
Pada saat itulah penghalang yang awalnya samar-samar mengitar tempat persembunyian iblis, kini mendadak bercahaya terang lalu api yang sangat besar pun tiba-tiba muncul dari dalam formasi tersebut membakar segalanya yang ada di dalam.
>>>>>>______
Selang beberapa saat kemudian, api di dalam formasi itu pun mulai hilang diikuti dengan formasi yang di sekitarnya pun mulai retak dan pecah berkeping-keping layaknya kaca. Ling Lin’er yang melihat itu tersenyum puas lalu berkata seraya menoleh ke arah Ling Xiao, “Aku sudah membakar habis semua iblisnya kak.” Ucap Ling Lin’er dengan bangga meninggikan dagunya seraya berkacak pinggang.
“Kerja bagus Lin’er.” Ucap Ling Xiao memuji gadis tersebut. Sementara itu yang lainnya hanya bisa menatap ngeri ke arah tempat persembunyian yang telah luluh lantak, rata menjadi tanah gersang. Semua saudaranya kecuali Ling Xiao membantin dalam hatinya, “Jangan sampai membuat gadis ini marah kalau tidak ingin di bakar hidup-hidup.” Batin Ling Huo dan yang lainnya kecuali Ling Xiao.
Raut wajah rumit semuanya di sadari oleh Ling Xiao, dan pemuda itu pun sontak bertanya kepada saudara-saudaranya itu.
“Ada apa dengan wajah kalian? Kalian nampak tertekan oleh suatu hal?” Tanya Ling Xiao pada Ling Huo dan yang lainnya, Ling Lin’er pun juga menatap ke arah saudaranya itu secara bergantian sama bingungnya dengan Ling Xiao.
“T-tidak kok tidak, kami semua tidak apa-apa kak. Tidak perlu mempermasalahkan ekspresi kami, kami hanya kelelahan saja kak. Benar, kan?” Ucap Ling Shui yang pertama kali berbicara seraya melirik ke arah Ling Huo, Ling Ji, dan Ling Di.
“A-ah iya... Kak kami hanya kelelahan saja, karena melawan komandan iblis tadi hehehe.” Ucap Ling Huo menimpali perkataan Ling Shui seraya menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.
“Benar itu kak, jadi mari kita pergi dahulu dari sini dan mencari tempat aman untuk memulihkan diri kita juga sebelum kembali ke Kota Naga Langit.” Kata Ling Di yang dianggukki oleh yang lainnya. Walaupun begitu, masih ada masalah yang belum selesai saat ini.
Mereka tidak bisa pergi begitu saja, karena masih ada sandera yang telah mereka selamatkan yaitu, berupa gadis-gadis yang awalnya hendak di korbankan untuk ritual pembangkitan raja iblis. Terlebih lagi jumlahnya tidak sedikit.
“Jadi bagaimana sekarang kak? Jika kita berjalan kaki, setidaknya akan memakan waktu sampai dua minggu lebih untuk sampai di kota terdekat.” Ucap Ling Ji kepada Ling Xiao. Pemuda itu nampak berpikir juga, mereka tidak bisa begitu saja meninggalkan para sandera yang sudah susah-susah mereka selamatkan.
Mengingat hutan mereka berada saat ini adalah hutan yang dapat dikatakan sebuah hutan terlarang, terlebih lagi masih ada banyak beast yang berada di tingkat Roh sampai tingkat Bumi, bahkan tidak menutup kemungkinan ada beast tingkat langit, selaku penjaga hutan ini.
“Tidak perlu khawatir soal itu.” Ucap Ling Lin’er tiba-tiba, membuat kelima saudaranya pun menoleh ke arahnya dengan tanda tanya, penasaran dengan maksud apa yang dikatakan oleh Ling Lin’er. Akan tetapi gadis itu hanya tersenyum saja di balik penutup wajahnya, dan tanpa berkata apapun lagi dirinya pun melompat dari satu dahan pohon ke dahan yang lainnya dan sampai di puncak pohon.
