
“Hehehe... Aku kan sudah sudah bilang tidak semudah itu guru, Ledakan!” Teriak Hao Xiang dan meledakkan empat anak panah api itu sekaligus.
Boooommmmm...?!
>>>>>>______
Shringggg...?!
“Haihhhh... Walaupun aku berhasil menekan guru, tetap saja guru yang menang pada akhirnya.” Ucap Hao Xiang mengangkat kedua tangannya menyerah, karena sebuah pedang sudah berada tepat di depan lehernya. Ling Feng tersenyum tipis lalu menarik pedang tersebut dari leher Hao Xiang, lalu dirinya pun berkata, “Perkembangan mu cukup pesat dan jujur, itu melebihi ekspektasi guru saat ini. Guru benar-benar tidak menyangka, bahwa kau mampu menekan guru, ya walaupun hanya sedikit menekan saja, tapi itu tetap saja sebuah pencapaian. Kamu benar-benar sudah melawati batasan dirimu ya.” Ucap Ling Feng memuji Hao Xiang.
Bahkan Hao Xiang sampai terdiam mematung, karena dirinya tidak mengira bahwa Ling Feng akan memujinya sepanjang itu. Melihat Hao Xiang yang tiba-tiba memasang ekspresi tersebut, Ling Feng refleks mengangkat sebelah alisnya dan berkata lagi kepadanya, “Ada apa dengan ekspresi mu itu? Apakah guru mengatakan kata-kata yang aneh?” Tanya Ling Feng yang menyadarkan Hao Xiang.
“Tidak ada yang aneh, hanya saja aku tidak menyangka, bahwa guru akan berkata panjang lebar seperti itu.” Kata Hao Xiang seraya menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal seraya memasang senyum canggung. Ling Feng yang mendengar itu pun menarik nafas pendek lalu mengedikan kedua bahu nya.
Tidak lama kemudian, seekor kucing kecil tiba-tiba jatuh dari atas langit dan mendarat mulus tepat di atas kepala Hao Xiang, membuat pemuda tersebut terkejut dengan kedatangan kucing kecil tersebut secara tiba-tiba, tanpa merasa bersalah sedikitpun, kucing kecil yang adalah Ling Laohu berkata, “Aku kembali tuan muda.” Ucap Ling Laohu.
“Hoh cepat juga, jadi bagaimana? Apakah sudah mendapatkan informasi yang ku maksud?” Tanya Ling Feng.
Ling Laohu pun mulai menyampaikan informasi yang ia dapatkan setelah mendatangi setiap kediaman dari para bangsawan kota Teratai Hitam, lalu dari sekian bangsawan yang ada, Ling Laohu pun mencurigai Wali kota Teratai Hitam lah yang telah bekerja sama dengan ras iblis ini. Mengingat orang-orang yang menghilang itu pernah melakukan kontak langsung dengan wali kota itu, entah itu secara formal maupun tidak formal.
Ling Feng yang mendengar itu pun sedikit berpikir, pasalnya ia mendengar dari warga kota ini, bahwa wali kota di kenal rakyat nya sebagai pribadi yang baik dan sangat santun. Ia juga terkenal dengan sikap adilnya yang tidak memandang rendah rakyat biasa. Tapi tidak menutup kemungkinan, bahwa apa yang ia tunjukkan di depan rakyatnya hanyalah topeng palsu untuk menutupi kepribadian asli nya.
Ling Feng pun tiba-tiba teringat dengan pembicaraan nya dengan Zhi Yan, tentang perjamuan yang akan di adakan oleh anak wali kota ini. Walaupun hanya sekedar perjamuan, namun ia akan memanfaatkan perjamuan itu untuk memastikan, bahwa wali kota ini ada hubungan nya atau tidak dengan ras iblis.
Sampai kemudian, Ling Feng pun mulai berasumsi, bahwa perjamuan ini mungkin tidak sesederhana yang ia pikirkan. Ling Feng pun tanpa pikir panjang langsung mengirimkan transmisi suara kepada Zhi Yan. Baik Ling Laohu dan Hao Xiang hanya diam saja menunggu Ling Feng yang terlihat sedang menghubungi seseorang, tidak mengganggu nya.
Setelah berhasil menghubungi Zhi Yan, Ling Feng pun mulai menyampaikan rencana kepada Hao Xiang dan Ling Laohu. Keduanya menyimak dengan seksama, rencana yang di sampaikan oleh Ling Feng.
