Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Kejadian Sebelum Masuk


Seketika suasana yang awalnya tenang menjadi ramai dengan kedatangan prajurit yang lainnya. Ling Feng langsung dikelilingi oleh prajurit kota, Sekian banyak prajurit disana datang pria yang diduga sebagai komandan prajurit disana. Ketika ia datang terlihat seorang prajurit tidak sadarkan diri dan terluka walaupun tidak terlalu parah. Komandan tersebut langsung melirik Ling Feng bersikap tenang walaupun sedang dikelilingi oleh prajurit kota.


"Walaupun masih muda, tetapi aku tidak bisa melihat pencapaian kultivasinya. Pemuda ini bukan orang sembarangan dan lagi…" Batin Komandan tersebut memandang Ling Feng.


Merasa dirinya ditatap oleh seseorang, Ling Feng langsung mengalihkan pandangannya ke orang yang menatap dirinya itu yang tidak lain adalah komandan prajurit.


"Jenderal Emas bintang 9…Lumayan." Batin Ling Feng sembari membalas tatapan Komandan tersebut. Ketika dirinya menatap kedua mata Ling Feng, komandan tersebut seperti masuk kedalam jurang tanpa dasar yang sangat gelap nan dingin.


"Pemuda yang sangat mengerikan aku tidak boleh menyinggungnya." Batin Komandan tersebut setelah bertatapan langsung dengan Ling Feng. Dirinya langsung berjalan mendekati Ling Feng dan memberi salam.


"Salam kepada tuan muda, mohon maaf sebelumnya aku adalah komandan prajurit kota. Kalau boleh tau kesalahan apa yang telah dilakukan oleh prajurit ku sampai tuan muda membuatnya tidak sadarkan diri?" Kata Komandan memberi salam sekaligus bertanya.


Ling Feng yang mendengar itu menganggukan kepalanya lalu menjawab, "Aku tidak melakukan apapun, prajurit mu sendiri yang menyerang ku. Jika kau tidak percaya kau bisa tanyakan temanku yang dibelakang." Jawab Ling Feng acuh tak acuh. Mendengar jawaban dari Ling Feng, komandan tersebut mengalihkan pandangannya lalu bertanya kepada Long Tian tentang apa yang terjadi. Long Tian sendiri menganggukkan kepalanya menceritakan tentang kejadian yang sebenarnya. Setelah mendengar selesai cerita dari Long Tian, komandan tersebut kembali mendekati Ling Feng lalu menundukkan kepalanya meminta maaf.


"Atas namaku sebagai komandan dari para prajurit ini, aku meminta maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanannya tuan muda." Komandan tersebut menundukkan sembari meminta maaf. Para prajurit disana yang melihat itu tidak percaya bahwa sang komandan yang terkenal tegas dan tidak pernah tunduk itu, sangat menghormati pemuda ini. Dalam hati semua prajurit hanya muncul satu pertanyaan.


"Siapa sebenarnya pemuda ini? Bahkan komandan sekalipun sangat menghormatinya." Batin semua prajurit disana.


Ling Feng sendiri hanya biasa saja menganggukkan kepalanya mendengar perkataan komandan tersebut.


"Aku tidak masalah dan aku berharap kau memberitahu semua prajurit mu agar tidak selalu menindas orang yang terlihat lemah, karena bisa saja orang yang kau anggap lemah itu berbalik bergerak menjadi mala petaka kota ini." Ucap Ling Feng berjalan melalui pergi dari sana. Mendengar hal itu Komandan tersebut dengan tegas menjawab.


"Saya tidak akan lalai lagi tuan muda." Ucap Komandan tersebut sembari menatap Ling Feng yang sudah mulai menjauh. Melihat hal itu salah satu prajurit sudah tidak bisa menahan rasa penasaran lagi dan bertanya kepada komandannya.


"Komandan apakah komandan kenal pemuda itu?" Tanya salah satu prajurit yang tidak bisa menahan perasaan ingin tahunya. Mendengar pertanyaan dari prajuritnya, Komandan tersebut spontan menggelengkan kepalanya.


"Aku sama sekali tidak kenal pemuda tersebut." Ucap Komandannya. Mendengar hal itu prajurit tersebut menjadi heran. Jika komandannya tidak kenal, lalu kenapa bisa sampai sehormat itu.


"Kau pasti bingung, kan kenapa aku sangat hormat kepada pemuda itu?" Ucap Komandan tersebut menebak pertanyaan selanjutnya. Mendengar hal itu prajurit tersebut menganggukan kepalanya, karena inilah yang membuat dirinya penasaran. Komandannya menganggukkan kepalanya ingin berkata kembali tetapi,


"Apakah aku sekarang boleh masuk?" Ucap Long Tian memotong pembicaraan komandan prajurit kota. Komandan tersebut sedikit tersentak, karena teman dari pemuda itu juga bukan orang biasa-biasa saja.


"Mohon maaf sampai lupa jadinya." Ucap Komandan tersebut lalu memberi isyarat kepada salah satu prajurit. Melihat isyarat yang diberikan dari komandannya, prajurit tersebut menganggukan kepalanya lalu mempersilahkan Long Tian masuk.


"Ini pajak masuknya" Kata Long Tian memberikan sepuluh koin emas kepada prajurit tersebut dan langsung menyusul Ling Feng yang telah entah kemana.


"Sekarang sudah selesai komandan Lanjutkan apa yang ingin anda katakan tadi." Ucap prajurit tersebut. Komandan tersebut hanya menggelengkan kepalanya menjawab dengan singkat.


"Intinya pemuda itu dan temannya bukanlah seseorang yang bisa kita singgung kita jangan sampai memprovokasi." Ucap komandannya sembari berjalan pergi dari sana meninggalkan prajuritnya yang masih penasaran dengan cerita komandannya tersebut.


Kembali ke Ling Feng


Terlihat suasana ramai kota dimalam hari yang cukup untuk memanjakan kedua mata. Lampion-lampion berwarna-warni terlihat disepanjang jalan.


"Kau darimana paman kenapa lama sekali." Ucap Ling Feng tidak berbalik. Long Tian yang mendengar itu hanya mendengus jengkel, karena ditinggalkan begitu saja.


"Kau meninggalkanku masih bisa berkata seperti itu?" Long Tian mendengus kesal. Ling Feng yang mendengar itu menggelengkan kepalanya lalu berkata sembari menoleh kebelakang, "Jadi beli arak?" Ucap Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu yang awalnya jengkel, seketika raut wajahnya menjadi terang.


"Tentu saja jadi, jangan lupa beli sepuluh kendi arak Feng'er." Ucap Long Tian dengan raut wajah yang sangat bahagia ketika mendengar arak. Ling Feng yang mendengar itu menggelengkan kepalanya lalu kembali berjalan menikmati suasana malam di kota tersebut sembari mencari tempat makan disana.


"Jika sudah bersangkutan dengan arak saja, raut wajah jengkel mu hilang seketika saat itu juga ya paman." Ucap Ling Feng menggelengkan kepalanya. Ingin merasa heran, tetapi itu Long Tian.


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )


( Blizzardauthor)