Ling Xiao pun menyusul gadis itu ke atas, mencoba melihat apa yang hendak di lakukan oleh Ling Lin’er. Pada saat ia sampai di puncak pohon satunya, ia melihat Ling Lin’er sedang memejamkan matanya sebentar. Beberapa saat kemudian, ia pun membuka matanya kembali seraya memasang raut wajah senang.
“Teman?” Ulang Ling Xiao dan dianggukki oleh gadis tersebut. Pada saat itulah Ling Lin’er menoleh ke arah langit-langit dan kembali berkata, “Itu temanku kak.” Ucap Ling Lin’er seraya menunjuk ke arah langit.
Ling Xiao mengikuti arah yang di tunjuk oleh Ling Lin’er dimana ia melihat ke arah langit. Awalnya ia tidak melihat apapun sampai beberapa saat kemudian ia melihat bayang-bayang di atas awan. Lalu terlihat sosok yang sangat besar membuat Ling Xiao membelalakan kedua matanya ketika melihat wujud sebenarnya dari sosok di balik awan tersebut.
“N-naga?!” Ucap Ling Xiao tanpa sadar ketika melihat sosok tersebut yang tidak lain adalah seekor naga berwarna coklat tua yang besarnya bukan main. Panjangnya sendiri hampir mencapai tiga puluh meter dengan besarnya empat meter. Naga itu pun turun dan berhenti tepat di depan Ling Lin’er. Ling Lin’er tersenyum lebar ketika naga tersebut datang dan tanpa sungkan ia pun membelai kepala naga tersebut.
“Baiklah kak, Ibu naga sudah mengizinkan kita untuk naik ke atas punggungnya. Ibu Naga juga akan mengantarkan kita langsung ke kota naga langit.” Ucap Ling Lin’er pada Ling Xiao yang masih terdiam menatap kosong ke arah naga tersebut. Ia pun baru sadar ketika Ling Lin’er melambai-lambaikan tangannya tepat di depan wajahnya.
Ling Xiao dan Ling Lin’er pun turun kembali, situasi di bawah juga tidak jauh berbeda. Semua orang yang ada di sana termasuk Ling Huo dan yang lainnya pun menunjukkan ekspresi terkejut ketika melihat naga besar berwarna coklat tua itu muncul. Ling Xiao pun tidak banyak berbicara, ia hanya meminta para sandera untuk naik ke atas tubuh naga tersebut.
Awalnya mereka saling pandang, namun sampai ada salah satu dari mereka memberanikan diri untuk naik ke atas tubuh naga itu terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian yang lain nya pun mengikuti naik ke atas tubuh naga tersebut seraya di bantu oleh Ling Huo dan yang lainnya.
“Aku benar-benar tidak menyangka sama sekali, bahwa teman adik kecil kita adalah seekor naga.” Ujar Ling Huo tersenyum masam di atas tubuh naga. Mereka semua saat ini sudah berada di atas tubuh naga dan terbang menuju langsung ke arah Kekaisaran Han, tepatnya ke Kota Naga Langit.
“Teman? Apakah kamu bercanda saudara? Bagaimana mungkin adik kecil itu berteman dengan seekor naga?! Terlebih lagi sejak kapan coba? Padahal kita semua sudah bergantian menjaga diri nya ketika berpergian keluar.” Ucap Ling Di berbisik, takut suaranya di dengar oleh Ling Lin’er.
“Jangan tanya itu kepadaku. Kakak sendiri yang bilang tadi kepadaku, bahwa naga ini adalah teman Lin’er.” Ucap Ling Huo. Mereka berempat duduk tepat di bagian belakang, sementara itu Ling Xiao dan Lin’er duduk di depan berdua.
“Yang menjadi masalah nya saat ini adalah naga ini nampak begitu menyukai Lin’er. Jika sampai dirinya kesal dan memanggil naga ini, maka tamat sudah riwayat kita.” Ucap Ling Shui secara tiba-tiba, membuat ketiga yang lainnya pun seketika bergidik ngeri seraya menggeleng-gelengkan kepalanya tidak ingin membayangkan apa yang akan terjadi jika seperti itu kebenaran nya.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.