
Groaaaarrrrr......!!
Groaaaarrrrr......!!
“Jangan berisik monster jelek, teriakan mu itu benar-benar tidak nyaman di dengarnya tahu.” Kata Ling Laohu dan Hao Xiang secara bersamaan, sembari melancarkan sebuah serangan kepada masing-masing kepala monster tersebut.
>>>>>>______
“Kedua orang itu, benar-benar tidak menahan diri sama sekali.” Gumam Ling Feng yang melihat Hao Xiang dan Ling Laohu yang tidak tanggung-tanggung menyerang monster tersebut. Walaupun keduanya menyadari, bahwa serangan mereka sama sekali tidak mempan di hadapan pemulihan super monster tersebut.
“Aku harus cepat sebelum keduanya kehabisan tenaga.” Gumam Ling Feng lalu kembali melancarkan tebasan demi tebasan seraya berlari-larian di sekitar tubuh monster tersebut untuk mencari titik lemahnya. Ia lantas muncul di belakang monster tersebut dan melompat cukup tinggi, Ling Feng menggunakan kemampuan topeng yang di berikan oleh dua kekasihnya itu, dimana ia bisa melihat sangat jelas walaupun jarak dirinya dengan objek yang ingin ia lihat sejauh ribuan meter.
Akan tetapi sayang, keberadaan Ling Feng diketahui oleh salah satu kepala yang menjadi bagian dari Hao Xiang, salah satu kepala itu langsung meraung marah ke arah Ling Feng, yang membuat Ling Feng sedikit terkejut, karena keberadaan nya tiba-tiba diketahui. Padahal dirinya telah berada di titik butanya, namun ia masih bertanya-tanya kenapa monster itu bisa menyadari keberadaannya.
Groaaaarrrrr......!!
“Kau melihat kemana monster jelek! Lawan mu itu ada di sini!” Teriak Hao Xiang, langsung melancarkan sebuah serangan berupa tinju berapi kepada monster kepala dua itu. Bukan hanya itu saja, tinju api tersebut, langsung meledak, tepat beradu dengan monster tersebut.
Boooommm......!!
Tepat salah satu kepala itu hendak menyemburkan nafasnya kepada Ling Feng, Hao Xiang secara tiba-tiba menggagalkan serangan dari monster tersebut, membuat monster tersebut menjadi linglung, karena terkena serangan tinju apinya. Ling Feng langsung mengacungi jempol kepada Hao Xiang.
“Tenang saja guru. Aku tidak akan membiarkan kepala bodoh itu, menyadari keberadaan mu. Akan ku buat sibuk ia.” Kata Hao Xiang dengan senyum percaya dirinya itu, lalu kembali menyerang kepala monster tersebut yang masih terlihat linglung itu.
“Kerja bagus Xiang’er berkat dirimu. Aku mungkin menemukan titik kelemahan nya.” Gumam Ling Feng yang kedua matanya terfokus pada punggung monster tersebut. Walaupun masih kemungkinan, melihat reaksi dan insting monster tersebut yang sangat sensitif, membuat Ling Feng cukup yakin, bahwa titik kelemahan monster tersebut berada di bagian punggungnya itu.
Ling Feng lantas turun kembali lalu mulai melesat menuju bagian belakang tubuh monster tersebut. Tepat seperti yang di pikirkan oleh Ling Feng, bahwa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh monster tersebut di punggungnya, pasalnya, tepat ia mulai bergerak ke arah tersebut. Tentakel-tentakel yang menyerangnya, meningkat dua kali lipat.
Seakan-akan, tentakel tersebut menyadari, kemana tempat yang akan di tuju oleh Ling Feng. Oleh karena itu juga, Ling Feng semakin yakin, bahwa titik kelamahan monster tersebut berada di bagian punggungnya.
Ling Feng mengangkat pedangnya, dan satu langkah kemudian, secara tiba-tiba gerakannya menjadi sangat cepat melesat.
“Teknik Halilintar Langit: Tebasan Kilat Petir.” Ucapnya seraya mengayunkan Pedang Putihnya.
“Teknik Halilintar Langit: Tebasan tanpa batas.” Ucapnya seraya mengayunkan Pedang Hitamnya. Ling Feng menggunakan kekuatan elemen petirnya, dan dalam sekali ayunan pedang itu, para tentakel tersebut yang hendak menyerangnya, langsung ia belah menjadi beberapa bagian, hanya dalam sekali gerak saja, namun ketika melihat regenerasi tentakel tersebut tiba-tiba menjadi sedikit melambat, Ling Feng sekali lagi menyadari, bahwa monster raksasa itu juga lemah terhadap elemen petir, namun karena hal itu juga, monster kepala dua itu, langsung melirik refleks ke arah Ling Feng.
Groaaarrrrr...!
Ia secara insting, merasakan ancaman dari Ling Feng, mengingat serangan petir yang ia berikan kepadanya ternyata cukup efektif. Walaupun tidak sepenuhnya menghentikan pemulihan super monster kepala dua, namun untuk bisa melemahkan kemampuan di luar nalar itu, merupakan sebuah kabar bagus. Secercah harapan pun, sudah mulai nampak saat ini.
