Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Meninggalkan Kota Cheng Du


...Semakin besar kesulitan, semakin besar kebahagiaan saat menaklukkannya...


...(Epicurus)...


...>>>>>_____<<<<<...


"Sudahlah tidak usah dipikirkan." kata Ling Feng menikmati suasana kota Cheng Du sampai berakhirnya pesta. Setelah selesai pesta awalnya Ling Feng dipaksa untuk istirahat dikediaman tamu, mansion Walikota. Namun, Ling Feng dengan tegas menolak dan lebih memilih mencari penginapan lagi. Alasan sebenarnya Ling Feng menolak adalah karena, dirinya tidak nyaman dan tidak terbiasa akan hal itu nantinya.


Singkat cerita malam yang gelap berganti menjadi pagi namun matahari masih enggan menampakkan wujudnya. Pada hari itu juga Ling Feng memutuskan untuk segera pergi dari kota Cheng Du berangkat menuju Kekaisaran Wei. Keberangkatannya itu tidak ia beritahukan kepada siapa-siapa bahkan Bing Jiao sekalipun.


"Hooammmm, aku mengantuk sekali." kata Long Tian yang baru bangun tidur langsung merenggangkan tubuhnya. "Apakah ini tidak terlalu pagi Feng'er ? kita tidak perlu buru-buru, kan ?" kata Long Tian yang masih ingin tidur sebentar lagi.


"Sudah kubilang jangan terlalu banyak minum Naga tua." kata Ling Feng kesal karena, perkataannya diabaikan. "Lagi paman bilang, katanya tidak akan mabuk jika itu cuman arak dari dunia biru." Ling Feng mencibir Long Tian yang perkataannya tidak sesuai dengan perbuatannya.


"Kau ini. . . Aku tidak mabuk Feng'er. . . Paman cuman ingin tidur saja karena, terlalu pusing." kata Long Tian yang jalannya sempoyongan. Ling Feng yang mendengar perkataan luar biasa yang dikatakan oleh Long Tian.


"Jika kau tidak mabuk lalu sekarang apa" batin Ling Feng yang tidak habis pikir dengan Long Tian.


Tidak mau ambil pusing Ling Feng langsung turun menghampiri resepsionis untuk memberikan kunci kamarnya. Ling Feng yang merasa Long Tian akan menghambat perjalanannya untuk saat ini, langsung memindahkan Long Tian ke dunia jiwanya.


"Untuk saat ini sepertinya aku harus berangkat sendiri terlebih dahulu." kata Ling Feng mendongakan kepalanya melihat langit yang masih belum terang walaupun sudah pagi. Dirinya langsung pergi ke arah pintu gerbang kota untuk meninggalkan kota Cheng Du.


Ling Feng sengaja memilih waktu dimana semua orang masih bermimpi. Selain ingin cepat sampai ada satu hal yang tidak ingin dia hadapi saat ini.


Tanpa basa-basi ia langsung melesat, melompati rumah-rumah warga pergi menuju gerbang kota. Ketika telah sampai pintu gerbang kota, masih banyak prajurit yang masih terjaga di gerbang tersebut. Mungkin untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan penjagaan sementara diperketat untuk sementara waktu. Ling Feng langsung berjalan biasa menghampiri para penjaga.


Para penjaga yang merasakan ada aura mendekati mereka, langsung mengambil sikap waspada karena, pasalnya masih tidak terlalu terang jadi tidak bisa melihat siapa yang mendekatinya. Sampai orang yang mendekat itu melemparkan sebuah token, membuat para prajurit menjadi terkejut pasca melihat token itu.


"Aku ingin meninggalkan kota saat ini juga, jangan mempersulitku." kata Ling Feng langsung intinya.


"I-Ini . . . Token Paviliun Qiancheng dan lagi ini bukan token biasa. Orang ini tidak bisa diganggu." gumam prajurit melihat token itu lalu memandang Ling Feng kembali.


"Silahkan tuan jika ingin meninggalkan kota, maaf telah mencurigai anda beberapa saat lalu." kata salah satu prajurit kota itu meminta maaf sembari memberikan kembali token kepada Ling Feng.


"Tidak perlu dipikirkan." kata Ling Feng menerima kembali token itu langsung menghilang dihadapan para prajurit kota itu.


"Untung kita tadi tidak mempersulitnya." kata salah satu prajurit yang memberikan token kepada Ling Feng menghela nafas panjang merasa lega.


"Bukannya kita diperintahkan untuk tidak membiarkan orang yang mencurigakan keluar masuk dengan mudah." kata temannya kepada prajurit yang berbicara dengan Ling Feng.


"Jika orang itu mencurigakan, mungkin dia akan langsung membunuh kita saat itu juga ia menampakan diri." kata prajurit tadi membuat semua teman-temannya terdiam.


