
“Ah iya guru. Tenang saja, aku akan mengingat pesan mu itu.” Kata Hao Xiang lalu pergi ke tempat yang sudah menjadi incarannya. Ling Feng sekali lagi menghela nafas pendek lalu mulai melangkah ke arah yang sama, karena memang di bangunan tersebut hanya ada satu arena pertandingan.
>>>>>>______
Arena Sambung Pendekar terlihat cukup ramai, Ling Feng pun melangkah ke tempat duduk yang kosong bersama dengan Hao Xiang, atau lebih tepatnya memaksa Hao Xiang untuk ikut duduk dengannya terlebih dahulu, namun itu tidak berlangsung lama, karena ia langsung pergi sesaat setelah pertarungan di arena tersebut selesai.
Ling Feng sendiri memutuskan untuk tidak ikut berpartisipasi, dan memilih untuk menjadi pengamat saja dari bangku penonton. Pertarungan di arena, dimenangkan oleh sosok pria tinggi kurus kering dengan senjatanya yang berupa tombak besi. Sorak sorai para penonton pun bergema, ada yang merasa senang, karena memenangkan taruhan, dan ada yang mendesah kesal, karena kalah taruhan.
“Hahahaha... Aku menang lagi! Aku menang lagi! Hahahaha...!”
“Cihhhh, kau hanya sedang beruntung saja kali ini, selanjutnya aku pasti akan menang.”
“Hehhhh... Alasan dari orang yang kalah... Hahahaha...!”
Sambung Pendekar pun kembali di lanjutkan, sang wasit pun naik ke atas arena seraya bertanya kepada pria kurus tersebut, “Bagaimana apakah ingin lanjut atau berhenti sekarang?” Tanya sang wasit kepada pria kurus itu.
“Huhuhu... Tentu saja lanjut, siapapun lawannya akan kuhabisi dengan tombak elangku ini.” Kata pria kurus tersebut dengan percaya dirinya, sebagai catatan, pria kurus tersebut sudah memenangkan tiga kali Sambung Pendekar berturut-turut hari ini. Ranah dari pria kurus itu sendiri berada di ranah bumi bintang dua, terbilang cukup tinggi sebagai petarung Sambung Pendekar. Bukan hanya itu saja, senjata tombaknya pun berada Bumi kualitas menengah.
Selain karena ranahnya tinggi, pria kurus itu mempunyai senjata yang kuat juga, hal itulah yang membuat nya sangat yakin dan percaya diri.
“Apakah masih ada yang ingin menantang dirinya?” Teriak sang wasit seraya melirik ke arah para peserta yang mengantri di sana, hening tidak ada yang menjawab nya. Tentu saja para penantang itu berpikir rasional, karena kekalahan pasti akan datang kepada mereka, jika menghadapi pria kurus tersebut.
“Huhuhuhu... Sepertinya sudah tidak ada yang berani lagi, kalau begitu aku yang akan mengambil seluruh taruh-“ Ucapan pria kurus itu terhenti, karena secara tiba-tiba seorang remaja pria naik ke atas arena. Baik para penantang dan penonton pun terkejut, ketika melihat seorang remaja yang bahkan belum genap dua puluh tahun, tapi dengan santai nya naik ke atas arena Sambung Pendekar.
“Oi bocah... Ini bukan tempat bermain anak-anak, pergilah ke tempat lain.” Kata sang wasit menegur Remaja pria yang tidak lain adalah Hao Xiang.
“Siapa bilang aku kemari untuk bermain-main. Aku kemari untuk menantangnya.” Kata Hao Xiang langsung pada intinya. Sontak pernyataan itu langsung di sambut gelak tawa, baik itu para penantang, maupun para penonton. Pria kurus itu pun melangkah ke arah Hao Xiang seraya tertawa keras, lalu ia pun berkata kepada nya.
“Hahahaha... Bocah, bocah. Wajah mu memang sangat menyebalkan, namun aku cukup terhibur dengan candaan mu itu. Kali ini aku maafkan, karena kau cukup menghibur dengan apa yang kau katakan tadi, jadi turun lah dari pergi bermain dengan anak-anak seumuran mu, lalu minum susu ibu mu di malam harinya hahahaha...” Ujar pria kurus itu, dan sekali lagi tawa seluruh orang pun pecah.
