Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Motivasi Anak-anak


Setelah sampai di ruangannya, Ling Feng langsung bergegas ke kamarnya dan membuka portal menuju dunia jiwa miliknya. Seketika portal menuju dunia jiwanya langsung terbuka. "Baiklah kita mulai sesi latihannya." Ucap Ling Feng dan masuk kedalam portal tersebut.


Dunia Jiwa Ling Feng


Ketika Ling Feng masuk tidak ada yang berubah sama sekali selain tempat itu menjadi ramai daripada biasanya. Ketika Ling Feng masuk sekumpulan anak-anak ada yang sedang berlatih dasar dan ada juga yang sedang berkultivasi. Sekelompok anak-anak yang Ling Feng bawa tidak ada yang bermalas-malasan, mereka tampak bersemangat saat sedang menjalankan rutinitas mereka.


Ketika melihat sebuah portal dan Ling Feng yang muncul disana, Sekelompok anak kecil tersebut langsung mulai berhamburan dan menghampiri Ling Feng dan berkata, "Salam tuan muda."


Ling Feng yang masuk tentu saja terkejut dengan tingkah anak-anak yang tiba-tiba. Namun, memilih untuk tidak mengatakannya dan hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Bagaimana keadaan hari-hari mu Xiao." Ucap Ling Feng sembari mengelus-elus puncak kepala anak tersebut. Xiao yang diperlakukan seperti itu tentunya sedikit canggung, namun tetap menjawab.


"Aku dan anak-anak yang lainnya baik-baik saja tuan muda, dan terima kasih sudah mau menampung kami serta merawat kami. Aku berjanji bahwa kami akan berguna untuk tuan muda suatu saat nanti tidak mengecewakan anda." Ucap Xiao dengan sungguh-sungguh. Para anak kecil lainnya pun menganggukkan kepalanya penuh yakin bahwa apa yang diucapkan oleh Xiao itu sungguh-sungguh.


Ling Feng yang mendengar itu sedikit tersenyum ketika anak-anak tersebut mempunyai tekad seperti itu. Bukan berarti ia senang, hanya saja mereka akan mengarungi dunia yang kejam tentu saja tekad lemah tidak akan bisa bertahan di dunia yang kejam seperti ini. Apapun motivasi anak-anak ini, Ling Feng tidak peduli. Ia hanya ingin anak-anak ini hidup dengan layak jikalau ia sudah tidak bersama dengan mereka lagi.


Ketika Ling Feng sedang terdiam, tiba-tiba seorang anak perempuan menarik-narik bajunya. Ling Feng yang menyadari itu langsung mengalihkan pandangannya menatap anak perempuan yang polos tersebut sembari memegang sebuah buku ditangannya. Melihat tatapan polos anak kecil tersebut, Ling Feng luluh lalu mensejajarkan tingginya dengan anak kecil tersebut.


"Ada apa putri kecil apa kau menginginkan sesuatu dari ku?" Ucap Ling Feng. Anak kecil tersebut hanya diam saja sembari memainkan kedua jari kecil miliknya. Ling Feng yang melihat tingkah anak kecil tersebut paham bahwa anak kecil ini takut memintanya.


"Jangan takut, katakan saja apa yang ingin kau katakan kepadaku." Ucap Ling Feng dengan senyuman tercetak diwajahnya. Kali ini ia tidak bisa menahan untuk tidak tersenyum. Anak kecil yang mendengar apa yang dikatakan Ling Feng, berbicara dengan suara yang belum lancar.


"Elus. Aku ingin di elus seperti kakak Xiao." Ucap anak kecil tersebut sembari memainkan kedua jarinya. Mendengar hal itu Senyuman Ling Feng tidak luntur, ia langsung mengabulkan permintaan anak kecil tersebut dengan mengelus-elus lembut puncak kepala anak tersebut. Anak perempuan yang dielus-elus rambutnya tersenyum lebar, ketika Ling Feng melakukan hal itu.


