Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Jadi Siapa Yang Kejam ?


"Cihhhhh, dalam mimpi mu." Decak ketua mata-mata tersebut menatap Long Tian meremehkan lalu berkata kembali, "Lebih baik aku mati saja daripada harus memberitahukannya kepada kalian." Kata ketua mata-mata tersebut menatap remeh Long Tian. Mendengar hal itu, senyuman Long Tian masih terlihat diwajahnya, namun daripada dibilang senyuman, seringai lebih tepat disebutnya.


"Hehhhhh siapa bilang kau bisa mati semudah itu." Ucap Long Tian terkekeh mendengar perkataan ketua mata-mata tersebut.


"Sial ini buruk" Batin Ketua mata-mata tersebut bersiap ingin menggertakkan giginya, namun sayang sebelum ketua mata-mata itu menggertakkan giginya, Long Tian sudah lebih dahulu mencengkeram rahang ketua mata-mata tersebut.


"Apa yang ingin kau lakukan dengan bersiap-siap menggertakkan gigi mu ke-tu-a." bisik Long Tian ditelinga ketua mata-mata tersebut. Ketua mata-mata itu langsung berusaha meronta-ronta, namun tenaga Long Tian yang sangat kuat membuat dirinya tidak bisa berbuat apapun.


"Sudah kubilang, kan. Kau tidak akan kubiarkan mati dengan mudah sebelum aku puas." Bisik Long Tian ditelinga ketua mata-mata tersebut sembari memperkuat cengkraman rahangnya membuat ketua tersebut merasakan tulang rahangnya hampir hancur akibat dari cengkeraman Long Tian.


"Kau ingin mati menggunakan racun yang berada di salah satu gigimu, kan." Ucap Long berkata tepat didepan wajahnya membuat ketua mata-mata membelalakkan matanya terkejut. Melihat reaksi tersebut, Long Tian terkekeh lalu berkata kembali, "Melihat dari reaksi mu ternyata aku benar ya." Ucap Long Tian menurunkan ketua mata-mata tersebut lalu menendang salah satu kakinya membuat mata-mata langsung bertekuk lutut.


Setelah melakukan hal tersebut salah satu lengannya masuk kedalam mulut mata-mata itu mengambil gigi yang didalamnya tersembunyi racun tersebut.


"Baiklah racun sudah hilang, jadi jangan harap untuk bisa mati dengan mudah." Kata Long Tian menyeringai lebar. Membuat mata-mata tersebut menggertakkan giginya mengepalkan tangannya kuat-kuat.


"Awalnya aku ingin langsung membunuh, tetapi setelah melihat sikap mu ini aku sedikit tertarik dengan mu bocah." Ucap Long Tian terkekeh melihat wajah ketua mata-mata tersebut. Walaupun sudah terpojok, mata-mata tersebut tidak menunjukkan raut wajah putus asa sama sekali. Melihat itu Long Tian menjadi sangat bersemangat, karena menyiksa orang yang keras kepala seperti ini adalah salah satu alasan Long Tian tidak membiarkan musuhnya mati dengan mudah.


Walaupun sudah terpojok seperti itu, ketua mata-mata tersebut tidak menunjukkan raut putus asa sama sekali. Bahkan sekarang ia tertawa terbahak-bahak sembari berkata meneriaki Long Tian.


"Hahahahahaha memang kalian sangat kuat dan aku pasti akan mati disini, tetapi jangan harap kalian bisa mengorek satu pun informasi dariku. Walaupun aku mati saat ini sekte bayangan pasti akan membantuku membalaskan dendam ini dan pada saat itu kau dan pemuda itu akan mati hahahaha." Kata ketua mata-mata tersebut tertawa terbahak-bahak.


Long Tian yang mendengar itu hanya tertawa sinis mendengar perkataan mata-mata tersebut membuat ketua mata-mata tersebut yang awalnya tertawa terbahak-bahak kini menjadi kesal melihat tawa sinis keluar dari mulut Long Tian.


