
“Iya, kakak akan berhati-hati.” Kata Ling Feng dengan lembut seraya mengelus-elus bagian belakang kepala Bing Jiao.
>>>>>>______
“Saudari Jiao ayo kita berangkat.” Panggil Han Ying yang memintanya untuk naik ke atas Elang Api, beast yang telah di jinakan dan di rawat oleh Tetua Han.
“Aku pergi dulu kak. Saudari Xian sampai bertemu lagi di sekte nanti.” Ujar Bing Jiao. Ya karena permintaan dari Ling Feng dan desakan dari Bing Jiao, Qing Xian kini menjadi murid dari sekte naga langit, walaupun masih belum resmi saat ini.
“Iya Jiao’er. Jaga dirimu ya.” Kata Ling Feng melambai-lambaikan tangannya. Lalu untuk Qing Xian yang berada di sebelah Ling Feng pun melakukan hal yang serupa dengannya. Ling Feng menyadari bahwa kedua mata Bing Jiao telah berkaca-kaca dan tepat dirinya menaiki Elang Api setetes air matanya lolos dari sudut matanya. Ling Feng sangat menyadari itu, namun ia menahan diri, karena masih banyak masalah yang harus ia selesaikan jika ingin dirinya dan orang-orang yang ia sayangi hidup dengan tenang dan tentram.
“Baiklah kami pergi dulu, berhati-hatilah nak.” Kata Tetua Han.
“Aku mengerti Tetua. Juga aku minta maaf, karena harus merepotkan mu untuk memberitahukan kepada para tetua lainnya dan master sekte tentang kepergian ku.” Ucap Ling Feng.
“Tentang hal itu tenang saja, aku akan menyampaikan nya kepada master sekte.” Kata Tetua Han. Setelah berkata seperti itu, Elang Api itu pun mengepakkan kedua sayapnya terbang dengan cepat di langit. Setelah Elang Api itu tidak terlihat lagi dalam pandangan matanya, Ling Feng baru berhenti melihat ke atas lalu menatap Qing Xian yang berada di sisinya.
Ling Feng lalu membuka portal menuju dunia jiwanya, selang beberapa detik kemudian seekor serigala yang terlihat seperti anjing kecil, keluar dari portal tersebut. Ia sengaja mengecilkan tubuhnya, karena akan menjadi masalah jika Ling Feng bepergian dengan tubuhnya yang besar, oleh karena itu pasca di dunia jiwa, serigala tersebut pun mulai berkultivasi dengan serius, supaya bisa mengubah penampilan sesuka hatinya.
“Hohhh hitam... Tidak kusangka kamu naik tingkat. Kamu sudah bekerja keras ya selama tidak bertemu dengan ku. Kerja bagus kawan kecil.” Kata Ling Feng yang merasakan aura dari serigala kecilnya itu meningkat yang awalnya berada di ranah bumi, kini sudah maju ke ranah langit semenjak ia tinggal di dunia jiwa.
Awwwuuu
Serigala kecil itu melolong pelan, membuat Ling Feng yang mendengar hal itu terkekeh, karena terdengar lucu di telinganya. Serigala kecil itu mengibaskan ekor kecilnya mengisyaratkan bahwa ia senang telah memenuhi ekspektasi Ling Feng tentang dirinya. Sampai kemudian, Ling Feng merasakan tatapan tajam dari sisinya, dimana Qing Xian sedang menatap rumit ke arah si hitam. Serigala kecil itu juga menyadari tatapan dari Qing Xian dan beast kecil itu juga membalas tatapan dari Qing Xian.
“Baiklah hitam, aku punya tugas untukmu.” Kata Ling Feng. Serigala kecil itu menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Ling Feng. Walaupun masih belum bisa berbicara, serigala kecil mengerti dengan apa yang di katakan oleh pemuda itu.
“Aku ingin kamu antarkan gadis ini kembali ke rumahnya, dan selama aku pergi tetaplah berada di sisinya. Apa kamu bisa melakukan itu?” Kata Ling Feng memberikan tugas kepada si hitam kecil itu.
Mendengar itu, si hitam tanpa pikir panjang setuju, bahka ia dengan sangat percaya dirinya membusungkan dadanya tinggi-tinggi, seperti mengisyaratkan, “Serahkan saja kepadaku.”
“Baguslah.” Kata Ling Feng tersenyum kecil seraya memberikan si hitam kepada Qing Xian. Qing Xian sontak memperhatikan dengan teliti serigala kecil itu sampai dirinya pun sadar bahwa serigala kecil itu bukanlah serigala biasa. “Serigala Petir Gelap.” Kata Qing Xian setelah menyadari identitas dari serigala kecil itu.
Setelah berkata seperti itu, tubuh serigala kecil itu pun sontak bersinar terang. Wujud yang awalnya mempunyai tubuh kecil, dalam sekejap berubah menjadi serigala dewasa dengan ukurannya tiga kali lipat daripada serigala pada umumnya.
