Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Terbunuhnya Penguasa Wilayah (Banteng Raksasa)


Setelah serigala tersebut melesat ke arah banteng yang sedang mengamuk itu, Ling Feng lantas memanggil pedang putihnya yang tadi terhempas dengan menggunakan Dao Pedangnya. Setelah kembali dalam genggamannya, Ling Feng memasang kuda-kuda teknik pedang ganda.


Pemimpin serigala kembali maju melesat untuk membuat Banteng Raksasa itu tidak lagi mengamuk. Ia lantas maju sembari lompat-lompat untuk menghindari efek dari hentakan kaki banteng tersebut. Serigala itu menghindari dengan gesit semua hentakan dari Banteng Raksasa itu.


Pada saat ingin sampai Ia melompat dengan tinggi lalu mengeluarkan cakarnya dan langsung menggores tubuh banteng tersebut. Seketika banteng tersebut berhenti mengamuk lalu mata satunya yang masih berfungsi menatap tajam nan marah pemimpin serigala.


Serigala itu menatap balik menantang dan sembari melolong ke arah Banteng Raksasa itu.


Awwwhhhuuu


Banteng Raksasa yang sudah sangat marah akibat dari matanya yang terluka karena Ling Feng, kini bertambah marah lagi ketika melihat serigala tersebut dengan gesitnya dapat melukai tubuhnya dengan cakarnya tersebut.


Serigala tersebut tidak berniat berhenti sama Sekali. Setelah mengkonsumsi pil yang diberikan oleh Ling Feng, kekuatannya meningkat pesat. Kelincahannya, kemampuan Refleks nya, serta daya serangannya juga meningkat hampir tiga kali lipat.


Walaupun tidak memberikan luka parah kepada Banteng Raksasa itu, namun hal itu cukup membuatnya merasa jengkel karena serangannya dapat menembus tubuhnya.


Crassssshhh


Crassssshhh


Crassssshhh


Serangan cakaran demi cakaran di lancarkan. Hal itu sudah cukup membuat perhatian rasa sakit di matanya dan membuat marah sampai pada puncaknya. Sekali lagi Banteng Raksasa tersebut mendongakan kepalanya ke atas dan mengeluarkan suara kerasnya.


Mmmmoaaahhhhh


Seketika serigala yang menyerang dan menghindar dengan gesit menjadi terhenti karena efek hempasan suara dari Banteng Raksasa itu. Melihat Serigala tersebut sudah berhenti menyerang, Banteng Raksasa itu menyudahinya lalu melirik Sang Serigala sembari menggerakkan kaki besarnya mengarah ke padanya.


Serigala masih berusaha bertahan dari efek hempasan dari suara Banteng Raksasa itu, lalu ketika mulai mereda dan ia sudah tidak merasakan tekanan lagi. Sontak terkejut sudah melihat kaki dari Banteng Raksasa itu sudah mengarah kepadanya.


Serigala itu Menggertakkan giginya ingin menghindari itu, akan tetapi sudah terlambat. Ia langsung terpental sangat kencang terkena tendangan telak dari Banteng Raksasa itu. Serigala tersebut pun melesat cepat ke arah Sisi goa tempat Banteng Raksasa itu tinggal.


Booooommmm


Sang pemimpin serigala itu menabrak pintu sisi Goa sampai hancur disana. Ia bahkan terlihat terluka sangat parah disana. Banteng tersebut tidak membiarkannya semudah itu saja, ia lantas maju berlari ke arah sang serigala itu.


Mmmmoaaahhhhh


Serigala itu Menggertakkan giginya. Ia tidak bisa bergerak karena serangan dari Banteng Raksasa itu benar-benar membuatnya terkena luka dalam yang sangat serius. Bahkan hampir seluruh tulang kakinya remuk akibat timbal balik dari serangan yang diberikan oleh Banteng Raksasa itu.


Pada saat ia sudah pasrah akan hidupnya dan banteng tersebut sudah semakin dekat dengannya dan bisa kapan saja ia menginjak habis Serigala tersebut. Banteng tersebut menatap remeh kepada sang serigala. Ia sadar betul siapa serigala yang ia hadapi, ia menatap remeh sembari berkata seolah-olah ia masihlah lemah bahkan sampai saat ini.


