
“Sudah kuduga, memang hanya kamu yang cocok untuk menjadi penerusku. Tentu saja, aku tidak keberatan dengan alasan kamu melakukan itu semua.” Ucap Chen Heng seraya tersenyum puas.
>>>>>>______
Chen Heng tiba-tiba menjentikkan jarinya dan secara tiba-tiba Sebuah batu hitam serta Pedang Yin dan Yang nya secara tiba-tiba keluar dari cincin ruangnya.
“Semua warisanku telah kusimpan di artefak ruang jiwa ilahi. Jadi aku tidak bisa memberikan apapun kepadamu, namun sebagai gantinya aku akan melakukan sesuatu untukmu.” Ucap Chen Heng. Terlihat di sana ketiga benda yang keluar dari cincin ruang Ling Feng mengapung-apung di atas telapak tangan Chen Heng. Ling Feng yang mendengar itu hanya mengangguk saja.
Chen Heng memejamkan kedua matanya lalu membentuk segel tangan yang rumit. Sebuah tanda di dahinya tiba-tiba muncul diikuti dengan ketiga benda tersebut yang tiba-tiba bercahaya terang. Bahkan saking terangnya itu, Ling Feng ridak kuat dan refleks memejamkan kedua matanya karena silaunya cahaya tersebut.
Itu terjadi selama beberapa saat, sampai cahaya terang itu pun mulai meredup. Ling Feng yang merasa cahayanya sudah mulai meredup, refleks perlahan-lahan membuka kedua matanya pada saat itulah ia di buat terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini. Bagaimana tidak, ketiga benda tersebut kini telah menghilang, namun sebagai gantinya muncullah sebuah pedang yang sangat menakjubkan.
Bilah pedang tersebut terbuat dari logam hitam yang bersinar dengan cahaya aneh, melambangkan gelap yang misterius dan hampa, lalu bagian lain dari bilah pedang tersebut terbuat dari logam putih yang bersinar terang, melambangkan terang yang menenangkan dan membara.
Pada gagang pedangnya terlihat sebuah simbol lingkaran kesalarasan antara hitam dan putih. Simbol tersebut melambangkan bahwa pedang tersebut dapat mengendalikan dan menyelaraskan kedua elemen menjadi satu kekuatan yang sangat luar biasa.
Ling Feng terdiam kagum ketika melihat pedang tersebut, pedang tersebut tidak lain adalah pedang yang kala itu tidak sengaja pernah ia gunakan untuk membunuh beast naga kepala dua di perbatasan Kekaisaran Shu dan Wu.
Walaupun ia sudah pernah melihat wujudnya langsung, tetap saja dirinya masih tidak bisa untuk tidak takjub ketika melihat wujud dari pedang tersebut kembali. Sinar terang yang keluar dari pedang tersebut pun sudah redup sepenuhnya dan jatuh ke tangan Chen Heng.
Pria itu pun membuka kedua matanya lalu melemparkan pedang tersebut kepada Ling Feng. “Aku sudah membuka segel pembatas dari Pedang Yin Yang. Namun, kamu masih belum bisa menggunakan nya kecuali sudah berada di atas ranah saint.” Ucap Chen Heng. Mendengar hal itu, Ling Feng tersentak dan dirinya pun langsung bersemangat.
“Sudah kuduga, ranah saint bukanlah akhir.” Ujar Ling Feng yang nampak bersemangat lalu menoleh ke arah Chen Heng seraya tersenyum lebar dan berkata, “Apakah senior bisa menjelaskannya kepada ku tentang tingkatan setelah ranah saint?” Ujar Ling Feng lalu di balas tawa kecil oleh Chen Heng.
“Hahahaha tentu saja... Lagipula aku yakin kamu akan segera mencapainya. Juga aku akan memberikan beberapa pemahaman lainnya, supaya kemampuan alkemis dan formasimu meningkat. Serta informasi mengenai tempat keberadaan benda yang kamu cari.” Ucap Chen Heng lalu dirinya pun meletakkan jari telunjuknya di dahi Ling Feng lalu keluarlah sebuah cahaya yang masuk ke dalam kepala Ling Feng. Cahaya tersebut tidak lain adalah informasi yang hendak diketahui oleh Ling Feng dan beberapa pemahaman lainnya.
Menyadari banyaknya informasi yang masuk ke dalam kepalanya, Ling Feng langsung mengambil sikap lotus untuk menyerap seluruhnya tanpa berniat melupakan nya satu pun. Chen Heng yang melihat itu tersenyum tipis dan terus mengirimkan semua informasi yang ia miliki kepada Ling Feng.
Sampai setengah jam kemudian berlalu, Ling Feng membuka kedua matanya tanda telah selesai menyerap seluruh informasi yang di berikan oleh Chen Heng. Melihat itu Chen Heng pun bertanya kepadanya, “Bagaimana nak?” Ujar Chen Heng yang dianggukki oleh Ling Feng. Pemuda itu juga tidak lupa untuk berterima kasih kepada Chen Heng.