"Hahahaha sekelompok sekte sampah itu ingin membunuh ku ? jangan bercanda, jangan bercanda. Sekte sampah mu itu tidak termasuk sama sekali dalam pandangan mataku, bahkan jika aku ingin membunuh sekelompok sampah seperti kalian tidak sulit sama sekali." Kata Long Tian terkekeh sinis. Mendengar hal itu mata-mata tersebut tidak terima ingin bangkit, namun langsung ditekan oleh aura Long Tian.


"Hehhhhh siapa yang menyuruh mu untuk bangkit sampah rendahan." Ucap Long Tian dingin acuh tak acuh mengeluarkan aura kultivasi menekan mata-mata tersebut yang ingin bangkit, namun langsung dibuat bertekuk lutut kembali.


"Haihhhhh paman terlalu kejam yang ada orang itu mati terlebih dahulu sebelum memberikan informasi yang kita butuhkan" Ucap pemuda yang tiba-tiba muncul yang tidak lain pemuda itu adalah Ling Feng.


"Tenang saja Feng'er aku akan sedikit berbelas kasih kepada sampah ini." Ucap Long Tian terkekeh. Ling Feng yang mendengar itu menghela nafas lalu berkata kembali, "Begini saja biarkan aku yang mengurus ini." Ucap Ling Feng. Mendengar hal itu Long Tian ingin protes, tetapi Ling Feng langsung berkata. "Paman menang taruhan 5 kendi arak terbaik aku yang traktir." Ucap Ling Feng bernegosiasi. Mendengar hal itu Long Tian sedikit berpikir lalu berkata.


"10 Kendi arak atau tidak sama sekali." Long Tian menawar. Ling Feng yang mendengar itu menghela nafas panjang mengiyakan permintaan Long Tian.


"Iya Baiklah, 10 Kendi arak tidak lebih tidak kurang." Ucap Ling Feng pasrah. Long Tian yang mendengar itu tersenyum lebar mundur kebelakang lalu berkata, "Baiklah kalau begitu aku tidak akan mencampuri lagi." Ucap Long Tian mundur menarik kembali auranya. Mata-mata tersebut yang ditekan oleh Long Tian sedikit bisa bernafas lega, mungkin.


Ling Feng langsung mendekati mata-mata tersebut memandangi nya. Mata-mata tersebut refleks mendongakan kepalanya memandang wajah Ling Feng yang tidak jelas, karena matahari yang cerah.


"Beritahu aku kemana arah menuju kota terdekat." Ucap Ling Feng acuh tak acuh. Mendengar hal itu mata-mata tersebut masih bersikukuh enggan untuk menjawab. Merasa tidak ada jawaban Ling Feng mengeluarkan Pedang Hitamnya langsung memotong satu jari dari sepuluh jari mata-mata tersebut. Spontan mata-mata tersebut langsung berteriak sangat keras. Selain sudah lelah di tekan oleh Long Tian sebelumnya, kini berhadapan dengan Ling Feng yang tidak segan-segan sama sekali.


"Aku tidak akan mengulangi pertanyaannya ku lagi. Katakan kemana." Ucap Ling Feng masih tak acuh. Mata-mata tersebut nafasnya sedikit memburu mengalirkan sedikit Qi ke jarinya yang sudah dipotong oleh Ling Feng.


"Jika kau memberitahu kemana arah menuju kota terdekat rasa sakit yang kau alami akan berakhir." Ucap Ling Feng sedikit bernegosiasi. Mata-mata tersebut hanya diam saja memandang Ling Feng dengan nafas yang memburu.


"Kau sendiri yang memintanya" Kata Ling Feng kembali memotong jari kedua mata-mata tersebut dan sekali lagi mata-mata tersebut berteriak. Ling Feng sengaja tidak menekan mata-mata tersebut, karena jika sudah ditekan nantinya tidak akan bisa berteriak dan hal itu akan membosankan toh juga tidak berguna menekan orang yang sudah lemah.


Long Tian yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya bergumam, "Padahal dia yang bilang aku terlalu kejam, jika dibandingkan diriku kaulah yang paling kejam Feng'er." Gumam Long Tian melihat Ling Feng memotong jari-jari tangan mata-mata tersebut dengan wajah acuh tak acuh.


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )


( Blizzardauthor)