Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Sesuatu Yang Mengganggu


“Akhrinya...! Selesai juga hahahaha......!! Guru! Guru! Akhrinya kita berhasil membunuh monster aneh itu!” Teriak Hao Xiang yang begitu senang dan meriah, karena monster kepala dua, yang telah berhasil mereka musnahkan.


>>>>>>______


Ling Feng yang mendengar itu sontak melirik ke arah Hao Xiang seraya mengangkat satu tangannya, gerak geriknya seperti hendak memukul puncak kepala seperti biasanya. Dirinya pun refleks memejamkan kedua matanya, dan menguatkan hatinya menerima rasa panas dan nyeri tepat di puncak kepalanya, namun dirinya refleks membuka kedua matanya lebar-lebar, menatap ke arah Ling Feng, pasalnya bukan rasa panas dan nyeri yang ia rasakan, namun sebaliknya, elusan lembut yang ia rasakan di puncak kepalanya. Tentu saja, itu membuatnya tidak bisa berkata-kata meresponnya.


“Kerja bagus Xiang’er. Berkat dirimu yang telah melemahkannya, guru jadi bisa membunuhnya dengan mudah.” Kata Ling Feng memuji Hao Xiang seraya mengelus-elus puncak kepalanya, namun dirinya kembali berkata, karena respon Hao Xiang jauh berbeda dari yang ia pikirkan.


“Ada apa dengan raut wajah terkejut itu? Apa perkataan guru ada yang aneh?” Tanya Ling Feng mengangkat sebelah alisnya, merasa heran dengan respon Hao Xiang yang malah terdiam dengan ekspresi terkejut.


Hao Xiang yang mendengar itu pun langsung tersadar, dan menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya sontak berkata, “Ah itu... Tidak guru, tidak ada yang aneh kok. Hanya perasaan mu saja.” Ujar Hao Xiang menyangkal perkataan Ling Feng, membuat sang empu tentunya penasaran, namun memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut kepada muridnya itu.


“Selain daripada itu guru. Teknik pedang apa tadi? Aku melihat guru tiba-tiba menggunakan kuda-kuda berpedang tunggal, bukankah Teknik Pedang Yin Yang itu dengan kuda-kuda berpedang ganda ya?” Tanya Hao Xiang. Ling Feng yang mendengar itu pun langsung termenung sejenak, dan refleks menggelengkan kepalanya berkata. “Guru juga tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba saja sebuah ingatan muncul di dalam otak ku, dimana ingatan tersebut memperagakan gerakan itu. Detailnya guru juga masih belum mengerti untuk saat ini.” Jelas Ling Feng seraya menggelengkan kepalanya.


“Kamu juga Laohu. Kerja bagus dan terima kasih, karena telah membantu mengalihkan perhatiannya, dan melemahkannya di saat-saat yang terakhir tadi.” Kata Ling Feng.


“Roaaarrrr...! Aku senang, karena membantu tuan muda, jadi tidak perlu sungkan akan hal itu tuan muda.” Kata Ling Laohu menunjukkan ekspresi bangga dan senang, bahkan saking senangnya ia, Ling Laohu tanpa sadar mengibas-ngibas kan ekornya, karena merasa sangat senang, dan hal itu disadari oleh Hao Xiang, lantas membisikkan sesuatu kepada Ling Feng, namun bisikan itu dapat di dengar oleh Ling Laohu.


“Lihat guru. Kucing jadi-jadian itu sepertinya terlalu senang.” Bisik Hao Xiang pada LIng Feng, dan itu dapat di dengar oleh Ling Laohu juga, namun alih-alih merasa malu, Ling Laohu dengan bangganya meninggikan dadanya, tidak menghiraukan apa yang di bisikkan oleh Hao Xiang. Ling Laohu, pun langsung kembali ke wujud kucingnya, dan naik ke atas puncak kepala Hao Xiang dengan rasa bangga.


“Sungguh, entah mengapa, tiba-tiba aku merasa jengkel dengan raut wajah yang kau tunjukan itu.” Kata Hao Xiang melirik sengit kepada Ling Laohu. Melihat keduanya sudah bertingkah seperti semula, Ling Feng menghela nafas pendek sebagai respon nya.


Setelah itu, keduanya pun kembali ke tempat sebelumnya, dimana terlihat para warga desa termasuk dengan pemimpin desa menatap ke arah Ling Feng, Ling Laohu, dan Hao Xiang dengan perasaan senang bercampur haru, bahkan seluruh warga desa termasuk pemimpin desa langsung menaruh berlutut satu kaki memberikan penghormatan kepada Ling Feng dan yang lainnya, tentunya mereka melakukan itu, karena Ling Feng dan yang lainnya, adalah penyelamat desa mereka.


