Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Kekacauan di Kedai


‘Kekeke... Baiklah, siapa dulu yang harus kunikmati ya.” Ujar iblis itu seraya menyeka air liur yang keluar dari mulut dengan ibu jarinya, membuat para anak-anak dan wanita itu menangis kencang seraya berteriak-teriak, namun sayang tidak ada yang bisa mendengar suara teriakan mereka sedikit pun.


>>>>>>______


Kembali ke Ling Feng


“Bagaimana tuan muda? Apakah sudah mengetahui keberadaan bocah itu di mana?” Tanya Ling Laohu kepada Ling Feng, terlihat jelas raut wajah Ling Laohu yang saat ini sangat gelap, entah karena alasan apa.


“Ya aku sudah menemukannya. Ia sedang berada di tengah-tengah keramaian kota ini.” Jawab Ling Feng telah menemukan keberadaan dari Hao Xiang. Setelah keluar dari penginapan milik keluarga Zhi, Ling Feng memutuskan untuk keluar bertemu dengan muridnya membahas mengenai informasi yang ia dapatkan itu, namun pada saat di hubungi oleh Ling Laohu, Hao Xiang tidak meresponnya mengabaikannya.


Awalnya sempat di balas oleh bocah laki-laki itu, namun belum sempat Ling Laohu berbicara, Hao Xiang langsung mengabaikan nya, membuat Ling Laohu yang sudah kesal semakin di buat kesal oleh tingkahnya itu.


“Ckkkk bocah maniak itu, aku pasti akan menendang pantatnya sekencang-kencangnya. Berani-beraninya ia mengabaikan transmisi suara ku?! Bahkan jika ia meminta ampun sekali pun tidak akan kulepaskan sampai kucing yang agung ini puas.” Gerutu Ling Laohu yang masih merasa sangat kesal, karena Ling Laohu mengabaikan pesan-pesannya.


Ling Feng yang mendengar gerutuan Ling Laohu, entah harus merasa seram atau merasa lucu. Pasalnya, ketika Ling Laohu menggerutu kesal seperti itu, alih-alih merasa ngeri. Ling Laohu terlihat lucu dengan tubuh kecilnya itu.


“Ayo kita pergi tuan muda. Aku sudah tidak sabar menendang pantat bocah maniak itu.” Ujar Ling Laohu. Ling Feng yang mendengar hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja, lalu pergi ke tempat bocah tersebut berada.


>>>>>>______


Sisi Hao Xiang


Terlihat sebuah kedai yang begitu ramai akan pengunjung, saking ramainya kedai tersebut bahkan gelak tawanya sampai-sampai terdengar keluar kedai. Suasana ricuhnya benar-benar menunjukkan ciri khas dari kedai minum arak.


“Jadi di sini tempatnya ya. Aku tidak menyangka, tempat yang kukira hanya ada di kota suma, di sini juga ada. Mumpung guru masih dalam latihan tertutupnya, dan mungkin masih lama. Lebih baik aku bersenang-senang di tempat ini.” Ucap sosok pemuda yang tidak lain adalah Hao Xiang sedang berdiri di depan kedai arak menatapnya penuh seringai yang lebar.


Tanpa pikir panjang, Hao Xiang kembali menutupi wajahnya dengan tudung jubah tersebut masuk ke dalam kedai arak itu.


Kringggg... Kringggg...


Tepat Hao Xiang baru membuka pintu nya saja, suasana kedai arak yang awalnya riuh akan gelak tawa dan orang-orang berteriak, kini mendadak hening ketika Hao Xiang datang. Melihat seluruh tatapan pasang mata tertuju kepada dirinya, Hao Xiang berusaha sekuat mungkin untuk tidak mengangkat sudut bibirnya.


“Perasaan nostalgia ini, benar-benar tidak jauh berbeda dengan kota suma.” Batin Hao Xiang merasa sangat senang di dalam hatinya. Dirinya pun melangkah dengan santai, menuju ke meja yang kosong berada di pojokan. Masih dengan penampilan misteriusnya, setiap dirinya melangkah menuju meja yang ia tuju, dirinya selalu di awasi oleh setiap pasang mata yang ia lalui. Walau begitu pemuda tersebut nampak acuh dan berjalan santai menuju mejanya.


Setelah sampai, seorang pelayan pria pun mendatanginya untuk menanyakan pesanannya. “Apakah aku beli arak saja ya, tapi jika aku membeli itu dan ketahuan oleh guru, bisa habis aku.” Batin Hao Xiang berkecamuk di dalam pikiran nya, mengingat dirinya masih belum cukup umur dan di larang oleh Ling Feng, gurunya. Awalnya sebuah pikiran penasaran muncul merayunya untuk membeli arak saja. Akan tetapi, kesadaran nya pun kembali lagi mengingat Ling Feng yang pastinya bisa mengetahuinya kapan saja.