"Sudahlah jangan membahasa itu lagi kembali berjaga-jaga. Jangan sampai kejadian lalu terulang kembali." katanya kembali.


Kembali ke Ling Feng


"Kekaisaran Wei, Sekte Bayangan, aku Ling Feng datang untuk membalas dendam sampai saat itu terjadi bersenang-senanglah selagi masih bisa." kata Ling Feng dengan sorot mata yang tajam bagaikan pedang melesat kearah timur tempat kekaisaran Wei berada.


Perjalanan untuk sampai ke Kaisaran Wei terbilang sangat memakan waktu namun tidak berlaku bagi Ling Feng. jika normalnya akan memakan waktu berminggu-minggu, dengan kecepatan Ling Feng yang sudah mencapai ranah kaisar bintang 1. Perjalanan ini bisa ditempuh dalam waktu seminggu saja.


"Sekte Bayangan bisa jadi sangat kuat, sekte nomor satu aliran hitam bukan hanya sekedar julukan saja pastinya. Mungkin mereka juga ada kaitannya dengan iblis yang menyerang kota waktu itu." kata Long Tian yang mengirim transmisi suara.


"Cih, Akhirnya kau sadar juga paman, kukira kau tidak akan bangun lagi selama satu hari kedepan." kata Ling Feng dengan nada sinis merasa kesal kepada Long Tian.


Long Tian yang mendengar perkataan Ling Feng hanya terkekeh sembari menggaruk-garuk bagian kepalanya tidak gatal.


"Ayolah Feng'er arak itu lumayan nikmat, alhasil bisa membuatku mabuk." kata Long Tian terkekeh. Ling Feng yang mendengar itu langsung berkata yang membuat Long Tian tidak bisa menyangkal lagi.


"Cih, padahal dia sendiri yang bilang tidak akan mabuk oleh arak rendahan dari benua biru." kata Ling Feng sedikit menirukan gaya perkataan Long Tian yang membuat sang empu tidak bisa berkata apa-apa selain diam saja. Sampai terdengar suara To Mu membuat suasana menjadi panas.


"Kau naga tengik, berani kau menyusahkan Feng'er." kata To Mu menunjuk-nunjuk Long Tian. Ia langsung naik pitam yang mendengar Long Tian membuat Ling Feng menjadi repot.


"Cih, ini tidak ada hubungannya denganmu." kata Long Tian membuang muka.


Pada akhirnya Long Tian dan To Mu kembali berdebat bagaikan anjing dan kucing, api dan air yang tidak akan pernah bisa bersatu.


"Haihhhhh, sepertinya berdamai diantara mereka berdua adalah hal yang mustahil." kata Ling Feng menghela nafas Akhirnya ia memilih untuk tidak menghiraukan kedua orang tersebut dan hanya fokus melesat dan melompat dari pohon ke pohon supaya lebih cepat sampai.


"Heh . . . sepertinya ada yang sedang mengawasi ku. Kita lihat apakah dia bisa mengikuti kecepatan ku" gumam Ling Feng lalu tersenyum menambah kecepatan.


Makhluk yang sedang mengawasi Ling Feng merasa Ling Feng telah sadar. Ia langsung melesat mengejar Ling Feng dengan kecepatan tingginya juga.


Setelah sebatang dupa kejar-mengejar, makhluk yang mengikuti Ling Feng tidak melihat Ling Feng kembali. Merasa ada yang aneh makhluk itu langsung mengambil sikap waspada dan sedetik kemudian instingnya berteriak untuk menghindar dan . . .


Boommmmmmm


"Heh. . . . .Kau gesit juga ya, sudah kuduga dari serigala angin, kecepatannya setingkat kaisar." kata Ling Feng kepada sosok makhluk yang mengejarnya yang tidak lain adalah Serigala angin.


"Ya walaupun kecepatan itu setingkat kaisar, itu hanya kecepatannya saja." kata Ling Feng. Ia mengeluarkan Yang White Sword dan Yin Black Sword.


"Sobat padahal baru beberapa hari saja. Namun sepertinya sudah sangat lama ya." kata Ling Feng kepada kedua pedang itu. Kedua pedang itu hanya bergetar merespon perkataan Ling Feng saja.


"Baiklah sudah saatnya mengetes kekuatan baru ku." kata Ling Feng langsung mengambil sikap kuda-kuda. Serigala angin yang melihat gerakan Ling Feng, instingnya berkata untuk segera pergi.


"Teknik Pedang Yin Yang gerakan pertama : Tebasan Hening." kata Ling Feng menebaskan pedangnya membentuk salib.


Shringgggggg


>>>>> Bersambung