Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Ye Jiho, Ahli Tak Terkalahkan


Aku ingin bertarung dengan orang yang terkuat di Sambung Pendekar ini, jadi katakan kepadaku. Bagaimana caranya aku bisa bertarung dengan dirinya?” Ujar Hao Xiang dengan suara yang lantang, membuat semua orang yang ada di sana, entah sudah kesekian berapa kalinya di buat terkejut oleh Hao Xiang.


>>>>>>______


“M-mengenai hal itu...” Wasit tersebut terlihat ragu-ragu untuk mengatakan nya. Pasalnya memang hal tersebut bukanlah termasuk ke dalam kuasanya. Sampai secara tiba-tiba muncul sosok pria gendut dari salah satu ruangan berjalan ke arah arena pertandingan. Melihat kemunculan pria gendut tersebut, wasit itu pun langsung mundur secara perlahan ke belakang.


Pria gendut itu terlihat memanggil sang wasit untuk mendekat ke arahnya. Setelah berbincang-bincang singkat dengan sang wasit, pria gendut itu pun berjalan ke arah Hao Xiang. “Aku dengar kau hendak menantang Ye Jiho?” Ujar dari pria gendut tersebut bertanya kepada Hao Xiang.


“Ya. Aku hendak menantang orang yang katanya terkuat di Sambung Pendekar.” Jawab Hao Xiang singkat, acuh tak acuh. Pria gendut itu melihat sekilas ke arah Hao Xiang, merasakan ranahnya hanya berada di tingkat Kaisar Bintang lima saja, namun ketika ia melihat ke belakang di mana sebanyak empat puluh orang babak belur oleh Hao Xiang, fakta tersebut tidak dapat dipungkiri, bahwa pemuda itu yang telah melakukannya.


Dirinya pun menghela nafas kasar lalu berkata, “Haihhh... Bocah, bocah. Aku akui kau memang kuat, dan fakta itu tidak terbantahkan, tapi aku sarankan kepadamu untuk tidak melakukan hal itu, karena kau bisa saja kehilangan uang sekaligus nyawa mu loh, tapi jika kau bersikeras untuk menantangnya aku tidak akan menghentikan mu.” Kata pria gendut tersebut seraya mengedikan kedua bahunya menghela nafas.


Hao Xiang tidak menanggapi apa yang di katakan oleh pria gendut tersebut, sebaliknya Hao Xiang menatap tajam pria gendut tersebut seraya bertanya kepadanya. “Siapa kau?” Tanya Hao Xiang singkat nan jelas. Mendengar pertanyaan itu, pria gendut tersebut pun memperkenalkan dirinya dengan sopan, namanya adalah Yeng Gun. Ia adalah seorang panitia yang mengatur Arena Pertandingan Sambung Pendekar.


Hao Xiang yang mendengar itu ber oh ria seraya berkata, “Kalau begitu kau bisa mengatur pertarungan ku dengan Ye Jiho siapalah itu, kan.” Ujar Hao Xiang langsung pada intinya. Pria gendut itu sontak menyeringai lebar lalu berkata, “Tentu saja. Bagaimana pun aku adalah panitia di Arena Duel Sambung Pendekar ini. Mengatur hal tersebut bukanlah hal yang sulit bagiku.” Kata Yeng Gun dengan nada sombongnya.


“Kalau begitu atur saja pertarungan ku dengannya, kalau bisa sek-“ Ucapan Hao Xiang langsung di potong oleh perkataan Yeng Gun.


“Akan tetapi, setidaknya kau harus mempunyai lima ribu koin emas jika ingin bertarung dengan Ye Jiho Ahli yang tak terkalahkan.” Kata Yeng Gun memotong perkataan Hao Xiang begitu saja. Ia pun menyeringai menatap ke arah Hao Xiang lalu berkata lagi, “Nah nak, bagaimana? Apkah kau masih ingin bertarung dengan Ye Jiho?” Tanya Yeng Gun kepada Hao Xiang.


“Lima ribu koin emas saja, kan. Aku sudah tidak punya koin emas lagi, tapi aku punya pengganti nya.” Kata Hao Xiang seraya mengeluarkan lima buah koin berwarna hitam berkilau. Yeng Gun yang melihat koin hitam itu, tidak bisa untuk tidak menutup rasa terkejut nya. Bahkan tangannya sudah terulur hendak mengambil lima buah koin hitam tersebut dari telapak tangan Hao Xiang.


“A-ap-apakah aku b-bi-bisa memastikan terlebih dahulu koin hitam ini asli atau palsu?” Ujar Yeng Gun yang berusaha untuk tetap tenang, namun itu bertentangan dengan tubuh nya yang terkejut.


