
Halaman Mansion Walikota
Halaman mansion walikota kini terlihat berbeda dari yang biasanya. Halaman tersebut sedang diatur seperti akan ada sesuatu yang terjadi disana. Zi Liu yang melihat itu sedikit tidak menyangka bahwa ayahnya akan mengaturnya sedemikian rupa.
"A-ayah apakah menurut mu ini tidak terlalu berlebihan." Kata Zi Liu yang merasa Halaman mansion sudah seperti stadion kecil-kecilan. Walikota Anyi yang mendengar itu berkata sembari menghela nafas. "Ya Seperti yang kau ketahui bahwa banyak orang yang penasaran dengan sosok yang kau ajak latih tanding, karena tidak biasanya kau inisiatif mengajukan latih tanding dengan seseorang." Ucap Walikota Anyi.
Tentu Walikota Anyi terkejut ketika mendengar hal itu, tidak biasanya putrinya itu mengajukan latih tanding dengan seseorang. Biasanya orang-orang lah yang ingin mengajukan latih tanding dengannya.
Terlihat ada empat tempat yang tersedia. Zi Liu sudah dapat menebak dua tempat itu, tapi untuk yang satunya lagi ia tidak mengetahui untuk siapa tempat tersebut.
"Tempat satunya lagi untuk tetua sekte lembah Neraka. Mereka datang lebih awal ketika kita mengirimkan undangan jamuan esok hari. Awalnya aku menyarankan para tetua dan muridnya untuk beristirahat, tetapi mereka ingin melihat latih tanding dirimu." Kata Walikota Anyi.
Zi Liu yang mendengar itu bingung ingin bereaksi seperti apa. Awalnya ia ingin sekedar latih tanding biasa, ia tidak menyangka ketika ayahnya mendengar itu malah ingin membuat persiapan seperti ini.
"Sepertinya aku yang pertama kali datang kemari." Tutur kata pria sepuh dengan janggutnya yang panjang. Walikota yang mendengar itu langsung menolehkan kepalanya menuju sumber suara. "Selamat datang Ketua paviliun obat. Tidak kusangka anda menjadi yang paling awal kemari." Sapa Walikota Anyi kepada Ketua paviliun obat. Ketua paviliun obat pun menganggukkan kepalanya membalas salam walikota juga.
Ketua paviliun obat tidak datang sendiri, ia datang dengan cucunya yaitu, tuan muda paviliun obat. Awalnya sang cucu enggan untuk datang ke acara seperti itu, apalagi hal itu hanyalah latih tanding. Tapi ketika ia mendengar orang yang mengalahkannya pada pertandingan pil akan datang, tiba-tiba ia langsung menyetujuinya tanpa berkata apa-apa lagi.
"Liu'er beri salam kepada ketua paviliun obat dan tuan muda paviliun obat." Kata Walikota Anyi. Zi Liu yang mendengar itu menuruti perintah ayahnya untuk memberi salam kepada Ketua dan tuan muda paviliun obat.
Ketua dan tuan muda paviliun obat juga memberikan salam balik kepada Zi Liu. "Silahkan duduk ketua paviliun aku sudah menyiapkan tempat untuk anda." Ucap walikota Anyi mempersilahkan ketua paviliun obat untuk menempati salah satu tempat yang tersedia. Ketua paviliun obat menganggukkan kepalanya berjalan menuju tempatnya diikuti oleh tuan muda paviliun obat yang mengekor dibelakangnya.
"Wah sepertinya sudah sangat ramai disini, acara intinya belum mulai, kan." Kata Kepala Keluarga Qing yang baru saja datang setelah Ketua paviliun obat. Kepala keluarga Qing lantas berjalan mendekati Walikota Anyi memberikan salam. "Salam Walikota." Kata kepala keluarga Qing. "Salam juga Kepala Keluarga Qing. Acaranya masih belum dimulai, tuan muda Feng masih belum datang kemari." Kata Walikota Anyi.
Mendengar hal itu ia mengangguk-nganggukkan kepalanya paham. Kepala keluarga Qing juga tidak datang sendiri ia datang dengan Kedua anaknya yaitu, Qing Lao dan Qing Xian. Melihat kedatangan Qing Lao Liu'er tidak menyangka bahwa ia akan pulang saat ini.
