
Seketika sebuah formasi mengelilingi Kediaman He. Ling Feng yang melihat itu penasaran dengan maksud dari Long Tian. Long Tian sendiri menyeringai lebar saat ini.
"Formasi Ilusi apa ini paman?" Tanya Ling Feng penasaran. Long Tian yang mendengar itu hanya menyeringai lebar lalu berkata, "Kau akan mengetahuinya sebentar lagi Feng'er." Kata Long Tian dengan seringai lebar tercetak diwajahnya.
Kediaman Walikota Anyi
"Perintahkan seluruh pasukan kota untuk bergerak menuju cahaya tersebut." Perintah walikota anyi kepada salah satu jenderalnya. Jenderalnya yang mendengar itu menganggukkan kepalanya bergegas melakukan perintah dari atasannya. Namun, sebelum jendral itu bergerak. Suara pria tua dengan nada serak basah menghentikan langkahnya.
"Jangan gegabah Walikota, sepertinya ada yang aneh dari cahaya tersebut." Ucap Pria tersebut pelan, namun terdengar jelas ditelinga Walikota Anyi dan Jendralnya. Walikota Anyi yang mendengar itu tidak mengerti mengapa pria tua tersebut menghentikannya.
"Tenang dan amati cahaya itu baik-baik. Memang sekilas terlihat seperti sebuah tanda, namun jika diperhatikan dengan seksama. Cahaya itu bukanlah cahaya apapun itu, melainkan itu adalah sebuah formasi." Jelas Pria tua itu sembari mengelus-elus jenggotnya yang panjang. Mendengar hal itu Walikota Anyi dan Jendralnya lantas kembali memandang menyelidik cahaya tersebut dan benar saja itu adalah sebuah formasi yang cukup besar untuk dibuat.
Namun, setelah dipikir-pikir lagi siapa yang membuat formasi yang sangat menarik perhatian seperti ini?, itulah hal yang dipikirkan dalam benak hati Walikota Anyi dan Jendralnya.
"Aku juga penasaran dengan siapa yang repot-repot membuat formasi menarik perhatian seperti ini. Mari kita ke sana untuk mencari tahu." Ucap Pria tua tersebut keluar dari kediaman walikota. Walikota dan Jendralnya yang penasaran, langsung mengikuti pria tua tersebut menuju formasi itu.
Kediaman Qing
"Dua orang pemuda dan lagi mereka bukan berasal dari kota ini?" Orang tersebut mengulang perkataan dari mata-mata yang ia perintahkan untuk mendekati formasi tersebut.
Sang mata-mata itu sekali lagi menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Kemungkinan besar kedua pemuda ini berasal dari Ibu kota yang sedang datang kemari. Namun, tidak menutup kemungkinan mereka bukan berasal dari Kekaisaran Wei." Ucap mata-mata tersebut. Mendengar penjelasan dari mata-mata yang ia kirim, orang tersebut sedikit berpikir apa maksud dari kedua pemuda ini.
Ketika sedang tenggelam dalam pikirannya, tiba-tiba ruangannya di terobos oleh seorang wanita muda dan dengan suara yang cukup keras.
"Ayah aku sudah pulang." Ucap wanita tersebut sedikit berteriak yang tidak lain adalah Qing Xian. Orang tersebut dan mata-mata tersebut sedikit tersentak kaget dengan kedatangan Qing Xian yang tiba-tiba. Sontak orang tersebut yang dipanggil ayah oleh Qing Xian langsung menegurnya.
"Xian'er sudah ayah bilang jangan masuk dengan cara seperti itu, jika ayah tiba-tiba mati karena tersentak kaget bagaimana." Ucap Pria tersebut menegur Qing Xian. Qing Xian sendiri hanya tersenyum lebar tidak menggubris perkataan dari sang ayah. Ia lalu mengalihkan pandangannya melihat ada seorang lalu bertanya kepada sang ayah.
"Apakah ayah sedang membicarakan sesuatu yang penting?" Tanya Qing Xian. Ayahnya yang melihat Qing Xian tidak menggubris perkataan hanya menghela nafas saja, namun tetap menjawab pertanyaan putrinya tersebut.
