
"Nona Xian ada apa malam-malam begini datang kemari." Kata Ling Feng. Orang yang mengetuk pintu tersebut adalah sosok Qing Xian dengan Lin kecil. "Kakak Lin'er pulang." Kata Lin kecil merentangkan tangannya. Ling Feng yang melihat itu langsung menyambut Lin kecil kedalam pelukannya. Lin kecil kini memanggil Ling Feng dengan sebutan kakak bukan tuan muda lagi.
Awalnya Lin kecil menolak itu, karena menurutnya itu tidak sopan kata Xiao jika memanggil Ling Feng kakak saja. Akan tetapi dengan beberapa rayuan dan sedikit menyakinkan nya Lin kecil, ia pun akhirnya menyetujuinya.
"Aku kemari untuk mengantarkan Lin'er. Lalu sekali lagi aku ingatkan bukankah kau sudah berjanji untuk tidak berbicara formal kepada ku?" Kata Qing Xian acuh tak acuh. Ling Feng yang mendengar itu terkekeh dan berkata. "Iya, iya…Aku lupa sejenak tadi, karena sudah terbiasa memanggil mu nona jadi terkadang lupa." Kata Ling Feng menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Qing Xian yang mendengar itu hanya berdecak kesal saja mendengar alasan Ling Feng yang menurutnya sangat klasik. Ling Feng hanya tertawa kecil tidak enak melihat Qing Xian yang seperti itu. "Lin'er beri salam yang benar kepada Kakak Xian." Kata Ling Feng. Lin kecil yang mendengar itu menganggukan kepalanya lalu menghadap Qing Xian.
"Terima kasih kak Xian sudah mau menemani Lin'er sedari tadi. Kapan-kapan kita main lagi ya." Kata Lin kecil mengucapkan terima kasih sembari tersenyum. Qing Xian tersenyum pula dan menjawab. "Sama-sama Lin'er kapan-kapan kita bermain lagi." Kata Qing Xian tersenyum sembari melambai-lambaikan tangannya.
"Kukira kau akan menginap lagi karena datang kemari." Kata Ling Feng menggoda. Qing Xian yang mendengar itu menjadi teringat kembali tentang kejadian tadi pagi. Seketika wajahnya kembali memerah mengingat hal itu. "J-jangan mengatakan hal yang aneh didepan anak-anak." Kata Qing Xian langsung pergi dari sana dengan wajah memerah.
Ling Feng yang melihat itu memiringkan kepalanya bingung, Ia membatin dalam hatinya. "Memangnya apa yang kukatakan tadi mengandung makna tidak senonoh ya." Batin Ling Feng bingung. Ia lantas tidak ingin mengambil pusing perkataan Qing Xian dan membawa Lin kecil masuk kedalam kamarnya.
Didalam kamar Ling Feng pun duduk diatas kasur dan menurunkan Lin kecil juga dari pelukannya. "Bagaimana jalan-jalannya dengan kakak Xian? Apakah sangat menyenangkan." Kata Ling Feng. Lin kecil yang mendengar itu tersenyum dan berkata dengan antusias.
"Heummmm…Sangat menyenangkan. Kakak Xian sangat baik kepada Lin'er." Katanya merasa sangat senang. Ling Feng yang mendengar itu berkata kembali. "Benarkah itu…" Katanya. Lin kecil sekali lagi menganggukan kepalanya. "Benar kak…Kakak Xian juga memberikan banyak baju untuk Lin'er dan kakak Xiao serta yang lainnya juga." Kata Lin kecil tidak berhenti sama sekali.
Setelah berkata seperti itu Lin kecil pun teringat dengan niat awalnya tadi. "Kakak Feng. Lin'er ingin kembali ke pulau sepi. Lin'er ingin memberikan oleh-oleh yang Lin'er beli untuk semuanya." Kata Lin kecil. Ling Feng yang mendengar itu tersenyum menganggukkan kepalanya.
"Baiklah jika Lin'er ingin kembali sekarang." Ling Feng mengacak-acak rambut Lin kecil. Ling Feng lantas membuka portal menuju dunia jiwa miliknya. "Portalnya sudah siap ayo kita masuk Lin'er." Kata Ling Feng dan diangguki oleh Lin kecil. Keduanya langsung masuk kedalam portal tersebut.
