
Ketiga wanita itu memang kuat, dan bisa melawan komandan iblis dengan mudah, namun jika lawannya adalah seorang jendral, ketiga wanita itu masih belum cukup mampu. Terlihat ketiganya sudah berakhir terluka, ketika melawan Sa Dan yang selaku jendral.
“Cuihhhh... Menjadi istri dan selir-selir mu? Dalam mimpimu iblis jelek.” Ujar Qing Xian dengan nada bicara yang tinggi dan sorot mata yang tajam.
>>>>>>______
Alih-alih merasa marah, sebaliknya Sa Dan malah menyeringai lebar. Wajah yang awalnya sudah menjijikan, kini terlihat semakin menjijikan karena memasang ekspresi seringai lebar disertai raut wajah yang mesum. Ketiga wanita itu bahkan sampai merinding merasa sangat geli di sekujur tubuhnya ketika melihat raut wajah mesum jendral iblis tersebut.
“Kekekeke wanita yang sangat kasar. Tapi, aku suka dengan sifat kasar mu itu. Semakin kasar, semakin bergairah diriku. Aku jadi tidak sabar untuk meniduri kalian sebagai penghangat ranjangku.” Kata Sa Dan seraya menjilat bagian bawah bibirnya membuat ketiga wanita itu memasang ekspresi jijik di wajahnya.
Sa Dan kembali menghilang membuat ketiganya pun langsung mengambil sikap waspada. Jendral Iblis itu langsung muncul tepat di hadapan Qing Xian, membuat wanita itu membelalakan kedua matanya terkejut karena kecepatan dari jendral iblis itu meningkat dua kali lipat dari yang sebelumnya.
“Sial...” Umpat Qing Xian dalam hatinya, walaupun begitu wanita itu masih belum menyerah dan tetap mengangkat pedangnya. Sa Dan sendiri sudah menyeringai lebar dengan wajah mesumnya seraya mengangkat tangannya.
“Kekekekeke... Berbangga dirilah, karena bisa menjadi penghangat ranjang jendral yang agung ini.” Ujar Sa Dan seraya melancarkan serangan kepada Qing Xian, akan tetapi sesaat sebelumnya serangan berhasil mengenai wanita itu. sebuah tembok dari elemen es tiba-tiba muncul dari bawah tanah menghalangi serangan Sa Dan.
Swossshhhh...!! Baaaammmm...?!
Tembok es yang beradu serangan dengan pukulan Sa Dan seketika langsung hancur berkeping-keping membuat Sa Dan dan Qing Xian saling terpental.
“Heummm jadi begitu rupanya... Kekekeke, tidak buruk juga wanita es. Sepertinya kau bisa menyadari celah dari seranganku ya.” Ucap Sa Dan seraya tertawa kecil menatap ke arah wanita yang mengeluarkan tembok es. Bing Jiao yang di tatap oleh Sa Dan hanya biasa saja, ia hanya balik menatap tajam ke arah Sa Dan.
“Terima kasih saudari.” Ucap Qing Xian yang sudah kembali ke posisinya. Bing Jiao yang mendengar itu menganggukkan kepalanya seraya berkata, “Berhati-hatilah saudari. Kita harus terus bertahan, sampai bala bantuan datang menyelamatkan kita.” Ucap Bing Jiao. Walaupun dirinya sendiri merasa ragu dengan bala bantuan yang entah kapan bisa membantu mereka.
“Kekekeke bala bantuan? Harapan kalian terlalu tinggi. Bala bantuan tidak akan pernah bisa datang kemari, karena aku telah memasang formasi penghalang yang bahkan jika itu tingkat saint sekalipun yang akan datang, tetap tidak akan mudah hancurnya. Pada akhirnya takdir sekte ini sudah ditentukan yaitu, akan hancur dan kalian bertiga serta seluruh wanita yang ada di sekte ini akan menjadi penghangat ranjang ku kekeke!” Teriak Sa Dan yang dapat didengar oleh semua penghuni sekte gadis suci.
Mendengar hal itu, tidak sedikit yang sudah putus asa dan tidak memiliki semangat untuk bertarung lagi. Karena jika benar yang dikatakan oleh Jendral Iblis itu, mereka semua hanya buang-buang waktu saja dan jika pada akhirnya mereka semua akan mati. Sampai suara lantang seorang wanita membuat para penghuni sekte gadis suci membeku ketika mendengar dirinya berkata.
