
Dua Batang Dupa Berlalu
Singkat cerita Ling Ling sudah memulihkan kondisi tubuhnya kembali seperti semula. "Aku sudah siap guru." Kata Ling Feng bangkit dari posisi lotus. Tua Tao menganggukkan kepalanya dan berkata, "Ikuti aku." Kata Tua Tao pergi dari sana masuk kembali ke dalam hutan.
Ketika Tua Tao sekali melangkah, dirinya langsung menghilang dan muncul kembali sepuluh meter dari tempat ia berpijak tadi. "Jangan sampai tertinggal." Kata Tua Tao kembali melangkah dan menghilang lagi.
Ling Feng tersenyum simpul mengetahui niat gurunya yang ingin menguji dirinya. Ling Feng lantas menggunakan elemen Es nya. "Aku mendapatkan kesempatan untuk mencoba ini." Kata Ling Feng tersenyum simpul lalu menggunakan elemen Es nya dan membentuk sebuah sayap es di punggungnya.
Walaupun saat ini ia masih belum bisa terbang, Ling Feng mempunyai banyak cara sebagai gantinya untuk terbang. Ling Feng pun mulai mengambang di udara lalu melesat cepat mengejar Tua Tao didepannya.
Tidak lama untuk mengejar orang tua tersebut. Tua Tao juga menyadari bahwa Ling Feng telah berada dibelakangnya, namun kecepatan ia melangkah membuat Ling Feng tertinggal dibelakang nya.
Walaupun tertinggal, tentu Ling Feng tidak peduli akan hal itu dan tetap melesat mengejar Tua Tao. Ling Feng juga sesekali berlari melesat, karena hutan tersebut bukanlah tempat bagi ia bisa terbang dengan bebas.
Melesat dan terbang terus menerus dan berulang kali Ling Feng bergerak seperti itu. Sampai kemudian sepasang matanya melihat Tua Tao sudah berhenti bergerak. Ling Feng pun langsung berdiri di sisi gurunya itu.
Ketika Ling Feng berdiri disampingnya saat itu juga tubuhnya kembali bergetar dan tersenyum. "Guru tempat ini…" Kata Ling Feng menggantung. "Hal yang harus kau miliki untuk pelatihan alkemis ada di gua sana." Kata Tua Tao menunjukan ke arah gua yang sangat luas.
"Tapi, tempat ini adalah tempat tinggal dari salah satu dari keempat beast itu bukan." Kata Ling Feng. Tua Tao menganggukkan kepalanya tanpa beban. "Benar ini tempatnya." Jawab Tua Tao tanpa beban. "Guru kau ingin murid tersayang mu ini mati mengenaskan ya." Kata Ling Feng sinis.
"Aku tidak membawa mu ke sini dengan tujuan mati, aku membawa mu ke sini dengan tujuan untuk mengambil "Itu" yang berada didalam gua sana." Jawab Tua Tao tanpa beban. "Tapi yang jadi masalah nya jika aku ke sana aku akan mati guru." Kata Ling Feng tidak habis pikir.
"Tenang saja kau tidak akan mati." Kata Tua Tao lagi. Mendengar hal itu kedua mata Ling Feng terbuka lebar. "Benarkah? Apakah guru akan membantu ku membunuh beast itu? atau memberikan harta yang bisa membantu ku membunuhnya?" Tanya Ling Feng dengan mata berbinar-binar mengharapkan harta milik Tua Tao.
Tapi sayang, jawaban dari Tua Tao mematahkan ekspentasi itu. "Tidak satupun diantara itu, tapi aku akan berdoa semoga kau dilindungi oleh dewa." Jawab Tua Tao sembari gerakan seorang pertapa suci.
Ling Feng yang melihat itu menepuk dahinya frustasi. "Ah ini tidak benar aku tidak menyangka akan menjadi seperti ini akhirnya." Gumam Ling Feng pasrah sudah dengan tingkah guru nya yang sangat aneh dimatanya.