Pada saat Banteng Raksasa tersebut mengangkat kedua kaki depannya tinggi-tinggi. Teriakan Seorang pemuda yang tidak lain Ling Feng mengalihkan perhatiannya. "Bren*sek Banteng Gi*a…! Apa yang telah kau lakukan terhadap tunggangan ku Kep*rat…!" Teriak Ling Feng melesat sangat cepat dengan kedua pedang putih dan hitamnya.


Kedua kaki depannya yang awalnya ingin langsung menginjak sang serigala di tarik kembali dan menghadapi Ling Feng. Ling Feng yang melihat itu tersenyum lebar. "Hehhhhh kau sangat percaya diri ya…Tapi sayang pedang milik ku ini bukanlah pedang gosong biasa saja." Melesat lebih cepat dengan kedua pedang membentuk huruf X.


Banteng Raksasa tersebut membuka mulutnya lebar-lebar lalu kembali berteriak dengan keras bahkan lebih keras dari saat tadi menghentikan langkah serigala. Ia berteriak sekali lagi berniat membuat Ling Feng gagal menyerang kepadanya.


Melihat apa yang ingin dilakukan oleh Banteng Raksasa tersebut, Ling Feng menggunakan elemen anginnya lalu membuat pijakan pada kakinya. Seketika ia melesat lebih cepat lagi dan sebelum Banteng Raksasa itu berteriak, Ling Feng sudah sampai di depan wajahnya. Sontak banteng tersebut terkejut dengan Ling Feng yang sudah berada didepannya.


"Nafas mu itu bau jadi jangan berteriak lagi banteng Gi*a…! Haaaaaaaaaa." Teriak Ling Feng lalu berputar di udara dan…


**Shringgggggg


Shringgggggg**


Serigala tersebut menatap lebar apa yang terjadi didepan matanya. Banteng tersebut tidak lagi bersuara.


Booooommmm


Beberapa detik kemudian tubuhnya pun ambruk disertai darah yang mengalir deras keluar dari sela-sela tebasan yang Ling Feng lancarkan. Banteng raksasa itu kali ini benar-benar terbunuh di tangan Ling Feng. Ling Feng masih berdiri tegak di atas mayat Banteng Raksasa itu.


Setelah melancarkan teknik tersebut Ling Feng pun tumbang juga, karena kelelahan baik secara fisik maupun mental. Pertarungan hari itu benar-benar menguras tenaganya. Walaupun sudah kehabisan tenaga dirinya masih mampu untuk berjalan saat ini.


Perlahan tapi pasti dan dibantu dengan dua pedang yang ia gunakan juga sebagai tongkat ia berjalan ke arah serigala tersebut lalu berbaring disebelahnya. "Panggil anak buah mu Lang Hei." Kata Ling Feng yang terengah-engah disamping Serigala tersebut yang ia beri nama Lang Hei.


Mendengar hal itu Lang Hei pun melolong panjang.


**Awwwhhhuuu


Awwwhhhuuu**


Awwwhhhuuu


Lolongannya pun langsung dibalas oleh anak buahnya. Tidak lama kemudian sembilan serigala pun datang menuju sumber suara lolongan dari sang ketuanya. Tubuh dari Lang Hei juga sudah kembali normal lagi. Efek dari pil yang diberikan oleh Ling Feng sudah habis masa waktunya.


Ling Feng lantas berkata kepada sekelompok serigala tersebut. "Pergi ke guanya dan kuras habis harta yang berada didalamnya." Perintah Ling Feng kepada sekelompok anak buah Lang Hei. Anak buah Lang Hei pun menganggukkan kepalanya lalu masuk kedalam gua tersebut.


Setelah memerintahkan itu Ling Feng berusaha untuk bangkit dari berbaring nya. Setelah berhasil duduk, ia langsung mengambil sikap lotus dan mulai mengembalikan tenaga tubuhnya yang terkuras habis Akibat dari pertarungan tadi.


Ia pun menelan satu pil pemulih terlebih dahulu sebelum masuk dalam posisi lotus. Ia juga memberikan pil tersebut kepada Lang Hei supaya mengurangi rasa sakit yang ia alami saat ini.


Pertarungan tadi merupakan akhir dari pertarungan di hari tersebut.


>>>>>>> Bersambung