
“Tapi, itu hanya asumsi ku saja. Kita tidak bisa memastikanya begitu saja, karena setiap orang mempunyai alasannya masing-masing.” Uap Wu Nuan lagi meletakkan gelas tehnya. Zhi Yan mendengar itu pun tersenyum kagum dan berkata, “Seperti yang di harapkan dari Saudari Nuan. Kamu benar-benar sangat jenius.” Ucap Zhi Yan memuji pemikiran dari putri kekaisaran itu.
“Oh ayolah saudari, kamu terlalu memuji diriku.” Ucap Wu Nuan terkekeh pelan, lalu tersenyum sangat manis.
>>>>>>______
Keesokan Harinya
Hari dimana perjamuan di adakan pun datang. Ling Feng kini terlihat sedang bersiap-siap, dan telah selesai setelah beberapa menit kemudian. Walaupun awalnya ia sempat kebingungan untuk menggunakan topeng atau tidak, namun ia tidak mempermasalahkan hal sepeerti itu, dan tetap memutuskan untuk menggunakan topeng di wajahnya. Ling Feng sudah bayangan, bahwa dirinya pasti akan menarik perhatian, namun itu lebih baik daripada identitas dirinya terbongkar, karena tidak menutup kemungkinan ada satu dua orang yang mengenali identitasnya.
Ling Feng pun keluar dari penginapan nya dan berjalan santai seraya menikmati suasana riuh para warga kota yang sibuk akan aktivitas nya masing-masing. Waktu kala itu sudah menunjukkan menjelang siang hari, dan terbilang masih belum terlalu siang. Akan tetapi, kediaman besar nan megah di hadapan nya ini sudah ramai akan orang-orang yang hendak menghadiri perjamuan.
“Baiklah, kita lihat ada rencana apa di balik perjamuan ini.” Batin Ling Feng tersenyum lebar di dalam hatinya, lalu berjalan dengan tenang ke arah pintu masuk. Sebelumnya Ling Feng sudah melihat undangan dengan jenis yang berbeda dimana banyak orang yang mengantri di sana, awalnya Ling Feng berpikir bahwa Zhi Yan salah memberikan undangan kepadanya, namun ia melihat ada orang yang menggunakan undangan yang sama dengan dirinya melewati jalur khusus tanpa mengantri.
Ling Feng yang melihat itu pun berjalan dengan santai melewati sekelompok orang-orang yang sedang mengatri di sebelahnya. Terlihat banyak pasang mata menatap tidak senang ke arah Ling Feng, dan tidak sedikit yang menatapnya dengan pandangan menghina. Akan tetapi, tatapan hina dan penuh ejekan itu langsung sirna, karena Ling Feng langsung mengeluarkan undangan yang berbeda jenisnya dengan mereka, dan dapat dikatakan undangan tersebut adalah undangan khusus.
Sekelompok orang yang menatapnya dengan cemoh dan terang-terangan mengejek dirinya, langsung terdiam membisu melihat undangan khusus Ling Feng. Para penjaga pun tidak menyangka, bahwa Ling Feng mempunyai undangan khusus. Mereka awalnya hendak menghalangi Ling Feng dan mengusirnya, karena dirinya menggunakan topeng dan itu terlihat mencurigakan. Tapi, pikiran itu langsung sirna, karena Ling Feng dengan tenang mengeluarkan undangan khusus membuat para penjaga itu langsung tunduk hormat, dan meminta maaf kepada Ling Feng.
Ling Feng sendiri tidak masalah akan hal itu, atau lebih tepatnya ia tidak terlalu peduli akan hal tersebut. Pria itu dengan acuhnya melangkah masuk ke dalam mengabaikan semua pasang mata yang menatapnya terkejut, dan para penjaga yang sudah ketakutan setengah mati, karena takut Ling Feng tersinggung dengan perbuatannya.
Perjamuan tersebut sudah cukup ramai, terlihat Ruangan jamuan itu sangatlah luas dengan furniture barangnya seluruhnya adalah kelas atas. Ling Feng langsung di tuntun oleh salah satu dari seorang pelayan untuk pergi ke mejanya yang sesuai dengan yang tertulis di undangannya. Meja Ling Feng berada di bagian sisi ruangan, tepatnya di bagian belakang.
Awalnya ia berpikir dengan diri nya yang berada di bagian belakang, ia tidak akan menarik perhatian. Namun hal tersebut langsung pupus, karena mejanya itu dekat dengan tempat pengambilan minuman. Membuat dirinya yang sedang duduk tenang dalam diam, menjadi bahan pembicaraan para pemuda dan pemudi, karena tidak mengetahui identitas Ling Feng dan merasa asing dengan wajah nya.
Ling Feng juga sempat menyapu pandangannya sekilas ke seluruh ruangan untuk mencari Zhi Yan dan Wu Nuan. Akan tetapi, dirinya tak melihat kedua wanita itu di ruangan jamuan.