"Bagaimana putri kecil apakah masih ada lagi yang ingin kau minta dariku." Ucap Ling Feng dengan lembut. Anak perempuan tersebut menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Tidak ada tuan muda terima kasih sudah mengabulkan permintaanku ini." Ucap anak kecil tersebut dengan riang. Ling Feng penasaran dengan buku yang dipegang anak kecil tersebut lantas ia bertanya, namun sebelum itu.


"Lin'er. Aku dipanggil Lin'er oleh anak-anak yang lainnya kak." Kata anak kecil tersebut yang bernama Lin.


"Baiklah Lin'er, buku apa yang kau pegang itu?" Tanya Ling Feng. Lin yang mendengar itu dengan bangga mengangkatnya dan berkata, "Ini buku yang paman Tian berikan kepadaku kakak." Ucap Lin dengan bangganya lalu duduk ditempat. Ling Feng melihat Lin duduk, ia juga mengikutinya. Lin lantas membuka buku tersebut Ling Feng yang melihat isi dari buku tersebut sedikit tersentak tidak menyangka. Ia lantas bertanya kepada Lin.


"Lin'er bisa membaca buku ini?" Tanya Ling Feng. Lin yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Ya kak. Lin'er bisa membaca buku ini." Ucap Lin tanpa beban. Ling Feng tidak menyangka bahwa anak kecil dihadapannya ini bisa dengan mudah membacanya. Bagaimana pun buku yang diberikan tidak sembarang orang bisa membacanya, karena buku itu menggunakan bahasa kuno yang sudah hilang, tapi dihadapannya ini seorang anak kecil terlihat asik membolak-balik halaman buku tersebut sembari membacanya.


"Waktu itu paman Long Tian pernah bilang kepada Lin'er bahwa Lin'er tidak cocok untuk menjadi seorang kultivator dikarenakan Lin'er tidak mempunyai bakat didalamnya. Namun, paman Long Tian tiba-tiba memberikan buku ini dan Lin'er suruh membacanya." Kata Lin ia menarik nafas sebentar lalu berkata lagi.


"Lin'er yang awalnya bingung hanya mengiyakan saja dan membacanya, ketika selesai membaca satu halaman paman Long Tian langsung terdiam dan mulai saat itu paman Long Tian berkata untuk membaca buku ini setiap harinya." Katanya mengakhiri ceritanya. Ling Feng yang mendengar itu mengetahui seperti apa ekspresi terdiam Long Tian, dirinya pun pasti terkejut ketika mengetahui bahwa Lin bisa membaca buku formasi kuno dengan mudah.


"Memangnya buku apa ini kak?" Tanya Lin. Ling Feng yang mendengar itu menjawabnya, "Buku ini akan berguna untuk kehidupan Lin'er kedepannya." Ucap Ling Feng kembali mengelus-elus puncak kepala Lin. Mendengar hal itu Lin berkata kembali.


"Apakah dengan Lin'er mempelajari buku ini akan berguna untuk kakak kedepannya nanti?" Perkataan Lin yang tidak terduga. Ling Feng yang mendengar itu tersenyum lembut menganggukkan kepalanya membuat Lin langsung merasa senang dan langsung bangkit sembari berkata.


"Maka Lin'er akan berusaha keras untuk bisa mempelajari buku ini jika memang berguna kepada kakak juga." Ucap Lin dengan senyuman khas anak kecil. Ling Feng yang melihat senyuman itu ikut tersenyum juga, ia tidak menyangka bahwa dirinya dimata anak-anak ini sebagai motivasi bagi mereka untuk melangkah maju.


"Dengan anak-anak yang semangat ini, bagaimana bisa aku bermalas-malasan." Batinnya. Ia lantas bangkit mengelus-elus semua puncak kepala anak-anak yang berada disana lalu pergi menuju gua.


Di gua sudah ada To Mu yang sedari awal menunggu Ling Feng disana. "Baiklah latihan jangka panjang kita mulai." Batin Ling Feng menguatkan tekadnya.


>>>>> Bersambung