
Yang Sun tentunya tidak sadar, namun alih-alih peka akan hal seperti itu, dirinya lebih merasa tidak sopan. mengingat dirinya tetap saja memiliki latar belakang yang luar biasa, jadi memanggilnya seperti itu, menurutnya tidak sopan sebagai seseorang yang berasal dari keluarga kerajaan.
>>>>>>_______
“Uahhhh... Terakhir kali aku kemari rasanya kota ini tidak semegah sekarang. ” Ucap Bing Jiao yang memandang pemandangan sekitarnya yang terlihat sangat megah, berbanding terbalik dengan kota yang dulu pernah ia kunjungi.
“Benar saudari. Bahkan kemegahannya hampir sebanding dengan ibu kota kekaisaran. Perubahan yang benar-benar drastis sekali, aku penasaran jadinya bagaimana keluarga mu mengelola kotanya dan mengubahnya jadi sedemikian rupa dalam waktu sesingkat ini.” Ucap Han Ying setelah masuk ke dalam area kota tersebut dan memandang area sekitarnya.
“Keluarga ku hanya mengelolanya sebagaimana semestinya. Tidak lebih dan tidak kurang saudari.” Timpal Qing Xian. Adapun nama kota tersebut adalah Kota Naga Langit. Kota yang terletak di bawah kaki gunung sekte naga langit. Tepat seperti yang dikatakan oleh Bing Jiao dan Han Ying, kota naga langit awalnya tidak terlalu megah dan biasa-biasa saja.
Akan tetapi, setelah Keluarga Qing pindah ke kota tersebut dan dipercaya untuk mengelola kota tersebut, dalam kurun waktu satu tahun kurang saja, kota tersebut berubah drastis menjadi sangat megah dan maju. Bahkan Han Ying pun mengakui megahnya hampir sama dengan ibu kota kekaisaran.
Kota Naga Langit begitu ramai saat itu, mengingat sebuah kabar tentang adanya pelelangan di kota tersebut menarik perhatian banyak orang sepertinya. Ling Feng dan yang lainnya pun langsung bergegas untuk menuju ke pelelangan di adakan. Ketika Ling Feng sampai di tempat pelelangan tersebut, dirinya cukup tidak menyangka dengan tempat pelelangannya.
Terlihat Qing Xian langsung tersenyum masam melihat antrian yang begitu panjang menuju tempat pelelangan tersebut, dirinya tidak menyangka, bahwa antriannya akan sepanjang itu. Dirinya berpikir sudah tidak ada antrian, mengingat pelelangan akan dimulai sebentar lagi.
“Kalau tahu begini, seharusnya kita mampir terlebih dahulu ke kediaman ku untuk mengambil plakat identitas ayahku, supaya tidak perlu mengantri-antri lagi.” Ujar Qing Xian seraya menghela nafas kasar. Melihat keadaannya yang sekarang, tidak ada pilihan lain lagi selain ikut mengantri juga, tapi secara tiba-tiba Ling Feng melangkah santai melewati orang-orang yang sedang mengantri.
Tentu saja apa yang dilakukan oleh Ling Feng membuat semua orang yang sedang mengantri langsung marah, mengingat pemuda tersebut tidak mengantri dan malah menerobos antrian.
“Oi bocah! Kembalilah ke belakang dan mengantri!” Teriak sosok seorang pemuda dengan wajah kesal. Ling Feng tentunya mendengar teriakan itu, namun dirinya mengacuhkannya dan hanya terus melangkah santai memotong antrian. Tentu pria muda itu langsung naik darah, marah karena Ling Feng malah mengabaikan teriakan nya.
Tanpa pikir panjang, pria muda itu pun keluar dari antrian dan langsung melesat cepat dan tiba-tiba sudah muncul di belakang Ling Feng, “Bocah kep*rat! Berani-beraninya kau mengabaikan ku!” Teriak pemuda seraya melayangkan serangan yang berupa tinju kepada Ling Feng.
Terlihat beberapa senti lagi serangan pria muda tersebut hampir mengenai Ling Feng, namun diluar dugaan Ling Feng sedikit memutar tubuhnya, membuat serangan tinju pria muda itu hanya melewati dirinya mengenai angin kosong. Tentu yang sadar itu hanya pria muda tersebut dengan Ling Feng, karena serangan yang di lancarkan oleh pemuda tersebut cukup cepat untuk dilihat dengan mata telanjang.
Pria muda itu terkejut, karena serangannya yang ia yakini sudah berhasil mengenai Ling Feng, namun nyatanya hanya mengenai angin kosong saja.
Swossshhhh...?!
