Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Bukan Aku Orangnya


Beberapa menit kemudian pun terlihat Zi Liu dan Ling Feng yang sama-sama masih berdiri. Namun, beberapa detik kemudian Zi Liu langsung tumbang karena kelelahan.


Semua pasang mata yang melihat itu langsung bertepuk tangan setelah latih tanding itu selesai. Walikota Anyi langsung menghampiri ke sana. "Sungguh latih tanding yang sangat menakjubkan tuan muda. Tidak sia-sia aku melihat ini dan juga terima kasih telah membantu Liu'er mendapatkan pencerahan." Kata Walikota Anyi sembari mengucapkan terima kasih.


"Aku hanyalah melakukan apa yang bisa aku lakukan saja. Selain daripada itu, yang melakukannya adalah putri anda aku hanya sedikit membantu nya saja." Kata Ling Feng. Zi Liu yang tumbang karena kelelahan pun bangkit lagi walaupun masih terlihat lelah. Ia menggunakan tombak sebagai tumpuan berjalannya.


"Terima kasih tuan muda atas bantuan anda tadi. Walaupun tuan muda berkata seperti itu tetap saja yang membantu saya mencapai itu adalah tuan muda, oleh karena itu terimalah rasa terima kas-" Ucap Zi Liu dengan suara yang kelelahan. Tidak lama kemudian ia benar-benar tidak sadarkan diri karena kelelahan.


Ling Feng refleks langsung menangkap tubuh Zi Liu yang tidak sadarkan diri saat itu. Walikota yang melihat itu langsung meminta prajurit yang berjaga disana untuk memanggil pelayan dan membawa putrinya kembali ke kamar untuk beristirahat.


"Benar-benar pertandingan yang sangat menarik, aku tidak menyangka bahwa ada seorang yang bisa melakukan itu untuk mendapatkan pencerahan. Baru pertama kali aku melihat yang seperti ini." Kata Tetua sekte lembah Neraka memuji Ling Feng.


Ling Feng langsung menyatukan tinjunya membentuk salam dan berkata. "Anda terlalu memuji saya tetua. Saya membantu Zi Liu karena kebetulan saja ia sudah hampir mencapai puncak pencerahan. Alhasil saya hanya mendorongnya sedikit untuk mencapai hal tersebut." Kata Ling Feng.


"Hahahaha Kau benar-benar merendah diri anak muda. Tidak kusangka di generasi muda zaman sekarang ada orang yang menarik seperti mu. Kalau boleh tau siapa namamu?" Tanya Tetua sekte lembah Neraka yang tertarik dengan Ling Feng.


"Junior ini bernama Ling Feng tetua." Kata Ling Feng memberitahu namanya. Mendengar nama Ling Feng tetua sekte lembah Neraka mengerutkan keningnya. Ling Feng yang melihat raut wajah tetua itu ikut menjadi heran. "Ah maaf aku tidak bermaksud apa-apa hanya saja aku punya kenalan dengan marga Ling juga dan ia berasal dari Kekaisaran Han. Nak apakah kau mempunyai hubungan dengan keluarga Ling ini?" Tanya tetua Sekte lembah Neraka.


"Aku hanya seorang pemuda yang berasal dari desa tetua. Aku tidak tau Keluarga Ling mana yang anda maksud." Kata Ling Feng. Tetua yang mendengar itu tidak menanyakan hal itu lagi dan tidak berniat membahasnya. "Begitu ya…Maaf membuat mu tidak nyaman hanya saja kau memang mempunyai sedikit kemiripan dengan kenalan ku. Sekali lagi aku minta maaf karena sudah membuat mu tidak nyaman." Kata tetua sekte lembah Neraka.


"Ahhh tidak perlu seperti itu tetua…Wajar saja kau akan bertanya seperti itu menyangkut kenalan mu itu. Tidak perlu mempermasalahkan itu." Kata Ling Feng. "Begitu ya…Kau memang pemuda yang baik hati Ling Feng. Kalau begitu aku izin pamit kembali Junior Ling Feng dan semuanya." Kata tetua sekte tersenyum kepada Ling Feng lalu berbalik pergi.


"Suatu kehormatan jika tetua memiliki kesan kepada ku." Ucap Ling Feng sekali lagi memberikan salam ala para kultivator. Walaupun tetua sekte sudah pergi dari sana, akan tetapi tidak dengan kedua muridnya. Kedua pemuda itu masih berdiri didepan Ling Feng. Hao Xiang yang melihat itu ingin maju, namun langsung di tarik kembali kebelakang oleh Long Tian.


