
“Ya begitulah. Aku berniat untuk menemui langsung tuan dari iblis tersebut yaitu, Jendral Iblis.” Jawab Ling Feng tanpa beban, membuat Wu Nuan dan Zhi Yan terkejut kerika mendengar rencana Ling Feng.
>>>>>>______
“Jadi Saudara Feng benar-benar langsung pergi, kenapa tidak ikut kami berdua terlebih dahulu ke Ibukota Kekaisaran?” Tanya Zhi Yan, terlihat jelas wajah wanita tersebut nampak terlihat lesu, ketika mengetahui Ling Feng akan pergi sekarang.
“Waktuku terbatas. Masih banyak hal yang harus kulakukan saat ini, jadi mungkin lain kali setelah aku selesai mengurus beberapa hal tersebut. Aku akan datang ke Ibukota Kekaisaran untuk berkunjung ke sana.” Timpal Ling Feng.
“Saudara Feng sudah berkata seperti itu, jadi pastikan kamu datang untuk berkunjung dan jangan sampai tidak. Pria itu tidak menarik ucapannya loh.” Ucap Wu Nuan seraya tersenyum misterius, Ling Feng yang melihat senyuman itu benar-benar tidak berdaya. Dirinya hanya bisa mengangguk setuju saja, ketika mendengar Wu Nuan berkata seperti itu.
“Aku jadi paham kenapa ada sebuah pepatah yang mengatakan, wanita itu mempunyai dua lisan.” Batin Ling Feng dalam hatinya tersenyum masam. Setelah berpamitan dengan kedua wanita itu, Ling Feng pun langsung keluar dari Kota Teratai Hitam. Tujuannya kali ini adalah untuk pergi ke Gunung terlarang yang berada di Kekaisaran Wu yaitu, Gunung Lu. Jarak Gunung dari Kota Teratai Hitam cukup jauh. Jadi Ling Feng tidak berniat untuk berlama-lama dan langsung melesat terbang dengan cepat.
Setidaknya membutuhkan waktu tiga hari perjalanan, jika mereka melesat terbang dengan kecepatan tinggi. Dalam perjalanan Menuju Gunung Lu, Ling Feng dan Hao Xiang. Hanya istirahat beberapa kali saja, bahkan ketika malam hari tiba, Keduanya masih terus terbang tanpa berhenti. Setidaknya Ling Feng dan Hao Xiang sudah melewati dua kota besar dan beberapa desa.
Setelah dua hari terbang terus menerus dan hanya istirahat beberapa kali saja, Ling Feng dan Hao Xiang pun sudah bisa melihat Puncak Gunung yang sangat tinggi dan mempunyai ciri khas kabut putih tebal di kaki gunungnya. Waktu kala itu sudah malam hari, jadi Ling Feng memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu di hutan yang berada tidak jauh dari Gunung Lu.
“Kerja Bagus Xiang’er. Kamu ternyata mampu bertahan selama dua hari terakhir ini.” Ucap Ling Feng seraya terkekeh pelan, melirik ke arah muridnya yang langsung berbaring di tanah, dengan nafas yang memburu dan keringat deras mengalir di dahinya, Laohu yang awalnya berada di puncak kepala Hao Xiang, langsung melompat dan duduk dengan tenang di dahan pohon disebelah pemuda itu. Ling Feng pun mengeluarkan sebuah pil pemulihan dari cincin ruangnya dan memberikan kepada Hao Xiang.
“T-tentu saja guru. Jika hanya seperti ini bukanlah apa-apa.” Ucap Hao Xiang dengan nafas yang memburu dan nada bicaranya sudah terputus-putus. Ia yang awalnya berbaring, langsung bangkit, lalu mulai kembali mengatur nafasnya yang memburu. Setelah tenang, ia pun langsung menelan pil yang di berikan oleh Ling Feng dan mulai berkultivasi, memulihkan Qi nya yang terkuras hampir delapan puluh persen banyaknya.
Hao Xiang sendiri masih belum bisa terbang, mengingat ranahnya belum mencapai tingkat Saint. Akan tetapi, pemuda itu menemukan sebuah cara untuk terbang meskipun belum mencapai ranah saint yaitu, menggunakan Api Birunya dan mengubah wujudnya menjadi sepasang sayap. Sama seperti dirinya mengubah Api Biru menjadi sebuah Pedang dan Busur api.