"Liu'er sudah besar ya sekarang, Bahkan kakak sempat tidak menyangka bahwa Putri Liu yang manja kala itu kini sudah tumbuh dewasa." Kata Qing Lao terkekeh. Zi Liu yang mendengar itu langsung menghampirinya dan berkata, "Sejak kapan kakak Lao pulang, kakak Xian tidak pernah bilang kepadaku bahwa kakak akan pulang." Kata Zi Liu yang sedikit terkejut akan kehadiran Qing Lao.
Qing Lao yang mendengar itu hanya terkekeh saja, ia memang berniat untuk mengejutkan mereka dengan kedatangannya yang tiba-tiba itu tujuan awalnya. Qing Xian hanya acuh tak acuh ia tidak mendengarkan sama sekali ia lebih sibuk dengan pikirannya sendiri saat ini.
Zi Liu awalnya ingin bertanya, tapi pertanyaannya itu ia ia telan kembali karena ada lagi yang datang. "Sepertinya latih tandingnya belum mulai saat ini." Ucap seorang pria sepuh. Sontak seluruh orang yang disana bangkit lalu memberi salam kepada orang yang baru saja datang itu.
"Salam tetua sekte lembah neraka." Kata semua orang yang berada disana. Pria sepuh itu menganggukkan kepalanya ikut memberi salam kepada orang-orang yang berada disana juga. "Aku sudah menyiapkan tempat untuk tetua mari ikut saya." Ucap Walikota Anyi sembari menuntun Tetua sekte lembah Neraka. Ia datang dengan dua orang muridnya yang juga penasaran tentang latih tanding ini.
"Kedua murid ku beri salam kepada walikota dan para senior yang berada disini." Kata Tetua sekte lembah Neraka. Kedua muridnya itu menganggukkan kepalanya memberi salam sesuai apa yang dikatakan oleh tetua sekte itu.
"Jadi Walikota kapan latih tandingnya akan dimulai." Tanya Tetua sekte lembah Neraka kepada walikota. "Sebentar lagi, Orang itu bilang ia akan datang pada saat matahari setinggi tombak." Bukan walikota yang menjawab melainkan Zi Liu.
Lima menit kemudian pas tinggi matahari sesuai dengan tinggi tombak. Namun, Ling Feng masih belum menampakkan wujudnya saat ini. Sunyi seketika, semua orang yang berada disana merasa aneh dengan suasana sunyi saat itu. Mereka sadar akan suasana tersebut, namun tidak ada yang berkata apapun tentang hal itu. Beberapa menit kemudian suara tapak kakipun terdengar.
Sontak semua pasang mata langsung menuju sumber suara tersebut. "Maaf Putri Liu aku terlambat beberapa menit tidak sesuai dengan jadwal." Ucap pemuda itu yang tidak lain adalah Ling Feng.
Tetua sekte lembah Neraka yang melihat Ling Feng tidak merasakan apapun darinya, ia bahkan tidak dapat merasakan aura apapun selain fakta pemuda itu hanyalah manusia biasa.
Salah satu murid lembah Neraka yang melihat itu dengan lancangnya berkata, "Ternyata standar latih tanding Putri Liu menjadi turun ya saat ini. Aku tidak menyangka bahwa Putri Liu yang terkenal itu, menganggap pemuda sampah ini menjadi standar lawannya." Kata salah satu murid Sekte lembah Neraka mengejek.
Semua pasang mata langsung menatap tajam murid sekte lembah Neraka. "Kau…apa yang kau katakan tadi mengenai kakakku." Ucap seorang anak kecil.
Degghhh
Semua orang yang disana langsung mengalihkan pandangannya menatap sumber suara tersebut. Golongan sekte lembah Neraka sontak terkejut ketika mendengar hal itu, terutama murid yang tadi berbicara. Ia tidak bisa berkata-kata ketika mendengar suara anak kecil tepat dibelakang mereka, pas ketika menengok kebelakang tidak terlihat siapa-siapa disana.
"Walikota…aku punya permintaan. Aku juga ingin latih tanding." Ucap Hao Xiang yang kini sudah berada ditengah arena. Golongan sekte lembah Neraka sekali lagi terkejut melihat suara yang tadi muncul dibelakang mereka kini sudah berada dihadapan mereka.
"Aku ingin latih tanding dengannya saat ini juga sebelum latih tanding kakak dimulai." Ucap Hao Xiang sembari menunjuk Murid sekte lembah Neraka yang tadi berbicara tentang Ling Feng.
>>>>>> Bersambung