“Boleh saja, namun jika terbukti keaslian nya, aku ingin pertarungan dengan Ye Jiho sekarang juga.” Kata Hao Xiang seraya mengajukan sebuah persyaratan. Mendengar hal itu, tangan Yeng Gun yang awal nya sudah terulur ke depan, mendadak berhenti bergerak. “Kugkhhh... Panggil Ye Jiho. Bilang kepadanya ada seorang penantang.” Kata Yeng Gun memerintahkan seorang pelayan wanita.


Pelayan wanita itu menganggukkan kepalanya, lalu pergi dari sana menuju Ye Jiho berada. Tepat kepergian, pelayan wanita tersebut, Yeng Gun melirik kembali ke arah Hao Xiang seraya berkata, “Apakah itu sudah cukup untuk memuaskan dirimu bocah? Jika sudah, tepati janji mu.” Ujar Yeng Gun kepada Hao Xiang.


“Tentu saja.” Kata Hao Xiang seraya melemparkan lima buah koin hitam itu kepada Yeng Gun, membuat pria gendut tersebut langsung panik dan dengan sigap menangkap lima buah koin hitam tersebut. Ketika melihat langsung dan merasakan koin hitam tersebut, Yeng Gun tidak bisa menahan rasa senang nya. “K-koin platinum yang asli. Ini benar-benar yang asli hahaha...!” Batin Yeng Gun berteriak sangat gembira di dalam hatinya.


Saking gembiranya, Yeng Gun tidak sadar bahwa saat ini dirinya sedang berada di tempat umum, sampai beberapa menit kemudian ia pun baru tersadar, setelah pelayannya menyadarkan diri nya.


“Ekhmmm... Kau. Cepat sebarkan berita tentang sang penantang yang hendak berduel dengan Ye Jiho, ahli tak terkalahkan. Kita pasti akan mendapatkan banyak keuntungan dari duel keduanya. Jadi, kita harus memanggil para penjudi sebanyak-banyaknya untuk datang ke sini.” Yeng Gun memerintahkan sang wasit, yang langsung di angguki oleh orang tersebut.


“Wah sepertinya berita itu benar ya.”


“Iya kau tidak salah lagi, melihat ramainya Arena pertandingan saat ini, menandakan bahwa berita seorang yang hendak menantang Ye Jiho ahli tak terkalahkan benar adanya.”


“Uahhhh yang benar saja, aku jadi semakin penasaran siapa yang berani menantang nya, padahal semenjak rumor buruk yang menyangkut dirinya itu, tidak ada yang berani menantangnya lagi. Siapa orang yang berani menantang Ye Jiho ini ya.”


“Kalau kau penasaran, sang penantang sudah ada di arena. Itu lihatlah ke sana, yang saat ini sedang mengambil sikap lotus di sisi kanan.”


“Ehhh tunggu, tunggu. Mau dilihat bagaimana pun, penampilan nya itu bukankah sang penantang itu masih seorang bocah?!”


“Jangan menilai dari penampilan nya saja, bocah, bocah begitu. Ia telah membuat babak belur empat puluh penantang sekaligus sebelum nya.”


“Oioi... Benarkah itu?! Sepertinya Sambung Pendekar kali ini akan sangat menarik.”


>>>>>>______


Setengah Jam Kemudian


Waktu pun berlalu begitu saja, Arena pertandingan sudah benar-benar penuh tanpa ruang kosong sama sekali saat ini. Tidak terasa sudah setengah jam begitu saja berlalu, seraya menunggu kedatangan Ye Jiho, Hao Xiang habiskan waktu nya itu dengan bermeditasi.


“Sudah datang.” Batin Hao Xiang membuka kedua matanya lalu bangkit dari posisi lotus nya. Diri nya melirik ke arah dimana muncullah sosok pria yang tidak lain adalah Ahli tak terkalahkan di Sambung Pendekar, Ye Jiho.


“Kekeke... Aku sudah mendengar kabar sebuah bocah yang menarik tiba-tiba muncul di Arena Sambung Pendekar. Bocah menarik itu apakah itu kau?” Ujar Ye Jiho seraya menyeringai lebar, dan seringai nya itu terlihat sangat menjijikkan dalam sudut pandang Hao Xiang.


“Ya benar. Semua kultivator di sini sangat lemah, aku bosan selalu berhadapan yang lemah.” Kata Hao Xiang membalas tatapan Ye Jiho seraya tersenyum mengejek kepadanya. Mendengar hal itu, Ye Jiho tiba-tiba melompat tinggi, membuat semua pasang mata mengikuti nya. Ia mendarat dengan mulus tepat di hadapan Hao Xiang.


“Sepertinya ini memang sebuah takdir, karena kebetulan juga aku sedang bosan saat ini kekekeke...” Ujar Ye Jiho.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.