
Booooommmm
Booooommmm
Ledakan demi ledakan kembali terdengar. Pang Lang yang melihat pertarungan didepan matanya hanya bisa terdiam. Ya dia menyebut pertarungan dan bukan lagi pemanasan, karena memang kata itu yang cocok untuk kejadian didepan matanya.
"Kakak kedua bukankah kita seharus-" Perkataan Pang Lang terpotong oleh To Mu. "Cihhhhh padahal aku ingin melihat ia sengsara, kenapa malah menjadi ajang latih tanding seperti ini." Gerutu To Mu melihat kenyataan yang tidak sesuai dengan bayangannya.
Pang Lang yang melihat itu hanya bisa menghela nafas pasrah saja berada disekitar orang-orang yang mempunyai sikap menurutnya sangat aneh. Namun, di satu sisi ia juga takjub melihat duet Ling Feng dan Long Tian saat ini.
"Hahahahaha Ayolah Feng'er aku tau kekuatan mu tidak cuma segini saja, kan." Kata Long Tian tertawa senang. Ling Feng yang mendengar itu hanya berdecak, tapi tersenyum kemudian. "Hehhhhh jangan terlalu banyak bicara ketika sedang bertarung paman." Kata Ling Feng menghilang dari pandangan mata Long Tian.
Long Tian yang melihat itu menoleh ke kiri, ke kanan, dan ke belakang. Akan tetapi, ia masih tidak menemukan Ling Feng sampai ia menghadap kebawah dan melihat sebuah bayangan. Long Tian tentunya refleks menatap ke atas dan Benar saja Ling Feng sudah terjun bebas dengan kecepatan tinggi ke arahnya.
"Terima ini paman! Teknik Sembilan Matahari: Tapak Matahari!" Ling Feng dengan cepat menyosongkan telapak tangannya ke arah Long Tian. Long Tian yang melihat itu, mengalirkan qi nya menuju kedua tangannya. Long Tian langsung membentuk huruf silang diletakan diatas kepalanya.
Seketika Long Tian merasakan aura sangat panas menekan dari atas kepalanya dan mendorongnya. Long Tian berusaha menahan teknik tersebut, akan tetapi…
Bammmm
Swusssshhhh
Dalam sekali hentakan Long Tian langsung tembus terkubur kedalam tanah, karena menahan teknik Ling Feng tadi. Tidak hanya di situ saja Ling Feng kembali mengumpulkan Qi dalam tinjunya dan…
Booooommmm
Booooommmm
Booooommmm
Booooommmm
Ia langsung melancarkan beberapa tinju angin yang mengandung Qi ke arah lubang tempat Long Tian masuk kedalam tanah. Ling Feng yang di udara pun langsung lompat kembali menjaga jarak dari tempat Long Tian terkubur kali ini.
Cukup hening kala itu. Ling Feng tidak mengalihkan sedikit pun pandangannya pada tempat Long Tian terkubur. Sampai tiba-tiba tanah yang Ling Feng pijak bergetar. Sontak Ling Feng langsung terkejut akan hal itu.
Berusaha untuk menghindari dengan cara lompat, namun sayang Long Tian dengan cepat menahan kedua kaki Ling Feng dengan tangannya lalu membantingnya ke tanah. "Setelah membakar dan menguburkan ku didalam tanah, lalu pergi begitu saja. Tentunya tidak semudah itu." Kata Long Tian membanting Ling Feng.
Booooommmm
Bughhkkkkkk
"Ughhkkk." Ling Feng langsung batuk darah pada saat di tinju oleh Long Tian tepat dibagian perutnya. Sekali lagi ia melesat sangat cepat dan baru berhenti setelah membuat kawah di tanah.
Booooommmm
"Uhukkk…Uhukkk…Cuih." Ling Feng batuk darah dan mengeluarkan darah yang tersisa dengan meludah. Ling Feng mengusap darah yang masih tersisa di bibirnya menggunakan lengan bajunya. Bukannya merasa kesal atau apapun Ling Feng malah tersenyum lebar.
