
Pemuda bertudung itu langsung terdiam ketika melihat seringai Ling Feng saat itu. Bahkan secara refleks ia mudur beberapa langkah ketika melihat wajah Ling Feng dengan seringai tercetak diwajahnya.
"Apa-apaan ini!? sejak kapan ada alkemis dengan aura yang mengerikan seperti ini!? Apakah seorang alkemis memang wajar mempunyai niat membunuh sebesar ini!?" Batin pemuda bertudung tersebut. Keringat sudah mulai membasahi seluruh tubuhnya. Tanpa sadar ia mundur beberapa langkah dan berteriak.
"K-kau…Siapa sebenarnya kau ini! sejak kapan alkemis seperti mu ada di kekaisaran ini!?" Teriak pemuda bertudung itu. Semua pasang mata langsung tertarik dengan teriakannya. Bahkan para peserta pun mulai melihat Ling Feng kali ini.
Sementara sang empu hanya diam saja dengan wajah acuh tak acuhnya. Lalu secara tiba-tiba tersenyum dan berkata, "Aku hanya seorang pengembara yang kebetulan lewat kota ini, dan tertarik dengan sebuah turnamen." Jawab Ling Feng dengan seringai diwajahnya.
"Sebelumnya aku tidak ingin melakukan hal ini, akan tetapi kau mempunyai sesuatu yang membuat ku tertarik saat ini." Ucap Ling Feng bangkit dengan seringai masih tercetak diwajahnya. Pemuda bertudung itu refleks melangkah mundur lagi melihat Ling Feng bangkit.
Sekali lagi semua pasang mata menatap penasaran tentang apa yang terjadi dengan Ling Feng dan pemuda bertudung itu. Bahkan tuan muda paviliun obat juga mendongakan kepalanya menatap Ling Feng, ia kembali teringat dengan ekspresi wajah Ling Feng pasca pendaftaran.
Ia bahkan merasakan kengeriannya ketika melihat seringai di wajah Ling Feng walaupun itu bukan ditunjukkan untuknya.
"Jadi ini yang dimaksud kakek bahwa di atas langit masih ada langit." Gumamnya mendongakan kepalanya menatap sang kakek di sisi lain arena. Ketua paviliun obat yang melihat bahwa cucunya menatapnya, ia menganggukkan kepalanya mengisyaratkan bahwa kau sudah cukup berjuang untuk sekarang.
"K-kau, apa yang ingin k-kau lakukan!?" Teriak orang bertudung tersebut sembari melangkah mundur selangkah demi selangkah. Ling Feng sendiri tidak berniat melakukan apapun selain mengintimidasinya dan menunggu sesuatu.
Benar saja apa yang ia pikirkan kemudian. Tiba-tiba muncul beberapa orang dari arah bangku penonton secepat kilat datang menghalangi langkah Ling Feng yang mendekat. Ling Feng sendiri sudah menduga dan berhenti melangkah. Ia memang sengaja memancing sekelompok orang tersebut supaya keluar dari persembunyiannya.
"Melihat dari jumlahnya ini masih belum semuanya, untuk seorang alkemis tidak mungkin dirinya hanya membawa sedikit pengawal." Batin Ling Feng sembari menatap empat orang tiba-tiba datang ke arena.
"Yang terkuat diantara empat orang itu berada diranah Mahaguru dan sebentar lagi menembus setengah langkah ranah kaisar." Batinnya lagi.
Sontak para penonton dan peserta pun terkejut ketika melihat itu, bahkan orang yang berada di sisi lain arena pun langsung bangkit dari duduknya ketika melihat kejadian itu.
"Tenang saja aku tidak akan melakukan apapun, aku hanya akan memberi tau dirinya bahwa jenius bukanlah satu-satunya orang yang harus masuk dalam pandangan ku." Ucap Ling Feng tiba-tiba. Empat orang tersebut hanya diam saja tidak berkata apapun, apalagi menjawab. Semua orang panik ketika melihat kejadian itu, namun tidak ada yang pergi.
Mereka penasaran tentang apa yang terjadi selanjutnya. Ling Feng langsung menjentikkan jarinya seketika tungku pilnya tiba-tiba terapung. Semua orang memandang takjub hal itu.
Lalu tiba-tiba tungku tersebut bergetar dan tidak berselang lama kemudian sebuah pil dengan cepat keluar dari tungku melesat sangat cepat terbang ke atas. Sontak semua pasang mata langsung terfokus menadahkan kepala mereka ke atas.