“Baiklah, aku ingin kalian berdua menyelinap dan fokus menyelidiki lebih detail lagi tentang kediaman wali Kota Teratai Hitam ini. Lalu jika memang sudah dipastikan, bahwa wali kota ini sudah bekerja sama dengan iblis, aku ingin kalian berdua tidak terburu-buru dan cari dimana tempat dari korban-korban penculikan itu berada. Lalu setelah para korban penculikan sudah aman, barulah fokus untuk mencari iblis ini. Aku yakin ia masih di kota ini, namun di suatu tempat di kediaman wali kota. Lalu sisanya, mengamuklah sesuka kalian.” Jelas Ling Feng seraya tersenyum tipis, ketika mengatakan kalimat yang terakhir.
Baik itu Hao Xiang dan Ling Laohu, keduanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan rencana yang di sampaikan oleh Ling Feng. Rencana tersebut akan di laksanakan saat itu juga, mengingat waktu mereka yang terbatas, karena tidak menutup kemungkinan bakal ada korban lagi, jika mereka menunda rencana tersebut sampai lusa atau pun hari-hari lain nya.
Bukan hanya itu saja, Ling Feng juga merasakan ada beberapa orang yang sedang bersembunyi dalam bayang-bayang di sekitar penginapan itu. Ranah dari orang-orang tersebut tidak bisa di anggap remeh, karena ada beberapa diantara mereka yang sekuat dengan Zhi Fu. Walaupun merasakan hal itu, Ling Feng tetap bersikap seolah-olah tidak merasakan apapun dan melangkah santai masuk ke dalam penginapan.
Tepat ia masuk ke dalam penginapan, di sana terlihat ada beberapa orang berpakaian seperti prajurit formal, orang-orang tersebut menatap curiga ke arah Ling Feng, mengingat penampilan nya saat ini sedang menggunakan topeng untuk menutupi identitas nya. Bahkan ada satu dua orang sudah meletakan tangan mereka di pedang nya masing-masing.
Sampai rasa curiga itu langsung hilang seketika, karena sosok Zhi Fu tiba-tiba datang menyapa ke arahnya dengan ramah. “Ah Nak Feng kamu sudah datang rupa nya, ayo ikut aku. Aku akan mengantarkan mu ke ruangan nya.” Ucap Zhi Fu dengan akrabnya menyambut Ling Feng, membuat sekelompok orang yang awalnya menatap curiga ke arah nya, kini tatapan itu hilang dalam sekejap.
“Salam senior. Kalau begitu, maafkan aku karena sudah merepotkan mu.” Ucap Ling Feng balik menyapa nya dengan ramah.
“Oh ayolah, bukankah aku sudah bilang untuk tidak memanggil senior, panggil saja Paman Zu, biar lebih nyaman di dengarnya.” Timpal Zhi Fu yang di balas senyuma tipis oleh Ling Feng.
“Baiklah Paman Zu.” Ucap Ling Feng mengikuti kemauan dari pria sepuh itu dan langsung di sambut gelak tawa olehnya.
“Hahahaha... Nah begitu. Kedengarannya, kan lebih baik. Nah ayo ikuti aku.” Ucap Zhi Fu seraya menepuk-nepuk pundak Ling Feng lalu melangkah terlebih dahulu menuju ke ruangan Zhi Yan. Ling Feng menganggukkan kepalanya lalu mengekor di belakang pria sepuh itu.
Ruangan Zhi Yan sendiri berada di lantai tiga, sama dengan Ling Feng. Akan tetapi, arah menuju ruangannya itu berbeda dengan nya. “Ini ruangan nona muda. Kalau begitu aku akan ke bawah dahulu.” Ujar Zhi Fu lalu pergi dari sana.
“Silahkan Paman Zu. Terima kasih sudah mengantarku kemari.” Ucap Ling Feng dengan sopan yang dianggukki oleh pria sepuh tersebut.
Ling Feng pun mengetuk-ngetuk pintu ruangan Zhi Yan beberapa kali.
“Sebentar aku datang.” Ucap suara di balik pintu ruangan tersebut dan Ling Feng pun hanya menunggu saja tidak berkata apapun. Suara langkah kaki pun terdengar, dan pintu pun terbuka menampilkan sosok wanita yang kini sedang memakai cadar hampir transparan, karena menggunakan cadar model seperti itu, Ling Feng pun bisa melihat cukup jelas, bahwa wanita tersebut sedang tersenyum ramah ke arahnya.
Sampai kemudian, apa yang di katakan oleh wanita itu selanjutnya membuat Ling Feng tersentak kaget, “Ah Tuan Feng kamu sudah datang, ayo silahkan masuk. Kita membicarakannya di dalam ruanganku saja.” Ucap Zhi Yan dengan tutur kata yang lembut, mengajak Ling Feng
“Eh?!”
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.