Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Ingatan Gui Ying


Wanita tersebut menatap mengikuti arah Ling Feng berjalan, yang mana iblis-iblis yang menyamar menjadi manusia tergeletak tanpa kepala. Kecuali, satu iblis saja dengan keadaan tidak sadarkan diri.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi saat aku tidak sadarkan diri tadi?!" Batin Wanita tersebut terkejut dengan pemandangan itu. Ia lantas melirik Ling Feng yang mendekati iblis yang tidak sadarkan diri itu. "Aku tau kau saat ini sudah sadarkan diri. Oleh karena itu jangan berpura-pura." Ucapnya sembari mengeluarkan kekuatan jiwa meremukkan satu bola mata iblis tersebut.


Crassssshhh


"Ahhhh…! Hentikan itu manusia sia*an!" Teriak iblis itu seketika bangkit hendak menyerang Ling Feng, namun tanpa aba-aba langsung menendang daripada wajah Gui Ying sang komandan iblis itu.


Booooommmm


"Berisik tau…Cara nada bicara mu itu benar-benar menyebalkan." Kata Ling Feng acuh tak acuh setelah menendang wajah Gui Ying. Wanita yang melihat apa yang di lakukan oleh Ling Feng, benar-benar terkejut bukan main. "Siapa sebenar nya pemuda ini? Ranahnya tidak bisa kuketahui. Bahkan aura yang terpancarkan dari tubuhnya pun tidak terasa sama sekali layaknya manusia biasa." Batin wanita tersebut melirik Ling Feng.


Gui Ying yang di tendang oleh Ling Feng melesat cepat ke tanah membuat retakan jaring laba-laba yang mana Gui Ying lah pusat nya. "Kau ini keras kepala ya." ucap Ling Feng melangkah mendekati Gui Ying yang terluka parah. Sosok wanita yang melihat itu menelan salivanya sulit. "Apa-apaan pria ini?! Aku tidak pernah mendengar ada pria sekuat ini...Apalagi dilihat dari penampilannya, umur diantara kami tidak terlalu jauh.” Batin sosok wanita itu menatap Ling Feng masih tidak berhenti memukuli iblis tersebut sampai hampir mati.


Ling Feng masih terus melakukan penyiksaan sampai iblis Gui Ying hampir mati. “Percuma saja kau melakukan itu...Bahkan sampai mati sekalipun aku tidak akan mengatakan apapun.” Ucap Gui Ying lemah kehabisan nafas. Ling Feng sendiri hanya menatap acuh lalu tersenyum remeh kepada Gui Ying. Gui Ying yang melihat senyum itu entah mengapa merasa bahwa Ling Feng menyembunyikan sesuatu. Walaupun keadaan Gui Ying terlihat memprihatinkan, Ling Feng masih dapat melihat raut wajah Gui Ying.


“Begitukah...Ya, mau kau mengatakannya atau tidak sekalipun. Bagiku hal itu tidak menjadi masalah. Jika kau tidak mau bicara, maka aku mempunyai lebih dari satu cara untuk membuat mu memberikan informasi yang kau mau.” Ucap Ling Feng dengan senyum remehnya lalu mengangkat salah satu tangannya. Gui Ying yang melihat itu tentunya mengetahui tentang apa yang ingin dilakukan oleh Ling Feng seketika terkejut. “K-kau jangan bilang kau ingin...” Perkataan Gui Ying terhenti, karena Ling Feng langsung mencengkram bagian atas ubun-ubun kepala Gui Ying.


“Awalnya aku tidak ingin melakukan ini...Tapi, melihat sifat keras kepala mu ini. Maka tidak ada pilihan lain.” Ucap Ling Feng lalu memejamkan matanya. Telapak tangan yang mencengkram kepala Gui Ying pun mulai mengeluarkan cahaya. Pada saat itu Gui Ying langsung berteriak bahkan tubuhnya kejang-kejang kala itu. “Akhhh...!!! Tidak jangan lakukan itu akhhhhhh...!!!” Teriak Gui Ying. Sosok wanita itu menatap ngeri apa yang Ling Feng lakukan kepada iblis Gui Ying.


Kesadaran Ling Feng membuka kedua matanya yang mana kini ia telah berada di ingatannya. Terlihat potongan demi potongan muncul bagai gambar yang sedang di tayangkan layaknya film. Ling Feng melirik ke kanan dan ke kiri mencari ingatan yang ia perlukan. “Heummmm...Dimana potongan ingatannya ya...?” Gumam kesadaran Ling Feng manggut-manggut melihat sekeliling. Kesadaran Ling Feng pun mulai menelusuri ingatan demi ingatan Gui Ying sampai ia pun melihat sebuah ingatan yang terlihat berbeda dengan potongan ingatan yang lainnya.