“Tidak, tidak, tidak. Lawan kalian itu bukanlah guruku, melainkan kami berdua, jangan harap kau bisa menyuntuh guru, di saat aku masih berada di sini.” Kata Hao Xiang, lagi-lagi melancarkan tinju api beruntun, membuat salah satu kepala itu menatap Hao Xiang dengan pandangan yang sengit. Ling Laohu juga melakukan hal yang sama, ia mengangkat kaki bagian depannya, lalu mengibaskannya ke arah kepala monster yang satunya.
“Teknik Sembilan Matahari: Delapan Pedang Api Kehancuran.” Teriak Ling Feng yang sudah muncul di belakang punggung monster kepala dua itu, dan langsung menghunuskan pedangnya sebanyak delapan kali, Ling Feng juga mengalirkan elemen petir kepada tebasan pedangnya, membuat perpaduan yang sangat mengerikan antara elemen petir dan api.
Swussshhh... Shringggg... Ctaaarrrr...! Ctaaarrrr...!
Groaaarrrrr...! Groaaarrrrr...!
Ling Feng tersenyum puas, ketika melihat serangan yang ia lancarkan, berhasil menggores punggung monster kepala dua itu, bukan hanya menggores saja, bahkan ada beberapa sisik monster tersebut yang hancur, memperlihatkan daging berwarna merah darah, di balik sisik kulit nya itu.
Melihat itu langsung memutar tubuhnya kembali di udara, bersiap-siap untuk melancarkan serangan lagi, namun di saat ia selesai memutar tubuh nya, sekali lagi monster kepala dua itu berteriak, bahkan teriakannya kali ini lebih kencang, sampai-sampai membuat ketiga nya terhempas cukup jauh.
Setelah berteriak menghempaskan ketiga nya, terlihat gelagat monster kepala dua itu yang hendak kabur dari sana, dengan cara menyelam kembali ke dalam air. Sepertinya ia telah menyadari, bahwa ketiga sosok tersebut adalah ancaman bagi diri nya.
“Setelah membuat nya babak belur seperti itu, mana mungkin aku akan membiarkan mu kabur begitu saja monster sia*an.” Batin Ling Feng, seraya mengeluarkan Qi yang cukup banyak, guna menahan efek kejut dari teriakan monster kepala dua itu.
“Teknik Pedang Yin Yang: Tebasan Silang Dua Energi!” Teriak Ling Feng mengeluarkan tebasan pedang silang yang penuh akan Qi pedang yang sangat intens.
Shrinnngggg...!
Tepat monster kepala itu hendak menyelam, tebasan silang Ling Feng langsung menahan gerakan nya itu, membuat tubuh besarnya kehilangan keseimbangan, dan membuat monster itu terbanting ke belakang, walaupun luka akibat dari serangan yang ia lancarkan tidak terlalu berpengaruh, namun bukan itu yang Ling Feng incar.
Ling Feng langsung terbang dan melayang tepat di hadapan monster kepala dua itu. Terlihat monster dua kepala monster itu menatap marah kepada Ling Feng. Melihat tatapan marah monster kepala dua itu, Ling Feng menatap nya dengan pandangan sinis, dan seringai mengejek.
“Setelah berniat membunuh orang ku, kau ingin kabur begitu saja? Cihhh jangan harap monster aneh kepala dua.” Kata Ling Feng dengan nada mengejek, dirinya juga langsung membentuk segel tangan, dan sebuah penghalang langsung tercipta mengelilingi tubuh monster kepala dua itu.
Groaaarrrrr...! Groaaarrrrr...!
Monster kepala dua itu menggerakan tentakelnya untuk menghancurkan penghalang tersebut, bukan hanya itu saja. Monster kepala dua itu bahkan berteriak-teriak, berniat mengeluarkan serangan kejutan lagi, namun sayang penghalang yang Ling Feng buat itu sangatlah tebal, bahkan saking tebalnya penghalang itu, monster kepala dua itu tidak bisa di hancurkan, dan sebalik nya ia terkena efek kejutan nya sendiri.
Baaammmm... Baaammmm... Baaammmm...
Ling Feng lantas menggerakkan tangan nya, penghalang yang mengurung monster kepala dua pun mulai terangkat perlahan demi perlahan. Pada saat itulah Ling Feng bisa melihat wujud sepenuh nya dari monster kepala dua itu, yang ternyata tubuh bagian bawah nya itu mempunyai wujud seperti cangkang siput, namun dengan ukuran yang besar tentu nya.
“Fyuhhh... Akhirnya berhasil juga. Jujur saja, Qi milikku sudah hampir mencapai ambang batasnya guru.” Gumam Hao Xiang, menghela nafas lega. Untuk Ling Laohu tidak mengatakan apapun, namun diri nya juga merasa lega, karena telah berhasil melakukan tugasnya dengan baik.
“Jadi guru, apa yang akan kita lakukan sekarang? Apakah langsung di bunuh sekarang juga?” Tanya Hao Xiang kepada Ling Feng.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.