Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Insiden Pendaftaran


"Jika dilihat lebih dekat memang terlihat seperti topeng, namun kenapa rasanya kenyal sekali?" Gumam Ling Feng sembari manggut-manggut dan menyentuh-nyentuh topeng kenyal itu dengan jarinya.


Merasa tidak ingin ambil pusing, Ling Feng langsung saja mengikuti apa yang dikatakan oleh Long Tian tentang bagaimana cara menggunakannya.


"Ahh…Kalau tidak salah begini cara menggunakannya." Ling Feng langsung meletakan benda tersebut disalah satu telapak tangannya lalu mengalirkan qi kedalam benda tersebut.


Ketika dirinya mengalirkan qi kedalamnya, sesuatu yang menarik terlihat didepan kedua matanya. Secara ajaib topeng yang awalnya kenyal, kini setelah dialirkan Qi kedalamnya tiba-tiba menjadi mengeras. Ling Feng yang melihat itu sempat tercengang.


"Paman punya benda seperti ini sungguh tidak dipercaya." Gumam Ling Feng yang tercengang melihat layaknya seperti topeng pada umumnya.


"Setelah ini tinggal langsung dipakai ke wajah." Gumam Ling Feng sembari menggunakan topeng tersebut dan setelah digunakan tiba-tiba ia merasakan bahwa topeng itu seperti benda hidup lalu menempel sempurna. Bahkan ia merasakan bahwa itu seperti wajahnya sendiri.


Setelah selesai Ling Feng meraba-raba wajahnya setelah menggunakan topeng wajah milik Long Tian.


"Topeng ini seperti menjadi bagian dari tubuhku. Tidak kusangka ada benda semacam ini." Gumam Ling Feng terkekeh, ia langsung mengalirkan qi di telapak tangannya. Lalu tidak lama kemudian air muncul membentuk sebuah pantulan dirinya. Setelah melihat tampilan wajahnya di cermin air itu, Ling Feng masih sempat merasa ragu, karena menurutnya ia masih akan menarik banyak perhatian.


Namun pada akhirnya ia tidak memikirkan hal itu dan pergi dengan topeng itu. Alhasil kini dirinya telah berada ditempat diadakannya turnamen tersebut. Pasca ia sedang menuju ke tempat turnamen diadakan jalanan telah penuh baik pengunjung lokal Kota Anyi maupun yang dari luar kota. Sebagian besar orang yang datang ke kota Anyi, sepertinya untuk melihat jalannya turnamen saat ini. Karena, mau bagaimana pun acara seperti ini sangat jarang terjadi di bagian


"Jadi disini tempatnya ya…Tempat ini jika dilihat dari luar mirip dengan tempat pertandingan beladiri. Sepertinya akan terjadi hal yang menarik disini nanti." Gumam Ling Feng masuk kedalam antrian yang mana tempat para peserta untuk mendaftar.


Setelah hampir memakan waktu dua batang dupa, sebentar lagi giliran Ling Feng untuk mendaftar. Akan tetapi, sumber masalah tiba-tiba datang menghampirinya. Ling Feng yang sudah menghabiskan waktu yang lama untuk mengantri tiba-tiba datang seseorang dengan banyak pengikutnya mulai membelah barisan antrian. Semua orang yang mendaftar langsung menyingkirkan diri ketika orang tersebut dan pengikutnya datang.


Namun tidak dengan Ling Feng, dirinya tidak peduli apapun dengan hal yang terjadi dibelakangnya dan hanya fokus kedepannya saja. Sampai ada orang yang berkata dengan angkuh kepadanya.


"Oii bocah! tuan muda kami ingin mendaftar bisakah kau mendahulukan kepentingan tuan muda ku terlebih dahulu." Kata salah satu pengikut orang tersebut. Ling Feng tidak menggubris perkataan orang tersebut dan hanya fokus ke tempat pendaftarannya saja, dan kini giliran dirinya untuk mendaftar.


"Aku ing-" Perkataan Ling Feng dipotong oleh Teriakkan pengikut yang tadi berkata angkuh kepadanya.