“Ingatan ini berbeda dengan yang lainnya.” Ucap Ling Feng menatap serius ingatan tersebut lalu mencoba untuk menyentuhnya dan memejamkan matanya kembali. “Begitu ya...Jadi yang ini telah disegel.” Katanya kemudian membuka kedua matanya. Kesadaran Ling Feng lalu berniat untuk membuka ingatan tersebut. Pikirnya informasi yang sedang ia cari bisa jadi berada dalam ingatan yang tersegel tersebut. Dirinya pun mulai mengalirkan kekuatan jiwa yang melimpah dan menyalurkannya ke potongan ingatan tersebut.


Belenggu segel potongan ingatan itu merespon kekuatan jiwa Ling Feng. Perlahan-lahan belenggu itu pun mulai memudar dan belenggu yang menyegel ingatan itu pun hancur dan menghilang. Seketika ingatan yang tersegel itu pun menampilkan sebuah ingatan tentang sebuah pertemuan. Kesadaran Ling Feng langsung memasuki potongan ingatan tersebut. Dalam ingatan tersebut terlihat Gui Ying sedang memberi hormat kepada sosok yang Ling Feng duga sebagai pimpinan atau ketuanya.


“Komandan pasukan iblis Gui Ying menghadap kepada jendral agung.” Ucap Gui Ying dalam ingatan tersebut kepada pimpinannya. Sosok tersebut menganggukan kepalanya lalu berkata kepada Gui Ying. “Gui Ying sudah lama kita tidak bertemu kau semakin kuat saja. Bahkan saat ini pangkat mu naik menjadi Komandan divisi kedua dibawah naungan ku. Aku terkesan atas pencapaian mu.” Ucap sosok tersebut kepada Gui Ying. “Suatu kehormatan mendapat kesan daripada jendral agung.” Timpal Gui Ying dengan nada hormat. Sosok tersebut itu pun menganggukan kepalanya.


Ling Feng yang memperhatikan percakapan diantara keduanya, tidak dapat melihat wajah dari sosok dihadapan Gui Ying. Wajahnya benar-benar tidak terlihat sama sekali. “Gui Ying aku mempunyai tugas untuk mu. Apakah kau akan menerimanya?” Ucap lagi sosok tersebut. Tanpa berpikir, Gui Ying langsung berkata dengan lantang. “Komandan divisi kedua Gui Ying menerima tugas jendral agung.” Ucapnya tanpa pikir panjang. “Aku senang mendengarnya. Awalnya ini bukan termasuk tugasku, tapi jendral yang lainnya mempunyai kesulitannya masing-masing, karena tugas ini jangan panjang. Jadi, mau tidak mau aku menerima tugas ini.” Ucap sosok ketua misterius itu.


Mendengar percakapan itu, Ling Feng mulai menyimak percakapan diantara keduanya. “Tenang saja jendral agung. Saya akan memenuhi tugas ini dan menyelesaikannya dengan baik serta tidak akan mengecewakan jendral agung.” Ucap Gui Ying dengan percaya diri. Sosok tersebut itu pun menganggukan kepalanya dan berkata. “Baguslah jika memang seperti itu, akan tetapi sebelum itu...” Ucap sosok tersebut terdiam. Ling Feng yang melihat sosok tersebut terdiam menatapnya dari tempat ia berpijak.


Lalu pada saat itu juga, sosok tersebut langsung dengan cepat menoleh menatap tajam dengan kedua bola mata merah ke arah dimana kesadaran Ling Feng berpijak. Seakan-akan sosok tersebut dapat melihat Ling Feng. Tidak, sosok tersebut benar-benar dapat melihat kesadaran Ling Feng yang menyusup. “Sepertinya tidak semudah yang kukira.” Gumam Ling Feng yang menyadari bahwa ia telah ketahuan. Lalu beberapa saat kemudian tiba-tiba semuanya menjadi gelap.


Ling Feng kembali ke tubuhnya lalu membuka kedua matanya. Gui Ying yang dalam cengkraman tangannya sudah terlihat mengenaskan. Seluruh tubuhnya kurus kering hanya tersisa tulang dibalut kulit saja. “Cihhhh...Tidak kusangka bahwa iblis itu mempunyai trik semacam ini.” Ling Feng berdecak kesal, karena tidak mendapatkan apapun informasi.


✓ Bersambung