
"Ya, kau sangat mirip dengannya. Kau sangat mirip dengan Anakku yang sudah menghilang Puluhan tahun lamanya" Kata Tetua Ling.
Ling Feng yang mendengar itu sedikit terkejut dengan pengakuan Tetua Ling.
"Entah kenapa kau sangat mirip dengannya yang sudah hilang puluhan tahun lamanya, jika saja aku tidak gegabah waktu itu mungkin dia masih berada di sampingku" Kata Tetua Ling dengan rasa penyesalan yang sangat dalam.
Tetua Han yang melihat itu hanya menatap iba sahabatnya lalu mengusap punggungnya untuk menenangkannya.
"Sudahlah itu bukan kesalahan mu, saat itu kau kan sedang dalam misi jadi tidak tahu situasi dalam keluarga mu" Kata Tetua Han menguatkan Tetua Ling yang sudah dianggap saudaranya sendiri.
"Maaf Anak muda, sudah banyak berkata sesuatu yang tidak penting. Abaikan saja semua kata yang keluar dari mulut ku" Kata Tetua Ling.
"Sudahlah saudara Ling kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu, kejadian itu bukan sepenuhnya kesalahan mu. Itu adalah salah Keluarga mu yang angkuh tersebut, padahal awalnya anak mu itu di puji-puji sebagai salah satu jenius yang lahir di keluarga Ling namun setelah datiannya menjadi cacat sikap semua orang berubah 360 derajat. Dasar Keluarga alot" Kata Tetua Han, Yang kesal dengan keluarga saudaranya itu.
"Sudahlah tidak perlu membahas itu lagi saudaraku, lebih baik kita kembali ke kota Cheng Du untuk beristirahat sejenak, esok hari kita akan sibuk sekali. Sekali lagi aku minta maaf karena sudah membuang-buang waktumu" Kata Tetua Ling berbalik beranjak pergi. Ling Feng yang mendengar perkataan Tetua Han sempat terkejut dan ingin bertanya lebih lanjut namun ditahan oleh suara yang muncul di pikirannya.
Setelah Tetua Ling dan Tetua Han Pergi, Tinggal Ling Feng dan Long Tian disana, Pikiran Ling Feng menjadi tidak karuan setelah mendengar pernyataan Tetua Ling.
"Tidak ku sangka kau masih mempunyai keluarga selain kedua orang tua mu yang telah meninggal. Takdir yang sangat kebetulan" Kata Long Tian.
"Bukan hanya kau saja Paman, aku sendiri tidak mengetahui bahwa aku mempunyai keluarga selain kedua orang tua ku. Ayah dan Ibu tidak pernah menceritakan apapun tentang hal ini. Sempat aku bertanya akan hal ini namun, ayah langsung mengalihkan pembicaraan" Timpal Ling Feng.
"Jadi, bagaimana Feng'er ?" Kata Long Tian memandang Ling Feng.
"Entahlah paman, yang pasti Sekte bayangan adalah tujuan ku saat ini" Kata Ling Feng dengan tekad balas dendam yang belum padam dan berkata kembali memutuskan.
"Info dari Tetua Itu lebih dari cukup, kita akan berangkat esok hari. Kita bermalam beratapkan langit malam kali ini" Kata Ling Feng mulai membaringkan tubuhnya di salah satu pohon sembari menatap Langit yang penuh dengan bintang. Long Tian yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya.
Ling Feng termenung berbaring menatap langit. Dirinya kadang masih tidak menyangka bahwa akan menapaki jalan sebagai kultivator.
"Sungguh hidup yang tidak terduga, jika kakek adalah seorang kultivator, kenapa ayah hanya seorang manusia biasa. Ada yang aneh dengan ini" Gumam Ling Feng yang masih gelisah tentang jati diri orang tuanya yang sebenarnya.
"Sudahlah lain kali saja memikirkan hal itu" Kata Ling Feng dan langsung menutup matanya dan masuk ke alam mimpi nya Karena, memang sudah larut juga.
Keesokan harinya
Malam yang tenang pun berganti dengan pagi yang terang, bulan yang telah selesai melaksanakan tugasnya digantikan oleh Matahari yang masih enggan muncul untuk melakukan tugasnya. Terlihat Seorang pemuda disalah satu dahan pohon di hutan tersebut yang sedang tidur. Pemuda itu masih memejamkan matanya enggan untuk membukanya. Namun seolah dipaksa bangun, sinar matahari menyinari wajahnya dan ia perlahan membuka kedua matanya walaupun terpaksa. Ling Feng yang tidur di salah satu dahan pohon yang tinggi akhirnya bangun dari alam mimpinya. Ia masih sangat mengantuk saat ini, semalam dirinya tidak bisa tidur dengan nyenyak karena, ia merasa gelisah dengan pikirannya sampai larut malam.