Mereka tidak bisa melihat apapun, karena terhalang oleh sinar matahari dan pil tersebut terkontras oleh cahaya membuat semua pandangan mata menjadi kabur melihatnya, namun masih ada yang bisa melihatnya seperti ketua paviliun obat misalnya, ia berdiri menatap langit dengan wajah tidak biasa.
"P-pil itu…Tidak mungkin aku tidak berharap ada seseorang yang bisa membuat pil seperti itu dalam waktu sesingkat ini." Gumam ketua paviliun obat yang masih terdengar oleh sekitarnya.
Pemuda bertudung tersebut juga bisa melihat pil tersebut dan tau jenis pil apa itu dan berada di tingkatan apa. Bahkan ia menggertakkan giginya ketika melihat pil tersebut.
"Ya seperti itu awalnya pemikiran ku. Akan tetapi, melihat dirimu yang angkuh ditambah kau mempunyai hal yang kuinginkan, maka tidak ada cara lain selain menghancurkan mu." Ucap Ling Feng dengan dingin.
Sebuah pil putih bersih bagaikan kaca telah berhasil Ling Feng buat dibagian dalam pil tersebut terlihat pernak-pernik yang menghiasinya. Ketua paviliun obat masih berdiri ketika melihat pil tersebut telah jadi.
Walikota Anyi dan kepala keluarga Qing juga menjadi heran ketika melihat ketua paviliun obat yang bertingkah seperti itu.
"Itu adalah pil langit. Aku pernah membaca buku tentang jenis-jenis pil dan dilihat dari ciri-ciri pil tersebut tidak salah lagi bahwa itu adalah pil langit." Ucap Qing Xian Serius dirinya pun terkejut ketika melihat pil tersebut dihadapannya.
Deggghhh
Bergetar Detak jantung mereka ketika mendengar hal itu. Walikota Anyi dan kepala keluarga Qing langsung mengalihkan pandangannya Melihat pemuda yang bahkan tingkat Kultivasinya tidak sampai ranah Mahaguru, tetapi bagaimana bisa mempunyai kekuatan jiwa sebesar itu.
Pemuda bertudung itu tidak bisa berkata apa-apa ketika melihat pil itu. Bahkan ia langsung jatuh lemas, mengetahui bahwa dirinya kalah telak di bidang keahlian oleh seorang yang asal usulnya tidak jelas.
Ling Feng kembali melangkah, empat orang yang melindungi pemuda bertudung itu sigap langsung memasang sikap waspada tetapi,
Deghhhh
Jatung mereka seakan-akan berhenti berdetak. "Aku akan mati jika aku bergerak sedikit saja." itulah satu kalimat yang ada dipikiran mereka ketika melihat tatapan mata Ling Feng. Ling Feng sendiri acuh tak acuh berjalan melewati mereka yang terdiam tidak bisa bergerak dan berhenti tepat didepan pemuda bertudung itu.
"Taruhannya." Ucap Ling Feng singkat, padat, jelas. Pemuda bertudung itu bergetar seluruh tubuhnya, namun ia tetap memberikan cincin ruang miliknya kepada Ling Feng.
Ling Feng lantas menerima cincin tersebut dan melangkah pergi ke tempat tuan muda paviliun obat berada. Ling Feng dengan santai menadahkan tangannya dihadapan tuan muda tersebut.
"Taruhannya." Kata yang sama dikatakan kepada tuan muda paviliun obat. Tuan muda paviliun obat refleks juga memberikan cincin ruangnya walaupun ia tidak tau jenis pil apa itu, namun melihat dari tingkah pemuda bertudung itu bahwa pil itu berada diatas pil bumi miliknya.
Setelah menerima kedua cincin ruang peserta itu, Ling Feng lantas melemparkan pilnya kepada ketua paviliun obat yang berada di sisi lain arena. Ketua paviliun obat dengan sigap menangkap pil tersebut lalu menundukkan kepalanya pertanda ia menghormati pemuda tersebut yang tidak lain adalah Ling Feng.
Ling Feng menganggukkan kepalanya lalu dalam sekejap ia menghilang dari arena tersebut tanpa jejak sedikitpun. Ketua paviliun obat dengan sigap memerintahkan tetua Yao untuk mengumumkan pemenangnya.
"Dengan ini Peserta ke-200 ratus atas nama Feng memenangkan pertandingan alkemis ini dengan tingkatan, Pil Langit tingkat tinggi." Kata tetua Yao mengumumkan pemenangnya. Saat itu juga para penonton langsung bersorak-sorai ketika mengetahui pemenangnya adalah kuda hitam yang tidak mereka sangka.
>>>>> Bersambung