“Naiklah ke atas tubuhnya. Hitam akan mengantarkan mu kembali Ke Kota Anyi. Oh ya, aku juga nitip salam kepada ayah mu dan saudara-saudaramu.” Kata Ling Feng.
“Topeng mu yang sebelumnya telah rusak, aku dan Saudari Jiao membelinya tadi, karena menurut kami topeng putih ini cocok untukmu. Terutama fungsi utama dari topeng putih, yang menurut kami berdua, kamu memang harus menggunakannya.” Kata Qing Xian dengan nada sedikit memaksa.
“Ya mau bagaimana lagi, salahkan para wanita itu yang terpesona oleh ketampanan ku.” Gumam pelan Ling Feng, namun apa yang di gumamkan olehnya masih dapat di dengar oleh Qing Xian.
“Kamu bilang apa tadi? Aku tidak mendengarnya dengan jelas soalnya.” Kata Qing Xian seraya tersenyum anggun di balik cadarnya, sampai-sampai membuat kedua matanya membentuk bulan sabit terbalik. Ling Feng yang mendengar nada bicara Qing Xian, yang begitu mengintimidasi, sontak bergidik ngeri seraya berkata, “Tidak, tidak, aku tidak mengatakan apapun kok.” Kata Ling Feng seraya mengangkat kedua tangannya dan melambai-lambaikannya, seraya tertawa hambar.
“Hmmmpphhh... Kalau begitu aku pergi dulu. Ingat, gunakan topeng putih itu selalu jangan melepaskannya, karena aku dan Saudari Jiao tidak ingin menambah saudari lagi, dan kalau kamu berani mengabaikan apa yang aku katakan saat ini, maka aku tidak akan segan memotong bagian bawahmu itu.” Kata Qing Xian dengan tatapan mata yang sangat tajam kepada Ling Feng, membuat sang empu yang di tatap refleks menutup bagian intim diantara selangkangannya.
“Aku mengerti, aku mengerti, aku bersumpah atas namaku.” Kata Ling Feng tanpa basa-basi menyetujuinya begitu saja.
“Baguslah jika memang begitu.” Kata Qing Xian yang lantas naik ke atas punggung si hitam. Si hitam yang melihat Ling Feng tidak berdaya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, tanda ia prihatin dengan keadaan majikannya itu. Pasalnya ia juga tidak berdaya di hadapan betinanya, jadi ia sedikit mengerti dan prihatin dengan Ling Feng yang diintimidasi oleh kekasihnya itu.
Selang beberapa detik kemudian, munculah dua orang pemuda dan seorang gadis dari arah pintu gerbang, yang mana ketiga orang tersebut adalah Lin’er, Xiao, dan Lie Huo. Terlihat dari aura yang keluar dari Lin’er begitu cerah, berbading terbalik dengan kedua pemuda di belakangnya, yang terlihat begitu tertekan dan terlihat sangat lesu dari cara berjalannya saja.
Ling Feng tidak mengetahui dan tidak ingin tahu juga tentang apa yang telah terjadi antara kedua pemuda tersebut, namun yang pasti itu ada sangkut pautnya dengan Lin’er yang begitu sumringah.
Ling Feng juga di beritahu, bahwa kedua pemuda itu yang akan menggantikan Paman Mu untuk ikut mengantar Qing Xian kembali ke Kekaisaran Wei. Bukan hanya keduanya saja, Ren Hu yang juga tiba-tiba muncul, juga mendapatkan tugas yang sama, diberikan oleh paman Mu yaitu, ikut mengantar Qing Xian kembali.
Mengetahui hal tersebut, Ling Feng tidak keberatan dan malah sebaliknya ia merasa lebih tenang, karena Ren Hu berada di sisi Qing Xian sekarang.
“Kalau begitu kami semua akan kembali terlebih dahulu. Ingat jaga dirimu baik-baik. Selalu berhati-hatilah.” Kata Qing Xian.
“Iya aku mengerti Xian’er.” Kata Ling Feng dengan senyuman hangat dan nada yang lembut, membuat Qing Xian juga ikut merasakan kehangatan di hatinya, ketika mendengar tutur kata Ling Feng.
“Kalau begitu sampai jumpa lagi.” Kata Qing Xian yang kemudian si hitam pun melesat dengan cepat berlari menembus pedalaman hutan, lalu melompat sangat tinggi dan terbang di udara.
“Sampai jumpa lagi Xian’er.” Kata Ling Feng yang kedua matanya ikut memperhatikan ke langit, dimana si hitam berlari terbang.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.
NB: Maaf kawan² readers, menjelang detik-detik akhir puasa, author bakal jarang up, Karena kesibukan di real life, jadi mohon maaf yang sebesar-besarnya 🙏🏼🙏🏼🙏🏼