
Seketika api yang sangat kuat keluar dari telapak tangan yang ia angkat ke atas melesat cepat menghantam dinding penghalang, bahkan sampai membuat penghalang itu bergetar hebat. Sampai beberapa saat kemudian, penghalang yang seharusnya mustahil dihancurkan pikir semua orang di sana, dengan mudahnya hancur oleh pria berambut merah tersebut.
Craakkkk...!! Craakkkk...!! Craaasssshhhh...!!
>>>>>>______
“Hancur dalam sekali serang?!” Batin ke empat wanita itu secara bersamaan. Wajar saja mereka terkejut, dari awalnya saja mereka sudah tidak habis pikir bagaimana pemuda tersebut bisa masuk ke dalam penghalang itu dengan mudahnya. Terlebih lagi dirinya dengan mudah menghancurkan penghalang tersebut tanpa merasa kesulitan sama sekali.
Bukan hanya keempat wanita itu saja yang terkejut sekaligus heran, Wang Hei dan anaknya pun tidak jauh berbeda. Jelas-jelas formasi penghalang tersebut bisa menyerap serangan lawan dan melancarkan serangan balik dengan kekuatan nya dua kali lipat lebih kuat, akan tetapi semua itu tidak berguna dan hancur begitu saja hanya karena satu serangan.
“Seberapa kuat sebenarnya pemuda ini?! Kenapa aku tidak pernah mengetahui ada pemuda seperti ini ada di Pulau Tanjung?!” Batin Wang Hei yang terlihat mulai gelisah, karena rencana yang telah ia susun susah payah hancur berantakan begitu saja oleh seorang pemuda yang asal usulnya tidak diketahui jelas.
Pemuda tersebut pun menoleh ke arah empat wanita di belakangnya. Ia pun mengarahkan telapak tangannya ke arah mereka, Hu Yan, Yin Mei, dan Cai Lan mengiranya pemuda tersebut hendak melancarkan serangan api sebelumnya. Oleh karena itu, mereka memasang posisi waspada bersiap-siap, namun dugaan mereka salah.
“Teknik Elemen Api: Penyembuhan Api Phoenix.” Gumam pemuda tersebut dengan wajah acuh tak acuh menatap ke arah Zhang Ling dan yang lainnya. Seketika api yang entah dari mana tiba-tiba muncul menyelimuti tubuh keempat wanita tersebut.
Melihat api yang menyelimuti mereka, tentu saja membuat Hu Yan dan Yin Mei sempat panik, karena mengira api tersebut akan membakar habis tubuh mereka.
“Tunggu dulu saudari... Api ini... Menyembuhkan luka-luka dan memulihkan Qi kita.” Ucap Cai Lan dengan raut wajah terkejut tentunya mencegah kedua saudarinya yang hendak memadamkan api tersebut. Sontak apa yang dikatakan oleh Cai Lan membuat keduanya terkejut.
“Apa yang dikatakan oleh Lan’er benar. Api ini... Menyembuhkan luka-luka dalam ku juga. Benar-benar tidak dapat di percaya?!” Ucap Zhang Ling yang juga terkejut. Luka-lukanya pun perlahan mulai sembuh. Baik itu luka fisik ataupun luka dalam. Hanya dalam waktu singkat luka keempat wanita itu pun sembuh semuanya.
“Tugasku sudah selesai. Sisanya tergantung dari kalian yang mengurusnya.” Ucap singkat pemuda tersebut seraya menatap keempat wanita itu dengan pandangan acuh tak acuh. Cai Lan yang mendengar pemuda tersebut kembali berkata, refleks dirinya pun teringat akan sosok pemuda bertopeng.
“Suara ini... Saudara Jie?!” Ujar Cai Lan yang tentunya membuat ketiga wanita tersebut tentunya terkejut ketika mendengar Cai Lan memanggil nama tersebut.
“Saudara Jie?! Bagaimana bisa pemuda ini adalah Saud-“ Ucapan Hu Yan yang langsung di potong oleh Pemuda berambut merah terang itu dengan acuh.
“Apa yang dikatakannya memang benar, tapi salah juga. Aku hanyalah sebuah klon dari Jie Ling.” Ucap pemuda tersebut yang seketika membuat keempat wanita tersebut lagi-lagi di buat terkejut ketika mendengar pernyataan langsung dari pemuda tersebut yang tidak lain adalah klon dari Ling Feng.
