
Sampai kemudian, apa yang di katakan oleh wanita itu selanjut nya membuat Ling Feng tersentak kaget, “Ah Tuan Feng kamu sudah datang, ayo silahkan masuk. Kita membicarakan nya di dalam ruanganku saja.” Ucap Zhi Yan dengan tutur kata yang lembut, mengajak Ling Feng
“Eh?!”
>>>>>>______
Ling Feng terkejut awal nya dengan apa yang dikatakan oleh wanita tersebut, sampai dirinya pun merasakan ada hawa keberadaan lain di dalam ruangan Zhi Yan, Terlihat Ling Feng memasang ekspresi rumit sangat jelas di wajahnya, namun beberapa detik kemudian kembali seperti semula. Ia pun masuk ke dalam ruangan Zhi Yan, tepat ia masuk ke dalam ruangan Zhi Yan, dirinya melihat seorang wanita yang tengah meminum teh dengan sangat anggun.
Kecantikan wanita tersebut tidak berbeda jauh dengan Zhi Yan, dengan pakaian putih polosnya yang mencolok, menambahkan kesan anggunnya. Lalu ditambah dengan rambut hitam panjangnya yang di biarkan terurai, membuat kecantikannya semakin bersinar. Walaupun begitu, Ling Feng terlihat biasa saja dan tidak tertarik dengan wanita tersebut.
Tidak sengaja pandangan dari keduanya bertemu, Ling Feng yang terlebih dahulu memutuskan pandangan nya terlebih dahulu, dan diikuti dengan wanita tersebut seraya tersenyum anggun kepadanya. Zhi Yan yang sudah datang pun langsung memperkenalkan wanita tersebut kepada Ling Feng, dan memperkenalkan Ling Feng kepada wanita tersebut.
Ling Feng cukup terkejut ketika mendengar identitas asli dari wanita tersebut yang ternyata adalah seorang putri dari Kekaisaran Wu. Awalnya ia memang menyangka, bahwa ada bangsawan lainnya atau teman dari Zhi Yan yang datang berkunjung, namun ia benar-benar tidak menduga bahwa orang itu adalah seorang putri kekaisaran.
“Ya wajar saja mereka curiga dengan ku.” Batin Ling Feng, mengingat penampilan nya yang memang mencurigakan.
“Salam Tuan Feng, namaku adalah Wu Nuan. Aku sudah mendengar banyak cerita dari Saudari Yan tentang dirimu, terima kasih sudah membantu saudari ku dalam kesulitan kala itu.” Ucap wanita tersebut memperkenalkan diri nya yang bernama Wu Nuan. Terlihat wanita tersebut menatap Ling Feng dengan pandangan yang sulit diartikan, walaupun begitu Ling Feng mengabaikan tatapan intens putri kekaisaran itu dan memperkenalkan dirinya.
“Salam putri Wu Nuan, namaku Feng, merupakan suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda. Lalu, anda terlalu menganggap tinggi diriku. Terlebih lagi bukan aku yang membantu kala itu, melainkan muridku. Aku kala tidak melakukan apapun di saat kejadian itu.” Ucap Ling Feng dengan formal tentunya.
“Ya itu menurut dirimu, tapi tidak terlihat begitu bagiku. Ah ya, aku berharap Tuan Feng tidak berbicara formal dengan diriku, terlepas dari identitas ku, mari kita berbicara senyaman nya saja. Panggil saja saudari.” Ucap Wu Nuan seraya tersenyum penuh arti. Ling Feng menatap Wu Nuan dalam diam beberapa detik sampai kemudian ia pun berkata, “Baiklah jika itu yang Saudari Wu inginkan.” Ucap Ling Feng menganggukkan kepalanya, dirinya juga berkata kepada dua wanita itu untuk tidak memanggilnya tuan, karena umur keduanya tidak terpaut jauh.
“Baiklah Saudara Feng. Apakah yang ingin kamu bicarakan denganku?” Tanya Zhi Yan berterus terang kepada Ling Feng. “Aku ingin berbicara mengenai tawaran mu siang hari tadi.” Jawab Ling Feng.
“Hohhhh jadi Saudara Feng tertarik untuk datang ke Perjamuan besok?” Tanya Zhi Yan yang dianggukki oleh Ling Feng. Terlihat wanita tersebut sedang menyeduh teh, dan menuangkan nya ke dalam cangkir Ling Feng. “Ya anggap saja seperti itu Saudari Zhi.” Jawab Ling Feng seraya mengedikan kedua bahunya, lalu mengucapkan terima kasih kepada Zhi Yan dan menyesap teh yang diseduh oleh wanita tersebut. Ling Feng tidak bisa mengatakan alasan sebenarnya, karena pikirnya semakin sedikit orang yang tahu, semakin baik.
