Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Terima Kasih Leluhur


“Buku tersebut adalah buku yang mungkin menjelaskan tentang tempat, yang dimaksud dengan ujung benua.” Jelas Chang Yu lagi dan Ling Feng pun langsung membacanya dengan cepat selembar demi selembar buku tersebut.


>>>>>>______


Ling Feng membacanya dengan seksama, dan mengerti dengan maksud Chang Yu. Chang Tao dan Chang Xin yang penasaran pun berkata, “Apa yang tertulis di dalam buku tersebut saudari?” Tanya keduanya bersamaan kepada Chang Yu.


“Feng’er, bacakan dengan keras apa yang tertulis di dalam buku tersebut.” Ucap Chang Yu yang dianggukki oleh Ling Feng. “Baik leluhur.” Jawab Ling Feng lalu dirinya mulai membacakan nya dengan lantang.


“Ujung Benua adalah sebuah tempat yang penuh akan energi qi yang tidak terkendali. Di tempat tersebut, suasana sekitarnya penuh akan ketegangan dan ketidakstabilan, yang mana itu menciptakan suasana yang membingungkan dan lingkungan kekacauan disekitarnya.” Kata Ling Feng membaca sesuai yang tertulis di buku. Mendengar itu Chang Xin dan Chang Tao pun mengerti tempat seperti apa itu ujung benua.


Ling Feng pun menutup buku tersebut, telah selesai membacanya. Chang Yu lantas mulai menjelaskan kembali, di dalam buku tersebut memang menjelaskan tempat yang sesuai dengan ujung dunia yang tertulis di buku kuno peninggalan leluhur pendahulu, namun yang menjadi masalah tidak ada deskripsi lebih jelas tentang letak dimana tempat tersebut berada.


“Terima kasih leluhur, walaupun masih belum mengetahui letak pastinya, setidaknya aku sudah mendapatkan petunjuk tentang keberadaan dari tempat benda tersebut.” Ucap Ling Feng seraya memberi hormat kepada Chang Yu, berterima kasih kepadanya. “Tidak perlu sungkan, ini juga termasuk dalam keinginan ku supaya benua biru kembali mempunyai pemiliknya.” Ucap Chang Yu seraya tersenyum manis.


“Yakinlah leluhur, Feng’er akan berusaha semaksimal mungkin untuk tanah kelahiran kita.” Timpal Ling Feng dengan tegas. “Baguslah kalau begitu, aku serahkan kepadamu nak.” Ucap Chang Yu yang dianggukki oleh Ling Feng sekali lagi dan memberi hormat kepadanya.


Setelah itu Ling Feng pun mulai berbincang-bincang dengan ketiga leluhur dengan santai, pembicaraan itu tentunya beragam mulai dari tentang seni bela diri, formasi, alkemis, dan bahkan ilmu berpedang. Ketiga leluhur bahkan sangat takjub dengan wawasan Ling Feng yang begitu luas, terlebih lagi Chang Xin yang beberapa kali mendapatkan pencerahan dari pemuda itu.


“Nak terimalah ini.” Ucap Chang Tao memberikan sebuah plakat yang sama persis dengan Chang Jin. Sebuah plakat khusus untuk bisa memasuki tanah leluhur. Ling Feng yang melihat itu terkejur, dirinya lantas memandangi ketiga leluhur itu secara bergantian, namun ketiganya hanya tersenyum kepadanya.


“Kami akan membantumu dalam mengumpulkan informasi lebih detail tentang tempat yang sesuai dengan ujung benua yang di maksud dalam buku ini. Kami akan mengabarimu, jika sudah mendapatkan petunjuk lagi.” Ucap Chang Yu yang dianggukki oleh keduanya. Ling Feng yang mendengar itu merasa sangat terharu, padahal saat ini adalah pertemuan pertama kali dirinya dengan para leluhur. Akan tetapi ketiganya bahkan sampai rela mencari informasi untuk dirinya.


“Terima kasih banyak leluhur. Yakinlah, Feng’er tidak akan mengecewakan para leluhur.” Ucap Ling Feng seraya memberi hormat sekali lagi.


“Hahahaha... Kamu sudah membuktikannya nak, dan kami sangat yakin bahwa kamu tidak akan mengecewakan kami.” Ucap Chang Xin seraya tertawa lebar dan mengelus-elus janggut putihnya.


“Kalau begitu leluhur kami berdua pamit terlebih dahulu.” Ucap Chang Jin memberi hormat dan juga Ling Feng di sisinya. Ketiga leluhur itu pun menganggukkan kepala nya. Ling Feng dan Chang Jin pun langsung terbang menuju pintu keluar dari tanah leluhur. Ketiga leluhur itu pun tersenyum menatap kepergian dua orang tersebut, lalu ketiganya pun kembali ke puncak gunung masing-masing dan mulai berkultivasi kembali.


>>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.