"Oii bocah!! kau tidak dengar apa yang kukatakan hah!! Berani sekali kau mengabaikan tuan muda kami. Jelata sepertimu tidak sayang nyawa kah berani mengabaikan kami!!" Teriak pengikut orang tersebut sembari menunjuk-nunjuk kepada Ling Feng.


Tuan muda yang disebut itu hanya menatap diam apa yang terjadi didepannya, ia merasa tidak perlu turun tangan langsung untuk mengurusi Ling Feng. Orang yang dipanggil tuan muda itu langsung berkata, "Jangan buang-buang waktuku urus dengan cepat." Kata orang yang dipanggil tuan muda itu.


Mendengar hal itu pengikut yang tadi berteriak kepada Ling Feng awalnya ingin bergerak, namun sesuatu secara tiba-tiba dalam sekejap terjadi.


"Kau terlalu berisik." Ucap Ling Feng sembari meremas jari orang yang teriak kepadanya tadi dan


Krekkk


"Akhhhhhhhhhhhhhhh jariku!!! Tolong aku!! Sakit sekali!!" Teriak orang tersebut sangat keras sembari berlutut memegangi tangan yang diremukan jarinya oleh Ling Feng. Walaupun hanya terlihat diremukan biasa saja tentu saja ada trik yang membuat rasa sakit itu terasa menyakitkan sampai seperti itu.


Kejadian itu berlangsung dengan sangat cepat dan tidak ada yang menyadarinya, bahkan semua Padang mata melirik kepada Ling Feng saat ini. Terutama Tuan muda dari orang tersebut. Orang yang mereka kira hanya angkuh dan arogan, kini menampilkan sosok yang bahkan terlihat tidak bisa diganggu.


Bagaimana tidak terkejut, dirinya saja bahkan kapan Ling Feng bergerak. Ling Feng sendiri hanya biasa saja tidak peduli dengan sekitarnya. Ia lalu mengalihkan pandangannya ke orang yang dipanggil tuan muda. Merasa ditatap oleh Ling Feng, entah mengapa orang tersebut seperti sedang ditatap oleh seorang hewan buas yang kapan saja bisa menerkamnya.


"Bukankah ia ingin mendaftar menjadi peserta turnamen alkemis!? akan tetapi bagaimana bisa seorang alkemis mempunyai aura yang menakutkan seperti ini!?" Batin orang tersebut pasca ditatap oleh Ling Feng.


Ling Feng sendiri hanya menatap acuh tak acuh orang tersebut lalu kembali ketempat mendaftar Turnamen tidak mempedulikan pandangan mata yang mengarah kepadanya. Bahkan pengawas pendaftaran saja tidak bisa berkata apa-apa mengenai tindakan Ling Feng saat ini, Ling Feng sendiri awalnya ingin membunuh orang tersebut, namun ia tidak ingin melakukan hal yang merepotkan setelahnya.


"Aku ingin mengikuti turnamen alkemis ini." Ucap Ling Feng. Pengawas tersebut langsung mempersiapkan hal yang diperlukan oleh Ling Feng dengan cepat, tidak ingin membuat Ling Feng menunggu. Bagaimana ia bisa membuat Ling Feng menunggu setelah diperlihatkan kejadian seperti itu.


"I-Ini nomor peserta mu. Turnamen akan dimulai waktu tengah hari nanti untuk sementara kau bisa menunggu di ruang tunggu yang berada disana." Kata pengawas tersebut sembari menyodorkan kartu identitas peserta. Ling Feng yang mendengar itu menerima kartu tersebut lalu pergi menuju tempat yang diarahkan kepadanya tanpa menoleh kebelakang lagi.


Orang yang sempat diintimidasi oleh Ling Feng, kini menggertakkan giginya kuat-kuat merasa sangat kesal, karena Ling Feng bertingkah arogan dihadapannya, bahkan ia berani mempermalukan dirinya dihadapan publik saat ini.


"Baji*gan Kep*rat itu tidak akan ku maafkan. Kau sudah berani menyinggung tuan muda ini, maka jangan harap kau bisa hidup dengan tenang." Gumam orang tersebut mengutuk Ling Feng dan mengatakan sumpah serapah.


>>>>>> Bersambung