“Memangnya kenapa? Bahkan jika pada akhirnya aku akan mati, aku tetap tidak akan pernah menyerah untuk berusaha. Selama jatungku masih berdetak dan darah mengalir di dalam diriku. Sampai titik darah penghabisan, aku tetap tidak akan pernah menyerah.” Ucap Bing Jiao dengan lantang mengangkat pedangnya lalu kembali menerjang ke arah Sa Dan.
“Wanita ini... Serangannya menjadi lebih kuat dan kecepatan nya juga meningkat ketimbang sebelumnya.” Batin Sa Dan yang memperhatikan serangan Bing Jiao yang semakin agresif dan sulit untuk di prediksi olehnya.
“Seandainya aku gagal mengalahkan mu, pastinya akan ada yang menggantikan diriku untuk mengalahkan mu. Oleh karena itu, aku tidak akan pernah mundur dan terus maju. Demi melindungi orang yang ku sayang, demi melindungi tempat kelahiran ku, demi kedamaian benua biru, akan kuberikan semua yang kumiliki untuk mengalahkan mu, bahkan jika nyawa taruhannya.” Ujar Bing Jiao dengan lantang membuat semua penghuni sekte gadis suci bergetar tubuhnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Bing Jiao.
Bagaikan disambar oleh petir, kata-kata yang di ucapkan lantang oleh Bing Jiao membekas di dalam benak hati para murid sekte gadis suci. Tidak hanya para murid saja, para tetua, matriak sekte, serta para leluhur sekte gadis suci pun merasa ada yang terbakar di dalam diri mereka.
Semangat bertarung para murid yang hampir lenyap, kembali hidup dan tekad yang sangat kuat terpancar dari sorot mata tajam mereka. Kata-kata lantang yang diucapkan oleh Bing Jiao benar-benar membekas di dalam hati masing-masing murid sekte gadis suci. Mereka kembali diingatkan dengan alasan mereka menapaki jalan kultivasi, alasan mereka semua menjadi kuat, alasan mereka tidak pernah menyerah.
Melihat itu, Matriak sekte gadis suci pun langsung memanfaatkan momentumnya, ia berteriak sangat lantang sehingga dapat di dengar oleh semua penghuni sekte gadis suci. “Semua penghuni sekte gadis suci! Aku matriak sekte dengan ini memerintahkan kalian semua untuk membunuh musuh yang hendak menjajah tanah kelahiran kita dan menghancurkan rumah kita. Bahkan jika kalian hanya mempunyai satu tangan tersisa, jangan pernah menyerah dan habisi musuh!” Teriak Matriak sekte gadis suci dengan sangat lantang seraya meledakan auranya.
Para murid sekte gadis suci bahkan sampai terkejut ketika mendengar suara matriak sekte yang biasanya sangat lembut dan terdengar ramah, kali ini berubah drastis menjadi sangat bersemangat dan menggebu-gebu. Namun berkat itu, semangat bertarung para murid serta para tetua sekte gadis suci telah kembali.
Qing Xian dan Cai Lan pun saling pandang lalu refleks menganggukkan kepalanya secara bersamaan, keduanya langsung bergerak cepat menyusul Bing Jiao yang tengah bertarung sengit dengan Sa Dan.
Bing Jiao sendiri sudah bertarung sengit dengan Sa Dan. Walaupun terlihat Bing Jiao yang lebih unggul, namun fakta nya Sa Dan masihlah lebih kuat daripada Bing Jiao. Jika sampai Bing Jiao terganggu sedikit saja fokusnya, maka pada saat itulah dirinya akan kalah juga.
Shringggg...!! Shringgg...!! Shringggg...!!
“Lebih cepat... Lebih cepat lagi... Aku masih bisa melakukannya lebih cepat lagi...” Batin Bing Jiao yang tenggelam dalam fokusnya dan mengunci Sa Dan sebagai target nya. Jual beli serangan antara keduanya berlangsung sangat sengit. Detingan logam pedang Bing Jiao yang beradu dengan serangan Sa Dan terdengar sangat nyaring.
“Kami akan membantumu menahan serangannya saudari. Kamu fokus menyerang saja.” Ucap Qing Xian yang tiba-tiba muncul menahan serangan Sa Dan dan diikuti oleh Cai Lan yang menyerang langsung Sa Dan dan dihindari oleh jendral iblis itu menjaga jarak dari ketiganya.
“Saudari Xian, Saudari Lan.” Ucap Bing Jiao yang dianggukki oleh keduanya. “Masalah serangannya akan kami yang atasi, saudari bisa fokus saja pada penyerangan.” Kata Cai Lan kepada Bing Jiao.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.