“Senior ini...” Ucapan Ling Feng tertahan. Chen Heng menganggukkan kepalanya seraya berkata, “Sepertinya sudah waktunya bagiku untuk menghilang. Jangan pernah lupakan janjimu dan jadilah penerusku yang lebih baik dari ku. Jika itu kamu, aku yakin kamu bisa melaluinya karena kamu adalah orang yang pantang menyerah dan mempunyai tekad. Oleh karena itu, aku yakin bisa menyerahkan kedua benua di tanganmu.” Ucap Chen Heng seraya tersenyum lembut.
Ling Feng yang mendengar itu mengigigit bagian bawah bibirnya lalu memberi hormat kepada Chen Heng serentak berkata, “Terima kasih atas semua yang kamu berikan kepadaku senior dan yakinlah senior. Aku pasti akan melakukan tugas ini dengan baik. Seperti yang senior katakan.” Ucap Ling Feng dengan sangat hormat.
Chen Heng yang tengah tersenyum, menganggukkan kepalanya ketika mendengar itu. Cahaya di tubuhnya pun semakin terang dan bagian bawah tubuhnya pun mulai menghilang. Sebelum menghilang sepenuhnya Chen Heng berkata, “Titipkan salamku kepada Long Tian, To Mu, dan ketiga beast suci legendaris lainnya ya. Sisanya aku serahkan kepadamu.” Ucap Chen Heng seraya tersenyum sesaat dirinya sepenuhnya berubah menjadi cahaya sepenuhnya.
Ling Feng yang mendengar itu, langsung bertekuk lutut seraya berkata dengan memberi hormat. “Istirahatlah dengan tenang senior.” Ucap Ling Feng dengan nada tegas. Cahaya-cahaya itu pun mulai melebur ke langit-langit diikuti dengan daerah sekitar Ling Feng yang juga seiring berjalannya waktu berubah menjadi cahaya.
>>>>>>______
“Feng’er! Feng’er! Sadarlah Feng’er!” Ucap To Mu seraya mengguncang-guncangkan tubuh Ling Feng berharap pemuda tersebut bangun, namun hasilnya nihil dirinya masih tidak bangun sebanyak apapun dirinya berusaha.
“Saudara bagaimana ini? Feng’er masih belum bangun juga bahkan setelah enam jam berlalu.” Ucap To Mu, dimana terlihat pria tersebut nampak panik seraya berbicara dengan sosok naga kecil yang berada di atas kepalanya. Naga kecil yang tidak lain adalah Long Tian juga tengah menatap serius ke arah Ling Feng yang masih dalam posisi lotus serta merentangkan tangannya ke depan.
Tepat setelah gerbang berlapis emas tersebut berhasil di buka, entah mengapa Ling Feng secara tiba-tiba tidak sadarkan diri. Awalnya Long Tian berpikir, bahwa Ling Feng akan bangun beberapa menit kemudian, namun setelah enam jam berlalu masih tidak berubah sedikit pun membuatnya bingung.
“Tenanglah... Kita juga tidak bisa berbuat apapun, karena tidak mengetahuinya. Terlebih lagi aku yakin Feng’er tidak dalam bahaya. Aku yakin dirinya baik-baik saja. Kita hanya harus percaya dan melindungi nya di sini.” Ucap Long Tian. Mendengar hal itu, To Mu pun tidak berkata apa-apa lagi karena apa yang dikatakan oleh Long Tian memang ada benarnya juga.
Keduanya pun sedikit menjauh dari Ling Feng dan menunggunya di sebuah batu dekat gerbang besar tersebut, untuk gerbang sendirinya sudah terbuka sedari tadi. Namun, keduanya memilih untuk tidak memasukinya dan menunggu Ling Feng sadar terlebih dahulu, walaupun Long Tian dan To Mu sudah sangat penasaran, karena mereka merasakan aura yang familiar terpancarkan di dalam gerbang besar tersebut.
Sampai satu jam kemudian, Ling Feng pun akhirnya membuka kedua matanya dan dirinya pun langsung bangkit berdiri. Melihat Ling Feng yang sudah sadar, To Mu merasa sangat senang dan hendak menghampirinya, namun langsung di cegah oleh Long Tian.
“Tunggu dulu.” Ucap Long Tian mencegah To Mu mendekat. Awalnya To Mu heran, mengapa dengan Long Tian yang menahannya, namun ketika Long Tian terdiam melihat ke arah Ling Feng, To Mu pun juga mengikuti arah pandangnya dan pada saat itulah dirinya melihat Ling Feng yang secara tiba-tiba sudah bertekuk lutut penuh hormat di depan gerbang besar tersebut.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.