Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Dunia Jiwa


"Kakak bukankah besok ada pertarungan Paman Tian dengan paman Mu." Kata Hao Xiang. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya, "Aku tau, lagipula hal itu tidak perlu dipersulit. Aku bisa melakukan pertarungan setelah atau sebelum pertarungan kedua orang tersebut." Lanjut Ling Feng.


Hao Xiang yang mendengar itu angguk-angguk mengerti. "Kakak aku ingin jalan-jalan lagi, aku masih belum puas gara-gara tadi diganggu." Kata Hao Xiang meminta izin. Ling Feng yang mendengar itu menganggukan kepalanya mengiyakan. "Pergilah lalu kembali jika sudah waktunya kembali." Ucap Ling Feng sembari memberikan Ling Laohu kepada Hao Xiang.


Namun Hao Xiang menolaknya sembari berkata, "Kucing itu sepertinya masih ingin tidur. Jika ia ikut dengan ku malah ia tidak bisa tidur nantinya yang ada." Ucap Hao Xiang berlari-lari kecil sembari melambaikan tangannya kepada Ling Feng.


Ling Feng yang mendengar alasan tersebut hanya menggelengkan kepalanya saja. Ia lalu meletakkan Ling Laohu diatas kepalanya. Jadilah Ling Laohu berada di puncak kepala Ling Feng. Wajah Ling Laohu saat tidur benar-benar berbeda ketika ia sedang bangun.


"Aku paham mengapa Bangsawan tadi ingin mengambil Ling Laohu." Gumam Ling Feng terkekeh pasca melihat muka kucing polos Ling Laohu saat tidur. Sekilas Ling Laohu terlihat seperti kucing kecil imut yang banyak orang gemas ketika melihat itu.


"Tuan muda." Panggil Pang Lang. "Ada apa paman." Balas Ling Feng sembari menoleh kepada Pang Lang dengan wajah tanda tanya. "Bagaimana jika aku melatih anak-anak yang waktu itu kita bicarakan mulai dari sekarang." Kata Pang Lang memutuskan. Ling Feng yang mendengar itu tidak menyangka bahwa Pang Lang akan antusias seperti itu.


"Eh paman yakin?" Ulang Ling Feng. Pang Lang sekali lagi menganggukkan kepalanya meyakinkan Ling Feng. "Jika itu yang diinginkan paman maka aku tidak akan menolaknya." Ucap Ling Feng Sembari berjalan kembali. "Pertama-tama kita masuk kedalam gang diantara toko didepan." Ucap Ling Feng. Pang Lang pun mengekori dari belakang.


Setelah masuk ke gang tersebut Ling Feng langsung membuka portal menuju dunia jiwanya. Pang Lang yang melihat itu awalnya terkejut akan portal tersebut, namun ia tetap melangkah masuk kedalam mengikuti Ling Feng yang sudah terlebih dahulu.


Ketika ia pertama kali masuk kedalam dunia jiwa itu hal pertama kali terkesan didalamnya adalah sangat indah. Berbeda dengan dunia luar, dunia jiwa milik Ling Feng hanya ada hamparan Padang rumput yang luas dengan sebuah gua dan kolam berada disisinya.


Ketika ia sedang termenung memandang keindahan dunia jiwa milik Ling Feng. Suara teriakan menyandarkannya. "Tuan muda akhirnya kembali Lin'er rindu dengan tuan muda." Teriak nyaring seorang anak kecil yang bernama Lin'er. Ling Feng yang melihat Lin'er berlari kepadanya tersenyum sejenak lalu ia berjongkok.


"Lin'er putri kecil tuan muda bagaimana kabar mu disini." Ucap Ling Feng tersenyum lembut sembari mengelus-elus puncak kepala Lin kecil. "Lin'er baik-baik saja tuan muda, karena ada paman Mu yang merawat kami disini. Tapi…" Jawab Lin kecil dengan senang, namun sedetik kemudian ia menundukkan kepalanya sembari memainkan jari-jari kecilnya.


Ling Feng yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya lalu bertanya kembali dengan senyuman tidak pernah luntur. "Katakan saja Lin'er. Aku akan siapkan semampunya." Kata Ling Feng tersenyum meyakinkan.


"L-lin'er bosan tuan muda, Lin'er ingin beli jajanan juga seperti kakak Xiang." Keluh Lin kecil dengan suara merajuk khas anak kecil sebayanya. Ling Feng yang mendengar itu tersenyum sekali lagi mengelus-elus puncak kepala Lin kecil.