"Adik seperguruan." Kata Murid seniornya. Mendengar hal itu, murid juniornya maju selangkah dan sedikit membungkukkan badannya dan berkata, "Aku minta maaf. Maaf karena sempat meremehkan anda sebelumnya. Serta aku juga minta maaf karena telah berkata kasar kepada anda tadi." Kata murid junior sekte lembah Neraka.


Kakak seperguruannya hanya tersenyum ketika melihat wajah kagum adik seperguruannya itu. Lalu Kakak seperguruan itu berkata kembali. "Salam Saudara Feng. Terima kasih sudah mau memaafkan adik seperguruan ku. Namaku Yue Guan dan adik seperguruan ini bernama Gui Mei Kapan-kapan aku ingin juga bertukar serangan dengan anda saudara Feng." Kata Murid senior itu yang bernama Yue Guan memberi salam.


"Tentu Saudara Guan. Aku akan menantikan kesempatan itu nantinya." Kata Ling Feng juga ikut memberikan salam. Setelah itu kedua murid sekte lembah Neraka itu pun pergi dari sana menyusul guru mereka.


Lalu datang lagi kemudian seorang pemuda yang tidak lain adalah Qing Lao. Ling Feng yang melihat Qing Lao menjadi teringat akan kejadian semalam dimana wajah Lin kecil benar-benar ketakutan saat itu. Sebisa mungkin ia bersikap acuh tak acuh saat ini. "Jadi apa yang kakak nona Xian inginkan dari ku." Ucap Ling Feng dengan nada acuh tak acuh.


Mendengar perkataan acuh tak acuh Ling Feng, Qing Lao tidak tau harus berkata apa saat ini. Ia langsung membungkukkan tubuhnya meminta maaf dengan wajah yang menyesal. "Maafkan aku tuan muda Feng. Aku terlalu marah kala itu ketika mendengar ada kabar simpang saur tentang Xian'er yang sudah mempunyai anak dan suaminya." Kata Qing Lao.


"Aku salah, aku malah termakan oleh amarahku dan malah berteriak kepada anak anda. Sekali lagi aku minta maaf karena telah memfitnah anda." Ucap Qing Lao dengan tulus. Hao Xiang yang mendengar itu langsung naik darah dan berkata, "Apa?! orang sialan ini berani memarahi Lin'er…" Kata Hao Xiang marah ketika mendengar hal itu. Lalu saat itu juga suhu disana langsung naik drastis.


Sontak semua orang yang disana langsung terkejut ketika mendengarnya kecuali Kepala Keluarga Qing dan Qing Xian, kedua orang tersebut sudah pasrah akan apa yang akan terjadi saat ini. Sekali lagi Long Tian menjinjing Hao Xiang bak sebuah benda.


Seketika suhu disekitarnya langsung kembali normal. "Kau ini terlalu meledak-ledak. Biarkan guru mu yang mengurus ini." Kata Long Tian. Hao Xiang yang mendengar itu berkata kembali. "Tapi Paman orang sialan sudah melakukan hal yang tidak seharusnya ia lakukan didepan Lin'er. Bagaimana aku bisa diam saja setelah mendengarnya?!" Kata Hao Xiang.


"Kau meminta maaf kepada orang yang salah. Bukan aku orang yang seharusnya kau minta maaf." Ucap Ling Feng pergi dari dari sana. Diikuti oleh Long Tian sembari menjinjing Hao Xiang yang berteriak-teriak. "Paman lepaskan aku! Biarkan aku memukul wajahnya saja satu pukulan." Teriak Hao Xiang.


Hening seketika setelah Ling Feng pergi dari sana. Tidak ada yang berbicara lagi sampai tuan muda paviliun obat berkata, "Jadi kakek…Orang yang mengalahkan ku di pertandingan alkemis dimana dia?" Tanya Tuan muda paviliun obat kepada Kakeknya.


Ketua paviliun obat yang mendengar itu lantas berkata, "Ehh…Aku bilang apa bahwa orang yang mengalahkan mu di pertandingan alkemis adalah, orang yang tadi bertanding dengan Putri Liu." Kata ketua paviliun obat. Semua yang berada disana akhirnya terkekeh mengingat bahwa ketua paviliun obat ini terkadang suka lupa akan hal sesuatu. Kecuali dengan tuan muda paviliun obat yang menepuk dahinya pasrah akan keadaan Kakeknya saat ini.


>>>>> Bersambung