
Ling Feng masuk kedalam hutan tersebut dan melangkah tanpa beban sama sekali. Hal pertama kali yang ia rasakan saat masuk kedalam hutan tersebut, dirinya merasakan sesuatu yang familiar dari itu. "Perasaan mencekam ini…Mengingatkan ku tentang pertama kali nya masuk ke dalam hutan kematian." Gumamnya mengingat kembali hal yang telah berlalu.
Ling Feng melangkah terus kedepan tetap menelusuri jalan kedepan. "Hutan ini lebih dingin ketimbang dari hutan kematian." Kata Ling Feng terkekeh. "Ya yang membuat dingin kan makhluk-makhluk ini…" Lanjutnya sembari berhenti melangkah dan berdiri tegak tepat di wilayah kosong tanpa adanya pohon.
Tempat yang Ling Feng pijak saat ini benar-benar tidak ada pohon sama sekali, sehingga cahaya bulan dapat menerangi tempat tersebut layaknya menggunakan lentera di kegelapan malam. "Jadi mau sampai kapan kalian diam saja disana mengendap-endap." Kata Ling Feng dengan santai.
Hening seketika, hembusan angin terdengar sangat jelas menambah kesan mencekam area terlarang tersebut. Setelah Ling Feng berkata seperti itu, tiba-tiba muncul beberapa sosok keluar dari kegelapan hutan dan menampakkan wujudnya. Sosok tersebut adalah sekumpulan beast yang mempunyai rupa seperti serigala, namun ada beberapa bagian mereka yang mirip seperti singa.
Jumlah mereka seperti serigala pada umumnya yang suka berkelompok. Sekitar ada dua belas ekor dengan rata-rata tingkat Roh yang sebentar lagi naik tingkat. Sekumpulan serigala itu pun langsung mengitari Ling Feng yang berada ditengah. Ling Feng sendiri hanya diam saja sampai ia pun berkata, "Cihhhhh sekelompok serigala jadi-jadian ternyata kukira aku akan mendapatkan makan malam yang lebih baik lagi." Keluh Ling Feng.
Seakan-akan mengerti dengan perkataan Ling Feng ada satu serigala yang terpancing langsung menyerang Ling Feng, karena marah telah diremehkan oleh sesosok manusia tanpa aura.
Seekor serigala itu langsung melesat cepat lurus ke arah Ling Feng. Ling Feng yang melihat itu tersenyum lebar tidak bergeming sama Sekali sampai kemudian…
Bammmm
Sebelas serigala lainnya terkejut melihat apa yang terjadi pada teman mereka yang langsung terpental hanya dengan sekali pukul saja. Bukan hanya terpental saja, seekor serigala yang menyerang Ling Feng tadi, seketika mati saat itu juga.
Seketika mereka langsung memasang sikap waspada terhadap Ling Feng dan tidak lagi meremehkan manusia dihadapkan mereka saat ini. "Hehhhh…Tatapan kalian semua berubah drastis ya. Padahal tadi kalian menganggap ku adalah salah satu dari sekian manusia yang bodoh karena berani masuk kedalam area hutan ini, kan." Tebak Ling Feng dan apa yang ia katakan telak benar dengan apa yang dipikirkan oleh sekelompok serigala itu.
Beast serigala berbeda dengan serigala pada umumnya. Apalagi yang sudah mempunyai wujud seperti yang dihadapi oleh Ling Feng saat ini. Kecerdasan yang dimilikinya bahkan dapat dikatakan sudah setingkat atau bisa dibilang diatas kecerdasan manusia.
"Hehhhh…Setelah datang kemari dan ingin memangsa ku, kalian ingin pergi begitu saja." Kata Ling Feng menyadari gelagat serigala yang mulai perlahan ingin mundur. Inilah perbedaan yang sangat besar antara serigala yang sudah mempunyai kecerdasan tinggi.
Mereka tau waktu kapan untuk mundur dan merelakan mangsanya yang ternyata lebih kuat dari mereka. Itulah yang membuat para serigala mempunyai kecerdasan yang dapat dikatakan lebih pintar dari manusia. Apalagi saat ini yang Ling Feng hadapi adalah seekor beast serigala yang sudah hampir menembus tingkat Bumi.
"Setelah datang tidak mudah untuk kembali loh." Kata Ling Feng maju melangkah sekali membuat getaran di bumi dan melesat sangat cepat ke arah salah satu beast serigala yang tingkat tertinggi diantara belasan lainnya.
Menyadari akan adanya bahaya, serigala dengan tingkat tertinggi itu langsung menghindar kesamping dalam seperkian detik.