“Perjamuan? Apakah perjamuan yang saudari maksud itu adalah perjamuan yang diadakan oleh anak wali kota ini?” Tanya Wu Nuan kepada Zhi Yan dan langsung dianggukki oleh wanita tersebut.
“Hehhh begitu rupanya ya. Jadi, apa yang membuat Saudara Feng yang awalnya tidak tertarik untuk datang, kini menjadi tertarik untuk menghadiri jamuan tersebut?” Tanya Wu Nian kepada Ling Feng, masih dengan senyuman serta sebuah tatapan kepadanya, diikuti dengan Zhi Yan yang juga menatap kepadanya, merasa penasaran dengan hal tersebut.
Ketiganya berbincang-bincang sejenak, sampai kemudian Ling Feng berpamitan pada kedua wanita itu, memutuskan untuk kembali ke ruangannya. “Ah Saudara Feng tunggu sebentar dulu.” Ucap Zhi Yan membuat langkah kaki Ling Feng terhenti, dan menoleh ke arahnya.
“Ini undangan nya. Jika kamu pergi ke sana tanpa undangan, yang ada kamu tidak akan bisa masuk ke dalam jamuan besok.” Ucap Zhi Yan seraya memberikan sebuah undangan kepada Ling Feng. Ling Feng melihat sekilas undangan tersebut, lalu menaruhnya di dalam cincin ruangnya, dan langsung pamit dari ruangan Zhi Yan kembali ke ruangan nya.
Ling Feng yang sedang berjalan menuju ruangannya itu, tiba-tiba teringat dengan senyum penuh arti Wu Nuan. “Putri Kekaisaran ini sepertinya cukup pintar.” Batin Ling Feng dalam hati nya, lalu masuk ke dalam ruangannya.
>>>>>>______
Kembali ke Zhi Yan dan Wu Nuan
“Tepat seperti yang dikatakan oleh Saudari Yan. Pria itu benar-benar sangat menarik dan misterius.” Ucap Wu Nuan tiba-tiba, sesaat Zhi Yan sudah duduk kembali bersama dengan nya. Terlihat Wu Nuan semakin tertarik dengan Ling Feng, karena sudah banyak pria yang ia temui, namun untuk pertama kalinya ada seorang pria yang tidak tertarik dengan dirinya. Bahkan tatapan yang dilayangkan Ling Feng, benar-benar sangat acuh sekali kepada nya.
“Ya begitulah Saudari Nuan, tapi ya kamu bisa lihat sendiri. Ia benar-benar terlalu acuh, sampai-sampai tidak akan berbicara, ketika kita tidak meminta nya berbicara. Terlebih lagi, responnya itu sangat singkat, benar-benar membuat ku berpikir panjang, untuk mencari topik pembicaraan.” Ucap Zhi Yan seraya menghela nafas pendek, tersenyum masam memikirkan bagaimana usaha nya, untuk mencari topik pembicaraan.
“Ya itulah salah satu yang menarik nya. Seakan-akan ia memang tidak terlalu terikat dengan wanita seperti kita. Ia sangat jelas menjaga jarak dengan kita, seperti seorang suami yang tidak ingin membuat istrinya marah, karena terlalu dekat dengan wanita.” Ucap Wu Nuan tersenyum penuh arti.
Melihat senyum penuh arti itu, Zhi Yan mengetahui ada maksud tertentu dari ucapan wanita tersebut di dalam nya. Sampai kemudian, ia pun sadar maksud dari ucapan Wu Nuan, Wu Nuan melihat Zhi Yan menyadari sesuatu tanpa pikir panjang langsung menganggukkan kepalanya. “Seperti yang di pikirkan oleh Saudari Yan. Pria itu memang sengaja menjaga jarak dengan kita, karena memang sudah mempunyai kekasih yang lebih cantik dari kita berdua. Ya begitulah kira-kira nya, mengapa dirinya tidak tertarik dengan kamu ataupun diriku.” Ucap Wu Nuan lalu menyesap tehnya lagi.
“Tapi, itu hanya asumsi ku saja. Kita tidak bisa memastikanya begitu saja, karena setiap orang mempunyai alasannya masing-masing.” Uap Wu Nuan lagi meletakkan gelas tehnya. Zhi Yan mendengar itu pun tersenyum kagum dan berkata, “Seperti yang di harapkan dari Saudari Nuan. Kamu benar-benar sangat jenius.” Ucap Zhi Yan memuji pemikiran dari putri kekaisaran itu.
“Oh ayolah saudari, kamu terlalu memuji diriku.” Ucap Wu Nuan terkekeh pelan, lalu tersenyum sangat manis.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.