Semua pasang mata tentunya terkejut, ketika melihat serangan pria muda itu tidak berhasil mengenai Ling Feng. Ling Feng tentunya tidak diam saja, ia langsung menangkup lengan pria muda itu cukup kuat seraya berkata, “Kau yang kep*rat. Suasana hati ku sedang bagus saat ini, bisakah kau jangan merusaknya.” Ucap Ling Feng sedikit membisik dengan aura membunuh yang hanya di fokuskan kepada pria muda tersebut.
Pria muda itu langsung di buat bertekuk lutut oleh Ling Feng, bahkan tanpa sadar ia menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Ling Feng.
Ling Feng langsung menarik kembali aura membunuhnya dan pergi dari sana meninggalkan tanda tanya di setiap pikiran orang-orang yang sedang mengantri di sana. “Sebenarnya apa yang telah dilakukan oleh pemuda itu sampai-sampai membuat lawannya bergetar ketakutan seperti itu?!” Pikir semua orang di dalam benak hati mereka.
Ling Feng lantas menoleh ke belakang lagi dan berkata, “Kenapa kalian malah diam saja di sana? Tidak ingin bareng denganku?” Ujar Ling Feng yang membuat semua orang yang mengantri serempak menoleh ke belakang dan membuat semua orang langsung berdecak kagum, karena orang yang dipanggil pemuda itu adalah seorang pria yang cukup tampan, dan tiga orang wanita yang sangat cantik.
Walaupun ketiga wanita itu sedang menggunakan cadar saat ini, aura kecantikan mereka sudah terpancar keluar dari pandangan matanya masing-masing. Membuat siapa saja tentunya sangat yakin, bahwa ada wajah bak bidadari di balik cadar tersebut.
Alih-alih di pandang dengan tatapan yang takjub, ketiga wanita itu sebaliknya merasa tidak nyaman. Mengingat mereka memang berencana untuk tidak menarik perhatian, bahkan mereka semua saat ini sudah menggunakan jubah guna menutupi identitas mereka yang saat ini adalah murid dari sekte naga langit.
Namun harapan tersebut pupus sudah, ketika Ling Feng menarik perhatian orang-orang yang sedang mengantri. Pada akhir nya ketiganya pun sudah pasrah, lalu melangkah cepat menyusul Ling Feng yang sudah melangkah kembali.
Tepat Han Ying hendak berbicara sesuatu kepada Ling Feng, secara tiba-tiba ia langsung mengeluarkan sebuah plakat dan memberikan plakat tersebut ia berikan kepada penjaga tersebut. Penjaga tersebut yang melihat token yang diberikan oleh Ling Feng tidak bisa untuk tidak terkejut. “Mohon tunggu sebentar tuan muda.” Ucap penjaga tersebut yang langsung bersikap sopan dan hormat kepada Ling Feng.
Han Ying yang awalnya hendak mengantakan sesuatu, seketika langsung terdiam melihat penjaga tersebut yang gelagapan. Tidak hanya Han Ying saja, Bing Jiao, Qing Xian, dan Yang Sun sampa persis dengan Han Ying.
“Jadi, apa yang tadi ingin kamu bicarakan denganku Saudari Ying?” Ujar Ling Feng menyadarkan Han Ying, membuat wanita itu seketika salah tingkah dan langsung menggeleng-gelengkan kepala nya. Ling Feng mengangkat sebelah alis nya, namun tidak memikirkannya lebih jauh.
Orang-orang yang ada di sana pun mulai saling berbisik membicarakan tentang Ling Feng. Mereka semua menjadi sangat penasaran, mengingat penjaganya sampai bertingkah seeprti itu. Beberapa saat kemudian seorang pria yang terlihat cukup sepuh pun keluar dengan tergesa-gesa, pria itu tentu nya di kenal oleh semua orang yang ada di sana, karena pria tersebut adalah manager dari tempat pelelangan ini.
“Siapa pemilik plakat ini?” Teriak cukup lantang pria tersebut seraya menyapu pandangannya.
“Itu milikku.” Ucap Ling Feng seraya mengangkat tangannya membuat pria itu langsung menoleh ke arah sumber suara mendapati seorang pemuda tampan, “Jadi itu milik Anda tuan muda. Kalau begitu silahkan masuk ke dalam tuan muda.” Ucap manager tersebut yang langsung memperlakukan Ling Feng dengan sangat hormat.
“Aku ingin mengikuti pelelangan hari ini, bisakah kamu siapkan tempat untukku dan teman-temanku?” Ucap Ling Feng kepada manager tersebut. Tanpa pikir panjang manager itu langsung menundukkan kepalanya dan berkata lagi, “Tentu tuan muda. Aku akan menyiapkannya segera secara khusus untuk Anda dan teman-teman Anda, tuan muda.” Ucap manager tersebut lalu memerintahkan beberapa pelayan di sana untuk menyiapkannya segera.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.