Setelah menelan pil pemulihan yang di berikan oleh Ling Feng, Hao Xiang pun langsung tenggelam dalam kultivasinya. Ling Feng yang melihat itu juga tidak berniat untuk mengganggu muridnya. Ling Feng yang awalnya hendak berbaring, namun secara tiba-tiba ia merasakan beberapa hawa keberadaan mendekati mereka.
Ling Feng yang merasakan hawa keberadaan itu tersenyum tipis lalu bangkit berdiri. “Sepertinya kita akan makan banyak daging malam ini.” Gumam Ling Feng seraya menoleh ke dalam kegelapan hutan, dimana arah yang ia tatap tiba-tiba muncul sepasang mata merah terang menatap tajam ke dirinya.
Awwwwuuuu...!
Lolongan yang sangat kencang pun terdengar, dan itu langsung diikuti dengan sosok serigala berbulu merah bercampur hitam keluar dari segala penjuru mata angin. Melihat dari ukurannya yang terbilang tidak seperti serigala pada umumnya, serigala-serigala itu sudah bisa memfluktuasi Qi.
“Ya baguslah... Aku jadi tidak perlu repot-repot mencari bahan makanan lagi.” Ucap Ling Feng seraya terkekeh pelan. Mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Ling Feng, Serigala yang berdiri di depan Ling Feng itu langsung menggertakkan giginya marah.
“Hohhhh sepertinya kamu adalah pemimpin dari serigala-serigala ini ya, melihat dari respon mu tadi. Sepertinya kamu mengerti apa yang ku ucapkan, bukan.” Ucap Ling Feng terkekeh pelan, Pemimpin serigala yang mendengar itu tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Ling Feng dan sekali lagi melolong keras, memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Ling Feng.
Awwwwuuuu....!
Serigala-serigala itu pun langsung bergerak, setelah mendapatkan perintah dari pimpinan mereka. Mereka semua langsung menyerang ke arah Ling Feng dengan agresif dan sangat sinkron bergantian menyerang.
“Oh ayolah, tidak bisakah kita berbincang-bincang sebentar? Soalnya...” Ucapan Ling Feng terhenti, karena sebuah serangan berupa cakaran dari seekor serigala hendak menyerang ke arah mukanya, namun itu dengan mudah di hindari oleh Ling Feng dan tanpa basa basi langsung melakukan serangan balik berupa sebuah tinju, dan serangannya itu langsung membuat serigala tersebut terpental ke belakang dengan sangat cepat dan tewas seketika.
Shringggg... Baaammmm?!
Swusssshhhh......!!!
Sekelompok serigala itu termasuk dengan pemimpin mereka, terkejut bukan main melihat seekor serigala di buat tewas seketika hanya dalam sekali serang saja. Sekelompok serigala itu pun refleks merasakan bulu-bulu di tubuh mereka berdiri dan menoleh ke arah Ling Feng, yang kini terlihat mengeluarkan aura yang berbeda.
“Akan sangat membosankan, jika kalian semua mati semua dalam sekali serang seperti itu.” Ucap Ling Feng menyelesaikan kembali perkataan yang sebelum nya terpotong. Bergetar seluruh tubuh serigala-serigala itu ketika mendengar apa yang Ling Feng katakan. Bahkan mereka yang awalnya mengerubungi Ling Feng, kini langsung mundur seluruh nya menatapnya dengan was was.
Tanpa memberi isyarat lagi, sekelompok serigala itu langsung kabur dari sana termasuk dengan pemimpin mereka. Ling Feng yang melihat itu pun berkata, “Setelah menunjukkan niat membunuh kepadaku, jangan kira kalian semua bisa pergi hidup-hidup saat ini.” Ucap Ling Feng seraya menyeringai tipis lalu menghilang dari tempat ia berpijak langsung berpindah tepat menghadang sekelompok serigala itu.
“Entah itu manusia, beast, ataupun iblis. Mereka yang berani mengarahkan niat membunuh kepadaku, kematianya sudah dipastikan.” Ucap Ling Feng seraya mengangkat satu tangan nya ke atas dan munculah sebuah bola petir berukuran cukup besar. Melihat bola petir, serigala-serigala itu merasa sangat ketakutan, pemimpin serigala pun juga merasakan hal yang sama.
Dalam benak hatinya ia sangat menyesal, karena telah mengusik Ling Feng. Walaupun begitu ia masih tetap tidak menyerah dan berusaha untuk kabur dari sana.
“Terlambat.” Ucap Ling Feng seraya melemparkan bola petir itu ke arah sekelompok serigala dan seketika langsung meledak, membunuh mereka semua tanpa terkecuali satu pun.
Booooommmm...……!!!
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.