
"Sepertinya masalah memang tidak bisa jauh darimu Feng'er. Bahkan setelah mengubah wajah mu." Transmisi suara terdengar di kepala Ling Feng yang tidak lain adalah Long Tian. Ling Feng yang mendengar hal itu tidak menggubrisnya dan lebih memilih untuk diam menunggu saja. Sampai terdengar suara ditelinganya.
"Orang itu kah…Dia sungguh berani menyinggung tuan muda dari paviliun obat. Aku tidak menyangka dia masih bisa bersikap santai seperti itu."
"Masih terlihat muda, patas saja bersikap arogan. Anak muda generasi sekarang memang selalu memandang tinggi mereka."
"Begitukah…Aku malah senang melihat pemuda itu melakukan hal seperti itu. Asal kau tau saja tuan muda paviliun obat tidak sesuai apa yang kau bayangkan. Terkadang penampilan manusia itu hanya menipu saja."
Begitulah bisik-bisik orang yang membicarakan Ling Feng. Saat sedang menunggu pun banyak orang yang sedang membicarakan dirinya. Ling Feng yang mendengar itu tidak mempedulikan pendapat orang lain tentang dirinya, dengan wajah acuh tak acuh Ling Feng.
Tidak lama kemudian bisik-bisik tersebut pun telah usai dikarenakan tuan muda dari paviliun obat telah selesai dengan pendaftaran. Alhasil tidak ada yang kembali berbicara dan hanya menunggu turnamen alkemis dimulai.
...>>>>>_____<<<<<...
Gongggg
Suara benda yang dipukul yang menunjukkan pertanda bahwa turnamen telah dimulai. Lalu muncul seorang pria tua berdiri ditengah lapangan terlihat dari pakaian dan gelagatnya, orang tua yang akan memimpin jalannya pertandingan nanti. Pakaian yang ia gunakan juga hampir sama dengan pakaian tuan muda paviliun obat yang telah menyinggung Ling Feng.
"Selamat datang para alkemis di pertandingan alkemis kota Anyi. Orang tua ini bermaga Yao panggil saja tetua Yao." Ucap orang tua tersebut yang memperkenalkan dirinya. Jumlah peserta yang mengikuti turnamen alkemis sekitar hampir mencapai dua ratus orang jumlahnya, jumlah dua ratus orang bukanlah jumlah yang sedikit. Hal itu menunjukkan bahwa hadiah yang akan diberikan walikota Anyi sangatlah menarik minat mereka.
"Orang tua ini akan memimpin jalannya pertandingan dan tidakan curang tidak diperkenankan tentunya. Lalu Apabila ada yang ketauan berbuat curang, maka orang tua ini akan langsung didiskualifikasi." Kata tetua tersebut mulai membicarakan tentang aturan-aturan pertandingan alkemis.
"Tanpa membuang waktu lagi, aku sekarang umumkan pertandingan alkemis kota Anyi dimulai sekarang." Ucap orang tua tersebut santai, namun menggunakan qi sehingga suaranya terdengar sampai seluruh arena pertandingan.
Sorak Sorai para penonton memenuhi arena Pertandingan ketika tetua tersebut mengumumkan mulainya turnamen alkemis. Tetua Yao yang memimpin jalannya turnamen mengangkat sebelah tangannya menandakan untuk diam sejenak. Para penonton yang awalnya ricuh mulai kembali tenang.
"Para penonton diharapkan untuk tetap tenang lalu para peserta sudah bisa menempati posisi masing-masing sesuai dengan kartu peserta yang tertera." Ucap tetua Yao.
"Untuk pertandingan pertama, buatlah sebuah pil yang tingkatnya minimal pil spiritual tingkat menengah. Kalian bebas membuat pil tingkat spiritual apa saja, namun tingkatannya tidak boleh kurang dari spiritual tingkat menengah. Waktu pembuatan pil adalah 4 jam dimulai dari sekarang." Kata Tetua Yao. Para peserta langsung dengan gesit mengeluarkan api mereka untuk membuat pil yang sesuai kriteria.
