kuat." gumam Ling Feng diangguki oleh To Mu yang mendengar gumaman itu. Ling Feng mendekati Hao Xiang diikuti To Mu dibelakangnya.


"Paman bersihkan tubuhnya dahulu. Biarkan dirinya istirahat." ucap Ling Feng sembari memberikan Pakaian ganti kepada Hao Xiang. To Mu yang mendengar itu langsung membopong Hao Xiang membawanya ke sungai danau yang tidak jauh dari sana.


"Hao Xiang, Reinkarnasi dari Beast Legenda Phoenix abadi. Sungguh keberuntungan yang tidak terduga." gumam Ling Feng tersenyum dibalik penutup wajahnya.


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )


( Blizzardauthor)