Dunia Jiwa
"Ayo bangkit lagi! Kalian hanya puas dengan hanya hasil yang seperti ini?!" Teriak dengan nafas memburu sosok seorang anak-anak, namun terlihat lebih dewasa yang tidak lain adalah Hao Xiang. Ia sedang melakukan latih tanding dengan sembilan anak-anak yang tidak lain adalah Xiao dan kawan-kawannya.
"Benar kak Hao…Beri kami sedikit waktu aku benar-benar bisa kehabisan nafas kali ini." Timpal yang lainnya sembari bertumpu pada pedang yang ia genggam dengan kedua tangannya.
Hao Xiang yang mendengar itu hanya berdecak saja. "Hanya segini saja kalian sudah lelah?! Sungguh memalukan kalian ini benar-benar sangat lemah." Kata Hao Xiang dengan kondisi yang tidak jauh berbeda dengan kesembilan anak-anak tersebut.
Dalam benak hati mereka semua membatin. "Setidaknya malu lah sedikit mengatakan hal seperti itu dengan kondisi mu yang sama Persis dengan kami." Batin kesembilan anak-anak tersebut.
"Kita istirahat dulu sebentar kak. Pada saat ini yang lainnya benar-benar sudah melewati batas masing-masing. Jika terus dipaksakan bisa-bisa terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Dan juga atur nafas kakak terlebih dahulu." Kata Xiao ikut berbicara dirinya tidak terlihat terlalu kelelahan, namun Qi nya saat ini benar-benar terkuras habis Akibat latih tanding tadi.
Mendengar perkataan yang keluar dari Xiao, Hao Xiang pun tersadar bahwa ia juga tidak jauh beda dengan yang lainnya yaitu, sama-sama terengah-engah. "Jika Xiao berkata seperti itu, maka kita istirahat sebentar." Kata Hao Xiang menetralkan pernapasannya.
Kesembilan anak-anak tersebut itu langsung bernafas lega dan mengatur kembali pernapasan masing-masing. Mereka benar-benar di tutun untuk melewati batas kemampuan masing-masing pada saat latih tanding tadi.
"Sepertinya kalian semua sudah mendapatkan kemajuan yang pesat selama ini." Kata sosok pemuda yang sudah terlihat dewasa dengan menggendong seorang anak kecil. Sontak kesembilan anak-anak tersebut langsung bangkit dan bertumpu satu kaki sembari berkata. "Selamat datang tuan muda." Jawab kesembilannya serempak.
Ling Feng yang mendengar itu menganggukan kepalanya. "Kalian semua sudah berjuang sangat keras." Kata Ling Feng menurunkan Lin kecil dari pangkuannya ke bawah. Ia lantas berkata kembali. "Aku mempunyai satu tugas untuk kalian." Kata Ling Feng.
"Kami mendengarkan tuan muda." Jawab serentak kesembilan anak tersebut. Ling Feng menganggukan kepalanya dan berkata kembali. "Mulai saat ini dan seterusnya kalian jangan memanggilku tuan muda lagi. Mulai dari saat ini dan seterusnya panggil aku kakak." Kata Ling Feng dengan nada tidak dapat dibantah.
Xiao yang mendengar itu awalnya ingin menolak, namun melihat tatapan mata serta perkataan yang tadi di ucapkan membuatnya segan untuk berkata. "Apakah kalian semua mengerti?" Kata Ling Feng lagi. Serentak kesembilan anak-anak tersebut menjawab. "Kami mengerti kakak." Jawab mereka serempak.
Ling Feng yang mendengar itu tersenyum lantas berkata kembali. "Begini lebih baik. Aku hanya tidak ingin ada jarak diantara kalian. Jika kalian menganggap ku sebagai tuan muda kalian pasti akan sangat segan kepada ku. Oleh karena itu, aku tidak ingin ada jarak diantara kita semua." Kata Ling Feng sembari tersenyum.
>>>>>> Bersambung