“Aku tidak bercanda sama sekali kok, aku datang ke atas ini, karena memang sangat yakin bisa mengalahkan mu. Oh ya, jangan takut. Aku mempunyai uang untuk bertaruh, jadi tidak perlu khawatir akan hal-hal semacam itu.” Kata Hao Xiang dengan raut wajah acuh tak acuh, dan perlahan-lahan suara tawa pun memudar, di gantikan dengan keheningan yang tiada tara.
Booommmmm...!!
“Bocah Ban*sat...! Berani-berani nya kau berkata seperti itu kepadaku! Jika kau ingin memprovokasi ku, maka tujuan mu sudah tercapai sekarang juga.” Teriak pria kurus itu, merasa tersinggung dengan apa yang di ucapkan oleh Hao Xiang. Pria kurus itu pun melirik ke arah sang wasit dan berteriak kepada nya, “Mulai saja pertarungan nya! Ia sendiri yang meminta nya, jadi ia sendiri juga yang menanggung konsekuensi nya.” Kata pria kurus itu yang dianggukki oleh sang wasit.
“Baiklah para penonton sekalian, pertarungan kali ini adalah sang juara tiga kali berturut-turut melawan seorang penantang yaitu, pemuda remaja yang ada di hadapan nya. Untuk taruhannya, sisi kiri adalah pemuda remaja sang penantang, dan sisi kanan adalah sang juara tiga kali berturut-turut. Pertandingan akan di mulai setelah semuanya selesai memasang taruhan.” Ujar wasit tersebut dan langsung membuat para penonton pun riuh seketika.
“Oioi... Bocah itu benar-benar sangat nekat sekali. Bukankah ini sudah sangat jelas siapa pemenang nya.”
“Ya kau benar, terlebih lagi pria kurus itu mempunyai tombak besi, senjata tingkat bumi. Sudah dapat di pastikan bocah itu akan kalah.”
“Ya jika sudah seperti ini, pemenangnya sudah di putuskan, bukan.”
Begitulah bisik-bisik para penonton. Hao Xiang tentunya dapat mendengar bisikan-bisikan itu, namun ia tidak peduli akan hal itu dan hanya menatap ke arah pria kurus, yang juga menatapnya dengan tatapan yang tajam, tentunya ia masih sangat marah, karena Hao Xiang telah menghina dirinya.
Setelah semua penonton memasang taruhan, sangat terlihat jelas perbandingannya, setidaknya hampir sembilan puluh lima persen, memilih ke pihak pria kurus, dan hanya lima persen saja yang memilih kepada Hao Xiang. Pemuda itu tentunya menyadari siapa yang bertaruh kepadanya itu, dan tidak lama kemudian pun suara transmisi masuk ke dalam kepalanya.
“Aku bertaruh banyak kepadamu, jadi kau harus menang bocah nakal.” Transmisi suara Ling Feng.
“Tenang saja guru, akan kupastikan kau menjadi kaya raya.” Balas Hao Xiang seringai tipis tercetak di wajahnya, dan seringai di wajahnya itu, di sadari oleh pria kurus tersebut.
“Apa yang kau tertawakan bocah, tidak ada yang lucu di sini.” Kata pria kurus tersebut.
“Heummmm... Jika kau berkata seperti itu, mungkin penampilan mu itu yang terlihat sangat lucu, mengingat dirimu seperti mayat hidup, karena tidak memiliki daging sedikit pun, tidak, tidak. Bahkan mayat hidup pun masih memiliki daging di tubuhnya itu.” Kata Hao Xiang dengan nada mengejek membuat pria kurus itu sekali lagi termakan oleh provokasi Hao Xiang.
“Bocah Ban*sat! Berani-beraninya kau menghina ku! Mati saja kau!” Teriak pria kurus itu menatap Hao Xiang dengan niat membunuh yang sangat kuat, maju dengan cepat ke arah Hao Xiang.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.