“Tuan-tuan. Sebagai pemimpin desa yang mewakili seluruh warga desa, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besar nya, berkat tuan-tuan yang telah membunuh monster itu, warga desa kami bisa beraktivitas kembali seperti semula dan perekonomian kami bisa kembali seperti semula. Sungguh tuan-tuan. Saya sangat-sangat berterima kasih. Jika ada sesuatu yang tuan-tuan inginkan, dan itu masih dalam kemampuan saya, maka jangan sungkan untuk mengatakan nya.” Kata Pemimpin desa yang juga ikut bertekuk lutut di hadapan Ling Feng dan yang lain nya.


“Terima kasih tuan-tuan. Kami sungguh berterima kasih kepada tuan-tuan.” Ucap serempak warga desa berterima kasih kepada Ling Feng dan yang lainnya.


“Baiklah tuan-tuan, kalau memang begitu faktanya, maka izinkan aku menyediakan sebuah kapal untuk tuan-tuan, untuk mengantar tuan-tuan ke seberang sungai dan tolong jangan menolak nya kali ini, karena ini merupakan sebagai tanda terima kasih saya dan warga desa. Kami hanya bisa menawarkan ini, jadi tolong jangan menolak nya.” Kata pemimpin desa panjang lebar.


Ling Feng yang mendengar itu tidak bisa membantah nya lagi, sebanyak apapun ia hendak menolaknya, pemimpin desa selalu membuat nya tidak bisa berkuasa untuk menolak tawarannya. Lalu pada akhirnya Ling Feng pasrah, menerima penawaran yang di ajukan oleh pemimpin desa.


“Baiklah, baiklah, aku menyerah. Aku akan menerima tawaran itu, Aku dan muridku akan pergi esok hari.” Kata Ling Feng tersenyum masam pasrah, dan pemimpin desa menganggukkan kepalanya, merasa senang dengan Ling Feng yang akhirnya mau menerima tawarannya.


Setelah itu, keduanya pun pergi dari pinggiran sungai, pergi ke kediaman sang pemimpin desa untuk beristirahat, karena memang itulah yang mereka butuhkan saat ini setelah kehabisan banyak Qi saat melawan monster kepala dua. Tidak butuh waktu yang lama, mereka pun sampai di kediaman pemimpin desa, karena memang waktu kala itu sudah mulai malam, Ling Feng dan Hao Xiang langsung di antar ke kamar yang telah di siapkan sebelumnya untuk keduanya.


Ling Feng langsung merebahkan tubuhnya, sesaat di antar ke kamar yang di siapkan olehnya. Untuk Hao Xiang sendiri, ia langsung tenggelam dalam kultivasinya di kamar nya sendiri, memulihkan Qi nya yang hampir habis sebelum nya.


Ling Feng sendiri tidak langsung berkultivasi, ia masih kepikiran dengan apa yang baru saja ia lakukan sebelumnya. Ia juga bertanya-tanya, darimana asal nya pikiran tentang gerakan tersebut muncul dalam otaknya itu. Walaupun ia mulai berasumsi, bahwa teknik pedang itu adalah sebuah teknik pedang tunggal, mengingat gerakan kedua, ‘Pedang Kehampaan Yin’ dan gerakan ketiga, ‘Gelombang Aura Yang’ adalah dua gerakan yang melakukan tebasan tunggal. Ling Feng pun menyerah dan bertanya kepada Ling Laohu yang kebetulan ikut dengan diri nya.


“Laohu apakah kau melihat apa yang kau lakukan tadi?” Tanya Ling Feng.


“Aku melihatnya tuan muda.” Jawab Laohu dengan lugas.


“Lalu, apa kau mengetahui sesuatu akan gerakan itu? Aku masih belum mengetahui gerakan apa itu, karena secara tiba-tiba gerakan itu muncul di kepala ku, dan juga samar-samar Pedang Hitam dan Pedang Putih menjadi satu, sebenarnya apa itu tadi?” Tanya Ling Feng penasaran. Ling Laohu yang mendengar itu sudah menduga, bahwa Ling Feng akan bertanya kepada nya, namun ia memasang ekspresi bersalah dan berkata,


“Sebelumnya aku minta maaf tuan muda, bukannya aku tidak ingin memberitahumu, namun aku tidak mempunyai hak untuk memberitahukannya kepadamu, karena suatu saat nanti, jika Anda menjadi lebih kuat lagi, pertanyaan demi pertanyaan Anda, semuanya akan terjawab. Sekali lagi aku minta maaf tuan muda.” Kata Ling Laohu dengan dengan berat hati.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.