"Hooooammmm, padahal aku merasa baru memejamkan mata ku. Kenapa sekarang sudah pagi saja ?" Ling Feng yang masih mengantuk berkata ½ sadar. Sampai terdengar teriakan suara yang memanggilnya yang tidak lain adalah Long Tian yang telah selesai membuat sarapan.
"Paman sudah bangun, kukira naga tua itu bakal tidur hibernasi" Kata Ling Feng yang masih ½ sadar membalas perkataan Long Tian. Long Tian yang mendengar itu mengerutkan keningnya kesal lalu berkata. Lalu muncul sebuah niat jail dan tanpa basa-basi langsung mengesekusi niat jahilnya itu. Kenapa Long Tian tidak memikirkan akan melakukan apa terlebih dahulu untuk menjahili Ling Feng ? Karena, jika itu suara yang ada dipikirannya maka langsung bisa didengar dan diketahui Oleh Ling Feng. Oleh karena itu Long Tian tidak repot-repot memikirkannya dan langsung mengesekusi niatnya itu dengan menendang pohon yang ditiduri Oleh Ling Feng.
"Bangun kau Rubah kecil" Kata Long Tian dan...
Booooommmm
Long Tian menendang pohon itu dan seketika langsung hancur menjadi serpihan-serpihan kayu kecil. Ling Feng yang masih ½ sadar merasa kaget awalnya mendengar suara itu Namun, ketika dirinya ingin berbaring kembali dirinya langsung melesat turun jatuh ke bawah dan
Booooommmm
"Aduhhhhhhhhhh" Terdengar suara Teriak kesakitan yang tidak lain adalah Ling Feng yang jatuh dari pohon. Tidak, lebih tepatnya dirinya terbang karena, pohon yang ia tempati sudah hancur berkeping-keping akibat di tendang Oleh Long Tian.
"Siallll, kenapa kau melakukan hal itu naga tua sial*n." Kata Ling Feng yang kesal sekaligus marah karena, tidurnya diganggu. Dirinya marah bukan karena, merasa sakit jatuh dari ketinggian seperti itu. Ling Feng marah sebab Dirinya diganggu saat sedang tidur.
"Sudahlah, tidak perlu berpura-pura seperti itu, aku tahu kau tidak akan terluka hanya dengan jatuh pohon dengan tinggi yang tidak seberapa itu. Fisikmu itu bukan fisik manusia. Jelas-jelas Fisik monster itu tidak akan terluka hanya karena, kau terjun bebas" Kata Long Tian tidak peduli dan terkekeh.
"Sudahlah, lebih baik kau cepat bersihkan tubuhmu lalu kembali kesini, kita sarapan terlebih dahulu" Kata Long Tian selanjutnya.
Ling Feng yang mendengar itu mendengus kesal tetapi, tetap melakukan apa yang dikatakan oleh Long Tian. Dirinya langsung pergi ke sungai terdekat dan membersihkan tubuhnya.
"Kita akan pergi setelah sarapan nanti paman" Teriak Ling Feng yang sedang membersihkan tubuhnya. Memang jarak sungai dari tempat mereka beristirahat tidak terlalu jauh sehingga teriakan Ling Feng masih terdengar oleh Long Tian.
"Apakah kita akan langsung pergi atau berpamitan terlebih dahulu" Balas Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu menjadi bingung dan tetap fokus membersikan tubuhnya. Setelah selesai ia langsung berpakaian dan kembali sembari berkata.
"Tidak perlu paman, Lagipula berpamitan kepada si-" Perkatan Ling Feng terhenti setelah melihat sepasang perempuan yang sedang duduk. Perempuan satunya sedang menikmati daging sarapan yang telah dibuat oleh Long Tian dan sedangkan satunya lagi hanya diam duduk saja.
"Kakak ingin kemana memangnya" Kata salah satu dari wanita tersebut yang tidak lain adalah Bing Jiao sembari makan dan Qin Mei yang diam saja namun juga ingin mengetahui Kemana tujuan selanjutnya dari Pemuda itu.
"Kenapa dari sekian hal yang merepotkan, hal itu harus perempuan" Batin Ling Feng.
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara serasku )
( Blizzardauthor)