Tidak lama kemudian terdengar kembali suara anak kecil, namun nada bicaranya yang keluar dari mulut anak kecil itu cukup tegas. Anak kecil tersebut adalah Xiao. "Jangan meminta yang berlebihan seperti itu kepada tuan muda, Lin'er. Dunia luar masih sangat berbahaya. Tuan muda pasti akan membawamu keluar jika Lin'er sudah kuat seperti kakak Xiang." Kata Xiao.


Entah dari siapa ia belajar hal itu, Ling Feng tidak memikirkannya ia merasa jika itu adalah hak nya dan Ling Feng juga merasa tidak perlu untuk ikut campur kedalamnya.


"Salam tuan muda." Xiao memberi salam kepada Ling Feng diikuti oleh anak-anak yang berada dibelakangnya. Ling Feng yang mendengar itu tersenyum simpul menganggukkan kepalanya menerima salam sekelompok anak kecil tersebut.


"T-tapi kakak Xiao…Lin'er ingin pergi sekarang." Bantah Lun kecil menundukkan kepalanya sembari memeluk erat buku yang ia pegang. Melihat Lin kecil yang keras kepala, Xiao bahkan bingung apa yang harus dilakukan saat ini.


Ling Feng pun akhirnya menengahi. "Sudah, sudah, tidak perlu bersitegang seperti itu." Kata Ling melerai. Lin kecil dan Xiao pun sama-sama menundukkan kepalanya. Ling Feng yang melihat itu tersenyum lalu mengusap puncak kepala Lin kecil sembari berkata, "Lin'er ingin jajan di dunia luar?" Tanya Ling Feng. Lin kecil menganggukkan kepalanya tanpa ragu.


"Jika Lin'er berjanji untuk tidak nakal ketika beli jajan tersebut, tuan muda akan membawa Lin'er ke dunia luar." Kata Ling Feng tersenyum. Mendengar hal itu, Lin kecil langsung berbinar matanya ketika Ling Feng berkata seperti itu. "Iya tuan muda. Lin'er berjanji tidak akan nakal nanti." Kata Lin kecil dengan semangat 45.


Ling Feng lalu mengalihkan pandangannya ke delapan anak lainnya termasuk Xiao dan berkata, "Kalian ikutlah juga bersama dengan Lin'er bagaimana pun kalian tidak lebih dari seorang anak kecil." Ucap Ling Feng. Xiao dan delapan anak lainnya hanya mengiyakan perkataan Ling Feng tidak berani menolaknya.


"Baiklah aku akan memperkenalkan guru kalian yang baru." Ucap Ling Feng tersenyum. Sepuluh anak tersebut pun langsung terfokus kepada Pang Lang yang sedari awal diam tidak bergerak di belakang Ling Feng bahkan sampai saat ini.


"Namanya Paman Lang. Mulai dari sekarang Paman Lang akan ikut juga mengajari kalian bersama dengan paman-paman yang lainnya. Walaupun wajah terlihat menyeramkan seperti ini, ia merupakan orang baik sekarang. Jadi tidak perlu khawatir." Jelas Ling Feng sembari tersenyum.


Pang Lang pun maju kesisi Ling Feng. Para anak-anak yang melihat Pang Lang awalnya sempat takut, namun ketika Ling Feng berkata bahwa ia orang baik-baik. Mereka jadi tidak takut kembali.


"Salam kenal anak-anak mulai saat ini aku akan ikut melatih kalian juga. Mohon kerjasamanya nanti." Ucap Pang Lang. Salah satu anak mengangkat sebelah tangannya bertanya. "Apakah yang paman ajarkan nanti akan berguna untuk tuan muda dikemudian hari?" Tanya anak kecil tersebut. Pang Lang sempat terkejut ketika mendengar itu, namun ia menjawabnya.


"Ya jika kalian bersungguh-sungguh menyelesaikan pelatihan yang ku berikan. Suatu saat pasti akan berguna bagi tuan muda." Jawab Pang Lang tanpa ragu.


"Hal itu sudah cukup. Jika memang yang diajarkan oleh paman Lang akan berguna untuk tuan muda nantinya, maka tanpa ragu kami menjawab." Kata Xiao dengan tegas berkata. "Tolong jangan ragu latih kami dengan sepenuh hati." Kata Xiao dan para anak-anak dengan serempak.


>>>>>> Bersambung