Pang Lang yang melihat pertarungan tersebut benar-benar terdiam sama sekali, bahkan bernafas saja ia merasa sangat sulit saat ini. Saking menegangkannya pertarungan tadi. "Keduanya tidak ragu sama sekali, mereka benar-benar beranggapan saling bermusuhan." Batin Pang Lang yang takjub melihat pertarungan tersebut.
"Pemanasannya sudah cukup sampai sini paman. Bagaimana kita lanjutkan ke bagian yang selanjutnya." Kata Ling Feng mengeluarkan kedua pedang putih dan hitamnya. Long Tian yang mendengar itu merenggang seluruh tubuhnya. "Kau benar Feng'er waktu pemanasan sudah habis." Kata Long Tian memasang sikap bertarung.
Pang Lang yang melihat keduanya mulai serius ia lantas mengalihkan pandangannya ke To Mu dan berkata. "Kakak kedua bukankah kita harus menghentikan tuan muda dan kakak pertama saat ini?" Kata Pang Lang. To Mu yang mendengar itu berkata tanpa beban yang membuat Pang Lang terdiam tidak bisa menjawab. "Memangnya kau mampu memisahkan keduanya?" Tanya To Mu balik membuat Pang Lang terdiam.
"Tapi, kan…Pada saat melawan kakak pertama. Kakak kedua mampu mengimbanginya." Kata Pang Lang. To Mu menganggukan kepalanya. "Benar. Aku mampu mengimbanginya, tapi tidak dengan Feng'er." Kata To Mu. Ia lalu berkata kembali. "Terlihat dari raut wajahnya saja, Feng'er saat ini sedang benar-benar panas. Semangat bertarung nya saat ini sedang bergejolak daripada biasanya. Kakak Pertama juga, walaupun ia tidak peka terhadap apa yang membuat Feng'er marah. Ia pasti dapat merasakannya. Oleh karena itu, biarkan saja kedua. Nantinya juga akan selesai sendiri." Kata To Mu tanpa beban.
"Haihhh…Yang aku maksud bukan itu kakak." Kata Pang Lang menepuk dahinya. To Mu yang mendengar itu sontak terkejut. "Ehhhhh…L-lalu apa yang kau maksud memangnya." Tanya balik To Mu. Pang Lang yang mendengar itu menghela nafas panjang. "Memangnya tidak ada yang panik setelah merasakan getaran dahsyat dan aura Qi sebesar ini." Kata Pang Lang.
To Mu yang paham maksud dari Pang Lang pun berteriak kepada Long Tian. "Kakak Pertama!" Teriak To Mu. Membuat Long Tian yang maju menerjang jadi berhenti di udara dan menjadi terkena serangan Ling Feng. "Ada apa adik kedu-"
Booooommmm
Long Tian melesat sangat cepat ke tanah dan langsung membentuk kawah disana. "Oiii Feng'er nanti dulu. Adik Mu ingin berbicara sesuatu tunggu dulu." Kata Long Tian tidak terima. "Ehhhh…Maaf paman aku mana bisa menghentikannya ditengah jalan." Kata Ling Feng tanpa beban sama sekali.
"Cihhhhh." Long Tian yang mendengar itu berdecak saja lalu mengalihkan pandangannya ke To Mu. "Ada apa kau memanggilku Seperti itu? Jangan bilang kau sengaja melakukan hal itu supaya aku terkena serangan Ling Feng." Kata Long Tian menatap tajam To Mu. Orang yang ditatap hanya memutar bola matanya malas.
"Cihhhhh, aku hanya ingin memberitahu mu kak, untuk membuat formasi jika tidak ingin ada yang mengetahui ini." Kata To Mu acuh tak acuh. Long Tian tersentak mendengar itu lalu mengalihkan pandangannya dan Padang rumput yang awalnya sangat nyaman, kini telah berubah menjadi tempat Medan perang dengan kawah yang dimana-mana.
"Cihhhhh sial." Decak Long Tian. Lalu ia membuat sebuah Formasi pelindung kemudian ia buat formasi itu mengelilingi Padang rumput yang luas tersebut. "Baiklah sudah selesai. Ayolah Feng'er maju lagi kita mulai lagi ronde keduanya." Kata Long Tian sembari memberikan isyarat tangan untuk maju menyeringai.
>>>>>>>> Bersambung