Shringgggggg
Crassssshhh
Walaupun berhasil dihindari, namun tidak bisa sepenuhnya dihindari oleh serigala tersebut. Tebasan Ling Feng meluncur mulus sedikit menggores lehernya. "Sepertinya kau memang pemimpin dari belasan serigala jadi-jadian disini ya." Kata Ling Feng dengan senyuman lebar. Pemimpin serigala itu hanya menggertakkan giginya kuat-kuat sembari menatap tajam Ling Feng.
Grrrrrr
Pemimpin serigala tersebut yang memahami ucapan yang dikatakan Ling Feng, hanya bisa menggeram kesal, karena saat ini ia tidak bisa berbicara menggunakan bahasa manusia. "Ya lagipula aku tidak peduli akan hal sepele seperti itu karena…" Tanpa berbalik Ling Feng mengalirkan qi ke dalam pedang putih miliknya lalu melancarkan tebasan itu tepat ke titik butanya.
Melihat apa yang ingin dilakukan oleh Ling Feng, pemimpin serigala itu langsung mengaum kepada seekor serigala yang ingin menyerang Ling Feng melalui titik butanya. "Bodoh~" Kata Ling Feng terkekeh remeh.
Shringgggggg
Buuukkkk
Buuukkkk
Satu ekor serigala mati kembali dengan tubuh terbelah dua akibat dari tebasan Ling Feng. Pemimpin serigala itu membelalakkan matanya terkejut melihat tindakan itu.
"Kau kira aku sama dengan manusia yang pernah kau mangsa sebelumnya." Kata Ling Feng dengan acuh tak acuh dan seketika ledakan aura keluar dari tubuh Ling Feng membuat pemimpin serigala tersebut beserta yang lainnya tidak bisa bergerak sama sekali.
Pemimpin serigala itu mulai menatap ngeri Ling Feng. Awalnya ia memang sudah merencanakan untuk mengalihkan perhatian Ling Feng kepadanya dan membuat ia lengah dengan sekitar. Rencana yang ia kira sudah sempurna, ternyata malam balik menekan dirinya saat ini.
"Baiklah enaknya kalian dibuat apa ya untuk makan malam ini." Kata Ling Feng yang dapat didengar oleh pemimpin serigala dan anak buahnya. Pemimpin serigala yang sudah pasrah itu pun langsung merubah postur tubuhnya yang tadinya melawan menjadi menyerah. Ling Feng yang menyadari itu mengangkat sebelah alisnya lalu berjongkok didepan pemimpin serigala itu.
"Hehhhhh rencana licik apalagi yang ingin kau lakukan terhadap ku hah…" Kata Ling Feng dengan nada dingin sembarian niat membunuh. Pemimpin serigala itu menggelengkan kepalanya memberikan isyarat kembali bahwa ia benar-benar tunduk kepada Ling Feng dan bersedia menjadi budaknya Ling Feng.
Ling Feng yang melihat itu menatap tajam kedua bola mata serigala tersebut. Serigala tersebut yang ditatap seperti itu, ketakutan setengah mati. Bahkan ia dapat merasakan bahwa Ling Feng dapat menerobos masuk dan mengetahui isi hatinya.
Ling Feng yang melihat keseriusan dari serigala tersebut menarik aura Membunuhnya dan berkata. "Apa yang akan kudapatkan jika kau menjadi budak." Kata Ling Feng memberi kesempatan. Pemimpin serigala yang paham akan perkataan Ling Feng langsung melakukan gerakan-gerakan isyarat. Ling Feng yang melihat gerakan-gerakan itu diam mencernanya.
"Jadi kau ingin bilang bahwa kau bisa mengantar ku kemana pun yang ku inginkan. Lalu bukan hanya itu saja, kau juga tau seluruh tempat-tempat yang banyak hartanya. Begitu?" Kata Ling Feng. Pimpinan beast serigala itu menganggukkan kepalanya membenarkan apa yang dikatakan Ling Feng.
Ling Feng pun mulai menimang-nimangnya. Pemimpin beast serigala itu mulai panik alih-alih takut Ling Feng tidak setuju akan penawaran yang ia sampaikan dan pada akhirnya ia tetap dibunuh. Ling Feng mulai menimang sembari melirik raut wajah pemimpin serigala tersebut. Lalu kemudian ia tersenyum menganggukkan kepalanya.
"Baiklah aku terima tawaran mu." Kata Ling Feng yang membuat wajah serigala itu menjadi cerah. "Akan tetapi, jika kau berani mengkhianati ku dan menyerang ku dari. belakang, jangan harap kematianmu akan mudah." Kata Ling Feng lagi yang membuat Pemimpin serigala itu sekali lagi bergidik ngeri.
Pemimpin itu pun menganggukkan kepalanya dengan cepat lalu menggelengkan kepalanya mengisyaratkan bahwa ia tidak berani melakukan hal itu. Ling Feng pun tersenyum lalu keduanya pun setuju dengan persyaratan itu.
>>>>>> Bersambung