"Aku sampai lupa, aku juga ingin menanyakan hal ini dengan ayah. Jadi bagaimana ayah apa sudah ketemu pelakunya dari cahaya misterius yang muncul di kota Anyi ini?" Kata Qing Xian. Ayahnya yang mendengar pertanyaan Qing Xian menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Kata mata-mata yang sudah ayah kirim, pelakunya adalah dua orang pemuda yang bukan salah satu warga di kota Anyi ini. Kemungkinan besar kedua pemuda ini berasal dari Ibu kota." Jelas ayah Qing Xian.
Qing Xian yang mendengar itu tersentak kaget dengan perkataan ayahnya, tentu saja sang ayah melihat wajah tegang dari anaknya.
"Ayah bilang dua orang pemuda?" Ulang Qing Xian. Ayahnya langsung mengangguk kepalanya. Qing Xian masih tidak percaya lalu bertanya kembali, namun kali ini kepada mata-mata yang masih tidak bergerak sama sekali disana.
"Apakah kedua orang tersebut menggunakan jubah hitam?" Tanya Qing Xian kepada mata-mata. Sang mata-mata yang mendengar itu menganggukkan kepalanya. Merasa masih belum percaya, Qing Xian sekali lagi bertanya kepada mata-mata tersebut.
"Bagaimana dengan perangainya?" Tanya Qing Xian dengan nada sedikit tegang, Mata-mata tersebut diam sejenak lalu berkata kembali, "Satu orang terlihat sangat tenang dan satunya lagi sedikit kebalikan dari satunya." Ucap mata-mata tersebut. Qing Xian yang mendengar itu sudah percaya bahwa kedua pemuda itu adalah Ling Feng dan Long Tian yang baru-baru ini makan di rumah makannya.
Ayah Qing Xian yang melihat sikap putrinya berubah, tentu saja penasaran dan langsung bertanya kepada putrinya itu.
"Kau kenal dengan kedua pemuda ini Xian'er?" Tanya Ayahnya kepada Qing Xian. Qing Xian yang mendengar itu langsung menjelaskan tentang kejadian di rumah makan Bulan Matahari baru-baru ini. Ayah Qing Xian mendengarkan dengan seksama cerita Qing Xian tentang kedua pemuda itu.
"Jadi He Gongsun lah pokok permasalahan tentang semua kejadian ini." Simpul Ayah Qing Xian. Qing Xian yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu berkata kembali, "Awalnya Keluarga He hanya menyinggung satu orang saja dan satunya lagi tidak berniat untuk ikut campur, namun siang tadi Tetua dari Keluarga He datang ke rumah makan Bulan Matahari dengan tujuan menyelidiki tentang kejadian yang dialami oleh He Gongsun." Lanjut Qing Xian.
"Lalu tidak lama kemudian datanglah teman dari pemuda yang menyebabkan He Gongsun menjadi cacat, dan lagi-lagi Keluarga He kembali menyinggung pemuda tersebut. Bahkan Keluarga He sempat mengancam pemuda tersebut, namun sepertinya keadaan sekarang sudah berbalik 180 derajat." Qing Xian menyudahi penjelasannya sembari memandang langit-langit yang sekarang kembali normal.
"Kau kenal siapa kedua pemuda ini Xian'er?" Tanya Ayahnya. Qing Xian yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Pemuda yang terlihat santai bernama Ling Ling dan terlihat sangat aktif bernama Long Tian. Kedua pemuda ini berasal dari kekaisaran Han." Ucap Qing Xian. Ayahnya yang mendengar itu manggut-manggut, lalu berkata sembari memandang langit-langit.
"Aku penasaran degan kedua pemuda ini, terlihat dari cara bicara dan bahasa yang kau gunakan, sepertinya kau sangat menghormatinya. Bahkan ini pertama kali kau memuji seseorang nak" Ucap Ayahnya terkekeh. Qing Xian yang mendengar itu mendadak kesal degan perkataan yang dilontarkan ayahnya.
Ayah Qing Xian langsung melesat keluar diikuti oleh Qing Xian dan mata-mata dibelakangnya bergerak menuju kediaman He.
>>>>> Bersambung