"Kau ini kenapa Feng'er. Bukankah aku sudah bilang kau tidak akan mati." Kata Tua Tao. "Iya guru…Kau memang berkata seperti itu. Tapi, kan…" Ling Feng tiba-tiba terdiam lalu menoleh kepada Tua Tao. "Dasar kau ini…Kalau guru mu bilang tidak akan mati ya tidak akan mati." Kata Tua Tao.
"Dan lagi kau ini bicara apa? Bukankah kau sudah mempunyai harta yang sangat luar biasa yaitu, kedua pedang mu itu. Pedang-pedang itu merupakan lawan terburuk yang menjadi musuh mu. Oleh karena itu, kau tidak memerlukan apa-apa lagi. Kau juga bisa mulai mempraktekkan formasi-formasi yang enam bulan kau dalami." Kata Tua Tao lagi.
"Jadi sekarang persiapan mu sudah cukup dan sisanya kau harus menggunakan otak mu dan keberuntungan yang dimiliki mu." Kata Tua Tao. Ling Feng yang mendengar itu lantas menundukkan kepalanya lalu menatap kedua telapak tangan nya lalu mengepalkan nya erat-erat.
"Feng'er" Panggil Tua Tao. Ling Feng refleks menolehkan kepalanya menatap Tua Tao. "Jika otak mu hanya sebuah pajangan lebih baik buang saja." Kata Tua Tao. Mendengar perkataan gurunya Ling Feng tersenyum simpul menguatkan genggaman pedangnya.
Dirinya pun masuk kedalam gua tempat dimana salah satu dari empat beast yang membuatnya merasakan apa itu kekalahan sesungguhnya. Ling Feng masuk kedalam gua dengan langkah perlahan-lahan.
Lalu ia pun berhenti melangkah ketika sepasang matanya menangkap sosok beast yang mirip dengan kadal raksasa yang ia lawan kala itu, namun didepannya kali ini adalah kadal yang lebih besar daripada kadal yang ia lawan kala itu.
Tinggi kadal tersebut sendiri hampir mencapai sepuluh meter dengan panjang hampir mencapai dua puluh meter. Kadal tersebut mempunyai warna tubuh yang sangat mencolok yaitu, warna ungu terang. Ling Feng yang melihat beast monster didepannya menelan salivanya dengan susah payah.
Ia pun menggeleng-gelengkan kepalanya membuang semua pikiran negatif yang muncul dikepalanya. Daripada membayangkan hal yang tidak berarti seperti itu, Ling Feng lebih memilih bagaimana caranya ia bisa membunuh daripada beast monster ini.
Ling Feng pun terpikirkan sebuah cara, ia lantas mendongakan kepalanya menatap langit-langit gua yang disana terdapat banyak batu besar nan curam menempel dengan langit-langitnya. Melihat itu Ling Feng tersenyum dan mulai mengesekusi rencananya itu.
Ia lantas terbang menggunakan elemen anginnya. Ia menuju langit-langit gua disana, setelah dilangit-langit gua Ling Feng lantas memutar tubuhnya dan membuat tubuhnya menempel di langit-langit gua. Setelah itu ia pun sedikit melukai jarinya lalu mulai menggambar sebuah lingkaran formasi cukup besar.
Tua Tao yang melihat dari kejauhan tersenyum, "Kau benar-benar menggunakan otak mu ya." Gumam Tua Tao tersenyum.
Ling Feng pun mulai menggambar sebuah lingkaran formasi di langit-langit tersebut. Tidak lama kemudian sebuah lingkaran formasi pun telah siap, ia pun menyuntikkan sedikit Qi kedalam lingkaran formasi tersebut baru kemudian ia mulai membentuk segel tangan.
"Baiklah persiapannya sudah selesai, sekarang tinggal hanya perlu memancingnya saja." Gumam Ling Feng lalu turun kembali dari langit-langit gua. Ling Feng lantas memasang kuda-kuda pedang ganda nya kemudian mulai mengalirkan Qi kedalamnya dan…
"Teknik Pedang Yin Yang: Pedang Kehampaan Yin"
"Teknik Pedang Yin Yang: Gelombang Aura Yang"
Shringgggggg
Swusssshhhh
Booooommmm
>>>>>>> Bersambung