Walaupun mereka bisa membuat pil apa saja, namun jangka waktu singkat yang diberikan terlalu singkat. Akan tetapi, hal itu tidak berlaku untuk Ling Feng. Baginya hal itu tidaklah sulit, namun ia tidak ingin terlihat mencolok alhasil dirinya seperti alkemis pada umumnya.
Sisi Lain arena
"Ketua paviliun obat terima kasih telah repot-repot menerima undangan kami untuk menghadiri pertandingan alkemis ini." Ucap Walikota Anyi kepada ketua paviliun obat. Mendengar hal itu ketua paviliun obat berkata, "Tidak perlu sungkan seperti itu, walaupun aku sudah tua bukan berarti aku hanya harus berdiam diri saja." Ucap ketua paviliun obat lalu mengalihkan pandangannya ke arena tempat jalannya pertandingan lalu berkata kembali.
"Melihat pertandingan alkemis yang banyak diapresiasi orang seperti ini sudah membuat ku senang dan bangga, karena masih banyak generasi muda yang ingin menjadi alkemis. " Ucap lagi ketua paviliun obat.
"Betul sekali, untuk menjadi seorang alkemis tentunya harus mempunyai bakat dan tidak sembarang orang bisa melangkah di jalan tersebut. Melihat banyaknya generasi sekarang yang melangkah jalan tersebut merupakan sebuah hal yang menarik." Timbal Kepala Keluarga Qing.
Walikota Anyi yang mendengar hal itu hanya tersenyum simpul lalu diam kembali melihat jalannya pertandingan.
Kembali ke Ling Feng
"Kukira kau akan menunggu terlebih dahulu Feng'er." Transmisi suara Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu membalasnya, "Kalau aku melakukan hal seperti itu, tidak jauh beda dengan orang yang berada disana." Ucap Ling Feng merujuk kepada tuan muda paviliun obat yang angkuh. Orang tersebut kini dengan angkuhnya hanya berdiam saja memperhatikan jalannya pertandingan disertai seringai tercetak diwajahnya.
"Begitukah…Ya bagaimana pun itu jangan patah semangat dan menangkan, lalu jika menang hadiahnya minta arak saja." transmisi Long Tian, Ling Feng yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya saja dan dalam diam memulai alkemisnya. Dirinya tidak melakukan gerakan yang terlihat mencolok dan hanya melakukan hal biasa, namun ia tidak sadar bahwa hal biasa yang ia lakukan terlihat tidak biasa dimata orang lain.
Ling Feng menjentikkan jarinya lalu keluar api kecil di jarinya, akan tetapi Api kecil tersebut sudah cukup untuk membuat padam semua api yang dikeluarkan oleh alkemis lainnya. Seketika terdengar suara ledakan yang menandakan bahwa ada tungku yang meledak. Bukan hanya sekali, akan tetapi berkali-kali.
"Ehh mengapa apinya tiba-tiba mati."
"Apa yang terjadi? mengapa api yang ku keluarkan malah hilang."
"Ahhhh siapa yang bertingkah laku curang disini!"
begitulah keluh kesah para alkemis yang tungkunya meledak. Seluruh penonton yang melihat itu terheran-heran bagaimana bisa hal seperti itu terjadi, adapun Walikota Anyi dan kepala keluarga Qing juga bingung melihat beberapa tungku meledak dalam waktu yang sama. Melihat apa yang terjadi, walikota Anyi bertanya kepada ketua paviliun obat.
"Ketua apa yang sedang terjadi saat ini, mengapa tiba-tiba tungku para peserta ada yang meledak?" Tanya walikota Anyi kepada ketua paviliun obat.
"Penindasan Api. Hanya itu yang menurutku mungkin terjadi saat ini." jawab ketua paviliun obat menatap serius ke arena, lebih tepatnya Ling Feng yang masih tenang mengolah pil nya.
>>>>>> Bersambung