“Tidak lebih baik jangan, walaupun guru sedang latihan tertutup sekarang. Jika aku ketahuan, bisa mati aku jadi daging panggang dibuat guru.” Batin Hao Xiang menggeleng-geleng kan kepalanya menghilangkan pikiran untuk membeli sebotol arak.


Setelah kepergian pelayan itu, Hao Xiang bisa merasakan dengan jelas, tatapan-tatapan menusuk ke arahnya. Bahkan ada yang terang-terangan, mengeluarkan aura tekanan di sana, namun Hao Xiang tidak membalasnya, dan hanya mengabaikannya saja. Lebih tepatnya sedang menunggu momen yang pas.


Tidak membutuhkan waktu lama, pesanan Hao Xiang pun tiba, walaupun hanya minuman biasa tidak memabukkan, Hao Xiang bertingkah seakan-akan isi botol tersebut adalah minuman arak.


Seraya menatap keluar, Hao Xiang minum dengan tenang langsung dari botolnya. Baru saja ia minum beberapa teguk, secara tiba-tiba seorang pria berpakaian ala kultivator datang ke mejanya dan langsung merebut minumannya begitu saja dari tangan Hao Xiang, meminumnya tepat di hadapan pemuda itu.


“Ah ternyata bukan arak. Kukira kau memesan arak, tapi tidak apa-apalah. Kebetulan aku juga haus di sini.” Ujar pria tersebut sempat berhenti meminum, namun setelah berkata seperti itu ia lanjut menenggak habis minuman Hao Xiang.


“Kahhh... Ya, walaupun bukan arak, ini minuman terbaik. Jadi tidak ada bedanya. “ Ujar pria tersebut yang sudah sedikit mabuk terlihat dari wajah nya sedikit memerah. Pria itu pun langsung menoleh ke arah Hao Xiang dan berkata kepadanya dengan tenang.


“Kau pasti orang baru di kedai ini, kan. Traktirlah aku minum, nanti senior ini akan menjelaskan semuanya yang ingin kau ketahui. Lalu angkat sedikit wajahmu, aku tidak bisa melihatnya dengan jelas tahu, karena terhalang oleh tudung jubah mu.” Ujar pria tersebut seraya terkekeh pelan berbicara sok akrab dengan Hao Xiang.


Hao Xiang yang mendengar itu tidak berbicara sepatah kata pun, namun sedetik kemudian ia tersenyum ramah menatap ke arah pria itu seraya mengulurkan tangan nya. Pria tersebut itu pun langsung tertawa, karena ia mengira Hao Xiang menerima tawarannya untuk mentraktir nya minum, namun apa yang di ucapkan oleh pemuda itu selanjut nya membuat pria itu sedikit bingung.


“Berikan botolnya.” Ujar Hao Xiang dengan senyum ramahnya, membuat dirinya sempat bingung awalnya, namun tetap memberikan botol tersebut kepada Hao Xiang. Tepat ia mengulurkan tangan nya, hendak memberikan kepada Hao Xiang, dengan gerakan yang sangat cepat Hao Xiang mengambil botol tersebut dari tangan nya dan menghantamkan nya tepat ke bagian belakang kepala pria tersebut sangat kencang, sampai-sampai botol tersebut pecah berkeping-keping.


Pranggggg......!!!


Belum puas melakukan hal itu, Hao Xiang mencengkeram wajah pria tersebut yang kini terlihat sangat kesakitan memegangi bagian belakang kepalanya. Hao Xiang menatapnya sekilas, lalu menghantam nya tepat ke meja, sampai-sampai meja tersebut terbelah menjadi dua bagian.


Boooommmmm...!!!


Tindakan Hao Xiang itu sontak membuat sekelompok orang yang awal nya mengawasi pemuda itu, langsung di buat terkejut bukan main. Bahkan ada beberapa, secara tidak sadar sudah mengeluarkan keringat dingin di dahinya. Sama sekali tidak menyangka, bahwa Hao Xiang akan melakukan hal itu.


Walaupun begitu, terlihat ada sekelompok orang yang meja nya, berada tidak terlalu jauh dari Hao Xiang langsung berdiri. Sekelompok orang yang berdiri itu tidak lain adalah teman dari pria yang wajahnya di hantam ke meja oleh Hao Xiang.


Hao Xiang menatap kearah sekelompok orang tersebut lalu menatapnya dengan acuh tak acuh seraya memberikan isyarat tangan kepada kelompok tersebut untuk maju ke arah nya.


“Bangs*t! Habisi orang itu jangan beri ampun!” Teriak salah satu orang dari kelompok tersebut memberikan aba-aba pada yang lain nya, dan mereka pun serempak maju ke arah Hao Xiang.


“Baguslah hibur aku yang sedang bosan ini.” Gumam Hao Xiang lalu ikut maju menyerang ke arah sekelompok orang tersebut.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.