“Apa mereka berdua masih belum datang ya? Ya kuharap sampai mereka datang, tidak terjadi sesuatu yang merepotkan di sini.” Batin Ling Feng dalam hatinya berharap, lalu duduk kembali dengan tenang seraya meminum minuman yang telah di sajikan di atas meja oleh salah satu orang pelayan tadi.
Baru saja dirinya berharap tidak ada sesuatu yang merepotkan, secara tiba-tiba seorang pemuda datang menghampirinya.
“Oi kau yang di sana? Kenapa kau malah menggunakan topeng di perjamuan Formal? Siapa kau sebenarnya?” Ujar pemuda tersebut berdiri dengan angkuh di hadapan Ling Feng, dan kini keduanya sudah menjadi pusat perhatian di sekitar. Dalam hatinya, Ling Feng mengutuk pemuda tersebut.
“Oh ayolah... Persetan dengan semua itu, padahal aku hanya diam saja duduk di sini tanpa melakukan apapun?!” Teriak Ling Feng dalam hatinya, mengutuk sumpah serapah kepada pemuda tersebut. “Tenanglah, tenanglah, abaikan saja semut tidak berguna ini.” Batin Ling Feng seraya menghela nafas pendek, dan tepat Ling Feng menghela nafas, pemuda tersebut malah tersinggung kepadanya.
“Oi kepa*at! Kenapa kau malah menghela nafas seperti itu hah!” Teriak Pemuda tersebut seraya menggebrak meja Ling Feng cukup keras, sampai-sampai tindakannya itu menarik perhatian semua orang yang ada di perjamuan. Pemuda yang menyinggung nya itu langsung mengangkat tangannya melayangkan sebuah tinju kepada Ling Feng.
Melihat pemuda tersebut sama sekali tidak menahan diri menyerang ke arahnya, Ling Feng menatapnya acuh tak acuh lalu melempar alat makan yang berupa sumpit tepat ke arah tinju pemuda itu.
Shaaattt... Boooommmm...?!
Bukan hanya tidak berhasil melukai Ling Feng, sebaliknya pemuda itu malah terpental dua meter ke belakang. Jatuh sangat mengenaskan di lantai dengan telapak tangannya tertancap oleh alat makan yang di lempar oleh Ling Feng.
“Akkkhhhh......!!” Teriak pemuda tersebut merasakan sakit yang amat luar biasa, terutama di bagian telapak tangannya yang tertancap oleh sumpit. Para pemuda yang hadir pada jamuan itu pun mulai saling berbisik-bisik membicarakan Ling Feng, namun pria yang menjadi bahan pembicaraan itu hanya acuh tak acuh tidak memedulikan nya itu.
“Tunggu saudara, tindakan mu itu bukankah terlalu berlebihan?” Ujar seorang pemuda melangkah ke arah Ling Feng, diikuti dengan beberapa orang pemuda di belakangnya.
“Berlebihan? Kenapa aku harus menahan diri, kepada orang yang jelas-jelas berniat untuk mencelakai ku. Apa yang kulakukan saat ini, hanyalah sebuah tindakan pembelaan diri saja.” Timpal Ling Feng dengan nada mengejek pemuda tersebut, membuat pemuda tersebut langsung diam tidak bisa membalas perkataan Ling Feng.
“Sangat Lancang! Beraninya kamu berbicara tidak hormat seperti itu dengan beliau!” Teriak lantang yang berasal dari salah satu pengikut dari pemuda tersebut.
“Hahhhh... Dia bukan guruku ataupun seniorku, kenapa aku harus repot-repot melakukan hal itu?” Timpal Ling Feng seraya menyinggungkan senyuma tipisnya, membuat pengikut dari pemuda itu semakin marah kepada Ling Feng dan dirinya pun mulai memperkenalkan pemuda tersebut yang di maksudnya, pemuda tersebut tidak lain adalah Anak dari wali kota teratai hitam yang mengadakan jamuan ini.
Ling Feng yang mendengar itu hanya ber oh ria, membuat Anak dari wali kota dan pengikutnya pun tersinggung, karena sikap acuh tak acuh dan angkuhnya Ling Feng.
“Kau... Siapa kau sebenarnya? Aku tidak ingat pernah mengundang dirimu, dan mempunyai kenalan seperti mu?” Ujar Anak wali kota dengan nada bicara yang kini berbeda, karena kesabarannya sudah mulai menipis menghadapi sikap angkuh Ling Feng.
“Tuan muda memang tidak mengenalnya, karena orang yang mengundangnya itu adalah aku.” Ucap suara yang tiba-tiba muncul berasal dari pintu masuk, menarik perhatian semua orang di sana termasuk sang anak wali kota. Terlihat di sana ada dua sosok wanita cantik nan anggun mulai melangkah masuk ke dalam ruangan jamuan.
“Salam putri!” Ucap seluruh penghuni ruangan jamuan langsung memberi hormat kepada salah satu dari wanita itu yang tidak lain adalah Wu Nuan dan Zhi Yan.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.