“Kalau begitu tubuh aslimu berada di mana sekarang?” Ujar Cai Lan memegang kedua bahu klon Ling Feng dan langsung bertanya kepadanya, akan tetapi klonnya tersebut tidak mengatakan sepatah kata pun dan hanya diam saja memandang acuh kepadanya. Alih-alih menjawab pertanyaan dari Cai Lan, klon Ling Feng kembali berkata, “Tugasku sudah selesai. Sisanya tergantung dari kalian yang mengurusnya.” Ucapnya mengatakan hal yang sama menyadarkan Zhang Ling dan yang lainnya.
“Apa yang dikatakan olehnya benar. Tolong sampaikan terima kasih ku kepada Tuan Muda Jie. Terima kasih banyak karena sudah menolong kami lagi dan lagi.” Ujar Zhang Ling kembali berdiri lalu menatap tajam sepasang ayah dan anak tersebut.
“Aku mengerti. Kalau begitu, semoga beruntung.” Ucap klon Ling Feng lalu menghilang begitu saja dari sana. Cai Lan yang hendak mengatakan sesuatu pun hanya bisa menggigit bagian bawah bibirnya, karena lagi-lagi dirinya tidak mengutarakan apa yang hendak ia katakan.
“T-tunggu dulu... Dengarkan dulu penjelasan ku. S-sebenarnya aku juga tidak ingin melakukan ini, aku terpaksa melakukan nya.” Ujar Wang Hei yang terlihat sudah panik. Keringat dingin pun sudah mengalir deras di dahinya.
“Terpaksa melakukan nya? Kalau begitu, kami juga sangat sangat terpaksa menghabisi pengkhianat seperti kalian, karena keberadaan menjijikan seperti kalian itu mengganggu kehidupan kami.” Ucap Hu Yan seraya memandang acuh seraya tersenyum sinis menatap sepasang ayah dan anak tersebut.
“Aku serius. Aku dipaksa ole-“ Ucapan Wang Hei terhenti, karena Cai Lan secepat kilat langsung melesat ke arahnya seraya menghunuskan pedangnya menebas langsung kepala pria paruh baya itu tanpa ampun.
Shringgggggg...!! Crasshhhh...?!
Seraya memandang acuh Cai Lan berkata, “Mengkhianati rasnya sendiri tidak perlu hidup lebih lama lagi.” Ucap Cai Lan dengan pandangan dingin nan acuh.
“Saudari Lan terlihat seperti orang yang sedang kesal ya.” Bisik Yin Mei kepada Hu Yan seraya melirik ke arah Cai Lan yang menurutnya, terlihat berbeda dari biasanya. Hu Yan yang mendengar itu hanya tersenyum penuh arti lalu berkata, “Entahlah, mungkin hanya perasaan mu saja saudari.” Timpal Hu Yan menanggapi perkataan Yin Mei.
>>>>>>______
Sementara Itu di Suatu Tempat
“Disini, kah paman?” Ujar sosok pemuda bertopeng seraya menoleh ke atas kepalanya dimana ada sosok naga kecil tengah berbaring malas di atas kepalanya.
“Ya nak, aku merasakan gejolak Qi yang sangat kacau tepat di belakang gunung ini.” Jawab sosok naga kecil tersebut. Pemuda bertopeng yang tidak lain adalah Ling Feng. Saat ini dirinya dan Long Tian tengah berada di pedalaman hutan di Pulau Tanjung bagian utara yang jauh jangkauan manusia.
Setelah menyusuri hutan yang lebat itu, dirinya pun berhasil melewati hutan lebat tersebut. Tepat ia keluar dari hutan, ada sebuah gunung yang menjulang tinggi. Ling Feng sendiri tidak mempermasalahkan gunung tinggi tersebut, namun dirinya lebih tertarik dengan gejolak Qi yang berada di balik gunung tersebut. Saat ini dirinya berada tepat didepan pintu masuk ke dalam, akan tetapi dirinya tidak bisa masuk ke sana karena suatu hal.
“Formasi, kah...” Gumam Ling Feng setelah mengeluarkan energi jiwanya dan menyadari ada sebuah formasi ilusi yang menyamarkan pintu masuknya.
Ling Feng yang menyadari adanya sebuah formasi di sana, sontak mendekat ke arah nya. Tepat dirinya mengambil sikap lotus, klon yang ia kirim untuk membantu Zhang Ling dan yang lain nya pun kembali. “Aku sudah menyelesaikan tugasnya.” Ujar klonnya.
“Aku mengerti. Kerja bagus.” Ucap Ling Feng seraya menganggukkan kepalanya dan di balas anggukkan kepala oleh klonnya, lalu berubah menjadi cahaya-cahaya kecil dan masuk ke dalam tubuh Ling Feng kembali. Setelah itu, ia pun memejamkan matanya seraya mengalirkan energi jiwanya untuk memeriksa formasi ilusi tersebut.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.